<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-11940105</id><updated>2012-02-08T01:47:50.748+07:00</updated><category term='joy division'/><category term='rental'/><category term='4shared'/><category term='novel grafis'/><category term='wedding'/><category term='death'/><category term='pasar legi'/><category term='last.fm'/><category term='diri'/><category term='pohon'/><category term='kyle minogue'/><category term='orang asing'/><category term='manusia'/><category term='personality'/><category term='sampit'/><category term='tahu sumedang'/><category term='musik'/><category term='video'/><category term='myspace'/><category term='wiji thukul'/><category term='opera'/><category term='boy george'/><category term='kanisius 1'/><category term='facebook'/><category term='wagu'/><category term='bali'/><category term='kejagung'/><category term='cerita'/><category term='pekerjaan'/><category term='ibu'/><category term='milla jovovich'/><category term='polri'/><category term='wyzo'/><category term='keluarga'/><category term='lagu'/><category term='solo'/><category term='dolop'/><category term='debbie harry'/><category term='mp3'/><category term='radiohead'/><category term='uang'/><category term='indonesia'/><category term='malam'/><category term='saint etienne'/><category term='80an'/><category term='mahasiswa'/><category term='live performance'/><category term='sid vicious'/><category term='garbage'/><category term='jalan'/><category term='epileptik'/><category term='Inglourious Basterds'/><category term='kekerasan'/><category term='george clooney'/><category term='nick cave'/><category term='jurnalisme sastrawi'/><category term='meidynna arrisandi'/><category term='21 grams'/><category term='lo siauw ging'/><category term='kaos oblong'/><category term='krematorium'/><category term='flock'/><category term='nyata'/><category term='gambar'/><category term='julie delpy'/><category term='hope'/><category term='javarockingland'/><category term='office politics'/><category term='mr. nobody'/><category term='suzanne vega'/><category term='sd'/><category term='walter wangerin'/><category term='kevorkian'/><category term='waktu'/><category term='tom wolfe'/><category term='nirvana'/><category term='Inggris'/><category term='amy tan'/><category term='internet meme'/><category term='cover version'/><category term='thiong ting'/><category term='pramoedya ananta toer'/><category term='nena'/><category term='lawak'/><category term='timor leste'/><category term='playlist'/><category term='pijat'/><category term='social network'/><category term='funeral'/><category term='konser'/><category term='mom song'/><category term='stephen king'/><category term='hujan'/><category term='music'/><category term='silet'/><category term='angka'/><category term='motor'/><category term='kos'/><category term='kangen'/><category term='gelap'/><category term='pagi'/><category term='yesus'/><category term='pemuda'/><category term='kerja'/><category term='ramayana'/><category term='twitter'/><category term='masa kecil'/><category term='korupsi'/><category term='film'/><category term='roosa'/><category term='evanescence'/><category term='dokter'/><category term='smashing pumpkins'/><category term='ayan'/><category term='melankoli'/><category term='deadline'/><category term='coldplay'/><category term='kata'/><category term='koleksi'/><category term='new journalism'/><category term='masa lalu'/><category term='umur'/><category term='tuban'/><category term='ki hajar dewantoro'/><category term='gesang'/><category term='manic street preachers'/><category term='new order'/><category term='puthut ea'/><category term='truman capote'/><category term='liburan'/><category term='garing'/><category term='rumah sakit'/><category term='sjam'/><category term='firefox'/><category term='kubik'/><category term='web 2.0'/><category term='benicio del toro'/><category term='Guy Ritchie'/><category term='Rocknrolla'/><category term='the american'/><category term='PHK'/><category term='review'/><category term='oen boen ing'/><category term='scarlett johansson'/><category term='safari'/><category term='Amerika'/><category term='cobain'/><category term='pamer'/><category term='pikiran'/><category term='jared leto'/><category term='kematian'/><category term='tes'/><category term='sean penn'/><category term='david.b'/><category term='widya wacana'/><category term='libur'/><category term='hobi'/><category term='krisdayanti'/><category term='beatles'/><category term='legenda'/><category term='jogja'/><category term='90an'/><category term='onny wiranda'/><category term='soeharto'/><category term='andreas harsono'/><category term='Quentin Tarantino'/><category term='netscape'/><category term='cerpen'/><category term='surabaya'/><category term='kesan'/><category term='remix'/><category term='kpk'/><category term='century'/><category term='sindhunata'/><category term='fascist'/><category term='kaleidoskop'/><category term='media'/><category term='jalan raya pos'/><category term='blondie'/><category term='mei 98'/><category term='arus balik'/><category term='2011'/><category term='28'/><category term='pemakaman'/><category term='youtube'/><category term='kanisius'/><category term='teman'/><category term='shirley manson'/><category term='jawa'/><category term='natal'/><category term='dio'/><category term='browser'/><category term='rumah'/><category term='sekrup'/><category term='bono'/><category term='lingkungan'/><category term='phillip seymour hoffman'/><category term='UU'/><category term='friends'/><category term='sejarah'/><category term='tk'/><category term='batu'/><category term='friendster'/><category term='internet explorer'/><category term='juliette lewis'/><category term='tawa'/><category term='koil'/><category term='guru'/><category term='blog'/><category term='SMP'/><category term='google chrome'/><category term='kenangan'/><category term='kakak'/><category term='rem'/><category term='buku'/><category term='bioskop'/><category term='PKI'/><category term='plurk'/><category term='depeche mode'/><category term='history'/><category term='Brad Pitt'/><category term='mozilla'/><category term='data'/><category term='shadow play'/><category term='sarah cracknell'/><category term='pernikahan'/><title type='text'>perjalanan lalat hijau</title><subtitle type='html'>LALAT HIJAU, sebuah catatan perjalanan untuk beberapa waktunya ke depan</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://lalathijau.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11940105/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lalathijau.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11940105/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>ary</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03207474458678987363</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://photos16.flickr.com/20912285_e28978ae26.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>169</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11940105.post-279566732925382863</id><published>2011-12-31T08:56:00.005+07:00</published><updated>2012-01-21T19:25:23.298+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='2011'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kaleidoskop'/><title type='text'>Duaribu Sebelas</title><content type='html'>2011 adalah tahun yang berkesan sekaligus tidak berkesan. Di tahun 2011, yang paling berkesan tentu saja adalah acara lamaran saya hehe.. Namanya juga baru pertama kali. Lalu, dari segi karier, saya juga mengalami peningkatan. Baru pertama kali dalam seumur hidup saya naik jabatan. Dan pekerjaan yang sekarang juga adalah pekerjaan terlama yang pernah saya jalani (mungkin memang akan bakal lama, entah sampai kapan). Tapi, kesibukan demi kesibukan yang sebenarnya hampir mirip dengan 2010 membuat tahun 2011 terasa berlalu begitu cepat.&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Saya misalnya hanya melakukan perjalanan ke luar kota Solo di kota-kota berikut ini: Yogyakarta (tentu saja), Kebumen (yeah right?), Bandung (piknik kantor), dan Cirebon (untuk kondangan). Sudah, itu saja. Membosankan yah? Mungkin. Tapi, untung saya ini memang bukan tipe traveller meski dulu di CV pernah mengaku hobi travelling hihihi...  Dari segi kesibukan lain, hobi, misalnya, saya juga mengalami banyak penurunan. Pokoknya tahun 2011 adalah tahun kerja dan kerja. Yah, saya menghibur dirinya adalah karena hasilnya juga worth it, itung-itung mempersiapkan biaya pernikahan tahun depan. Saya yang mengaku hobinya adalah membaca, mendengarkan musik, nonton film, mengkoleksi, dan juga (dulu) olahraga, tahun ini, atau tepatnya semester kedua sangat menurun melakukannya. Membaca sangat berkurang, hunting buku menurun drastis (termasuk keinginannya), film masih lumayan (untuk koleksi, tapi nontonnya masih kesulitan memiliki waktu), sedangkan olahraga saya sempat beberapa bulan fitness, tapi akhirnya bosan dan berhenti sejak pertengahan tahun kemarin. Perut buncit pun masih tetap buncit. Oh ya, saya juga punya hobi menulis hehehe.. Dan itu, untuk hal-hal idealis, bahkan sama sekali tidak ada kemajuan. Yang masih lumayan bahkan berkembang adalah soal musik. Di tahun ini mungkin adalah tahun saya agak gila-gilaan, setelah didukung internet akses yang keren, saya setiap hari kira-kira menghabiskan 2/3 waktu saya di depan internet (soal ini yang lebih lengkap saya tulis di notes FB saya).&lt;div&gt;Dan pada akhirnya, mengenai hubungan sosial, ini sangat payah bahkan paling payah. Tidak ada teman baru selain teman kerja baru. Dan banyak teman lama lost contact karena saya juga kadang bingung saat ngobrolnya. Kini, di akhir tahun 2011, saya hanya berharap tahun 2012 akan ada perubahan saja dalam hal-hal itu, minimal dalam hal hubungan sosial. Semoga yes...&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11940105-279566732925382863?l=lalathijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lalathijau.blogspot.com/feeds/279566732925382863/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11940105&amp;postID=279566732925382863&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11940105/posts/default/279566732925382863'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11940105/posts/default/279566732925382863'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lalathijau.blogspot.com/2011/12/duaribu-sebelas.html' title='Duaribu Sebelas'/><author><name>ary</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03207474458678987363</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://photos16.flickr.com/20912285_e28978ae26.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11940105.post-8045702312397402253</id><published>2011-11-30T21:28:00.003+07:00</published><updated>2011-12-11T12:13:59.217+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='video'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='music'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='masa kecil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='youtube'/><title type='text'>Kenapa Isinya Video Terus?</title><content type='html'>&lt;div&gt;Saya tahu blog sudah tidak terlalu zaman. Orang makin males baca blog, apalagi blogwalking. Saya tahu kalau blog ini tidak banyak dikunjungi orang (saya rasa yg cukup bisa saya banggakan dari blog ini cuma menang "tua" dan masih update biar cuma sebulan sekali dan selama 6 tahun lebih baru dua bulan yang tidak ada update). Saya sendiri, sekarang memang harus diakui malas mengupdate blog ini. Tapi, saya cuma suka kalau gambar lekuk-lekuk bulan di sisi kanan blog ini terus memanjang seperti ular. Nah, itulah alasan pertama saya belakangan lebih sering posting Youtube. &lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div&gt;Tapi, bukan cuma itu. Hal kedua adalah bahwa katanya kan di zaman sekarang ini tidak boleh kolot. Masakan blog harus hanya berisi tulisan, youtube hanya berisi video, picasa dan flickr hanya berisi foto? Harusnya diintegrasikan biar lebih menarik. Karena saya tidak punya foto (atau kamera, maksudnya) dan tidak mengupload sendiri video-video saya, maka saya baru bisa mengintegrasikan tulisan dan video postingan orang lain di sini. Dan hal ketiga adalah bahwa saya pernah punya pengalaman agak buruk dengan menulis hal-hal yang pribadi seperti "seharusnya" blog (dulu kan katanya blog itu harus jurnal pribadi hehehe...). Maka, saya sekarang agak malas yang begituan, kan sudah ada Twitter dan Facebook. Saya juga sepertinya sudah susah sekali bikin cerpen atau puisi dan semacamnya. Meski sebenarnya masih ingin bisa menulis dengan variatif dan tema yang menarik (menurut saya), seperti dulu (sekarang, setelah punya Twitter, terutama, saya makin merasa apa yang hendak saya katakan kok sudah ada yang mengatakan atau banyak yang lebih menarik dan mendalam, sehingga yg mau saya tulis di blog tadi tak pantas dibahas atau dipublikasikan)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Lalu Kenapa Video Musik Terus?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;Memang tidak pernah ada yang bertanya begitu hehehe.. Ini cuma pertanyaan saya sendiri, sebagai penggemar fanatik blog ini (?). Bukan, bukan semata karena saya malas atau karena saya hanya cari mudahnya saja kok. Flashback jauh ke tahun 80-90an, sebagai anak kecil, saya memang tidak punya banyak teman selain teman di sekolah. Di rumah, sejak SD saya pindah ke rumah besar di tengah tetangga-tetangga yang rumahnya kecil-kecil. Maka, terciptalah gap tanpa diingini. Saya pun di rumah lebih banyak menghabiskan waktu di depan TV. Untunglah waktu itu bukan TV biasa, apalagi hanya TVRI yang saya bisa tonton. Tapi, ada parabola yang membuat saya bisa melihat berbagai acara di luar negeri.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Salah satunya adalah acara-acara musik. Dari MTV, Channel V, atau siaran TV lain seperti Nescafe UK Top 40, dan lain-lain. Waktu itu, saya menonton dalam status abstain. Maksudnya, seingat saya, saya masih belum punya band favorit atau genre musik favorit. Semua macam musik saya tonton dan terutama musik yang videonya berkesan. Bahkan, saking banyaknya nonton TV, saya sempat dijadikan semacam TV Guide oleh Papa saya. Entah dia maksudnya ngeledek atau apa, padahal saya merasa saya tidak hafal-hafal banget semua acara TV. Saya merasa beruntung karena saya mengalami masa itu di tahun 80-90an, dan bukan di tahun 2000an hehehe.. (biasa, ini statemen khas orang tua). Tapi, faktanya lagu-lagu delapanpuluh dan sembilanpuluhan, sampai sekarang tetap dicover musisi tahun 2000-2010an kok? Jadi, memang tak salah kalau periode itu lebih superior dari periode saat ini. Kebiasaan nonton TV, terutama musik ini terus saya lakukan, kalau tidak salah hingga akhir 90 atau awal 2000an, meski waktu itu saya hanya nonton di TV (ANTV masih merelay banyak acara musik dari MTV). &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kalau saya pikir-pikir, kasian sekali anak-anak zaman ini yang terpaksa hanya menonton musik dari acara seperti Dahsyat dan Inbox. Tapi, ada untungnya juga anak-anak zaman sekarang juga punya Youtube. Hanya, dari mana mereka tahu kalau tidak ada yang memberi tahu? Jadi, semoga blog ini bisa membantu mereka. Demikianlah alasan saya, maaf tulisan ini memang acakadut.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11940105-8045702312397402253?l=lalathijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lalathijau.blogspot.com/feeds/8045702312397402253/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11940105&amp;postID=8045702312397402253&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11940105/posts/default/8045702312397402253'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11940105/posts/default/8045702312397402253'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lalathijau.blogspot.com/2011/11/kenapa-isinya-video-terus.html' title='Kenapa Isinya Video Terus?'/><author><name>ary</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03207474458678987363</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://photos16.flickr.com/20912285_e28978ae26.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11940105.post-3145067077729287709</id><published>2011-10-31T14:55:00.009+07:00</published><updated>2011-12-11T11:38:36.226+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='playlist'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='death'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pemakaman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='funeral'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kematian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='youtube'/><title type='text'>Funeral Song</title><content type='html'>&lt;div&gt;Kematian seharusnya tidak lebih tinggi atau rendah dibandingkan kehidupan. Kematian, bagi sebagian orang dihubungkan dengan kepercayaan. Bagi sebagian lagi, dihubungkan dengan psikologi. Sebagian suka mengaitkan dengan kesehatan, dst. Intinya, semua hal dalam kehidupan sebenarnya selalu bisa dikaitkan dengan kematian. Hanya ilmu yang belum lengkaplah yang belum bisa mengaitkan dirinya dengan kematian. Dan musik, bahkan musik pop, sudah sejak dulu sering mengangkat tema atau dihubungkan dengan kematian. Di sini sepertinya masih agak jarang yang memakai musik pop sebagai pengiring kematian. Yang ada hanya musik yang berkaitan dengan kepercayaan (lagu rohani gitu maksudnya), lagu folk, klasik (yang paling populer tentu saja adalah Taps) atau malah lagu yang terkait politik (Gugur Bunga, Mengheningkan Cipta). Entah kenapa banyak orang seperti tabu memakai musik pop untuk mengiring kematian seseorang. Mungkin ini karena anggapan musik pop kurang syahdu atau hanya "duniawi". Meski saya rasa ada banyak orang yang ingin memakainya (untung di zaman social media sekarang hal ini seperti diwadahi, seperti banyak orang yang untuk mengenang seseorang yang telah tiada, lalu menshare lagu-lagu dari yutub), tapi rasanya agak jarang kalau di upacara resmi. Kenapa? Apa karena tidak khidmat? Mestinya tidak juga. Nah, bagi yang tidak takut memikirkan tentang kematian, mungkin Anda bisa ikut saya memikirkan kira-kira lagu apa yang pas mengiringi kematian diri Anda nanti. Kalau saya, sejauh ini, baru bisa memikirkan lagu-lagu berikut ini: &lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;VNV Nation - From My Hands&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;iframe width="420" height="315" src="http://www.youtube.com/embed/GSyXSeAHL_k" frameborder="0" allowfullscreen=""&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ini lagu tidak bisa dimungkiri sangat dahsyat dan sangat sangat pas untuk mengiringi kematian. Iramanya memang sangat sedih (apalagi fanvideo yang bisa kita liat di atas ini), tapi liriknya sebenarnya tidak juga. Isinya kalau menurut saya adalah tentang mengikhlaskan, terutama bagian, "And hush now, Let it go now, There's no need for sad goodbyes.."&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Sarah McLachlan - I Will Remember You&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;iframe width="420" height="315" src="http://www.youtube.com/embed/nSz16ngdsG0" frameborder="0" allowfullscreen=""&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ada lagu Sarah McLachlan yang lain yang diilhami dari kematian, yaitu Angels, yang terilhami peristiwa kematian Jonathan Melvoin, touring keyboardis dari Smashing Pumpkins. Tapi, saya kok pilih lagu yang ini. Sejak awal lagu ini sudah berisi petuah supaya jangan terlalu menangisi yang sudah lalu (di sini adalah kematian). Tapi, meski demikian jangan lupakan orang yang sudah meninggalkan Anda itu. "I will remember you, will you remember me, dont let your life pass you by weep not for the memories" Begitulah bunyinya...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Johnny Cash - Hurt&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;iframe width="420" height="315" src="http://www.youtube.com/embed/SmVAWKfJ4Go" frameborder="0" allowfullscreen=""&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hurt adalah lagunya Nine Inch Nails yang kemudian dicover dengan sangat baik dan sangat berbeda oleh Johnny Cash beberapa waktu sebelum ia kemudian meninggal dunia. Saya akui, lagu ini jadi pilihan saya karena fakta-fakta tersebut (Johnny Cash menyanyikan di akhir masa hidupnya, istrinya juga tampil di video ini di akhir masa hidupnya, dan videonya memang keren sekali). Saya bermimpi kalau saja nanti kalau saya meninggal, maka bisa ada big screen dan kalau saja ada video yang bisa benar-benar menggambarkan diri dan kehidupan saya. Kan tidak cuma pernikahan saja yang pake video seperti itu. Lucu lagi kalau bisa seperti di ending film "Man on the Moon." Ya, lagu ini memang liriknya agak getir, tapi bukankah seindah-indahnya kematian itu tetap ada rasa getir, minimal bagi mereka yang ditinggalkan?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Bill Medley &amp;amp; Jennifer Warnes - I’ve Had the Time of My Life&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;iframe width="420" height="315" src="http://www.youtube.com/embed/RH0lEVMuzzw" frameborder="0" allowfullscreen=""&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ini adalah soundtrack Dirty Dancing, yang di abad 21 ini agak dirusak Black Eyed Peas hehehe.... Belakangan, setelah Patrick Swayze meninggal, banyak yang di Youtube mengenang Swayze dengan lagu ini. Lagu ini iramanya ceria (iyalah, wong buat menari kotor). Ada yang memakai lagu ini buat lagu wedding (liriknya cocok sih, karena tentang orang bergembira setelah kini bertemu seseorang). Tapi, sebagai lagu funeral pun cocok, menurut saya. Ya, hanya supaya menghibur orang-orang yang ditinggalkan bahwa si mati sudah menemukan waktu terindah bersama Seseorang kini. Meskipun tidak ada orang hidup yang benar-benar tahu apakah waktu meninggal dunia itu menyenangkan atau tidak. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Lighthouse Family - High&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;iframe width="420" height="315" src="http://www.youtube.com/embed/EOBayZ-517k" frameborder="0" allowfullscreen=""&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ini liriknya juga ceria. Tapi, dengan iramanya yang naik dan terus naik, ini adalah rekomendasi saya selanjutnya untuk menghibur mereka yang ditinggalkan. Apalagi lagu ini gampang dinyanyikan buat saya karena nadanya rendah dan easy listening, meski bandnya sebenarnya tidak terlalu suka. Ada yang memakai lagu ini untuk lagu waktu lulusan atau perpisahan setelah wisuda, tapi untuk pemakaman sih cocok juga. Alasannya antara lain liriknya ada yang berbunyi "When you're close to tears remember, some day it'll all be over, one day we're gonna get so high... "&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Vangelis - Chariots of Fire&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;iframe width="420" height="315" src="http://www.youtube.com/embed/TYJzcUvS_NU" frameborder="0" allowfullscreen=""&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Chariots of fire yang merupakan soundtrack dari film berjudul sama, kerap dipakai untuk menggambarkan sebuah kemenangan. Ya, saya sendiri tidak mau kematian saya nanti dianggap kekalahan. Setidaknya, berdasarkan iman kepercayaan yang saya anut, saya dinasihatkan untuk menganggap demikian. Di pemakaman, khotbah pendeta biasanya berisikan ayat tentang "aku telah mengakhiri pertandingan dengan baik." Dan hal itu memang yang membuat saya memasukkan lagu ini dalam playlist funeral song ini. Sekali lagi dengan alasan hampir mirip-mirip dengan beberapa lagu sebelumnya. Dan makin ke sini saya memang inginnya kesedihan sebuah pemakaman lambat laun berganti dengan optimisme dan semangat buat hidup lebih baik lagi. Sukur-sukur kalau hidup mati saya bisa jadi inspirasi, motivasi, atau sebuah peringatan pun tak apa-apa. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Bonus: Robbie Williams - Angel&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;iframe width="420" height="315" src="http://www.youtube.com/embed/E6C2-5ZsuaY" frameborder="0" allowfullscreen=""&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Menurut sebuah jajak pendapat yang kalau tidak salah ditulis Majalah "Time", lagu ini ada di nomor satu lagu yang akan dipilih para surveyor di Amerika sana. Maka, tak ada salahnya saya pasang juga, siapa tahu ada yang tertarik memilih. Tentunya lagu ini dipilih karena liriknya (jadi saya pasang video yang cuma berisi lirik, dan bukan video aslinya yang berisi muka Robbie Williams itu). Mungkin lirik yang ini nih: "And do they know, the places where we go, when we're grey and old..."&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Demikian beberapa saja lagu yang bisa saya pikirkan hingga saat ini, terutama karena saya belum sempat mikir bener-bener dan meneliti satu-satu lagu yang saya tahu. Sempat saya mau masukkan Changes dari Ozzy Osbourne atau Once Upon A Time dari Smashing Pumpkins tapi kayaknya terlalu sedih. Atau juga I Can See Clearly Now dari Jimmy Cliff yang bagus juga, tapi nanti kok kayaknya terlalu gembira atau kepedean begitu yah hehehe... Ya, kalau ada yang punya lagu pop lain, boleh juga menambahi. &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11940105-3145067077729287709?l=lalathijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lalathijau.blogspot.com/feeds/3145067077729287709/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11940105&amp;postID=3145067077729287709&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11940105/posts/default/3145067077729287709'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11940105/posts/default/3145067077729287709'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lalathijau.blogspot.com/2011/10/funeral-song.html' title='Funeral Song'/><author><name>ary</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03207474458678987363</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://photos16.flickr.com/20912285_e28978ae26.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/GSyXSeAHL_k/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11940105.post-2979855733046246293</id><published>2011-09-30T12:47:00.011+07:00</published><updated>2011-12-03T15:22:26.223+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wedding'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pernikahan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='youtube'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lagu'/><title type='text'>Wed Song</title><content type='html'>Karena belakangan ini lagi musim orang nikahan, termasuk beberapa di antaranya orang-orang dekat, maka terpaksa saya sering datang kondangan. Dan mungkin baru beberapa tahun ini (karena ada masa di mana saya sekian tahun tidak pernah kondangan, yaitu masa kuliah dan masa belum dapat kerja), saya sadar kalau ada beberapa perubahan acara di kondangan. Salah satunya lagu. Dulu, lagu-lagu di kondangan seingat saya kurang begitu bervariasi. Yang ada, kondangan diisi dengan lagu-lagu Mandarin atau kemudian juga lagu-lagu gereja, yang juga cuma itu-itu saja. Menginjak awal tahun 2000an, memang sudah ada lagu-lagu pop Indonesia ataupun Barat dibawakan di kondangan. Tapi, itu juga biasanya yang membawakan penyanyi rumah makan atau bintang tamu, atau tamunya. Sekarang, entah dari meniru siapa suka ada pengantin yang menyanyi sendiri gitu. Kadang, ada juga yang dansa (kalo ini sih mungkin meniru di Barat yah?) .&lt;div&gt;Lalu, saya baru sadar juga kalau sebenarnya bisa saja pengantin memilih sendiri lagu-lagu yang untuk dibawakan, entah oleh band atau penyanyi sewaan, di acara kondangannya. Meski ini mungkin jarang dilakukan, tapi saya rasa ada juga kok yang begitu. Waktu kondangan di nikahan salah seorang teman, saya lihat sendiri band yang main di situ kebanyakan membawakan lagu-lagu yang saya tahu banget itu pilihan mempelai berdua karena beberapa lagu tidak pernah saya dengar di kondangan. Nah, bagi yang concern soal hal-hal begini, atau bagi yang mau nyanyi di waktu nikahan, mungkin kadang bingung pilih lagu ya? Yang jelas, menurut saya sih jangan boleh band atau penyanyi sewaan itu pilih yang lagi populer saja (apalagi kalau kadang ada request-request gitu dari penonton eh tamu undangan). Dulu, ada seorang penyanyi ibukota malah bingung sendiri waktu dia tanya mau request apa? Eh penonton ups tamu malah memilih lagu Jablay. Wong edan, mantenan kok malah lagunya ditinggal suami. Tapi, akhirnya sih diturutin juga. Nah, apalagi sekarang kita tau lagu-lagu yang lagi populer itu pada busuk liriknya dan isinya cuma selingkuh, putus, galau, mendua, dst. Maka sangat-sangat tidak recommended. Demikian juga, kalau mau nyanyi sendiri, sebenarnya sih terserah. Tapi, kalau cuma mengandalkan lagu yang disukai, kadang nggak selalu cocok juga menurut saya. Meski penggemar metal, tapi kalau lagunya metal meski liriknya cinta, tapi pengiringnya band yang ala kadarnya, sih menurut saya malah jadi aneh. Ya sudah, biar nggak bingung, sekarang saya mau merekomendasikan saja kira-kira lagu yang menurut saya cocok buat acara wedding ya.&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;1. Lionel Richie - Truly&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;object width="420" height="315"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/G1xiFRccd88?version=3&amp;amp;hl=en_US"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/G1xiFRccd88?version=3&amp;amp;hl=en_US" type="application/x-shockwave-flash" width="420" height="315" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Entah kenapa lagu ini kayaknya jarang dibawakan di wedding di Indonesia ini. Padahal, semua syarat sudah memenuhi. Cuma pake piano, lirik sederhana dan tentang cinta, komitmen, etc. Nyanyinya cukup gampang. Ada banyak di karaoker buat belajar. Lagu yang nggak baru lagi (jadi orang-orang tua juga bisa menikmati).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;2. Vina Panduwinata - Biru&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;object width="420" height="315"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/Hcct8Z4XuiY?version=3&amp;amp;hl=en_US"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/Hcct8Z4XuiY?version=3&amp;amp;hl=en_US" type="application/x-shockwave-flash" width="420" height="315" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;Ini juga mirip dengan Truly. Meski zaman sekarang, pada banyak yang taunya ini lagunya Afghan. Tapi, menurut saya lagu ini lebih cocok dinyanyikan cewe.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;3. Nancy Danino - Reality&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;object width="420" height="315"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/z6bNkp75c8k?version=3&amp;amp;hl=en_US"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/z6bNkp75c8k?version=3&amp;amp;hl=en_US" type="application/x-shockwave-flash" width="420" height="315" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Iya, memang ini aslinya adalah dari Richard Sanderson. Tapi, menurut saya lagu ini lebih cocok kalau dibawakan dengan irama bossas seperti ini. Tapi, mungkin cocoknya tetep yang nyanyi cowo yah?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;4. Bjork - All is Full of Love&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;object width="420" height="315"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/EjAoBKagWQA?version=3&amp;amp;hl=en_US"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/EjAoBKagWQA?version=3&amp;amp;hl=en_US" type="application/x-shockwave-flash" width="420" height="315" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Nah, yang ini mungkin susah dibawakan dan dinyanyikan. Tapi, saya sempat berpikir ini lagu yang pas buat mengiringi waktu pengantin masuk ruangan gitu (kalau memang nggak mau pake musik dari live band).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;5. Kylie Minogue &amp;amp; Jason Donovan - Especially for You&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;object width="420" height="315"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/aGuNsiSZ9RI?version=3&amp;amp;hl=en_US"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/aGuNsiSZ9RI?version=3&amp;amp;hl=en_US" type="application/x-shockwave-flash" width="420" height="315" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yang ini mungkin cocok kalau mau nyanyi duet. Kebetulan kedua penyanyi aslinya juga suaranya nggak terlalu istimewa hehehe.. Jadi kalau dinyanyikan ulang dengan suara agak pas-pasan sih saya rasa OK aja.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;6. Karena agak males cari youtube, saya dulu pernah berpikir akan memakai Ava Adore dari Smashing Pumpkins atau Only Time dari Enya buat mengiringi masuk pengantin. Tapi, sekarang kayaknya sudah tidak kepingin lagi. Beberapa lagu lain yang dulu pernah dibayangkan sebagai lagu waktu menikah adalah Evan &amp;amp; Jaron - Crazy for This Girl, Ash (atau versinya Annie Lennox juga boleh) - Shinning Light, tapi kayaknya lagu-lagu itu terlalu remaja. Richard Marx dengan Now and Forever sebenarnya juga bisa, tapi kayaknya sudah sering. Demikian pula True dari Spandau Bullet. Atau Billy Joel - Love You Just the Way You Are, Your Song dari Elton John, serta lagu-lagu Elvis dan angkatannya, atau juga Kebo Giro, Kutut Manggung, Kodok Ngorek, Bimo Kurda sudah terlalu klise sehingga malas juga saya sebutkan apalagi cari videonya. Demikianlah, semoga tulisan ini menjadi tulisan yang tidak berguna bagi kalian hehe...&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11940105-2979855733046246293?l=lalathijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lalathijau.blogspot.com/feeds/2979855733046246293/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11940105&amp;postID=2979855733046246293&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11940105/posts/default/2979855733046246293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11940105/posts/default/2979855733046246293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lalathijau.blogspot.com/2011/09/wed-song.html' title='Wed Song'/><author><name>ary</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03207474458678987363</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://photos16.flickr.com/20912285_e28978ae26.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11940105.post-6109805184170191614</id><published>2011-08-11T19:36:00.006+07:00</published><updated>2011-08-11T20:06:33.227+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PKI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pramoedya ananta toer'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='shadow play'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='film'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='history'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jalan raya pos'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='youtube'/><title type='text'>Jalan Raya Pos &amp; Shadow Play</title><content type='html'>Siapa sangka ternyata film-film ini bisa lengkap ditemukan di Youtube!!!&lt;div&gt;&lt;b&gt;Jalan Raya Pos&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jalan Raya Pos adalah film tentang jalan pos yang dibangun oleh Daendels pada awal abad 20. Kisah tentang jalan ini sudah ditulis oleh Pramoedya Ananta Toer yang di film ini menjadi narator dengan cara membacakan tulisan di bukunya tersebut. Tapi, selain itu, film ini pada dasarnya mengangkat dua tema: kisah hidup keseharian seorang Pramoedya dan gambaran kehidupan rakyat di bawah Orde Baru. Gambar-gambar yang banyak bercerita sendiri tentang petani, buruh, eksekutif muda, orang desa yang terpaksa mencari makan di kota besar, militer, petugas layanan masyarakat, etnis-etnis, agama-agama, dan banyak lagi. Memang yang paling menjadi alasan saya mengumpulkan 40 video yang dipecah-pecah di Youtube ini adalah karena sosok Pram, tapi selain itu gambaran-gambaran kehidupan nyata dari manusia-manusia yang hidup dan mengais rezeki di sepanjang Jalan Raya Pos ini jelas sangat menarik. Berikut video pertamanya (video-video selanjutnya bisa disearch cukup dengan mengganti angkanya, dari 1 sampai 40):&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div&gt;&lt;object width="425" height="349"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/COSTqNz8ra4?version=3&amp;amp;hl=en_US"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/COSTqNz8ra4?version=3&amp;amp;hl=en_US" type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="349" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt; Shadow Play&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Untuk film ini, saya sudah pernah mendengarnya sewaktu masih kuliah. Saya bahkan hampir menontonnya seandainya saja pihak rektorat kampus memberikan izin untuk pemutaran film tersebut. Film berdurasi sekitar 1 jam yang mengangkat kisah korban genosida Orde Baru terhadap mereka yang dituduh orang komunis ini saya dengar beberapa tahun lalu juga pernah diputar di Gedung Cak Durasim Surabaya, tapi kemudian didatangi oleh FPI dan Forum Anti Komunis yang merampas VCDnya (tentu saja diberi yang kopian hahaha...). Nah, kini dengan bisa dinikmati di Youtube, mau apa itu para monyet bersorban. Mungkin mereka akan melapor ke Tifatul hehehe.. Padahal film dan tulisan seperti ini banyak sekali di Youtube atau internet. Tidak bisalah terus berusaha menyembunyikan kebusukannya, hai para penguasa negeri ini dan para begundalnya. Film ini juga saya rasa tidaklah memberikan info yang baru, sebenarnya. Ada banyak buku yang bahkan jauh lebih detail atau (kalau mau cari) provokatif dari film ini. Justru film ini adalah sebuah film yang menyedihkan tentang bagaimana orang-orang yang sudah tua itu tidak bisa membela diri hingga sekarang dan terpaksa menerima hidup yang begitu tidak adil, entah sampai kapan. Dan satu quotes paling saya suka di film ini adalah ini, "The army, they are very stupid.. they are very very stupid." :D Inilah cuplikannya (oya, yang ini cuma 9 klip aja kok):&lt;object width="425" height="349"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/E1zm4XzXzAo?version=3&amp;amp;hl=en_US"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/E1zm4XzXzAo?version=3&amp;amp;hl=en_US" type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="349" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11940105-6109805184170191614?l=lalathijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lalathijau.blogspot.com/feeds/6109805184170191614/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11940105&amp;postID=6109805184170191614&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11940105/posts/default/6109805184170191614'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11940105/posts/default/6109805184170191614'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lalathijau.blogspot.com/2011/08/jalan-raya-pos-shadow-play.html' title='Jalan Raya Pos &amp; Shadow Play'/><author><name>ary</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03207474458678987363</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://photos16.flickr.com/20912285_e28978ae26.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11940105.post-7168175308214349332</id><published>2011-06-30T22:59:00.039+07:00</published><updated>2011-09-13T08:00:34.269+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cover version'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='live performance'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='remix'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='facebook'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='music'/><title type='text'>Great Live Performance &amp; Cover Version</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-9dZ7pI8GO2Q/TkPLtv8s5UI/AAAAAAAAAUg/61u2n9xeODE/s1600/GLCP.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 130px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-9dZ7pI8GO2Q/TkPLtv8s5UI/AAAAAAAAAUg/61u2n9xeODE/s200/GLCP.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5639575145223611714" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div&gt;Sementara sebagian orang menganggap mengkover lagu sebagai sesuatu yang kurang kreatif, saya tidak setuju. Saya rasa lagu cover version justru bisa menunjukkan beberapa hal. &lt;b&gt;Yang pertama&lt;/b&gt;, &lt;i&gt;sejauh mana selera atau influence sebuah band atau musis&lt;/i&gt;i. &lt;b&gt;Yang kedua&lt;/b&gt;, &lt;i&gt;sejauh apa kita bisa berharap pada musikalitas si musisi atau band itu&lt;/i&gt;. &lt;b&gt;Ketig&lt;/b&gt;a, &lt;i&gt;sejauh mana pergaulan band atau musisi tersebut&lt;/i&gt;. &lt;b&gt;Dan keempat&lt;/b&gt;, dari kesimpulan dua poin pertama, maka saya paling tidak bisa memutuskan &lt;i&gt;sejauh mana saya cocok dengan band atau musisi it&lt;/i&gt;u. Kadang, saya malah bisa menyukai sebuah band atau seorang musisi karena ia mencover lagu yang saya suka. Pernah juga, saya yang semula tidak menyukai sebuah band atau musisi lalu jadi suka karena ia bisa melakukan cover yang bagus terhadap sebuah lagu. Untuk ketiga poin pertama, apakah perlu saya jelaskan? Mungkin perlu ya..&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Yang pertama sudah jelas. Kadang saya sendiri bisa "kaget" karena sebuah band atau musisi ternyata mencover sebuah lagu dari band atau musisi yang sama sekali lain dari musik yang ia bawakan sekarang. Contoh paling mutakhir yang saya temukan adalah Viva Vox Choirs, sebuah kelompok paduan suara membawakan Du Hast dari band industrial Rammstein, secara acapella lagi! Hasilnya keren sekali (bisa cari di Youtube). Ya, tentu saja ada kalanya, bahkan cukup sering, yang seperti itu hasilnya jelek atau biasa-biasa saja. Salah satu contohnya adalah seri album Punk Goes... (eighties, nineties, new wave, metal, pop, dangdut, etc), yang menurut saya kebanyakan hasilnya adalah satu kata: lame. Sudah hasilnya jelek, yang mengaku punk itu juga kebanyakan pop punk biasa. Tapi, ada banyak juga kok, artis musik pop yang saat mencover hasilnya malah bagus. Jadi, bahwa selama ini musiknya kurang, mungkin hanya karena tuntutan industri saja maka ia membawakan musik yang seperti dikenal sekarang. Ini cukup menarik buat saya.&lt;div&gt;&lt;div&gt;Yang kedua, ketika seorang musisi atau sebuah band yang kurang saya suka mengkover sebuah lagu yang saya suka dan hasilnya bagus, maka saya merasa bisa berharap pada band tersebut. Meski saat ini ia mungkin masih membawakan lagu-lagu yang kurang enak, tapi paling tidak satu saat ia mungkin bisa mendekati kualitas musik band atau musisi yang pernah ia cover. Itu harapan saya sih. Fakta bahwa ada banyak band atau musisi yang seiring waktu kemudian merubah aliran musiknya membuat saya sering optimis akan hal ini. Hal ini juga terutama berlaku buat band-band atau musisi baru atau yang baru saya dengar. Sementara biasanya seiring usia orang akan mandeg di selera musik waktu kuliah, misalnya, saya pribadi merasa senang tidak terjebak di situasi itu (meski sebelumnya hampir terjerumus ke dalam kemandegan seperti itu). Jika hingga kini saya bisa terus menemukan banyak band atau musisi baru sehingga daftar last.fm saya terus bertambah, salah satunya adalah berkat mendengarkan cover version atau album-album tribute. Beberapa contoh misalnya, Cylab saya tahu setelah mendengarkan mereka mengcover Heart Shaped Box dari Nirvana, Sonata Artica jadi saya suka setelah mendengar mereka dengan keren mengcover Still Loving You dari Scorpion, Banda Bassoti setelah dengar Bandiera Rosa plus Anarchy in UK versi mereka, Tina Root beserta berbagai grupnya (Tre Lux, Switchblade Symphony, Small Halo) syaa suka sejak ia menyanyikan Ava Adore, atau untuk lokal ada Amazing in Bed yang terlibat dalam album tribute Koil, bahkan band-band tribute seperti West End Girls (tribute band Pet Shop Boys) atau para spesialis penyanyi lagu orang seperti Apocalyptica dan Igor Presnyakov juga kini saya suka. Musikalitas juga bisa dibuktikan saat sebuah band atau musisi mengkover lagu yang tidak saya suka. Ini lebih hebat jika bisa membuat sebuah lagu yang tidak saya suka menjadi suka, karena ini berarti ia lebih-lebih memahami saya lagi. Tidak hanya itu, semakin lama mendengarkan lagu-lagu cover ini, kita bisa juga membedakan mana yang sekadar mengkover dan yang bisa membawakan lagu itu dengan jiwa. Kadang saya pikir, bisa jadi sebuah band atau artis hanya numpang tenar dengan mengkover sebuah lagu atau berpartisipasi dalam sebuah album tribute penyanyi atau band terkenal atau yang reputasinya bagus. Bisa saja menurut saya, meski saya tidak tahu kenyataannya. Tapi, saya kira itu bisa dibedakan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ketiga, dengan mendengarkan lagu-lagu cover, kita juga bisa melihat sejauh mana pergaulan band atau penyanyi itu. Maksudnya bagaimana? Maksudnya pergaulan di sini mungkin lebih pada keterbukaan dan hormat menghormati. Tidak selalu juga cover version menunjukkan senioritas. Bahkan The Cure ikut serta dalam album tribute Depeche Mode sementara menurut saya kedua band itu ada di level yang sama. Atau Annie Lennox yang sudah berkarier sejak 80an menyanyikan lagunya Ash yang kondang di masa saya kuliah. Keterbukaan juga saya hargai, misalnya ketika sebuah band atau penyanyi bisa mengkover band atau penyanyi lain yang genrenya sangat beda, bahkan di saat orang masih sering menganggap genre satu lebih tinggi dari genre lain. Lihat, misalnya saat Manic Street Preachers menyanyikan Umbrella (Rihanna), atau kunjungi saja blog tributes-of-metal.blogspot.com untuk menemukan para band metal menyanyikan lagu pop. Saya rasa perlu dibedakan juga antara gimmick dan tributes dan salah satunya itu bisa dilihat dari pilihan lagu atau artis yang dicovernya. Menurut saya, jika misalnya band death metal menyanyikan lagunya Avril Lavigne, itu gimmick yang agak murahan. Tapi, jika band darkwave membawakan lagunya Lady Gaga itu cukup sebuah tribute. Apa yang membedakan? Tentu saja sepop-popnya seorang artis kita masih bisa kok melihat mana yang berkualitas dan mana yang hanya pure industri belaka.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Nah, sejauh ini, saya memang paling suka jika menemukan lagu yang saya suka, yang berasal dari band yang "kurang terkenal" dicover artis/band yang bereputasi baik. Juga jika ternyata menemukan bahwa band atau musisi ini pernah mencover lagu ini. Seperti detektif saja rasanya. Tapi, sering juga saya temukan satu lagu yang entah kenapa covernya banyak sekali. Lagu macam Enjoy the Silence, Black Hole Sun, Love Will Tear Us Apart, Umbrella, Tainted Love, adalah beberapa lagu yang rasanya sangat sering dicover. Nggak apa-apa juga sih, selama itu bagus. Mungkin mereka cuma ingin menunjukkan kalau mereka cukup eighties, nineties, ngepop, new wave, disko, dsb.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yang juga mengasyikkan adalah kalau mengetahui jika ternyata lagu yang sangat populer itu ternyata hanya lagu cover version. Saya rasa pendengar musik di Indonesia banyak yang tidak tahu itu. Siapa penyanyi Nothing Compares to You, misalnya? Kebanyakan bilang Sinnead O'Connor padahal penyanyi aslinya adalah Prince. Siapa yang nyanyi Bizarre Love Triangle? kebanyakan kenalnya Frente, padahal New Order. Siapa yang nyanyi Sweet Dream atau Tainted Love, mungkin pada taunya Marilyn Manson. Yang nyanyi Come On Aileen? Bukan Save Ferris donk! All Along Watchtower, bukan Hendrix! I Will Survive dan Perhaps Perhaps bukan Cake. Love Song bukan 311. Don't Dream It's Over bukan Sixpence. Man Who Sold the World juga bukan Nirvana. You Can't Hurry Love bukan Genesis. American Pie bukan Madonna. Landslide bukan Smashing Pumpkins. Big Yellow Taxi bukan Counting Crows. Backdoor Man bukan The Doors. Haduh.. Apa lagi ya? Bahkan Blue Suede Shoes itu hanya dicover Elvis. House of Rising Sun bukan punya the Animals. Perfect Day jelas bukan Duran Duran yang menciptakan. I Fought the Law bukan The Clash. Last Kiss bukan Pearl Jam. Me and Bobby McGee bukan Janis Joplin. Dan Only You adalah lagu Cues yang dicover The Platters, sebagaimana Stand By Me adalah karya Ben E King yang dinyanyikan lagi oleh John Lennon. Aha.. ternyata memang banyak sekali cover version, dan banyak di antaranya bagus-bagus kan? Karena itulah, saya merasa tidaklah tepat jika cover version dianggap tidak kreatif atau hanya dilakukan penyanyi atau band baru saja. Ini asyik sekali sehingga (dan inilah sebenarnya inti blog ini) saya lalu membuat Page di Facebook yang berisi link-link Youtube dari berbagai Cover Version, Mix Version dan juga Live Performance dari artis-artis, musisi, dan band-band yang keren (penampilan atau hasil covernya). Sampai saat ini, setelah berbulan-bulan, baru satu anggotanya: saya sendiri hehehe.. Ternyata susah sekali memang membuat sebuah Page bisa ditemukan tidak sengaja oleh orang yang tidak saya kenal (karena saya memang tidak mempromosikannya). Tidak semua musik di page ini lagu Barat, ada juga beberapa lagu Indonesia atau lagu dari manapun, asal saya kenal lagunya. Meski sendirian, cukup menyenangkan juga mengurusi Page ini. Supaya teman-teman di FB saya tidak terganggu juga jika saya terlalu sering memajang link-link musik (yang banyak di antara mereka tidak kenal atau bahkan tidak suka).&lt;/div&gt;Klik di &lt;a href="https://www.facebook.com/pages/Great-Live-Performance-CoverMix-Version/129941540390556"&gt;SINI&lt;/a&gt; atau &lt;a href="http://www.facebook.com/pages/Great-Live-Performance-CoverMix-Version/129941540390556"&gt;SINI&lt;/a&gt; untuk melihat atau bergabung di Pagenya.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11940105-7168175308214349332?l=lalathijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lalathijau.blogspot.com/feeds/7168175308214349332/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11940105&amp;postID=7168175308214349332&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11940105/posts/default/7168175308214349332'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11940105/posts/default/7168175308214349332'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lalathijau.blogspot.com/2011/06/great-live-performance-cover-version.html' title='Great Live Performance &amp; Cover Version'/><author><name>ary</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03207474458678987363</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://photos16.flickr.com/20912285_e28978ae26.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-9dZ7pI8GO2Q/TkPLtv8s5UI/AAAAAAAAAUg/61u2n9xeODE/s72-c/GLCP.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11940105.post-2965965436667486227</id><published>2011-05-18T09:09:00.004+07:00</published><updated>2011-05-18T17:38:51.949+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='soeharto'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><title type='text'>Balada 4 Generasi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;ada cerita tentang generasi sebuah keluarga. si kakek adalah orang yang pintar dan suka bekerja keras. tapi waktu itu zaman masih susah sehingga ia masih hidup miskin. meski begitu, si kakek terus bekerja keras dan belajar dan berusaha merumuskan satu resep cerdas untuk kaya. sayang, satu ketika si kakek mati karena diam-diam dibunuh musuhnya. si musuh ini lalu mengadopsi si ayah demi mendapat resep cerdas yang diwariskan si kakek. tapi si ayah sendiri dibesarkan dalam didikan yang bodoh. resep cerdas si kakek dikembangkan musuhnya tadi yang kini jadi ayah angkat si ayah. si musuh pun menjadi sangat kaya raya. sebagai anak angkat, si ayah tidak ketinggalan ikut menikmatinya. lalu lahirlah si anak. tak berapa lama, musuh si kakek alias ayah angkat si ayah tadi meninggal. ia mewariskan kekayaannya hanya kepada anak-anak kandungnya. si ayah dan si anak diusir keluar dan mereka hidup terlunta-lunta. ketika kemudian si ayah meninggal, kondisi si anak kini adalah bodoh dan miskin. kini dalam keputusasaannya, si anak mengenang-ngenang sedikit masa-masa ketika ia masih kecil, yaitu ketika ayahnya masih sangat kaya. ia merindukan masa-masa itu. sampai kemudian ia pun memerhatikan siklus keluarganya. akhirnya ia pun meramalkan bahwa anaknya, yaitu si cucu, pasti akan kaya dan pintar. ia pun menganggap bahwa supaya itu terjadi, maka ia harus hidup seperti si ayah atau mencari figur seperti ayahnya yang sebenarnya adalah bodoh. demikianlah. andai ia tahu kebodohannya.&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/-fPYhF_E0nAc/TdMwawPwKPI/AAAAAAAAAOg/ishfTulDxf8/s200/iseh%2Benak.jpg" style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5607879197192104178" /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11940105-2965965436667486227?l=lalathijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lalathijau.blogspot.com/feeds/2965965436667486227/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11940105&amp;postID=2965965436667486227&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11940105/posts/default/2965965436667486227'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11940105/posts/default/2965965436667486227'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lalathijau.blogspot.com/2011/05/balada-3-generasi.html' title='Balada 4 Generasi'/><author><name>ary</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03207474458678987363</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://photos16.flickr.com/20912285_e28978ae26.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-fPYhF_E0nAc/TdMwawPwKPI/AAAAAAAAAOg/ishfTulDxf8/s72-c/iseh%2Benak.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11940105.post-8271133885672833123</id><published>2011-04-30T22:52:00.006+07:00</published><updated>2011-05-18T19:36:11.518+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='last.fm'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='social network'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='internet explorer'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='plurk'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='friendster'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='facebook'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='friends'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='twitter'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='myspace'/><title type='text'>Social Network</title><content type='html'>&lt;div&gt;Waktu ngenet masih di warnet, saya punya banyak situs favorit yang memang memberi informasi. Tapi, setelah di mana-mana bisa mengakses internet sepuasnya, justru situs yang saya kunjungi (selain untuk urusan pekerjaan) sangat sangat sedikit. Ini paradoksnya. Dan "setan" itu bernama social network. Ini rasanya seperti TV di zaman dulu. Meski demikian, saya bukannya tidak suka atau jadi anti (mungkin nanti) dengan social network itu. Karena itu, untuk kali ini saya mau membandingkan social network-social network yang pernah saya ikuti alias pernah jadi anggota aktifnya.&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;1. Friendster.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tentu saja, pengalaman bersocial network mayoritas orang Indonesia dimulai dari sini. Di sini, saya pertama kali bisa mengenal, dikenal, dan kemudian juga sok terkenal. Seingat saya, saya mulai tertarik begitu ada semacam infotainment yang mewawancarai para artis yang berfriendster ria, di antaranya yang masih saya ingat adalah Tika Panggabean. Dia bersaksi kalau dia bertemu teman-teman lamanya di FS. Lalu, ketika di kampus ada dua orang teman (Wikjatmiko dan Teguh) membicarakan tentang Friendster juga, saya pun tertarik dan Teguh, berjanji akan menginvite saya lewat email. Lalu, mulailah saya bergabung. Saya masih ingat profile pic (atau apalah itu istilahnya waktu itu) saya yang pertama adalah seorang tua sedang bermain kungfu. Testi pertama adalah dari Onny karena memang bikinnya di warnet Bratang pas kebetulan malam-malam ngenet bareng dia. Memang, dulu rasanya bikin testi itu susaaah sekali. Tercatat testi saya, sejak tahun 2004 sampe sekarang aja hanya 70 biji. Makanya, dulu testi sangat sangat dirindukan. Kalau dilihat-lihat sekarang memang lucu juga. Kenapa kita mesti memberi testimoni pada teman sendiri? Memangnya teman kita itu dagangan? Dan hal itu yang bikin seorang teman sangat anti dengan FS, yaitu Gerry. Dia bilang kalau testi hanya untuk di batu nisan hehehe.. Di FS juga, selain konek dengan teman-teman yang tiap hari ketemu, saya juga bisa merasa berteman dengan orang-orang yang tiap hari ketemu tapi tidak kenal hehehe.. Lalu, berkembang lagi, menjadi bertemu orang-orang yang tidak pernah ketemu dan tidak kenal. Tapi, yang terakhir ini agak jarang buat saya. Ada juga profile-profile band atau orang terkenal yang ternyata sebagian besar dibuat oleh fansnya doank. Saya sendiri tak ketinggalan membuat 2 buah profile FS dua orang artis luar negeri hehe.. Dan awalnya tidak sedikit yang mengira itu beneran. Saya juga pernah membuat profile cewek yang bertema gothik gitulah. Dan yang lucu, melalui profile itu saya diajak kenalan seorang seniman tato asal Filipina. Bahkan, foto "saya" yang sebenarnya cuma saya ambil dari Deviantart sampe dia bikin tato dan benar-benar ditatokan di tubuhnya. Hehehe.. Hal lain yang sering dilakukan di FS adalah bulboard alias bulletin board. Ini sebenarnya lebih mirip surat berantai. Kadang isinya cerita, kadang isinya game atau semacam kuis gitu. Yang lain lagi apa yah? Oya, setelah beberapa tahun, FS mulai bikin beberapa perubahan. Beberapa perilaku membernya juga berubah. Meniru MySpace, mula-mula testi sekarang bisa diisi dengan gambar. Lalu layout profile bisa diutak-atik sendiri yang mungkin meniru blogspot. Jadilah kadang profil FS gak bisa kebaca karena font kuning dipasang background putih berglitter-glitter lagi. Trus, mulai ada juga shout semacam status di FB gitu. Tapi, yang ini terjadi ketika saya sudah mulai beralih ke FB.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;2. MySpace.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sebenarnya MySpace ini bagi saya cuma semacam situs peralihan saja, dari FS ke FB. Soalnya kenalnya di tengah-tengah itu. Situs ini sebenarnya tidak terlalu banyak berguna bagi saya. Kecuali cuma buat memuaskan show off akan selera musik saya. Jadilah saya berteman dengan band-band yang saya rasa keren, terutama yang indie. Mulanya dari profil band-band itu kita bisa mendapatkan info show mereka. Cukup berguna juga. Dan yang paling bermanfaat tentu saja adalah fasilitas download. Ini download legal karena disediakan oleh bandnya sendiri. Dari sini, yang masih saya ingat adalah saya bisa mendapat MP3nya Kubik, meski saya sudah punya kasetnya. Saya juga dapat update dari band tersebut waktu mereka hendak manggung di Jogja, tepatnya di MJ. Saya benar-benar pingin ke sana waktu itu, tapi apa daya tidak punya uang. Ya sudah. Yang lain, saya sempat minta MP3 lagu Mayday sama Tika (Kartika Jahja) tapi tidak diberi meski dimintai emailnya. Akhirnya, saya pun mendonlotnya saja. Saya juga pernah mendapat testi atau entah apa namanya dari Kate Havnevik. Tidak tahu apakah itu cuma admin atau bahkan robot, tapi rasanya bangga gitu. Tidak banyak teman atau orang beneran yang konek dengan saya di situs ini. Jadi lama-lama bosan sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;3. Facebook.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yang ini masih terus aktif sampai sekarang. Meski beberapa sudah banyak yang pasif. Tapi, menurut saya FB tetap asik kok, terutama karena sepertinya si admin juga terus berbenah diri sampai kadang menjengkelkan. Rasanya tidak perlu banyak bercerita tentang yang satu ini karena sudah terlalu banyak orang yang tahu. Maka, karena begitu banyaknya anggotanya, bisa dibilang FB ini sudah seperti bank arsip saja. Kalau penasaran sama orang, cukup search, baik di Google atau di FB sendiri, kita bisa lihat seperti apa orangnya dan data-datanya. Kalo secara pribadi, yang cukup baik dari situs ini sebenarnya adalah chatnya, tapi saya sudah setahun ini selalu membuatnya appear offline.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;4. Plurk.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ini mungkin soc network yang tidak terlalu ngehit. Sampai sekarang, saya pun paling cuma benr-benar terkoneksi sama 4 orang saja di Plurk. Meski tercatat ada puluhan teman dan penggemar saya, tapi entah kenapa banyak orang susah mempertahankan performanya di plurk. Padahal, salah satu syarat sukses di Plurk (sic!) adalah dengan selalu update karena hal itu bisa menambah karma. Saya sekarang saja sudah punya karma 103 lebih. Hal yang tidak terlalu mudah dilakukan. Tapi karena tidak terlalu terkenal, dan dua dari 4 teman Plurk yang ada sebenarnya tidak kenal alias tidak pernah ketemu langsung, maka Plurk bagi saya malah bisa menjadi tempat curhat. Saya pun menghindari ngeplurk tentang politik atau berita-berita gitu. Only about my feelings.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;5. Twitter.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Banyak orang bilang ini adalah saingannya FB, bahkan ada yang menganggap aktif di Twitter lebih tinggi derajatnya dari aktif di FB hehehe.. Masih cukup banyak yang mengeluh tidak mudeng main Twitter, sedangkan yang lain sudah ada yang mulai bosan main Twitter. Seolah Twitter ini seperti jenjang menuju predikat gaul berinternet. Di Twitter, manfaat terutama memang antara satu sama lain makin tidak berjarak. Bisa ngata-ngatain Ahmad Dhani atau difollow sama Barack Obama sudah biasa. Cuma belakangan memang Twitter mulai ramai dan karenanya kadang juga menyebalkan. Apalagi setelah ada program 50.000 kader PKS dikerahkan untuk bikin Twitter huehehehe.. Muncul juga akun-akun anonim serta bot, yang sebagian lucu sebagian garing atau malah menyebalkan. Dulu, saya bikin Twitter karena mau jadi orang lain, maksudnya mau ngomong ngawur seberapapun. Tapi, lama-lama Twitter mulai rame dan mulai ada teman-teman di FB juga, saya pun kembali harus agak mengerem kembali hehehe.. Kalo yang susah, dan masih banyak orang yang kesusahan, adalah menulis dengan hanya 140 karakter. Ada juga yang mempermasalahkan soal RT atau reply langsung. Tak penting deh. Menurutku, RT cukup berguna supaya kita tahu dia lagi omong apa, apalagi tanpa PC atau jika koneksi lelet. Twitter juga banyak sekali software atau add ons buat mengupdatenya. Sampai kini saya masih bingung mau pake mana yang terbaik untuk mengupdatenya.  &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;6. Last.fm.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ini sudah pernah dibahas di blog beberapa waktu lalu. Silakan search aja kalo mau. Tapi, saya mau tambahi kalau last.fm ini lebih asik dari MySpace loh. Terutama ya soal scrobblingnya itu. Berbangga-bangga sama selera musik. Meski aneh, tapi sebenarnya tidak juga. Bahkan, saya mendapat banyak MP3 dari tahu band-band baru dari situs ini. Meski tidak ada teman yang benar-benar saya kenal di situs ini, tapi saya fun-fun saja karena ini soc network tapi menyendiri (semacam multiply mungkin ya?). &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Apakah saya masih harus membahas milis? Meski sempat cukup aktif di media itu, tapi saya rasa milis atau juga blog bertipe pake add friend seperti multiply masih belum termasuk social network sih. Jadi, saya batasi ke 6 situs di atas saja. Selain karena sudah capek nulis. Dari berbagai socnetwork tadi, memang ada beberapa yang lucu tapi juga menyedihkan. Yang sedih adalah saya kadang berpikir bahwa saya memang tidak punya teman lagi selain yang di socnetwork. Apakah memang begini zamannya? Kadang, rasanya memang kangen juga. Bahkan, kadang kalau kita sudah kenalan (di dunia nyata) dengan seseorang, maka kita lalu malas bertemu dengannya di dunia nyata. Kita malah minta FB-nya dan "berteman" di sana. Sedangkan yang lucu yah, misalnya bahwa banyak orang menganggap update status atau tweet itu seperti ngomong. Maka kadang dikatain: ati-ati kalo ngomong, padahal itu kan ngetik dan ngetweet. Yang lain lagi adalah banyak orang jadi sok tau. Tapi, yang ini malah menguntungkan saya, karena saya sangat sadar bahwa saya bisa tampak lebih hebat waktu komunikasi lewat tulisan hehehehe.. So, apakah saya harus gembira atau sedih? Saya sih masih merasa banyak sedihnya dengan zaman socnetwork yang mulai menggantikan komunikasi nyata ini.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11940105-8271133885672833123?l=lalathijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lalathijau.blogspot.com/feeds/8271133885672833123/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11940105&amp;postID=8271133885672833123&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11940105/posts/default/8271133885672833123'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11940105/posts/default/8271133885672833123'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lalathijau.blogspot.com/2011/04/social-network.html' title='Social Network'/><author><name>ary</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03207474458678987363</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://photos16.flickr.com/20912285_e28978ae26.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11940105.post-5423772516414711372</id><published>2011-03-31T08:27:00.004+07:00</published><updated>2011-05-11T08:29:28.784+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='koil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kubik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='youtube'/><title type='text'>Treasure!</title><content type='html'>&lt;iframe title="YouTube video player" width="480" height="390" src="http://www.youtube.com/embed/6utDKmoJips" frameborder="0" allowfullscreen=""&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Waktu masih kuliah, di awal-awal tahun 2000an, dari MTV saya baru kenal dua band ini. Koil wara wiri dengan video Mendekati Surga, Diselamatkan, dan Dosa Ini Tak Akan Berhenti, sementara Kubik belakangan juga muncul dengan klip Eternal Waking yang sempat saya kira band luar negeri. Saya ingat, dulu saya lebih suka Kubik. Bahkan di kali pertama mendengar lagu mereka saat melihat klip Eternal Waking, saya langsung suka. Padahal, waktu itu saya sedang suka-sukanya British-Britishan, tapi mungkin karena saya juga suka Smashing Pumpkins maka saya kemudian juga connect dengan lagunya Kubik tersebut.&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div&gt;Untuk Koil, saya sempat agak takut juga waktu melihat klip Mendekati Surga hehehe.. Takut karena suara tawa kuntilanaknya yang jujur sempat bikin saya agak merinding. Tapi, saya mulai tertarik waktu melihat video klip Kita Dapat Diselamatkan. Tentu saja yang paling menarik adalah bagian "sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan pada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan." Satu kalimat yang dihafal oleh para Killers (sebutan penggemar band itu) meski entah mereka tahu atau tidak jika itu diambil dari Alkitab, tepatnya Kisah Para Rasul 4:12. Mungkin lagu itu baik juga untuk didengarkan anak sekolah minggu. Sementara Dosa Ini Tak Akan Berhenti saat itu tarafnya biasa aja karena lagi-lagi di saat itu saya lagi sok anti-anti dengan musik Amerika. Dan dengan segala ketidaktahuan saya, saya pun menganggap musik yang kemudian baru saya tahu kalo itu nama genrenya industrial (sejak saat itu, setiap mendengar genre industrial, yang pertama kali terbersit di kepala adalah nama band ini), sebagai American Style. Apalagi waktu itu, Koil sering disebut-sebut Marilyn Manson Indonesia, Korn, dan sebagainya. Band-band itu tadi dulu waktu akhir SMA sebenarnya saya suka, tapi di pertengahan kuliah saya tidak suka. Entah kenapa kok tidak konsisten gitu, ya namanya juga mencari jati diri hehehe.. Saya juga sempat membaca (mestinya bisa melihat! Bodoh sekali saya waktu itu) kalo tidak salah di majalah Hai atau semacamnya, kalo Koil bikin heboh di MTV Video Music Award Indonesia dengan membawa anjing berwujud manusia atau manusia yang diperlakukan sebagai anjing. Lalu, ada juga teman yang bilang bahwa band itu suka ada stripteasenya waktu show (saya percaya saja, apalagi setelah pernah melihat band Bandung lainnya, PAS Band juga manggung dengan membawa dancer sexy tapi tidak striptease). Ada juga yang bilang kalo di Bandung, para personil band tersebut selalu berpakaian hitam-hitam dan selalu berdandan gothik tiap hari (yang kemudian boleh 85% dipastikan tidak benar). Lalu, ada juga teman yang selalu dengar kaset lagu mereka di walkman. Dia suka mengutip kata-kata aneh tapi bagus juga seperti Kesepian Ini Abadi, Rasa Takut adalah Seni, dst. Sekali lagi, waktu itu toh saya sejujurnya gengsi untuk bilang suka, hanya karena sok anti musik Amerika. Baru sekarang saya tahu kalo jenis musik seperti Koil itu malah lebih banyak kiblatnya ke Eropa, seperti Jerman dan Norwegia, atau band Inggris tahun delapanpuluhan gitu. Saya baru suka band ini setelah bosan dengan musik band-band orang kurus ala BritPop. Atau sebetulnya lebih tepatnya karena saya yang memang dasarnya sejak awal lebih suka musik elektronik, lalu mulai menemukan koneksi antara musik elektronik delapanpuluhan dengan musik industrial seperti ini. Atau bisa juga karena saya waktu itu mulai suka Kubik yang ternyata ibarat saudaraan dengan Koil, atau waktu sebelumnya lagi saya mulai suka dengan Homogenic (sesama band Bandung) bahkan melihat performance mereka, entah saya juga tidak ingat. Yang jelas, adalah satu waktu di sekitar tahun 2005 saya tidak sengaja menemukan MP3 lagu Mendekati Surga, Dosa, dan Diselamatkan, dan praktis sesudah itu saya lalu mulai suka dengan telatnya. Juga setelah melihat performance mereka di TV (Indosiar) untuk pertama kali mereka membawakan Hiburan Ringan (yang sudah saya punya MP3nya juga) bersama Kubik (membawakan Sun Grows Cold). Sayapun mulai gencar mendownload lagu-lagu mereka yang lain, termasuk yang dari album-album sebelum Megaloblast (waktu itu nemu dari sebuah blog di Multiply, meski kualitas suaranya tidak terlalu bagus). Bahkan, seiring waktu, saya kini justru lebih suka Koil ini daripada Kubik. Bahkan saya kadang sudah seperti penguntit kegiatan mereka, eh tapi mungkin tidak juga karena band ini memang cenderung sangat terbuka dan ramah pada fansnya. Dan memang mereka-mereka yang terlibat dalam band atau tepatnya lingkungan band ini, yang termasuk di antaranya Kubik, distro God.Inc, toko buku Oomunium, hingga Rumah Makan Legoh ini memang membumi, inklusif (bagaimana tidak, bandnya aja pernah terdiri dari satu orang Manado, satu Tionghoa, satu Batak, dua Jawa tapi semuanya berlogat Sunda, dan sebagian juga Katolik atau Kristen meski sama sekali tidak taat juga kayaknya hehe..) dalam artian tidak sombong sama sekali lagipula murah hati. Ya, saya bukan menjilat, tapi buktinya, selain dapat gratisan lagu-lagu mereka, saya juga mendapat lagu-lagu bagus dari playlist Otong yang dimuat di sebuah blog yang memuat playlist-playlist musisi indie begitulah. Referensi musik juga bertambah karena banyak band aneh yang mereka kenalkan pada fans, termasuk saya, entah sengaja atau tidak sengaja. Dan yang ini juga boleh dibilang harta karun. Video ini sudah saya download setelah diupload oleh Lusimers alias Uci, basis dan vokalis Kubik yang awalnya menshare di Twitternya. Demikian tulisan panjang dengan tata bahasa yang mungkin tidak enak dibaca. Ini saya sengaja kok, biar menghayati gaya bahasa orang-orang dalam band ini yang sering kali memang membingungkan. Enjoy!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11940105-5423772516414711372?l=lalathijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lalathijau.blogspot.com/feeds/5423772516414711372/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11940105&amp;postID=5423772516414711372&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11940105/posts/default/5423772516414711372'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11940105/posts/default/5423772516414711372'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lalathijau.blogspot.com/2011/03/treasure.html' title='Treasure!'/><author><name>ary</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03207474458678987363</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://photos16.flickr.com/20912285_e28978ae26.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/6utDKmoJips/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11940105.post-2038801136487098334</id><published>2011-02-28T13:17:00.007+07:00</published><updated>2011-04-04T10:28:48.895+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fascist'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manic street preachers'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><title type='text'>14 Tanda Negara Fasis</title><content type='html'>&lt;div&gt;Dari keempat belas poin ini, sudahkah Indonesia saat ini memenuhi semuanya? Jelas, wong yang diteliti salah satunya Suharto. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;BTW, maaf masih bahasa Inggris. Lain waktu saya terjemahkan kalo niat... :P&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Fourteen Defining Characteristics Of Fascism&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;By Dr. Lawrence Britt&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dr. Lawrence Britt has examined the fascist regimes of Hitler (Germany), Mussolini (Italy), Franco (Spain), Suharto (Indonesia) and several Latin American regimes. Britt found 14 defining characteristics common to each:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;1. Powerful and Continuing Nationalism&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Fascist regimes tend to make constant use of patriotic mottos, slogans, symbols, songs, and other paraphernalia. Flags are seen everywhere, as are flag symbols on clothing and in public displays.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;2. Disdain for the Recognition of Human Rights&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Because of fear of enemies and the need for security, the people in fascist regimes are persuaded that human rights can be ignored in certain cases because of "need." The people tend to look the other way or even approve of torture, summary executions, assassinations, long incarcerations of prisoners, etc.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;3. Identification of Enemies/Scapegoats as a Unifying Cause&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;The people are rallied into a unifying patriotic frenzy over the need to eliminate a perceived common threat or foe: racial , ethnic or religious minorities; liberals; communists; socialists, terrorists, etc.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;4. Supremacy of the Military&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Even when there are widespread domestic problems, the military is given a disproportionate amount of government funding, and the domestic agenda is neglected. Soldiers and military service are glamorized.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;5. Rampant Sexism&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;The governments of fascist nations tend to be almost exclusively male-dominated. Under fascist regimes, traditional gender roles are made more rigid. Divorce, abortion and homosexuality are suppressed and the state is represented as the ultimate guardian of the family institution.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;6. Controlled Mass Media&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sometimes to media is directly controlled by the government, but in other cases, the media is indirectly controlled by government regulation, or sympathetic media spokespeople and executives. Censorship, especially in war time, is very common.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;7. Obsession with National Security&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Fear is used as a motivational tool by the government over the masses.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;8. Religion and Government are Intertwined&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Governments in fascist nations tend to use the most common religion in the nation as a tool to manipulate public opinion. Religious rhetoric and terminology is common from government leaders, even when the major tenets of the religion are diametrically opposed to the government's policies or actions.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;9. Corporate Power is Protected&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;The industrial and business aristocracy of a fascist nation often are the ones who put the government leaders into power, creating a mutually beneficial business/government relationship and power elite.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;10. Labor Power is Suppressed&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Because the organizing power of labor is the only real threat to a fascist government, labor unions are either eliminated entirely, or are severely suppressed.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;11. Disdain for Intellectuals and the Arts&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Fascist nations tend to promote and tolerate open hostility to higher education, and academia. It is not uncommon for professors and other academics to be censored or even arrested. Free expression in the arts and letters is openly attacked.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;12. Obsession with Crime and Punishment&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Under fascist regimes, the police are given almost limitless power to enforce laws. The people are often willing to overlook police abuses and even forego civil liberties in the name of patriotism. There is often a national police force with virtually unlimited power in fascist nations.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;13. Rampant Cronyism and Corruption&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Fascist regimes almost always are governed by groups of friends and associates who appoint each other to government positions and use governmental power and authority to protect their friends from accountability. It is not uncommon in fascist regimes for national resources and even treasures to be appropriated or even outright stolen by government leaders.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;14. Fraudulent Elections&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sometimes elections in fascist nations are a complete sham. Other times elections are manipulated by smear campaigns against or even assassination of opposition candidates, use of legislation to control voting numbers or political district boundaries, and manipulation of the media. Fascist nations also typically use their judiciaries to manipulate or control elections.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;http://www.libertyforum.org/showflat.php?Cat=&amp;amp;Board=news_constitution&amp;amp;Number=642109&amp;amp;page=&amp;amp;view=&amp;amp;sb=&amp;amp;o=&amp;amp;vc=1&amp;amp;t=-1&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="460" height="349"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/4LTZms54FXs?fs=1&amp;amp;hl=en_US"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/4LTZms54FXs?fs=1&amp;amp;hl=en_US" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="460" height="349"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11940105-2038801136487098334?l=lalathijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lalathijau.blogspot.com/feeds/2038801136487098334/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11940105&amp;postID=2038801136487098334&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11940105/posts/default/2038801136487098334'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11940105/posts/default/2038801136487098334'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lalathijau.blogspot.com/2011/02/14-tanda-negara-fasis.html' title='14 Tanda Negara Fasis'/><author><name>ary</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03207474458678987363</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://photos16.flickr.com/20912285_e28978ae26.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11940105.post-3395009431029399354</id><published>2011-01-31T17:28:00.008+07:00</published><updated>2011-02-05T15:23:32.181+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jared leto'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sean penn'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='21 grams'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='film'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='benicio del toro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='the american'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mr. nobody'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='george clooney'/><title type='text'>Film-film yang Saya Tonton Bulan Ini</title><content type='html'>&lt;b&gt;1. Mr. Nobody&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Mirip dengan: The Science of Sleep, Run Lola Run, Total Recall, Titanic, Inception&lt;/i&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/_OhAG0w0jZ-g/TU0G55JF_hI/AAAAAAAAAOI/XL540dETLkQ/s200/2009_mr_nobody.jpg" style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 94px;" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5570115905788444178" /&gt;&lt;div&gt;Sebenarnya film ini lumayan juga. Hanya saja, ada beberapa hal yang agak mengganggu menurut saya. Yang pertama adalah pemilihan castingnya. Jared Leto, entah kenapa, saya rasa malah jadi seperti Clark Kent dengan dandanannya di film ini. Tampang culun, sangat penyabar, dan eh.. rasa-rasanya karakter dia kok tanpa cela gitu ya? Lalu, awalnya saya akui agak ragu apakah film ini bagus karena settingnya yang seperti film Total Recall. Ayolah, apa Anda-Anda yakin kalo di masa-masa tahun 2060-2070 atau 2050 ke atas pasti bumi akan jadi sedmikian bersih, serba computerized, banyak mobil terbang, hubungan antar manusia hilang, dll. Gambaran seperti itu rasanya hanya dimiliki film-film.. let's say selain Total Recall, ada juga Judge Dredd, Back to the Future, Doraemon hehe.. Cerita tentang orang tertua di dunia yang masih hidup rasanya tak terlalu menjanjikan. Tapi, setelah saya ikuti ya ternyata lumayan juga. Yang cukup menarik (mungkin karena saya setengah gak mudeng juga, biasa kan.. kalo kita tidak mudeng, lalu kita bilang aja bagus) adalah waktu penjelasan-penjelasan tentang waktu tadi. Lumayan menarik, saya pikir lebih menarik dari hal serupa yang diperagakan di Science of Sleep. Dan penjelasan-penjelasan itu memang adalah cara yang agak kasar untuk menjelaskan kepada penonton tentang sebenarnya film apa ini hahaha.. maklum entah durasi atau tuntutan biar filmnya masih bisa laku.&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kemudian, mulailah si pak tua itu menceritakan pengalamannya (makanya saya bilang mirip dengan Titanic) tentang mulai dari orang tuanya dan terutama kisah-kisah cintanya. Kisah-kisah? Ya, yang ini kita harus ingat Run Lola Run. Ada beberapa versi dari cerita pengalaman hidupnya. Semua diceritakan tapi tanpa diberitahu mana yang benar sampai-sampai si pewawancara jadi bingung. Tapi, menurut saya yang benar adalah cerita cinta dengan (mantan) saudara tirinya itu. Oya, pewawancara ini karakter yang menurut saya agak mengada-ada, apalagi lengkap dengan mesin "kuno"nya yaitu sebuah alat perekam yang katanya dipinjam dari museum kampus (buat apa? kenapa dia harus pake alat seperti itu untuk wawancara dengan manusia tertua yang lahir tahun 1976? entahlah..). Lalu, di akhir cerita juga ada agak-agak Inception begitu dengan dunia yang aneh, lalu si Mr. Nobody muda melihat video dirinya di masa depan. Hingga akhir cerita, jadi seperti Titanic lagi hehehe.. Nilai saya untuk film ini adalah dua setengah dari 5 bintang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;2. 21 Grams&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_OhAG0w0jZ-g/TU0HmZBIccI/AAAAAAAAAOQ/6CEi4eQACxs/s200/21%2Bgrams%2Bmovie-thumb.jpg" style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 108px;" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5570116670259229122" /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal; "&gt;&lt;i&gt;Mirip de&lt;/i&gt;&lt;i&gt;ngan: Tr&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;affic, The Eye, Babel&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yang membuat saya memasukkan Traffic pada dasarnya hanya Benicio del Toro dan gambar-gambarnya yang menurut saya khas film Southern gitu deh. Sejujurnya, di awal (lagi-lagi) saya agak pesimis karena melihat setting filmnya kok di rumah sakit (ya, salah satu setting yang tidak terlalu saya suka adalah rumah sakit). Tapi, untungnya di awal-awal sudah diperlihatkan bahwa plot film ini akan diacak-acak. Ya, lagi-lagi cara seperti itu. Tapi toh saya masih cukup suka dengan film-film seperti itu kok. Saya rasa itu memang trik sutradara untuk membuat film yang sebenarnya membosankan agar jadi lebih menarik, meski kali ini masih belum sebagus Babel. Sean Penn lagi-lagi bermain dengan baik. Dia menjadi orang sakit jantung yang mendapat cangkok jantung seorang pria yang bersama dua putrinya mati akibat tabrak lari yang dilakukan seorang residivis yang sudah tobat (del Toro). Sebenarnya saya rasanya pernah menonton film yang ada karakternya mirip dengan yang dimainkan del Toro di film ini, tapi saya lupa. Pria yang ditabrak itu meninggalkan seorang istri. Sean Penn yang kembali tidak akur dengan mantan istrinya meski mereka juga hampir rujuk lagi, lalu ingin berterima kasih dengan si istri pria yang jantungnya ia pakai itu. Akhirnya mereka malah pacaran, dan si istri itu ingin balas dendam pada del Toro, meski yang terakhir ini sudah menyerahkan diri ke kantor polisi, dipenjara lagi, dan mulai kecewa dengan Tuhan dan agama Kristen yang sebelumnya ia anut secara ketat demi supaya ia tidak lagi terlibat masalah. Sean Penn ini pun setuju untuk membalas dendam dan ingin membunuh del Toro. Tapi, ternyata malah situasi jadi serba kacau. Untuk film ini, saya merasa castingnya cukup pas. Tapi, melihat karakter Sean Penn, yang jantungnya rusak di film ini, saya malah jadi pingin merokok lagi. Waduh. Nilai saya untuk film ini adalah 4 dari 5 bintang.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. The American&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_OhAG0w0jZ-g/TU0IihYVnoI/AAAAAAAAAOY/k_uW7l75oVY/s200/the_american_movie_image_george_clooney_01.jpg" style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5570117703296196226" /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal; "&gt;&lt;i&gt;Mirip dengan: Ja&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;mes Bond, No Country for an Old Man, Jackal&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;James Bond yang manusiawi. Itulah deskripsi saya tentang film ini. Di awal film, nuansa James Bond memang lumayan terasa, setidanya menurut saya. Gambar pertama sudah menunjukkan karakter utama yang dimainkan George Clooney berduaan di pinggir tempat tidur dengan seorang gadis bugil. Sejujurnya, adegan pertama ini mirip dengan film murahan karena tidak ada dialog, terlalu lama, sementara si cewek cuma senyum-senyum, bisik-bisik dengan suaranya yang agak gede, dan Clooney juga tak menampakkan ekspresi jelas. Untung saya menonton film ini karena seorang teman bilang film ini bagus, jadi saya bisa abaikan adegan pertama itu. Lalu, mulai tembak-tembakan. Lalu, mulai telpon-telponan dengan "bos"nya Clooney. Rupanya, Clooney ini pedagang senjata sekaligus pembunuh bayaran. Lalu, setting berpindah ke Italia di mana Clooney bersembunyi di sana karena dikejar-kejar pihak tertentu (apa masalahnya, tidak dijelaskan). Di sana, ia juga mengerjakan pesanan senjata dari seorang wanita muda. Tentang kegiatan si Clooney dalam merakit senjata ini menurut saya sangat menarik karena pelan-pelan. Jauh lebih keren daripada yang di Jackal (bukan Jalan Kaliurang, tapi film yang dibintangi Bruce Willis di mana di sana ada juga pemesanan dan percobaan memakai senjata dengan target manusia). Banyak hal lain yang juga pantas membuat film ini dibilang James Bond manusiawi. Misalnya, mobilnya Clooney adalah mobil butut, dia juga jatuh cinta dengan cewe, tapi kali ini adalah seorang PSK langganannya (gak seperti Bond yang seolah-olah ganteng sekali sampai cewe-cewe pasti mau tidur dengannya kan?), sebagai pembunuh bayaran, dia juga sering ketakutan, terutama karena dikejar-kejar pihak yang ingin membunuhnya tadi (jadi inget No Country for an Old Man), dan dia adalah orang kesepian (terutama karena settingnya memang di desa di Italia sana). Soal karakter yang agak "mengganggu" menurut saya adalah karakter pendeta yang kesannya hanya tempelan untuk memperkuat pergulatan batin si pembunuh bayaran. Ending cerita, meski tidak mengejutkan tapi lumayan juga. Oya, satu lagi, meski manusiawi, nuansa Bond masih tetap dipertahankan dengan begitu jitunya Clooney menembak hehehe... Nilai saya untuk film ini adalah tiga setengah dari 5 bintang.. Pelit ey&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11940105-3395009431029399354?l=lalathijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lalathijau.blogspot.com/feeds/3395009431029399354/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11940105&amp;postID=3395009431029399354&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11940105/posts/default/3395009431029399354'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11940105/posts/default/3395009431029399354'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lalathijau.blogspot.com/2011/01/film-film-yang-saya-tonton-bulan-ini.html' title='Film-film yang Saya Tonton Bulan Ini'/><author><name>ary</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03207474458678987363</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://photos16.flickr.com/20912285_e28978ae26.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_OhAG0w0jZ-g/TU0G55JF_hI/AAAAAAAAAOI/XL540dETLkQ/s72-c/2009_mr_nobody.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11940105.post-7407935897072122006</id><published>2010-12-29T00:11:00.004+07:00</published><updated>2010-12-29T00:17:45.145+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='walter wangerin'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='natal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='yesus'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='buku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kanisius'/><title type='text'>Yesus</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_OhAG0w0jZ-g/TRoag9T2wgI/AAAAAAAAAN8/0PkX5Bf8cLI/s1600/Yesus%2BNovel.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 125px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_OhAG0w0jZ-g/TRoag9T2wgI/AAAAAAAAAN8/0PkX5Bf8cLI/s200/Yesus%2BNovel.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5555782243830907394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div&gt;Menulis buku yang diangkat dari sebuah buku mungkin cukup sulit. Tapi, membaca buku yang diangkat dari sebuah buku yang juga pernah dibaca ternyata saya rasa tidak terlalu beda jauh dengan melihat film yang diangkat dari sebuah buku yang pernah dibaca. Itulah perasaan yang saya rasakan waktu membaca buku ini. Sebenarnya saya agak ragu untuk membaca, apalagi membeli buku ini setelah agak kecewa dengan buku Walter Wangerin sebelumnya yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan diterbitkan oleh Kanisius juga. Apalagi harganya terbilang cukup mahal. Entah kenapa begitu. Menurut pengamatan saya, rasanya buku rohani berbahasa Indonesia itu masih banyak yang kualitasnya masih belum terlalu istimewa, tapi tidak sedikit yang dijual dengan harga yang terbilang tidak murah. Tanpa bermaksud merendahkan, tapi kalau dibandingkan dengan buku-buku yang lebih "penting" (menurut saya), masih banyak buku rohani yang mungkin bukan mahal, tapi kemahalan (alias harga tidak sesuai isi). Tapi, mungkin itu cuma karena masalah selera saja. Mungkin karena penulis buku rohani Kristen sendiri memang masih belum terlalu banyak. Mungkin sebenarnya itu juga bagus karena setidaknya para penulis buku rohani bisa jadi lebih cepet kaya karena royaltinya lebih gede (meski sepertinya banyak juga buku rohani yang kemudian berakhir di obralan di pameran). Wah, maaf kok jadi ngelantur begini ya... &lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div&gt;Kenapa saya kecewa dengan buku pertama Wangerin yang diterbitkan Kanisius? Sebenarnya belum pasti karena buku yang berjudul "Paulus, Rabi Yahudi" itu jelek. Saya bilang begini karena memang baru baca separuh. Tapi, saya kecewa akibat buku itu bikin saya capek membacanya. Terjemahannya (dan penyuntingannya) masih kurang baik dan lay outnya juga tidak mengenakkan (tulisannya saja tidak rata kanan dan hurufnya kurang nyaman). Tapi, waktu saya lihat-lihat buku novel kedua Wangerin yang berjudul "Yesus" ini, saya merasa sepertinya beda. Biasanya, waktu saya mau beli buku terjemahan yang tebal, saya baca halaman ke tiga atau empat setelah subjudul, dua pertiga, dan beberapa belas halaman sebelum halaman terakhir. Kenapa demikian? Karena saya membayangkan bahwa stamina seorang penerjemah dan editor (mungkin) bisa menurun di dua pertiga naskah dan mungkin juga bisa menurun begitu deadline sudah mepet sehingga bagian-bagian menjelang akhir agak terlalu teliti, sedangkan bagian awal adalah untuk mengecek kualitas "sebenarnya" (karena di awal mungkin masih semangat, kan?). Dan novel berjudul "Yesus" ini memakai lay out, font, bahkan kertas yang sangat beda dengan buku "Paulus". Kalau buku tebal saya pribadi lebih suka kertas isinya tipis atau buram karena lebih enteng dibawa. Itu semua dengan catatan, buku itu tidak dishrink (dibungkus plastik bening nan ketat). Kalau sudah dishrink sih.. saya akan tunggu ada yang sudah dibuka, atau kalau plastiknya agak robek, ya dirobek sekalian.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Buku yang termasuk tebal ini termasuk cukup cepat saya baca. Bahkan, kalau biasanya saya suka gonta-ganti meski satu buku belum selesai dibaca, tapi buku ini bikin saya cukup betah buat membaca sampai tuntas. Saya sempat melihat bagian halaman "credit title" buku itu dan membandingkan dengan yang "Paulus". Penerjemahnya sama, tapi kali ini ternyata ada dua penerjemah. Dan untuk yang "Yesus" ini, ditulis juga nama editornya. Hmm, kenapa yang "Paulus" tidak ditulis? Atau jangan-jangan tidak disunting? Wah!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sebenarnya rumus si Wangerin ini memang sama. Ia tetap menceritakan si sosok utama dengan berbagai sudut pandang. Kali ini dari sudut pandang Maria dan Yohanes. Mungkin saya cukup betah karena seperti sudah saya singgung di atas, karena saya sudah "kenal" tokoh-tokohnya. Karena keempat Injil di Alkitab sendiri sudah berbentuk cerita, maka dalam beberapa bagian, Wangerin seperti hanya menyalin (atau mungkin si penerjemah yang menyalin?) dari Alkitab TB. Makanya, kadang bahasanya masih ada beberapa (sedikit) yang tidak konsisten. Kadang gaya kuno seperti Alkitab TB, kadang gaya modern yaitu gaya si penerjemah. Dan seperti sudah saya singgung lagi di atas. Tentu ada juga ketidakpuasan atau lebih tepatnya saya menjadi bertanya-tanya, kenapa bagian ini tidak diceritakan, kenapa bagian itu ceritanya hanya sedikit, dll. Memang, untuk mukjizat kesembuhan atau lainnya saya bisa memaklumi kalau tidak diceritakan (karena katanya kan, seluruh dunia tidak akan cukup kalau buat menulis semua perbuatan Yesus selama hidup). Tapi, satu hal yang masih membuat saya bertanya-tanya adalah kenapa kejadian ketika Yesus menjungkir balikkan meja penukar uang di Bait Allah tidak diceritakan dan hanya disinggung sedikit sekali waktu sidang menjelang penyaliban. Seolah hal itu tidak terlalu penting saja. Tapi, di luar itu, saya cukup senang membaca novel ini. Hal-hal menarik seperti deskripsi Yesus yang punya ciri khas rambut kriting, Maria Magdalena yang seperti gadis kecil, Petrus yang seperti Little John (dan Yesus Robin Hoodnya?), Maria ibu Yesus yang selalu ikut dalam perjalanan pelayanan Yesus, cukup membuat imajinasi ikut terpuaskan. Dan di akhir halaman, saya justru merasa novel ini terlalu tipis untuk menceritakan sedemikian banyak cerita dari dua sudut pandang pula. Menurut saya, mungkin akan lebih maksimal jika hanya memakai sudut pandang Maria saja (misalnya). Meski saya kurang terlalu suka juga dengan penggalian karakter Maria yang menurut saya masih kurang berani dan justru dia kadang seperti orang yang tidak jelas. Ya, saya anggap mungkin karena penulisnya juga takut kalau dianggap menghujat. Ya, bagaimana lagi penulisnya juga pendeta. Maka, sebagai alternatif saya sekarang sedang mencari novel "Gospel According Jesus Christ" karya Jose Saramago yang dikritik habis gereja Katolik. Pastinya buku itu lebih menarik. Sayang, belum ketemu yang jual atau donlot hehe...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dan pada akhirnya.. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Selamat Natal dan Tahun Baru&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11940105-7407935897072122006?l=lalathijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lalathijau.blogspot.com/feeds/7407935897072122006/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11940105&amp;postID=7407935897072122006&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11940105/posts/default/7407935897072122006'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11940105/posts/default/7407935897072122006'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lalathijau.blogspot.com/2010/12/yesus.html' title='Yesus'/><author><name>ary</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03207474458678987363</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://photos16.flickr.com/20912285_e28978ae26.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_OhAG0w0jZ-g/TRoag9T2wgI/AAAAAAAAAN8/0PkX5Bf8cLI/s72-c/Yesus%2BNovel.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11940105.post-6366396739267495299</id><published>2010-10-20T09:35:00.005+07:00</published><updated>2010-10-20T09:55:46.007+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pamer'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='buku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='koleksi'/><title type='text'>1000 + 3</title><content type='html'>&lt;div&gt;Dan inilah.. dengan bangga.. kami persembahkan: perpustakaan Alexandria!!! &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sebelum dihina, saya umumkan dulu bahwa daftar ini dipublish terutama biar kesannya saya ini intelek :P padahal mungkin baru 5% yang benar-benar sudah selesai dibaca hehe... Ya, saya cuma mau merayakan hadirnya koleksi ke 1000. Meski lebih dari 80% koleksi ini adalah ebook, saya tetap merasa senang karena seolah memiliki perpustakaan pribadi (itu salah satu impian saya kalau sudah punya rumah sendiri nanti). Lagipula saya juga membayangkan, besok mungkin semua buku akan berbentuk digital sehingga koleksi ebook saya ini juga akan bisa berharga (semoga). Tidak ada buku yang langka atau agak langka seperti yang diceritakan di "The Man Who Loved Books Too Much" karena kebanyakan juga buku digital (NB: "The Man Who Loved..." adalah buku yang bikin saya makin rakus mengoleksi, bahkan meski koleksi itu tidak benar-benar dibaca). Bukannya mengecilkan ebook. Pengorbanan waktu, tenaga, kesabaran, space harddisk, dan tentunya juga uang yang saya keluarkan untuk mendapatkan ebook-ebook ini juga memang tidak kecil, tapi nyatanya ebook hasil donlotan memang tidak ada yang layak disebut langka kok.&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mungkin, buku berbahasa Indonesia yang paling jadul yang saya punya adalah "Pengakuan Pariyem" yang saya beli di Shopping, Jogja. Buku itu cetakan tahun 1981 dan tampangnya sudah lecek. Sementara untuk buku berbahasa Inggris, ada "Jailbird" karya Kurt Vonnegut yang cetakan tahun 1979 (tapi terlihat masih kokoh). Buku terakhir adalah hasil "nemu" di Jusuf Agency. Buku cetak yang lain kebanyakan terbitan tahun 2000an. Buku paling unik adalah "Les Francais et Indonesie." Unik, karena buku yang sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dan diterbitkan KPG sebagai "Orang Prancis dan Orang Indonesia" itu belum juga bisa saya baca sampai saat ini (meski edisi bahasa Indonesianya sudah pernah baca sebagian). Saya membeli buku itu karena rencananya mau saya beri ke seorang teman lama yang suka dan bisa bahasa Prancis, tapi apa daya sampai sekarang saya belum pernah bertemu dengannya. Saya juga masih menyimpan ebook "Vivir Para Contarla" (Living to Tell the Tale), sebuah otobiografi Gabriel Marquez yang tidak saya masukkan di daftar ini karena saya kesal sebab sama sekali tidak bisa baca. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk buku paling berharga, sejauh ini tidak lain adalah "Tales from Djakarta." Bukan saja karena buku itu adalah buku bahan skripsi saya, tapi karena buku itu dibeli di Boston dan pernah ditandatangani alm. Pram sendiri! (meski saya akui saya kurang merawatnya sehingga sekarang agak berdebu). Buku-buku di daftar ini beraneka ragam temanya, tergantung selera saya saat itu atau tergantung judulnya menarik atau tidak. Beberapa buku memang saya akui adalah buku sampah, seperti misalnya "Make Her Chase You", "How to Live 24 Hours a Day" atau karya-karya David Icke, tapi tetap saya simpan karena lucu. Hal yang sama juga terjadi pada buku-buku bertema filsafat esoterik, saya kadang donlot buku seperti itu karena judul dan deskripsinya unik-unik. Ada juga beberapa buku grammar dan buku yang judulnya sepintas seperti buku tutorial. Buku jenis ini (jumlahnya sedikit) sengaja saya masukkan karena buku itu menarik (menurut saya) sehingga saya anggap mereka lebih dari sekadar buku tutorial, dummies atau how to biasa. Kalau yang serius, buku yang saya koleksi kebanyakan adalah karya fiksi (sastra), sejarah, ensiklopedia, bahasa, serta filsafat, mitologi, dan psikologi juga agak banyak. Secara khusus, memang ada beberapa tema yang jadi favorit saya, misalnya: sejarah Indonesia, kekerasan (oleh massa atau oleh negara), dunia literasi, Tionghoa Indonesia, komunisme di Asia (khususnya komunis Indonesia), agama (terutama berkaitan dengan budaya, sejarah dan politik agama Kristen serta Islam), nasionalisme, politik media massa, serta belakangan tentang (budaya) makanan dan dunia kriminal (khususnya psikologi kriminal). Mengenai bahasa, sejauh ini ada 212 buku berbahasa Indonesia, 1 bahasa Perancis, dan 790 dalam bahasa Inggris. Untuk top scorer, sebagaimana bisa dilihat urutan nomor satu untuk sementara ini ditempati Paulo Coelho. Saya bukan penggemar berat karya Coelho, tapi karena si Coelho sendiri mempersilakan buku-bukunya didonlot di blognya, maka saya rasa bukunya layak dikoleksi (dan bagi saya, membaca Coelho sebenarnya memang menghibur).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di sini, buku yang saya masukkan dalam koleksi adalah buku yang memang saya niat untuk memiliki atau buku lain yang cukup berkesan, misalnya yang merupakan pemberian/kado (bukan jatah) atau buku yang saya pinjam dan tidak saya kembalikan (tenang, yang jenis ini jumlahnya sangat sedikit). Buku-buku yang saya dapat karena pekerjaan (jatah editor) tidak saya masukkan. Demikian juga buku-buku yang (terpaksa) saya beli demi untuk mendukung pekerjaan juga tidak saya masukkan. 3 buah buku tutorial komputer juga tidak saya masukkan. Buku yang terlalu tipis juga tidak saya masukkan (mis: "The Manual of the Warrior of Light" karya Coelho, "Right to Be Lazy" dari Lafargue, dan buku kumpulan puisinya Jim Morrison, Pablo Neruda, dan Fernando Pessoa). Beberapa buku yang tidak jelas kelengkapannya (mis: kliping tulisan Andreas Marwoto tentang pangan yang kini sudah dibukukan, tapi saya belum yakin apa kliping dan kumpulan tulisan yang dibukukan itu sama lengkapnya) serta ebook yang mencurigakan apakah buku itu memang benar-benar sudah pernah diterbitkan, juga tidak saya masukkan. Beberapa excerpts alias cuplikan buku (ebook) juga tidak saya masukkan (meski sebagian besar cuplikan itu sudah mencakup lebih dari 50% isi keseluruhan). Bukannya karena saya malu atau tidak suka dengan buku-buku itu, tapi karena kalau dimasukkan maka jumlahnya akan membengkak dan angkanya tidak 1000 atau 1001 lagi. Selain itu, menurut saya buku-buku yang jatah editor atau yang demi pekerjaan juga rasanya saya dapat bukan karena memang saya berminat, tapi karena itu memang hak saya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mungkin ada juga yang janggal, yaitu kenapa dua buku Gavin Menzies ("1434" dan 1421") atau buku "Veronica Decides To Die" dan "Veronika Memutuskan Mati" semua dimasukkan? Bukankah itu judul yang sama? Jawabnya, itu karena saya punya baik buku cetak dan ebooknya (yang ebook bahasa Inggris, yang cetak bahasa Indonesia). Lalu, kenapa "Sejarah Tuhan" dan "History of God" serta "Darkness At Noon" + "Gerhana Tengah Hari" yang sama-sama ebook dimasukkan keduanya? Itu juga karena saya rasa karena yang satu bahasa Indonesia dan satunya bahasa Inggris, maka sah saja kan dimasukkan. Meski demikian, sejujurnya bukan itu juga alasan kuatnya hehehe... Sekali lagi itu hanya untuk mempertahankan supaya angka tidak beranjak jauh-jauh dari 1000. Soalnya, seperti kasus buku Menzies, saya sebenarnya juga punya "The World Without Us" dan "The Man Who Loved Books Too Much" dalam versi cetak (bahasa Indonesia) maupun versi ebook (bahasa Inggris), tapi toh yang saya masukkan di daftar ini cuma yang versi cetak saja. Akhirnya, meski ini temanya merayakan buku ke 1000 dan seperti bisa dilihat, saya sudah berusaha mengakali supaya jumlahnya tetap 1000, jumlah buku di daftar ini tetap saja 1003. Ini terjadi karena ternyata setelah saya teliti lagi kemarin, ada beberapa buku cetak yang masih belum masuk daftar sehingga jumlahnya ketambahan 3. Tapi, karena saat ini posisi "Engineers of Happy Land" masih dalam perjalanan (shipping) sementara "Gadis Pantai" dan "Perjalanan Waktu" ada di Jogja (dipinjam), jadi tetap bisa dibilang yang sudah ada di tangan saat ini adalah 1000! Namun, saya harap terutama yang masih shipping bisa segera bergabung. Target saya selanjutnya adalah menyaingi koleksi buku SBY yang katanya puluhan ribu (?), tapi selain itu juga tentu saja saya inginnya juga jadi orang yang lebih tegas, lebih pintar, lebih berani, dan lebih baik dari doi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Inilah daftarnya (ket: E = e-Book, P = printed books)&lt;/b&gt;:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;A. Alpheus - Complete Hypnotism, Mesmerism, Mind-Reading and Spritualism (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;A.R Narayanan - Truth and the Myth (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;A.S.A Briggs &amp;amp; Lawrence Burke - Sejarah Sosial Media (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Aaron Copland - Music and Imagination (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Abraham Maslow - Religions, Values, Peak Experience (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Adam Roberts - Fredric Jameson (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Adele King - Camus (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Adrian Vickers - History of Modern Indonesia (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Aesop - Fabels (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ahmad Tohari - Bekisar Merah (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ahmad Tohari - Di Kaki Gunung Cibalak (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ahmad Tohari - Jentera Bianglala (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ahmad Tohari - Kubah (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ahmad Tohari - Lintang Kemukus (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ahmad Tohari - Ronggeng Dukuh Paruk (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ajay Rai - All You Want to Know About Yourself (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Akhmad Setiawan - Perilaku Birokrasi dalam Pengaruh Budaya Jawa (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Al &amp;amp; Laura Reis - Fall of Advertising &amp;amp; Rise of PR (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Al &amp;amp; Laura Reis - Immutable Laws of Branding (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Al &amp;amp; Laura Reis - War in the Boardroom (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Alan Watts - Book On The Taboo Against Knowing Who You Are (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Alan Weisman - The World Without Us (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Alan Woods &amp;amp; Ted Grant - Reason in Revolt (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Alasdair Gray - Lanark; A Life in Four Novels (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Alastair Hannay - On the Public (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Albert Camus - An Absurd Reasoning (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Albert Camus - The Fall (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Albert Camus - The Just (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Albert Camus - The Plague (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Albert Camus - The Stranger (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Aldous Huxley - Ape and Essence (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Aldous Huxley - Brave New World (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Aldous Huxley - Brave New World Revisited (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Aldous Huxley - Collected Essays (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Aldous Huxley - Island (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Aldous Huxley - The Doors of Perception (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Aldous Huxley - Those Barren Leaves (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Alexander Solzhenitsyn - Gulag Archipelago (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Alexander Solzhenitsyn - The First Circle (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Alexander Solzhenitsyn - We Never Make Mistakes (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Alexander Werth - Russia At War - 1941-1945 (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Alexandre Dumas - Count of Monte Cristo (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Alfred Edesheim - The Life and Time of Jesus the Messiah (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Alice Walker - The Color Purple (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Alif Danya Munsyi - Bahasa Menunjukkan Bangsa (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Alison Hoover Bartlett - The Man Who Loved Books Too Much (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Alvin Toffler - Future Shock (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Amin Maalouf - Balthasars Oddysey (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Amy Tan - The Bonesetter Daughter (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Amy Tan - The Kitchen God's Wife (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Amy Tan - Opposite of Fate (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Amy Tan - Saving Fish from Drowning (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Anchee Min - Empress Orchid (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Andre Levefere - Translation - History - Culture (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Andre Tocme - Jesus and Non Violent Revolution (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Andrea Hirata - Laskar Pelangi (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Andrei S Markovits &amp;amp; Lars Rensmann - Gaming World (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Andrew Millie - Applying Psychology to Everyday Life: Anti Social (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Andrew Robinson - The Last Man Who Knew Everything (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Angela Burt - A-Z of Correct English (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Angela Carter - Bloody Chambers and Other Stories (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Angela Carter - Shaking a Leg (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Anita Desai - Clear Light of the Day (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Anita Desai - Fasting Feasting (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Anita Desai - In Custody (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ann L Weber - Introduction to Psychology (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Anna Motz - The Psychology of Female Violence (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Anthony Beevor - Berlin, the Downfall 1945 (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Anthony Beevor - Stalingrad (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Anthony Beevor - D Day - The Battle for Normandy (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Anthony Brewer - Marxist Theories of Imperialism (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Anthony Burgess - 99 Best Novels (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Anthony Burgess - Clockwork Orange (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Anthony Burgess - Enemy in the Blanket (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Anthony Burgess - Re-Joyce (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Anthony Burgess - The Kingdom of the Wicked (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Anthony de Jasay - Against Politics (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Antoine de Saint Exupery - The Little Prince (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Antoine de Saint Exupery - Wind, Sand, and Stars (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Anton Checkhov - Uncle Vanya (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Anton Checkhov - Ruang Inap no 11 (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Anton Chekhov - The Witch and Other Stories (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Anton E Lucas - One Soul One Struggle (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Arnold Bennett - How to Live on Twenty-Four Hours a Day (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Arnold Teeuw - Citra Manusia Indonesia Dalam Karya Pramoedya Ananta Toer (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Arswendo Atmowiloto - Senopati Pamungkas (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Artemis Cooper &amp;amp; Anthony Beevor - Paris After the Liberation (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Arthur Cotterell - Encyclopedia of Mythology (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Arthur Koestler - Darkness at Noon (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Arthur Koestler - The Thirtenth Tribe (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Arthur Koestler - Gerhana Tengah Hari (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Arthur Schopenhauer - Collected Essays (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Arundhati Roy - God of Small Things (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Asahan Aidit - Perang dan Kembang (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Aubertine Woodward Moore - For Every Music Lover A Series of Practical Essays on Music (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Audrey Niffeneger - Time Traveler's Wife (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Augustine Casiday &amp;amp; Frederick W Norris (ed) - Cambridge History of Christianity vol 2 (Constantine to 600) (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Austin Craig - Life and Labours of Jose Rizal (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Awalil Rizky &amp;amp; Nasyith Majidi - Neoliberalisme Mencengkeram Indonesia (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ayn Rand - Atlas Shrugged (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Azar Nafisi - Reading Lolita in Teheran (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;B Rasuanto - YB Mangunwijaya: Karya dan Dunianya (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;B.F Skinner - Beyond Freedom and Dignity (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Barbara Kingsolver - Poisonwood Bible (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bart Ehrman - Misquoting Jesus (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bartolome de Las Casas - Brief Account of Destruction of Indes (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Basil Hatim &amp;amp; Ian Mason - Translator as Communicator (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ben Okri - Famished Road (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Benedict Anderson - Under Three Flags (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Benedict Anderson - Imagined Communities (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Benny G Setiono - Tionghoa Dalam Pusaran Politik (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bernard Dorleans - Les Francais Et Indonesie (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bernard Lazare - Anti Semitism - Its History and Causes (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bernard Shaw - Man and Superman (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bertrand Russel - A History of Western Philosophy (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bertrand Russel - Sceptical Essays (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bertrand Russel - Various Works (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bhiku Parekh - Rethinking Multiculturalism (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bill Ashcroft &amp;amp; Pal Ahluwalia - Edward Said (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bill Ashcroft, Gareth Griffiths, Helen Tiffin (ed) - Post Colonial Studies Reader (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bill Brohaugh - Everything You Know About English is Wrong (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bill Bryson - Short History Nearly Everything (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;BJ Habibie - Detik-Detik yang Menentukan (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;BK Ridley - On Science (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Blanchard Yoritomo-Tashi - Common Sense, How To Exercise It (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bob Walsh - Clear Blogging (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bob Woodward &amp;amp; Charles Bernstein - All the President's Men (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Boris Pasternak - Doctor Zhivago (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Brad Meltzer - Book of Lies (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bram Stroker - Dracula (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Brian Morris - Religion and Anthropology (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Calvin Thomas - Anthology of German Literature (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Carl Sagan - Contact (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Carlos Castaneda - Complete Stories (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Carlos Castaneda - Magical Passes (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Carlos Castaneda - The Wheel of Time (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Carol Turkington &amp;amp; Albert Tzeel - Encyclopedia of Children Health &amp;amp; Wellness Vol. 1 (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Carole Counihan &amp;amp; Steven Kaplan (ed) - Food and Gender (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Charles A Copell (ed) - Violent Conflicts in Indonesia (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Charles Bukowsky - Ham on Rye (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Charles E Fahardian - Christianity, Islam, and Nationalism in Indonesia (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Charles Mackay - Memoirs of Extraordinary Popular Delusions (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Charles Oliver - ABC of Science (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Charles Van Doren - The Joy of Reading (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Chas. A. Tyrrell - Royal Road to Health (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Chinua Achebe - A Man of the People (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Chinua Achebe - Arrow of God (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Chinua Achebe - Girls in War and Other Stories (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Chongyun Liu, Angela Tseng, Sue Yang - Chinese Herbal Medicine Modern Application (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Christina Howells (ed) - The Cambridge Companion to Sartre (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Christine Dobbin - Gejolak Ekonomi, Kebangkitan Islam, dan Gerakan Padri (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Christopher Kee - The Art of Argument (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Chuck Palahniuk - Fight Club (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cindy Adams - Sukarno, Penjambung Lidah Rakjat (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Claire Colebrook - Understanding Deleuze (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Clifford Geertz - Local Knowledge (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Clifford Geertz - Thick Description and Other Works (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Clifford Geertz - After the Facts (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Clive Barker - Books of Blood (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Clive Barker - Abarat (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Colette Daiute - Human Development &amp;amp; Political Violence (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Colette Soler - What Lacan Says About Woman (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Colin Brown - A Short History of Indonesia (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Colin Wilson - A Criminal History Of Mankind (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Colin Wilson - From Atlantis to Sphinx (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Confucius - Analect (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cora Vreede-De Stuers - Sejarah Perempuan Indonesia (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cormac McCarthy - All the Pretty Horses (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cormac McCarthy - No Country for Old Men (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cormac McCarthy - The Road (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cormac McCarthy - Child of God (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cornelia Funke - Inkdeath (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cornelia Funke - Inkheart (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cornelia Funke - Inkspell (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Craig Calhoun - Why Nations Matter (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cynta Wirantaprawira - Menguak Tragedi 1 Oktober 1965 (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dai Sijie - Balzac and the Little Chinese Seamstress (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dale Carnegie - How to Stop Worrying and Start Living (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dale Carnegie - How to Win Friends and Influence People (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dale Carnegie - The Art of Public Speaking (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dan Ariely - Predictably Irrational (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dana Richards Villa - Politics, Philosophy, Terror (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dana Richards Villa (ed) - Cambridge Companion to Hannah Arendt (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dani Cavallaro - Critical and Cultural Theory (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Daniel Keyes - Flowers of Algernon (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Daniel Stout (ed) - Encyclopedia of Religion, Communication, and Media (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dante Alighieri - Divine Comedy (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Daphne du Maurier - Not After Midnight and Other Stories (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Daphne Du Maurier - Apple Tree and Other Stories (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dario Azzelini &amp;amp; Boris Kanzleiter (ed) - La Empressa Guerra (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;David Alan Herzog - Webster Essential Vocabulary (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;David B Givens - Nonverbal Dictionary (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;David Cogswell - Chomsky untuk Pemula (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;David Crystal - Encyclopedia of The English Language (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;David Gutterson - Snow Falling of Cedar (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;David Harvey - Brief History of Neoliberalism (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;David Hawkes - Ideology (New Critical Idiom) (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;David Hoffman - Oklahoma City Bombing and Politics of Terror (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;David Icke - Barack Obama - the Naked Emperor (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;David Icke - The Biggest Secrets (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;David Jenkins - Soeharto dan Barisan Jenderal Orba (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;David Lieberman - How to Get the Truth from Anyone (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;David Morell - First Blood (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;David Oswell - Culture and Society (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;David Starr Jordan (ed) - A Book of Natural History (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;David W Moore - Opinion Makers (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;David Walker &amp;amp; Daniel Gray - Historical Dictionary of Marxism (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;David Welch - Propaganda and German Cinema (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;David Wengrow - What Makes Civilization (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Deborah Rotman - Historical Archeology of Gendered Lives (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Deepak Chopra - How to Know God (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Deepak Chopra - The 7 Laws of Success (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Deepak Chopra - The Book of Secrets (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Denys Lombard - Nusa Jawa Silang Budaya - 1 (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Denys Lombard - Nusa Jawa Silang Budaya - 2 (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Denys Lombard - Nusa Jawa Silang Budaya - 3 (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Derek Melser - The Act of Thinking (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dermont Moran (ed) - Routledge Companion to 20th Century Philosophy (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Des Dearlove - Richard Branson Way (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dewi Lestari - Supernova Akar (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Diane Purkiss - The Witch in History (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dom Helder Camara - Spiral Kekerasan (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dominic Strinati - Popular Culture (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Don DeLillo - Mao II (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Don Fleming &amp;amp; Mark Rits - Mam, I Hate You (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Donald Laming - Understanding Human Motivation (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Doris Flexner &amp;amp; Stuart Berg Flexner - The Pessimist Guide to History (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Doris Lessing - Golden Notebook (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Doris Lessing - Good Terrorist (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Doris Lessing - Syrian Experiment (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Doris Lessing - Mara Dann (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Doris Lessing - The Grandmothers (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dr. Roger Vittoz - How to Control Your Brain at Will (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Duong Thu Huong - Surga Bagi Si Buta (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dylan Morgan - Hypnosis for Beginners (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;E.A. Bennett - Journalism for Women (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;E.M Berens - Myth and Legends of Ancient Greece and Rome (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;E.M Forster - A Passage to India (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Eckhart Tolle - A New Earth (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Eckhart Tolle - The Power of Now (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Edgar Allan Poe - Collected Short Stories (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Edi Cahyono - Jaman Bergerak (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Eduard du Perron - Country of Origin (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Eduardo Galeano - Open Veins of Latin America (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Edward Moore - Outline of the History of Christian Thought Since Kant (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Edward Said - Culture and Imperialism (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Edward Said - Orientalism (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Edward Said - Representation of Intellectual (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Edward Sapir - Language An Introduction to the Study of Speech (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Edwin L Battistella - Bad Language (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;EH Kartanegara (ed) - Musisiku2 (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Eiji Yoshikawa - Musashi (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Eka Darmaputera - 365 Anak Tangga Menuju Hidup Berkemenangan (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Eka Kurniawan - Pramoedya Ananta Toer dan Sastra Realisme Sosialis (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;El Fisgon - Menghadapi Globalisasi (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Elaine Pagels - Gnostic Gospels (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Elisabeth Barille - Naked Under the Mask (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Elisabeth Pisani - Kearifan Pelacur (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Elizabeth Kostova - The Historian (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Elizabeth Kubler-Ross - On Death and Dying (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ellen Thackery &amp;amp; Madeline Harris (ed) - Encyclopaedia of Mental Disorder 1&amp;amp; 2 (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ellisa Elliott - Hawa (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Emil W Aulia - Berjuta-juta dari Deli (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Emma Goldman - Anarchism and Other Essays (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Enrico Ferri - Criminal Sociology (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Erich Fromm - Art of Loving (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Erich Fromm - Fear of Freedom (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Erich Fromm - To Have or To Be (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Erich Fromm - The Sane Society (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Erle Montaigue - Internal Gung Fu (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ernest Hemingway - First 49 Stories (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ernest Hemingway - For Whom the Bells Tolls (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ernest Hemingway - Green Hills of Africa (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ernest Hemingway - Moveable Feast (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ernest Hemingway - Old Man and The Sea (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ernest Hemingway - Pertempuran Penghabisan (Farewell to Arms) (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ernesto Laclau &amp;amp; Chantal Mouffe - Hegemony Socialist Strategy (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ethel. D. Puffer - Psychology of Beauty (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Evelyn Fishburn &amp;amp; Psiche Hughes - A Dictionary of Jorge Luis Borges (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Evelyn Underhill - Practical Mysticism (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ezra Pound - ABC of Reading (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Fachri Ali - Refleksi Kekuasaan Jawa dalam Indonesia Modern (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Feliks Mikhailov - Riddle of the Self (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Firdaus M Yunus - Pendidikan Berbasis Realitas (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Florence Daniel - Food Remedies Facts About Foods And Their Medicinal Uses (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Francine Prose - Reading Like A Writer (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Francis Wahono &amp;amp; I Wibowo (ed) - Neoliberalisme (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Francis Wahono Nitiprawiro - Teologi Pembebasan (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Frank Jackson - Language, Names, and Information (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Frank McCourt - Angela's Ashes (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Franz Boas - Anthropology and Modern Life (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Franz Kafka - Complete Stories of Franz Kafka (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Franz Kafka - Short Stories (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Franz Kafka - The Trial (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Franz Kafka - Metamorphosis (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Frederick Noad - Complete Idiot Guide to Playing the Guitar (2nd Edition) (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Frederiek Djarra Wellem - Amir Sjarifoedin (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Freek Colombijn dkk (ed) - Kota Lama Kota Baru (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Frida Kahlo - The Diary of Frida Kahlo (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Friedrich Nietzsche - Beyond Good and Evil (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Fyodor Dostoyevsky - Brother Karamozov (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Fyodor Dostoyevsky - Crime and Punishment (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Fyodor Dostoyevsky - Notes from Underground (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Fyodor Dostoyevsky - The Idiot (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Fyodor Dostoyevsky - Orang-orang Malang (Poor People) (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gabriel Garcia Marquez - Chronicle of Death Foretold (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gabriel Garcia Marquez - In Evil Hour (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gabriel Garcia Marquez - Love in the Time of Cholera (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gabriel Garcia Marquez - Memories of Melancholy Whores (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gabriel Garcia Marquez - Autumn of the Patriarch (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gabriel Garcia Marquez - Sang Jenderal dalam Labirinnya (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gabriel Garcia Marquez - Seratus Tahun Kesunyian (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gabriel Garcia Marquez - No One Writes to the Colonel (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gaetan Brulotte &amp;amp; John Phillips (ed) - Encyclopaedia of Erotic Literature (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gao Xingjian - One Man's Bible (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gary L. Wenk - Your Brain on Food (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gavin Menzies - 1434, The Year Magnificent Chinese Fleet Sailed to Italy and Ignited Rennaisance (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gavin Menzies - 1421, The Year China Discovered the World (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gavin Menzies - 1434, Saat Armada China Berlayar ke Italia dan Mengobarkan Renaissance (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gavin Menzies - 1412, Ketika China Menemukan Dunia (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Geoffrey D Falk - Stripping the Gurus (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Georg Lukacs - History of Class Consciousness (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Georg Lukacs - The Theory of Novel (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Georg Simmel - Philosophy of Money (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;George Eliot - Middlemarch (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;George Junus Aditjondro - Membongkar Gurita Cikeas (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;George Novack - Understanding History (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;George Orwell - Animal Farm (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;George Orwell - Down and Out in Paris and London (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;George Orwell - Fifty Essays (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;George Orwell - Homage to Catalonia (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;George Orwell - Nineteen eighty Four (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;George Orwell - The Collected Essays vol. 2 (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;George Orwell - Burmese Days (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gerard Chaliand &amp;amp; Arnaud Blin (ed) - History of Terrorism (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gerhard L Weinberg - A World at Arms, A Global History of World War II (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gerry van Klinken - 5 Penggerak Bangsa yang Terlupa (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Giacomo Casanova - History of My Life (vol 5&amp;amp;6) (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Giles Gunn - Culture of Criticism (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Giles MacDonogh - After the Reich (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gissly A Gudjohnnson - Psychology of Interogation and Confession (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gore Vidal - Creation (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Graham Allen - Roland Barthes (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Graham Davey &amp;amp; Adrian Wells (ed) - Worry and Its Psychological Disorders (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Graham Greene - 21 Stories (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Graham Hancock - Supernatural (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Graham Hancock - The Sign &amp;amp; The Seal (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Graham Ward - Cities of God (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Grant Evans - A Short History of Laos (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gregory Forth - Images of Wildman in Southeast Asia (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gunter Grass - Cat and Mouse 1 (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gunter Grass - Dog Years (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gunter Grass - Tin Drum (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gustave Le Bon - The Crowd (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gustavus Hindman Miller - 10,000 Dreams Interpreted (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Guy Debord - Society of Spectacle (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Guy de Maupassant - Collected Works (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;H.G. Wells - A Short History of the World (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hannah Arendt - The Human Condition (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hannah Arendt - Eichmann in Jerusalem (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hannah Arendt - Origins of Totalitarianism (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Haris Firdaus - Misteri-misteri Terbesar Indonesia (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Harold Bloom - The Anxiety of Influence (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Harold Pinter - The Caretaker (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Harold Pinter - The New World Order (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Harold Pinter - One for the Road (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Harold Pinter - The Lover (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Harper Lee - To Kill A Mockingbird (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Haruki Murakami - After Dark (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Haruki Murakami - Kafka on the Shore (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Haruki Murakami - Norwegian Wood (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Haruki Murakami - The Wind Up Bird Chronicle (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hatib Abdul Kadir - Tangan Kuasa dalam Kelamin (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hatib Abdul Kadir - Tato (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Heinrich Harrer - Seven Years in Tibet (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Henri Chambert Loir (ed) - Sadur (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Henry Chambert Loir &amp;amp; Anthony Reid (ed) - The Potent Dead (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Henry H Calero - The Power of Non Verbal Communication (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Henry Poincare - Relativity of Space (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Heri Latief, dkk - Sastra Pembebasan (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Herman Hesse - Siddharta (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Herman Hesse - The Journey to the East (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Herman Hesse - Demian (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hermawan Kertajaya - Siasat Bisnis (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hervey Cleckley - The Mask of Sanity (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Homer - Iliad (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Honore de Balzac - Study of Woman (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Honore de Balzac - Ursula (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hu Siu Ing - Perjalanan Waktu (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hugh Dalziel Duncan - Sosiologi Uang (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hugh McLeod (ed) - Cambridge History of Christianity vol 9 (1914-2000) (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Iain Chambers &amp;amp; Lidia Curti (ed) - Post Colonial Question (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ian Buchanan - Gilles Deleuze (Routledge Critical Thinkers) (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ian Buchanan &amp;amp; Patricia MacCormack (ed) - Deleuze and the Schizoanalysis of Cinema (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ibaruri Putra Alam - Putri DN Aidit (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ignas Kleden - Sastra Indonesia Dalam 6 Pertanyaan (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ignatius Haryanto - Aku Selebriti Maka Aku Penting (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ira Levin - Boys for Brazil (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Isaac Asimov - I, Robot (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Isaac Asimov - The Complete Stories Vol 1 (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Isabelle A. Moser - How and When to Be Your Own Doctor (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Isabelle Delforge - Dusta Industri Pangan (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Israel Shahak - Jewish History, Jewish Religion (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Italo Calvino - If on a Night Winter a Traveler (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Italo Calvino - Invisible Cities (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Italo Calvino - Number in the Dark and Other Stories (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Italo Calvino - T Zero (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ivan Illich - Deschooling Society (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ivan Wibowo (ed) - Cokin, So What Gitu Loh? (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;J Hillis Miller - On Literature (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;J. Fabian Junge - Kesempatan yang Hilang (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jack David Eller - Introducing Anthropology of Religion (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jack Kerouac - Big Sur (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jack Kerouac - On The Road (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jack Mclver Weatherford - Indian Givers (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jack Morgan - Biology of Horror (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jacob and Wilhelm Grimm - Fairy Tales (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jacob Levison - Studies of Trees (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jacques Barzun - From Dawn to Decadence (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jacques Derrida - Acts of Religion (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jacques van Ruiten (ed) - Land of Israel in Bible, History and Theology (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jad Adams - Hideous Absinthe (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;James Danandjaja - Folklore Amerika (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;James Dodd - Violence and Phenomenology (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;James Fieser (ed) - Internet Encyclopaedia of Philosophy (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;James Gleick - Chaos, Making A New Science (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;James J Bloom - Jewish Revolt Against Rome (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;James Joyce - A Portrait of An Artist As A Young Man (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;James Joyce - Dubliners (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;James Joyce - Ullyses (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;James M Cain - The Postman Always Rings Twice (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;James Petras - The Power of Israel in the United States (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;James Procter - Stuart Hall (Routledge Critical Thinkers) (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jan Sihar Aritonang &amp;amp; Karel Steenbrink (ed) - History of Christianity in Indonesia (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Janet Steele - Wars Within (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Janwillem van de Wetering - The Empty Mirror (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jayne Gackenbach (ed) - Psychology and the Internet (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;JC Robertson - Sketches of Church History (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;JD Salinger - Nine Stories (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;JD Salinger - Out of Print (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;JD Salinger - Catcher in the Rye (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jean Baudrillard - Selected Writings (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jean Baudrillard - Simulation (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jean Gelman Taylor - Indonesian People and Histories (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jean Gelman Taylor - Social World of Batavia (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jean Paul Sartre - Intimacy (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jean Paul Sartre - Iron in the Soul (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jean Paul Sartre - Nausea (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jean Paul Sartre - The Age of Reason (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jean Paul Sartre - The Reprieve (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jean Paul Sartre - What is Literature (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jean Paul Sartre - Kata-kata (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jean Rhys - Wide Sargasso Sea (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jeffrey Archer - Kane and Abel (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jeffrey Eugenides - Middlesex (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jeffrey M Pilcher - Food in World History (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jennifer Brinkerhoff - Digital Diaspora (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jennifer Niederst - Web Design in Nutshell (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jennifer Seidl - Oxford Exercises on Idiom (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jerome Tadie - Wilayah Kekerasan di Jakarta (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jerrold E Hoggle (ed) - Cambridge Companion to Gothic Fiction (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jhumpa Lahiri - Unaccustomed Earth (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;JJ Kusni - Membela Martabat Diri dan Indonesia (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;JM Coetzee - Disgrace (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;JM Coetzee - In the Heart of the Country (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;JM Coetzee - Life and Times of Michael K (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;JM Coetzee - Elizabeth Costello (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Joane Harris - Chocolat (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Joanna Bourke - The Second World War - A People History (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Joe Haldeman - Hemingway Hoax (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Joel Levy - Lost Histories (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Johann Wolfgang Von Goethe - The Sorrows of Young Werther (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;John &amp;amp; Valerie Brainwhaite - Anomie and Violence (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;John Allyn - 47 Kisah Ronin (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;John Anthony West - Serpents in the Sky (The High Wisdom of Ancient Egypt) (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;John Barendt - Midnight in the Garden of Good and Evil (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;John Barth - Chimera (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;John Bartlett (ed) - Familiar Quotations (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;John Cheever - 13 Uncollected Stories (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;John Eastwood - Oxford Practice Grammar (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;John Elder Robison - Look Me in the Eyes (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;John F McCoy (ed) - The World Geographical Encyclopedia (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;John Holloway - Change the World Without Taking Power (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;John Kennedy Toole - Confederancy of Dunces (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;John Le Carre - Tailor of Panama (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;John M Allegro - The Sacred Mushroom and the Cross version 1-2 (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;John Man - The Great Wall (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;John Man - Terracota Army (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;John Miller Dow Meiklejohn - A Brief History of the English Language and Literature (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;John Perkins - Confession of an Economic Hitman (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;John Pilger - Hidden Agendas (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;John Roosa - Dalih Pembunuhan Massal (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;John Roosa (ed) - Tahun yang Tak Pernah Berakhir (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;John Steinbeck - Grapes of Wrath (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;John Steinbeck - The Moon is Down (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;John Steinbeck - Tortilla Flat (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;John Steinbeck - Tikus dan Manusia (Of Mice and Man) (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;John Steinbeck - Winter of Discontent (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;John Super &amp;amp; Brian Turley - Religion in World History (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jon Elster - Explaining Social Behaviour (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jonathan Culler - A Very Short Introduction of Literary Theory (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jonathan Kirsch - The Grand Inquisitor's Manual (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jonathan Straud - Ptolemy's Gate (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jonathan Straud - The Amulet of Samarkand (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jonathan Straud - The Golem's Eye (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jonathan Woodier - Media and Political Change in Southeast Asia (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jonru - Menerbitkan Buku itu Gampang (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Joost Smiers - Art Under Pressure (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Joost Smiers - Imagine There's No Copyright (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jorge Luis Borges - Autobiografia (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jorge Luis Borges - Collected Fictions (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jorge Luis Borges - Labyrinths (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jose Rizal - Social Cancer (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jose Saramago - Seeing (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jose Saramago - All the Names (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jose Saramago - Blindness (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Joseph Campbell - Occidental Mythology (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Joseph Heller - Catch 22 (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Joseph Pierre Proudhon - Philosophy of Misery (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Joseph Triemens - The Handy Cyclopedia of Things Worth Knowing (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Josey Bass - English Brainstormers (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;JSKK - Saatnya Korban Bicara (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jules Verne - Around the World in 80 Days (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Julia Kristeva - Powers of Horror (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Julian Barnes - Sejarah Dunia dalam 10 1/2 Bab (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Julian Preece (ed) - Cambridge Companion to Franz Kafka (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kaiser Fung - Numbers Rule Your World (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Karen Armstrong - Battle of God (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Karen Armstrong - History of God (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Karen Armstrong - Sejarah Tuhan (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Karen Armstrong - Islam, Short History (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Karen Armstrong - Buddha (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Karl Liebknecht - Militarism and Antimiltarism (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Karl Marx - Das Kapital Vol II (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Karl Marx - Das Kapital Vol III (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Karl Marx - Das Kapital Vol. I (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Karl Marx - Das Kapital Vol. IV (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Karl Marx - Eighteen Brumaire of Louis Bonaparte (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Karl Marx - German Ideology (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kate Sanborn - Memories and Anecdotes (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kath Woodward - Questioning Identity (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kazuo Ishiguro - Never Let Me Go (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kazuo Ishiguro - The Remains of the Day (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ken Kesey - One Flew Over the Cuckoo's Nest (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kenneth Curtis, etc - 100 Peristiwa Penting dalam Sejarah Kristen (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kenneth F Kipple &amp;amp; Kriemhild Conee Ornelas (ed) - Cambridge World History of Food Vol 1 &amp;amp; 2 (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kenzaburo Oe - Somersault (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kenzaburo Oe - The Pinch Runner Memorandum (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kevin Hogan - How to Read Anyone in 3 Seconds or Less (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kevin S Sandler - The Naked Truth (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Khaled Husaini - A Thousand Splendid Suns (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Khaled Husaini - Kite Runner (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Khrisna Sen - Kuasa Dalam Sinema (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kishore Mahbubani - Can Asians Think? (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Knut Hamsun - Hunger (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Knut Hamsun - Pan (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Koesalah Subagyo Toer - Pramoedya Ananta Toer dari Dekat Sekali (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kris Budiman - Semiotika Visual (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kuntowijoyo - Mantra Penjinak Ular (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kuntowijoyo - Hampir Sebuah Subversi (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kurt Vonnegut, Jr - Slaughterhouse Five (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kurt Vonnegut, Jr - Jailbird (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kusuma Snitwongse &amp;amp; W. Scott Thompson (ed) - Ethnic Conflict in Southeast Asia (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;L Rozakis - English Grammar for Utterly Confused (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;L.S. Vygotsky - Soviet Psychology (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Labibah Zein - Addicted to Weblog (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Langit Kresna Hariadi - Gajah Mada (buku 1) (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Larissa M Efimova - Dari Moskow ke Madiun? (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lawrence Joseph - Kiamat 2012 (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lawrence Lesig - Codev2 (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lee Spinks - Friedrich Nietzsche (Routledge Critical Thinkers) (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lee Yeounsuk - The Ideology of Kokugo (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Leo de Hartog - Gengis Khan (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Leo Tolstoy - Anna Karenina (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Leo Tolstoy - The Kingdom of God is Within You (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Leo Tolstoy - Walk in the Light (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Leon Trotsky - From October to Brest (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;LG Alexander - Longman English Grammar (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lib4All - Ilusi Negara Islam (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Linda Civitello - Cuisine and Culture (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Linus Suryadi - Pengakuan Pariyem (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lion Kimbro - How to Make a Complete Map of Every Thought You Think (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Logan Marshall (ed) - Myth and Legends of All Nations (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Louis Althusser - Lenin and Philosophy and Other Essays (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Louise L Hay - Heal Your Body (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lu Hsun - Diary of the Madman &amp;amp; Other Stories (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Luo Guanzhong - Sam Kok (Romance of Three Kingdoms) (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;M. Cameron Hay - Remembering to Live (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;M.C Ricklefs - Sejarah Indonesia Modern 1300-2004 (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;M.J Hyland - Carry Me Down (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Madeleine Van Hecke - Blind Spot (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mahardika Asmara, dkk - Dian Sastro for President #2 (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mahatma Gandhi - Autobiography (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Maksim Gorky - 26 and 1 Other Stories (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Maksim Gorky - Mother (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Malcolm Gladwell - Blink (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Malcolm Gladwell - Outliers (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Malcolm Gladwell - Tipping Point (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Malcolm Gladwell - What the Dog Saw (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Malcolm Lowry - Under the Volcano (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Malin Wahlberg - Documentary Time Film and Phenomenology (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Manai Sophiaan - Kehormatan Bagi yang Berhak (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mansour Fakih (ed) - Pendidikan Popular (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mao Tse Tung - Quotes (Little Red Book) (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Marcell Mauss - General Theory of Magic (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Marco Polo - Travels of Marco Polo (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Margaret Atwood - Dancing Girls and Other Stories (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Margaret Drabble (ed) - Oxford Companionship to English Literature vol 6 (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Margaret Mitchell &amp;amp; Frances M Young (ed) - Cambridge History of Christianity vol 1 (Beginning to Constantine) (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Margaret Yourcenar - Memoirs of Hadrian (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Marguerite Guzman Bouvard - Revolutionizing Motherhood (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Maria Montessori - Montessori Method (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mario Puzo - The Godfather (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mario Puzo - The Sicilian (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mario Puzo - Omerta (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mark Currie - Postmodern Narrative Theory (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mark Evan Furman &amp;amp; Fred P Gallo - Neurophysics of Human Behaviour (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Markus Bockmuehl (ed) - Cambridge Companion to Jesus (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Marshall McLuhan - Understanding Media (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Martin Amis - London Fields (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Martin Amis - Money (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Martin Amis - The Information (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Martin Clarke - Hysterical and Useless (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Martin Heidegger - Poetry, Language, Thought (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Martin McQuillan - Paul de Man (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Martin Stefan, Mike Travis, Robin M Murray - An Atlas of Schyzophrenia (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mary A. Lathbury - Child's Story of the Bible (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mary Gardner (ed) - Encyclopedia of Women in the Ancient World (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mary McCaskill - Grammar, Punctuation, Capitalization (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mary Roach - Stiff (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Masaru Emoto - Message from Water (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Masharto Alfathi - Layang-layang Putus (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Matthew Pearl - Misteri Kematian Poe (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Max Weber - Politics as Vocation (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Max Weber - Protestant Ethics and Spirit of Capitalism (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Max Weber - Sociology of Religion (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Melvin Powers - Practical Guide to Self Hypnosis (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Merril C Tenney - Survey Perjanjian Baru (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Meryl Runion - How to Use Power Phrases (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Michael Albert - Parecon (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Michael Angold (ed) - Cambridge History of Christianity vol 5 (Eastern Christianity) (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Michael Argyle - Psychology and Religion: An Introduction (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Michael Billig - Laughter and Ridicule (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Michael Clark - Paradoxes from A to Z (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Michael Dummett - On Imigration Refugee (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Michael Hart - Brief History of Internet (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Michael Lipka - Roman Gods, Conceptual Approach (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Michael Misita - How To Believe In Nothing And Set Yourself Free (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Michael Moore - Stupid White Men (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Michael Newton - Encyclopedia of Conspiracies dan Conspiracy Theory (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Michael Ondaatje - English Patient (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Michael Ondaatje - In the Skin of Lion (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Michael Parenti - Blackshirts and Reds (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Michael Swan - Basic English Usage (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Michel Foucault - Madness and Civilization (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Michel Foucault - The Birth of the Clinics (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Miguel de Cervantes - Don Quixote (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mike Wayne - Marxism and Media Studies (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mikhail Bakunin - God and the State (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mikihiro Moriyama &amp;amp; Manneke Budiman (ed) - Geliat Bahasa Selaras Zaman (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mikkel Birkegaard - The Library of Shadows (Libri de Luca) (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Milan Kundera - Laughable Loves (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Milan Kundera - Life is Elsewhere (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Milan Kundera - The Joke (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Milan Kundera - Unbearable Lightness of Being (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Miracle Distribution Center - Introduction to Miracles (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mitch Alborn - Five People You Meets in Heaven (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mitch Alborn - Tuesdays with Morries (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mortimer J Adler &amp;amp; Charles Van Doren - How to Read A Book (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Moshe Susser - Foucault untuk Pemula (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mudji Sutrisno &amp;amp; Hendar Putranto (ed) - Teori-teori Kebudayaan (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mudjijono - Judi Buntut, Mengapa Selalu Ada? (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Muhidin M Dahlan, Rhoma Dwi Aria - Lekra Tidak Membakar Buku (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Muriel Spark - The Prime of Miss Jean Brodie (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Musso - Djalan Baru Untuk Republik Indonesia (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;N. G Chernyschevsky - Hubungan Seni dan Realitas (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nadine Gordimer - Burger's Daughter (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Naguib Mahfouz - Midaq Alley (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Naguib Mahfouz - Palace of Desire (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Naguib Mahfouz - Palace Walk (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Naguib Mahfouz - Sugar Street (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Naguib Mahfouz - The Day the Leader was Killed (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Naguib Mahfouz - The Thief and the Dogs (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Naoki Yoshihara &amp;amp; Raphaella Dewantari Dwianto (ed) - Grass Roots and the Neighbourhood Association (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Naomi Klein - No Logo (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Naomi Klein - Shock Doctrine (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nassim Nicholas Taleb - The Black Swan (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Neil Gaiman - American Gods (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Neil Gaiman - Anansi Boys (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Neil Gaiman - Don’t Panic (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Neil Gaiman - Enilaroc (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Neil Gaiman - Neverwhere (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Neil Gaiman - Stardust (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Neil Gaiman - The Graveyard Book (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Neil Gaiman &amp;amp; Terry Pratchett - Good Omens (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nicholas J Karolides - Banned Books (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nicholas Saunders. - E for Ecstasy (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nicholas Tarling (ed) - Cambridge History of Southeast Asia vol 1 (Early Times - 1800) (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nicholas Tarling (ed) - Cambridge History of Southeast Asia vol 2 (19th-20th century) (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nick Hornby - High Fidelity (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nicolay Gogol - Dead Souls (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nicolay Gogol - The Inspector (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nigel West - Historical Dictionary of Intelligence (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nikos Kazantsakis - Last Tempation of Christ (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Noah St John - Secret Code of Success (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Noam Chomsky - From Terror to Agression (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Noam Chomsky - Hegemony or Survival (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Noam Chomsky - Media Control (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Noam Chomsky - Rethinking Camelot (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Noam Chomsky - Memeras Rakyat; Neoliberalisme dan Tatanan Dunia Baru (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Noelle McAffee - Julia Kristeva (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Norman Fairclough - Language and Power (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nurhady Sirimorok - Laskar Pemimpi (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;NY Times  - Current History The European War, March 1915 (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nyoman Pendit - Mahabharata (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ong Hok Ham - Anti Cina, Kapitalisme Cina dan Gerakan Cina (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Orhan Pamuk - My Name is Red (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Orhan Pamuk - Snow   (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Orhan Pamuk - The White Castle (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ornella Corazza - Near Death Experience (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Oscar Romero - Violence of Love (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Oscar Wilde - The Picture of Dorian Gray (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pamela Stewart &amp;amp; Andrew Strathern - Witchcraft, Sorcery, Rumors (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pamela Thurschwell - Sigmund Freud (Routledge Critical Thinkers) (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pamusuk Erneste - Buku Pintar Penyuntingan Naskah (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Panikos Panayi - Spicing Up Britain (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Park Honan - Christopher Marlowe: Poets and Spy (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Patricia Wilcox Peterson - Changing Times Changing Tenses (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Paul Carus - The History of Devil (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Paul Grainge (ed) - Memory and Popular Film (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Paul Ricoeur - Memory, History, Forgetting (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Paul Theroux - Riding the Iron Rooster (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Paulo Coelho - Brida (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Paulo Coelho - By The River Piedra I Sat Down and Wept (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Paulo Coelho - Eleven Minutes (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Paulo Coelho - The Alchemists (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Paulo Coelho - The Devil and Miss Prym (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Paulo Coelho - The Valkyries (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Paulo Coelho - The Witch of Portobello (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Paulo Coelho - The Zahir (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Paulo Coelho - Veronica Decides To Die  (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Paulo Coelho - The Pilgrimage (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Paulo Coelho - Stories for Parents, Children, and Grandchildren (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Paulo Coelho - Veronika Memutuskan Mati (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Peer Holm Jorgensen - Forgotten Massacre (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penny van Esterik - Food Culture in Southeast Asia (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Per Personn - Understanding Cinema (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Percy Bysshe Shelley - A Defence of Poetry and Other Essays (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Peter Goldie - On Personality (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Peter Lowe - Contending with Nationalism and Communism (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Peter Nowak - Sex, Bombs, and Burgers (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Phil Hutchinson - Shame and Philosophy (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Philip Goldstein - Introduction to Post Marxist Theory (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Phillip Ball - The Music Instinct (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Phillip Pullman - Northern Lights (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Phillip Pullman - The Amber Spyglass (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Phillip Pullman - The Subtle Knife (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Phillip Roth - Human Stain (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Phillip Roth - Portnoy's Complaint (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Phillip Taylor - Munitions of the Mind (A History of Propaganda) (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pierro Scaruffi - History of Rock Music (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pramoedya Ananta Toer - Arok Dedes (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pramoedya Ananta Toer - Perburuan (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pramoedya Ananta Toer - Nyanyi Sunyi Seorang Bisu (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pramoedya Ananta Toer - Bukan Pasar Malam (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pramoedya Ananta Toer - Gadis Pantai (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pramoedya Ananta Toer - Jalan Raya Pos, Jalan Daendels (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pramoedya Ananta Toer - Panggil Aku Kartini Saja (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pramoedya Ananta Toer - Rumah Kaca (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pramoedya Ananta Toer - Saya Terbakar Amarah Sendirian (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pramoedya Ananta Toer - Tales from Djakarta (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pramoedya Ananta Toer - Jejak Langkah (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Puthut EA - Cinta Tak Pernah Tepat Waktu (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Puthut EA - Isyarat Cinta yang Keras Kepala (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Puthut EA - Seekor Bebek yang Mati di Pinggir Kali (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Puthut EA (ed) - Oposisi Maya (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;R. K Narayan - Man Eater of Malgudi (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;R. K Narayan - Ramayana &amp;amp; Mahabharata (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;R. Lee - Anecdotes of the Habits and Instinct of Animals (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;R. Po Chia-Hsia (ed) - Cambridge History of Christianity vol 6 (Reform and Expansion) (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rabindranath Tagore - The Post Office (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rachel Bowlby - Freudian Mythology (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rawdon Wyatt - Check Your Vocabulary English for IELTS (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ray Bradbury - Farenheit 451 (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ray Bradbury - Zen in the Art of Writing (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ray Bull, etc - Criminal Psychology (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Renata Salecl - On Anxiety (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rhonda Bryne - The Secret (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Richard A Gabriel - Military History of Ancient History (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Richard Dawkins - The Selfish Gene (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Richard J Lane - Jean Baudrillard (Routledge Critical Thinkers) (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Richard King - Orientalism and Religion (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Richard Lloyd Parry - Zaman Edan (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rick Cornish - 5 Menit Teologi (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rick Cornish - 5 Menit Apologetika (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rick Cornish - 5 Menit Sejarah Gereja (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ritchie Robertson (ed) - Cambridge Companion to Thomas Mann (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Roald Dahl - Beware of the Dog (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Roald Dahl - Completed Stories vol 1 (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Roald Dahl - Completed Stories vol 2 (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rob Marett - Anthropology (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rob Melton - News Writer Handbook (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Robert D Keppel &amp;amp; William J Birnes - Serial Violence (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Robert Dick Read - Penjelajah Bahari (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Robert Graves - I, Claudius (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Robert Harris - Pompeii (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Robert Hassan &amp;amp; Julian Thomas (ed) - The New Media Theory (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Robert Louis Stevenson - Art of Writing (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Robert Louis Stevenson - Familiar Studies of Men &amp;amp; Books (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Robert M. Pirsig - Zen and the Art of Motorcycle Maintenance (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Robert W Hefner - Civil Islam (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Roem Topatimasang - Sekolah itu Candu (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Roger Penrose - Road to Reality (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Roger Simon - Gagasan-gagasan Politik Gramsci (Gramsci's Political Thoughts) (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Roland B Dixon - Oceanic Mythology (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Roland Barthes - Mythologies (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Roland Huntford - The New Totalitarians (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ross Wilson - Theodor Adorno (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rudolf Mrazek - Engineers of Happy Land (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rudolf Rocker - Introduction of Daily Life (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rudolf Steiner - Road to Self Knowledge (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Russ Kick - 50 Things Youre Not Supposed To Know (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Russ Kick (ed) - You Are Being Lied to - Disinformation Guide (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rustopo - Menjadi Jawa (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ruth B Bottigheimer - Fairy Tales : A New History (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ruth McVey - Kemunculan Komunisme Indonesia (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;S. Acharya - The Christ Conspiracy (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Salahen Moentaha - Bahasa dan Terjemahan (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Salman Rushdie - Fury (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Salman Rushdie - Midnight Children (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Salman Rushdie - Moor's Last Sigh (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Salman Rushdie - Satanic Verses (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Salman Rushdie - Shame (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Samuel Beckett - Endgame (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Samuel Beckett - Malone Dies (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Samuel Beckett - Waiting for Godot (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sandra Cisneros - Caramelo (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sara Mills - Michel Foucault (Routledge Critical Thinkers) (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saul Bellow - Henderson the Rain King (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saut Situmorang (ed) - Cybergraffity (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sean Homer - Jacques Lacan (Routledge Critical Thinkers) (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Seymour M. Hersh - My Lai 4 - A Report on the Massacre and Its Aftermath (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Shelley Emling - Fossil Hunter (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Shelley Walia - Edward Said dan Penulisan Sejarah (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sheridan Gilley &amp;amp; Brian Stanley (ed) - Cambridge History of Christianity vol 8 (World Christianities 1815-1914) (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Shin Nakagawa - Musik dan Kosmos (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sigit Susanto - Menyusuri Lorong-lorong Dunia 1 (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sigit Susanto - Menyusuri Lorong-lorong Dunia 2 (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sigit Susanto - Sosialisme di Kuba (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sigmund Freud - Book of Dream Psychology (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sigmund Freud - Interpretation of Dream (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sigmund Freud - Psikopatologi dalam Kehidupan Sehari-hari (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sihar Ramses Simatupang - Lorca (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Simon During - Foucault and Literature (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Simon Malpas - Jean Francois Lyotard (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Simon Swift - Hannah Arendt (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Simon Winchester - The Meaning of Everything (A)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Simon Winchester - Krakatau (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Simon Winchester - Professor and the Madman (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Simone de Beauvoir - The Second Sex 1 (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sindhunata - Kambing Hitam (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sindhunata - Putri Cina (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Slavoj Zizek - How to Read Lacan (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Slavoj Zizek - On Belief (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Snouck Hurgronje - Mohammedanism (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Soe Hok Gie - Di Bawah Lentera Merah (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Solomon H Katz (ed) - Encyclopedia of Food and Culture (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Spider Robinson - The Crazy Years (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sriwidjono - Pendekar Penebar Maut 1 (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Stephen Hawking - Brief History of Time (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Stephen King - Danse Macabre (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Stephen King - On Writing (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Stephen Morton - Gayatri Spivak (Routledge Critical Thinkers) (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Stephen Mulhall - On Film (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Steve Chandler - 100 Ways to Motivate Others (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Steve Jones - Antonio Gramsci (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Steven B Karch  - A Brief History of Cocaine (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Steven Covey - 7th Habit Families (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Steven Hiatt (ed) - A Game as Old as Empire (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Steven Runciman - A History of the Crusades, Volume 1-3 (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Stewart J Brown &amp;amp; Timothy Tackett (ed) - Cambridge History of Christianity vol 7 (1660-1815) (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Stewart M Hoover - Religion in the Media Age (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Stieg Larsson - The Girl With Dragon Tattoo (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Stieg Larsson - The Girl Who Played With Fire (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Stuart Sim - Post Marxism (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Stuart Taberner - Cambridge Companion to Gunter Grass (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sue Grafton - C is for the Corpse (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sue Grafton (ed) - Writing Mysteries - A Handbook (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sue Grafton, etc - Chicken Soup for the Writers Souls (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sun Tzu - Art of War (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Susan Frank Parsons (ed) - Cambridge Companion to Feminist Theology (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Susan George - Pangan untuk Pemula (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Susan Sontag - On Photography (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tan Malaka - Gerpolek (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tan Malaka - Madilog (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Teilhard de Chardin - Gejala Manusia&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ted Honderich (ed) - Oxford Companion to Philosophy (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Terence McKenna - Food of Gods (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Thierry Boucquey (ed) - Encyclopedia of World Writers (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Thomas C Foster - How to Read Literature Like A Professor (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Thomas L Friedman - The World is Flat (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Thomas Leitch - Crime Films (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Thomas Mann - Buddenbrooks (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Thomas Mann - Death in Venice and Other Stories (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Thomas Mann - Doctor Faustus (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Thomas Mann - Mario and the Magician &amp;amp; Other Stories (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Thomas Paine - Age of Reason (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Thomas S Kane - Oxford Esential Guide to Writing (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Thomas Stamford Raffles - History of Java 1-2 (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Thomas Wolfe - You Can't Go Home Again (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Thomas Wolfe - The Web and The Rock (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Thomas Wood - Practical Grammar and Composition (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tim Lahaye - Babylon Rising (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tim Penelusur Sejarah Sidoarjo - Jejak Sidoarjo (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tim Weiner - Legacy of Ashes (History of CIA) (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Timothy Brennan - Wars of Position (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Timothy Clark - Martin Heidegger (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Todd May - Gilles Deleuze, An Introduction (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tom &amp;amp; Sara Pendergast - St James Encyclopedia of Popular Culture Vol. 1-5 (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tom Harpur - Pagan Christ (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tom Sharpe - Vintage Stuff (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tom Wolfe - Bonfire of Vanities (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tom Wolfe - Electric Kool Aid Acid Test (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tom Wolfe - I am Charlotte Simmons (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tom Wolfe - The Right Stuff (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Toni Morrison - Beloved (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Toni Morrison - Bluest Eye (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Toni Morrison - Sula (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Toni Morrison (ed) - Burn this Book (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tony Augarde (ed) - The Oxford Dictionary of Modern Quotations (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tony Augarde (ed) - The Oxford Dictionary of Quotations (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tony Buzan - Speed Memory (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tony Buzan - Use Your Perfect Memory (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tony Judt - A History of Europe Since 1945 (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Totok Djuroto - Manajemen Penerbitan Pers (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Truman Capote - Answered Prayers (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Truman Capote - Breakfast at Tiffany (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Truman Capote - Other Voices Other Rooms (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Truman Capote - The Grass Harp (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Truman Capote - In Cold Blood (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tynan - Make Her Chase You (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Umberto Eco - Baudalino (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Umberto Eco - Foucault Pendulum (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Umberto Eco - Mysterious Flame of Queen Loana (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Umberto Eco - Serendepities; Language and Lunacy (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Umberto Eco - The Island of the Day Before (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Umberto Eco - The Name of the Rose (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Umberto Eco - Tamasya Menuju Hiperealitas (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ursula Tidd - Simone de Beauvoir (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Victor E Frankl - Man's Search For Meaning (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Virginia Woolf - Mrs. Dalloway (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Vladimir Illich Lenin - Apa yang Harus Dikerjakan? (What is to be Done?) (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Vladimir Nabokov - Laughter in the Dark (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Vladimir Nabokov - Lolita (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Vladimir Nabokov - Look at the Harlequins! (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Vladimir Nabokov - Pale Fire (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Vladimir Nabokov - The Stories of Nabokov (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Vladimir Nabokov - Bend Sinister (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;VS Naipaul - Sepetak Rumah untuk Tuan Biswas (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;W Somerset Waugham - Collected Short Stories (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;W. A. Clouston - Book of Wise Sayings Selected Largely from Eastern Sources (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;W. Scott-Elliot - Story of Atlantis and the Lost Lemuria (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;W.Robert Nay - Mengelola Kemarahan (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Walker Percy - Moviegoer (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Walter Wangerin - Paulus, Rabi Yahudi (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Walter Wangerin - Yesus (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Wasino - Wong Jawa Wong Cina (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Webster G Tarpley - Obama - The Postmodern Coup (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Wilhelm Reich - The Mass Psychology of Fascism (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;William Blades - Enemies of Books (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;William Faulkner - Collected Stories (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;William Gibson - Neuromancer (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;William James - The Varieties of Religious Experience (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;William L Hamilton - Saints and Psychopaths (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;William Smith - A Smaller History of Rome (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;William Styron - Darkness Visible (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;William Styron - The Long March (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;William Thackeray - Book of Snob (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Wim Wertheim - Dunia Ketiga, Dari dan Ke Mana?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Winston Groom - Forrest Gump (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Wiwien Widyowati. R - Ensiklopedi Wayang (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Wolfgang Iser - The Act of Reading (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Wolfram Eberhard - A History of China (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Xialu Guo - Village of Stone (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Xinru Liu - The Silk Road in World History (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Xu Wenying - Eating Identities (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Y Tri Subagja - Menanti Ajal : Etnografi Masyarakat Jawa tentang Kematian (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Yann Martel - Life of Pi (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Yannick Murphy - Signed Mata Hari (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Yannis Stavrakakis - Lacan and the Political (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Yasunari Kawabata - Beauty and Sadness (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;YB Mangunwijaya - Rumah Bambu (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;YB Mangunwijaya - Roro Mendut (Trilogi) (P)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Yon Machmudi - Islamizing Indonesia (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Yudit K Greenberg (ed) - Encyclopedia of Love in World Religions (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Zecharia Sitchin - Genesis Revisited (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Zolar - Encyclopedia of Ancient and Forbidden Secrets (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Unknown - Bhagavad Gita (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Unknown - Encyclopaedia Britannica, 11th Edition, Volume 2, Part 1, Slice 1 (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Unknown - Encyclopaedia Britannica, 11th Edition, Volume 4, Part 3 (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Unknown - Mati Ketawa daripada Soeharto (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Unknown - Routledge Encyclopedia of Philosophy (E)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Unknown - Urantia Papers (E)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;TOP SCORER:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;12: Paulo Coelho&lt;/div&gt;&lt;div&gt;11: Pramoedya Ananta Toer&lt;/div&gt;&lt;div&gt;8: Gabriel Garcia Marquez, Neil Gaiman&lt;/div&gt;&lt;div&gt;7: George Orwell, Umberto Eco, Jean Paul Sartre, Aldous Huxley&lt;/div&gt;&lt;div&gt;6: Ahmad Tohari, Ernest Hemingway, Karl Marx, Vladimir Nabokov, Naguib Mahfouz&lt;/div&gt;&lt;div&gt;5: Anthony Burgess, Albert Camus, Doris Lessing, Fyodor Dosteyovsky, John Steinbeck, Karen Armstrong, Noam Chomsky, Salman Rushdie&lt;/div&gt;&lt;div&gt;4: Amy Tan, Cormac McCarthy, Erich Fromm, Franz Kafka, Haruki Murakami, Italo Calvino, JM Coetzee, Malcolm Gladwell, Milan Kundera, Puthut EA, Thomas Mann, Tom Wolfe, Toni Morrison, Anthony Beevor&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11940105-6366396739267495299?l=lalathijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lalathijau.blogspot.com/feeds/6366396739267495299/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11940105&amp;postID=6366396739267495299&amp;isPopup=true' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11940105/posts/default/6366396739267495299'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11940105/posts/default/6366396739267495299'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lalathijau.blogspot.com/2010/10/1000-3.html' title='1000 + 3'/><author><name>ary</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03207474458678987363</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://photos16.flickr.com/20912285_e28978ae26.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11940105.post-4725384290810959991</id><published>2010-09-19T16:05:00.013+07:00</published><updated>2010-09-20T17:13:01.567+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='film'/><title type='text'>Panduan Saya Kalau Akan Memilih Film</title><content type='html'>&lt;div&gt;Sudah lama tidak nonton film karena berbagai alasan bikin saya memang agak ketinggalan dengan info-info, apalagi pengalaman nonton. Tapi, sebenarnya selain karena kendala waktu dan sumber daya, saya juga sudah beberapa bulan agak malas nonton film karena jujur saja agak bosan dengan tema film yang saya tahu dan bisa saya akses (lewat rental atau lewat temen yang mendownload dan mensharenya di kantornya). Terakhir kali saya nonton film adalah.. err.. kemarin malam :P Saya nonton dua film yg sudah lama ngendon di laptop saya, yaitu Book of Eli dan Shutter Island. Kesan saya adalah kedua film itu masih kurang memuaskan. Yang agak terpuaskan justru adalah aksi Eli yang tidak kunjung terkalahkan (hehe.. kenapa saya justru suka, nanti penjelasannya). Tapi, twist ending dari kedua film itu agak.. ya begitulah. Yang Book of Eli tidak masuk akal, sedangkan yang Shutter Island sudah jadi klise. Nah, apa yang bikin saya bersemangat dan tidak bersemangat nonton film ada beberapa, di antaranya adalah berikut ini.&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;18 JENIS FILM YANG TERTARIK SAYA LIHAT&lt;/b&gt;&lt;div&gt;1. Saya tidak tahu bagaimana mendefinisikan film-film drama macam Before Sunrise, Before Sunset, Lost in Translation, Great Expectation. Tapi, intinya filmnya adalah jenis drama romance tapi agak keeropa-eropaan, realistis (mungkin GE agak tidak realistis, tapi tetap saja saya masukkan ke sini), dan pemerannya "menggemaskan" (tapi yang dewasa kayak Gwyneth Paltrow, Julie Delpy, Scarlett Johansonn, bukan yang macam Megan Fox begitu), ada seni-seninya (siapa yang tidak suka dengan karya gambar di GE?) dan setting gambarnya bagus.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;2. Film gangster ala Quentin Tarantino dan Guy Ritchie. Tema film-film macam Pulp Fiction, Rocknrolla, Snatch, Lock Stock Two Smoking Barrells, Reservoir Dogs, True Romance, adalah sama: pelanduk di tengah pertarungan dua gajah, dan pelanduknya yang menang. Meski kadang agak bosan, tapi kalau ada yang begituan lagi saya tetap mau menonton. Tapi, beberapa film ganster meski bukan karya kedua sutradara itu juga ada yang lumayan bagus, misalnya Scarface.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;3. Film tentang alam pikiran. Seperti misalnya Being John Malkovich, Eternal Sunshine in Spotless Mind, Adaptation, semuanya Charlie Kauffman ya? Kalau begitu saya tambahi The Machinist, The Jacket. Kalau Inception saya belum nonton sih.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;4. Film yang diangkat dari karya sastra (terutama yang sastrawan kiri). Meski saya agak ngantuk waktu nonton Love in Time of Cholera (alasannya nanti saya beritahu), tapi kalau film seperti Unbearable Lightness of Being, Kite Runner (yang ini tidak tahu kiri, kanan, timur, utaranya), Clockwork Orange, In the Name of Rose saya jelas suka. Saya sekarang menunggu Blindness.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;5. Film perang Vietnam. Bukan Rambo tentu saja, tapi perang Vietnam yang dibuat oleh orang yang anti perang. Kalau soal ini tidak bisa lepas dari nama Oliver Stone. Platoon, Full Metal Jacket, Apocalypse Now, atau juga Born ifn Forth of July adalah film yang semua pasti setuju kalau bagus.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;6. Film mafia Hongkong tahun 80-90an. Kalau ada yang dibikin baru-barusan saya tidak akan terlalu tertarik rasanya. Inilah yang harusnya pantas disebut film nonton Cino Ngamuk hehehe... Yang termasuk di sini adalah macam A Better Tommorow dan Young and Dangerous beserta sekuel-sekuelnya, atau film-film yang dibintangi Chow Yun Fat, Ti Lung, Shing Fui-On, Ng Chi Hung, Roy Cheung, Kenneth Tsang yang ceritanya biasanya tentang mafia yang mau tobat tapi terpaksa balik jadi mafia lagi, balas dendam, dan terakhir pasti ada banyak-banyakan pengikut selalu bikin saya suka. Buktinya Tarantino pun sampai meniru. Dan inilah salah satu alasan saya suka si Eli yang tak terkalahkan, menurut saya dia mafia Hong Kong banget gitu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;7. Film tentang orang gila. Misalnya Fight Club, He Loves Me He Loves Me Not atau boleh juga I Am Sam (bukan gila). Nah, seharusnya Shutter Island saya suka kan? Tapi, penjelasan saya kurang suka ada di bagian nanti.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;8. Film tentang sosok atau komunitas yang keren. Capote, Basquiat, The Doors, The Hours, 24 Hours Party People, Motorcycle Diaries, American Splendor, bikin saya semangat karena saya juga suka dengan tokoh yang diangkat itu. Sedangkan yang komunitas misalnya This is England, Trainspotting, dll.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;9. Film yang alur atau sinematografinya diacak-acak. Ya, kalau yang alur tentu sudah tahu, film macam Memento, Irreversible, atau yang alurnya sambung menyambung macam Amelie, sedangkan yang sinematografi misalnya Natural Born Killers dan Kill Bill.   &lt;/div&gt;&lt;div&gt;10. Film yang tidak masuk akal sekalian (tapi serius). Film tentang perjalanan waktu (mis: Time Traveller's Wife, 12 Monkeys) atau tentang waktu lainnya, macam Run Lola Run dan Curious Case of Benjamin Button atau yang seperti Inglorious Basterds adalah contohnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;11. Film sehari dua hari. Mungkin termasuk di sini road movie (Y Tu Mama Tambien, Little Miss Sunshine), atau juga termasuk Sideways dan Dog Day Afternoon. Lebih bagus lagi kalau seperti Before Sunset. Asal yang drama loh.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;12. Film yang terpisah-pisah. Paris Je'T Aime dan New York I Love U mungkin ekstremnya. Tapi, yang lain misalnya Babel, Crash, atau juga Love Actually.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;13. Film komedi yang bukan tentang percintaan dan slapstick. Death in a Funeral (yang versi Inggris) Forrest Gump, dan Life is Beautiful, contohnya. Slapstick pengecualiannya adalah A Fish Called Wanda.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;14. Film tentang kematian. Entah film tentang orang yang mau mati (Bucketlist, yang lain lupa) atau yang tentang kehidupan sesudah kematian (Sixth Sense, The Others) yang mungkin bagi sebagian orang disebut film hantu, tapi bagi saya tidak juga.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;15. Film tentang penjara. Shawshank Redemption, Prison on Fire (film Hong Kong) bahkan Undisputed pun saya menikmatinya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;16. Film tentang akal-akalan. Ocean Eleven (Twelve masih oke, tapi Thirteen sudah membosankan), Catch Me if You Can, Burn after Reading, termasuk juga No Country for Old Men, Fugitive, dan semacam itu juga cukup menghibur. Beberapa film tentang pengadilan (asal bukan yang karya Grisham) saya juga cukup menikmatinya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;17. Film sejarah politik modern. Yang ini bukan film perang dan bedakan juga dengan film propaganda macam The Year of Living Dangerously. Film yang termasuk bagus seperti Last Emperor dan JFK. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;18. Film dengan jajaran award di kovernya. Meski sekarang penilaian seperti ini sudah agak saya kurangi karena sering kali yang dijajar adalah termasuk karena film itu masuk nominasi (bukan juara) di festival yang kurang terdengar gaungnya. Kalau nominasi apalagi juaranya di Cannes, Toronto atau Sundance atau (kadang) Oscar itu yang poinnya besar.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;10 JENIS FILM YANG TIDAK TERTARIK SAYA LIHAT&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;1. Film bersetting zaman Victorian. Dengan pria memakai wig dan perempuan memakai gaun besar-besar, saya terus terang sudah mengantuk duluan. Ini salah satunya ya Love in the Time of Cholera, sekalipun itu diangkat dari karya Marquez. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;2. Film tentara perang dunia. Entah kenapa kalau tentang tentara, saya tidak suka yang setting di Perang Dunia II atau I. Saya tegaskan lagi, ini khusus untuk yang tentang tentara (mis: Saving Private Ryan, Band of Brothers) dan bukan dari segi rakyatnya (mis: Pianist, Malena, The Reader). Kalo yang jenis terakhir saya masih suka meski tidak saya masukkan ke daftar jenis yang saya suka.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;3. Film futuristik. Macam the Matrix, Johnny Mnemonic, bikin saya bosan seperti halnya film Victorian.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;4. Film post-apocalypse. Dalam hal ini adalah yang settingnya di padang gurun tandus (Mad Max) atau tempat-tempat membosankan lainnya (di laut: Waterworld). Book of Eli dan 12 Monkeys masih bisa lolos karena beberapa hal.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;5. Film tentang bom. Kisah tentang para penjinak bom, seperti Speed, Die Hard, tidak tahu kenapa saya merasa bom itu kurang seru saja.    &lt;/div&gt;&lt;div&gt;6. Film olahraga. Memang, ada juga yang suka seperti Any Given Sunday. Tapi, karena menurut saya menyaksikan pertandingan olahraga yang sebenarnya (bukn film) sudah seperti ada drama tersendiri, maka film tentang olahraga sering kali kalah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;7. Film tentang gay. Saya bukannya homophobic, tapi film-film pengadvokasi kaum homoseksual rasanya sudah terlalu banyak meski saya suka Boys Dont Cry, atau juga Capote.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;8. Film alien. Yang jenisnya seperti Alien (meski film ini juga sangat berpengaruh karena orang sekarang jadi menyebut makhluk luar angkasa sebagai alien) terutama adalah yang tidak saya suka karena settingnya cuma di pesawat. Yang lain, misalnya Knowing atau The Sign, masih mendinganlah. Kalau yang komedi macam Evolution dan Koi Mil Gaya, dan Men In Black? No Comment!  &lt;/div&gt;&lt;div&gt;9. Film yang kovernya bergambar orang membawa/mengacungkan pistol. Kalau di rental saya lihat kover seperti ini saya sudah ilfil dulu, padahal kadang ada juga yang bagus.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;10. Film yang dari awal ke belakang yang berbicara cuma dua atau tiga orang. Pengecualian mungkin Before Sunset. Sedangkan contoh yang tidak suka adalah Antichrist dan yang lain lupa. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;11 NAMA PEMERAN YANG BIKIN SAYA TERTARIK&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;1. Brad Pitt. Sudah pernah saya kemukakan sebelumnya. Rupanya selera yang dipilih Brad Pitt cukup sesuai dengan selera saya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;2. Michael Madsen. Ini dia spesialis orang jahat tapi juga ada sisi baik hatinya. Kebetulan juga ia langganan bermain di filmnya Tarantino sehingga saya agak bias dan menganggapnya salah satu jaminan meski sepertinya ia jarang jadi pemeran utama.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;3. Bruce Willis. Yeah, memang Die Hard dan Armageddon itu penuh klise, Expendables juga tak jelas, tapi film-film Willis sebagian bagus. Ekspresi wajahnya yang seperti orang menderita bahkan agak kayak orang stroke (bukan wajah menantang seperti Stallone dan Arnold) itu yang bikin Willis tidak seperti bintang film action ledak-ledakan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;4. Morgan Freeman. Sebenarnya yang satu ini karakternya juga begitu-begitu saja, orang tua yang banyak makan asam garam, atau yang sudah mau pensiun, tapi nada suaranya yang mantap itu bikin senang mendengarkannya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;5. Uma Thurman. Yang ini juga kadang bermain di film pasaran macam Batman atau My Super Ex Girlfriend, tapi wajah dinginnya bikin penasaran melihat dia bermain jadi apa lagi kali ini.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;6. Audrey Tautou. Sejak nonton Amelie, saya lalu melihat A Very Long Engagement, He Loves Me He Loves Me Not, Dirty Pretty Things, God is Great I Am Not, dan Russian Dolls, dan saya tidak pernah kecewa. Tapi, saya mulai takut juga kalau kecewa.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;7. Ng Chi Hung. Sebenarnya nama ini cuma salah satu contoh saja. Yang paling menarik dari film mafia Hongkong memang bagi saya adalah karakter penjahatnya. Rasanya mereka benar-benar jahat. Ng Chi Hung ini adalah salah satu yang selalu jadi penjahat (tapi belum tentu dia jahat, karena kadang dia juga membantu protagonisnya). Entah tatonya betulan atau bukan, tapi wajahnya memang seperti bos judi buntut.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;8. Gary Oldman. Orang ini wajahnya sebenarnya tidak terlalu saya hafal. Wajahnya sering berubah-ubah. Tapi namanya kondang sebagai penjahat yang bagus meski beberapa filmnya juga ada yang jelek. Selain dia, Benicio del Toro, Anthony Hopkins atau Jack Nicholson juga mirip (wajah penjahat) meski kadang juga memainkan peran protagonis. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;9. Gael Garcia Bernal. Nah, kalo soal film-film berbau Amerika Latin (tapi ada juga film Prancis yang dibintanginya, Science of Sleep), saya selalu menjumpai nama ini. Yah, bagaimana lagi?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;10. Sean Penn. Biasanya, aktor yang bisa jadi sutradara itu jenius. Apalagi kalau dia terjun di politik dan menyuarakan yang benar. Salah satunya Sean Penn ini. Waktu sebagai aktor dia beberapa kali memilih film yang bagus (I Am Sam, Mystic River) yang membedakan dia (mungkin) dengan Clint Eastwood (yang lebih saya sukai karyanya sebagai sutradara), dan sebagai sutradara dia juga mengarahkan film yang bagus (Into the Wild).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;11. Monica Belluci. Hmm..&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;11 NAMA PEMERAN YANG BIKIN SAYA TIDAK TERTARIK&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;1. Leonardo di Caprio. Inilah alasan saya tidak terlalu suka dengan Shutter Island dan kurang semangat melihat Inception. Meski dia sekarang sudah makin tua dan film-filmnya sebenarnya juga bagus (The Beach dan Catch Me if U Can bagus), tapi saya masih selalu terbayang si Leo di Growing Pains dan Titanic yang seperti teenage idol.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;2. Sigourney Weaver. Yang ini juga. Saya masih selalu ingat dia sebagai pemeran film yang tidak saya suka (Alien). Jadilah dia terstigmakan dengan semena-mena.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;3. Jack Black. Enuff said. Konyol dan kebanyakan main di film tidak bermutu (meski saya suka High Fidelity dan King Kong).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;4. Angelina Jolie. Sejauh ini, film-film Jolie kebanyakan tidak masuk kualifikasi saya, dan itu secara nanggung (maksudnya bukan karena jelek-jelek banget). Jadi, maafkan mungkin kamu harus meniru Brad Pitt.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;5. Robin Williams. Dead Poets Society itu sebenarnya bagus, tapi kalau saja aktornya bukan Williams mungkin saya bisa lebih menganggapnya serius. Meski demikian, One Hour Photos cukup baik tapi sekali lagi dia tidak bisa menghilangkan wajah nyengir yang saya benci itu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;6. Tom Cruise. Si cebol ini meski pernah main di film bagus seperti Vannila Sky dan Born in Fourth of July tapi bagi saya gerak-geriknya tidak enak dilihat. Kalau saja dia dari dulu tidak main di film action, mungkin saja dia bisa masuk ke daftar di atas.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;7. Ashton Kutcher. Oh, rasanya akan selalu sulit tertarik menonton film yang ada nama orang ini (biarpun judul Butterfly Effect sepertinya menarik, tapi gara-gara yang main dia maka saya yakin filmnya jelek)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;8. Matt Damon. Film-film Bourne dan tampangnya yang seperti Wayne Rooney bikin saya selalu berpikir beberapa kali dan mengecek beberapa situs film dulu sebelum memutuskan memilih menonton film yang dibintanginya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;9. Cameron Diaz. Dia main di Any Given Sunday, Being John Malkovich dan Vanilla Sky, tapi yang saya ingat dia lebih identik dengan There's Something about Mary dan the Mask&lt;/div&gt;&lt;div&gt;10. Sandra Bullock. Saya belum juga tertarik nonton Blindside karena dia. Memang kabarnya Bullock sendiri mengeluh dia selalu cuma main di film-film hiburan dangkal, tapi saya termasuk yang masih mengidentikkan dia seperti itu. Cuma satu film tidak cukup buat pembuktian ya Bu San.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;11. Will Smith. Tidak suka kecuali dia memainkan peran yang jauh berbeda dari biasanya (good try di film Ali, misalnya) dan tidak berpasangan dengan orang-orang negro yang selalu ceritanya begitu-begitu saja.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Memang masih banyak nama pemeran lain yang saat ini saya tidak ingat. Beberapa mungkin juga bisa jadi jaminan saya bakal memilih atau tidak memilih film yang dibintanginya. Tapi, beberapa hal di atas adalah yang biasanya jadi pertimbangan saya, taruh kata kalau sedang memilih-milih film di rental. &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11940105-4725384290810959991?l=lalathijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lalathijau.blogspot.com/feeds/4725384290810959991/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11940105&amp;postID=4725384290810959991&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11940105/posts/default/4725384290810959991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11940105/posts/default/4725384290810959991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lalathijau.blogspot.com/2010/09/panduan-saya-kalau-akan-memilih-film.html' title='Panduan Saya Kalau Akan Memilih Film'/><author><name>ary</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03207474458678987363</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://photos16.flickr.com/20912285_e28978ae26.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11940105.post-8841312992474795640</id><published>2010-08-20T22:38:00.013+07:00</published><updated>2010-08-21T01:23:52.065+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='javarockingland'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='konser'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hope'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='smashing pumpkins'/><title type='text'>Smashing Pumpkins Datang ke Jakarta!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_OhAG0w0jZ-g/TG6zdHAuaCI/AAAAAAAAAMY/uZ--ttmVbyc/s1600/sp.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 177px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_OhAG0w0jZ-g/TG6zdHAuaCI/AAAAAAAAAMY/uZ--ttmVbyc/s320/sp.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5507536707000363042" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Itulah kabar yang saya dengar sekitar dua minggu lalu. Waktu itu, Slash yang manggung di Surabaya dan Jakarta. Tidak tertarik. Lalu, di Twitter, ternyata ada vokalis paporit saya pergi ke Singapura untuk nonton Smashing Pumpkins! Wow! Turut bergembira. Tapi, mengingat The Cure dulu juga cuma berhenti sampai di Singapura, saya hanya bisa membikin status di FB, membandingkan bagaimana selera promotor (dan penonton, tentu saja) musik Indonesia payah dibandingkan Singapura (waktu itu saya belum tahu kalau ada Ian Brown dan Belle &amp;amp; Sebastian juga manggung, asem!). Hare gene masih Slash.. Ternyata celaan saya dijawab.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Smashing Pumpkins akan manggung di Jakarta, tepatnya di Ancol, di event JavaRockinLand bulan Oktober nanti. Hati saya berdesir. Apalagi setelah melihat di situs event tersebut mencantumkan harga tiket yang cukup terjangkau. Apalagi setelah FB resmi Pumpkins juga mengkonfirmasi kedatangan mereka nantinya. Kemarin, Bjork saya lewatkan, terutama karena masalah dana dan waktu. Misfits juga lewat karena masalah waktu. Bahkan, juga dulu, waktu ada Cranberries, Prodigy, Suede, di Jakarta semua. Demikian juga band-band macam Kings of Convenience, Camera Obscura, Edson, Mew, Nouvelle Vague, dan band-band lain yang banyak ditiru band-band Indie Bandung dan Jogja itu loh. Tapi, ini Smashing Pumpkins rek! Salah satu band yang paling lama yang tidak kunjung membikin saya bosan.&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div&gt;Memang, SP saat ini bisa dibilang tidak beda jauh dengan Slash. SP ini hanya Billy Corgan yang memainkan lagu-lagu lamanya (kabarnya, waktu Corgan menjadi penyanyi solo, dia menolak menyanyikan lagu-lagu SP manapun), nonton basis cakep yang tak jelas siapa dia ya boleh jadi hiburan keduanya. Sedangkan gitaris dan drummer tak jelas itu sama sekali tidak saya tunggu. Tidak ada musisi cewek yang paling aku cintai, D'arcy Wretzky. Tidak ada James Iha. Tidak ada Jimmy Chamberlin, bahkan tidak ada Mellisa Auf Der Maur atau touring drummer di era album Adore, Kenny Aronoff sekalipun. Praktis, selain lagu-lagunya serta suara, teriakan, dan bunyi khas gitar Billy Corgan, tidak ada memori apapun dari Smashing Pumpkins. Memang sayang sekali. Tapi, aku tetap ingin menontonnya. Selain karena saat ini aku ada dana. Aku juga berpikir, bagaimana kalau tidak akan ada lagi kesempatan untuk menyaksikan konser musik kelas internasional dari band yang sangat kusukai seperti Pumpkins. Kapan akan ada konser Radiohead di Jogja, misalnya? Atau kapan akan ada New Order dan Ladytron atau Portishead datang di Indonesia selama aku masih bujang? Maka dari itu, bagiku ini seperti menemukan pelampung di saat sedang terombang-ambing di lautan. Pasti aku akan tetap basah, tapi jika aku menunggu kapal datang, mungkin baru akan datang saat aku sudah beku. Walaupun begitu, hingga saat inipun aku masih tetap ragu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aku mencoba menghapus keinginan itu dengan menonton video-video Pumpkins di Youtube. Aku bahkan mengeluarkan lagi kepingan-kepingan CD MP3 Pumpkins yang untungnya masih bisa dikopi ke komputerku saat ini. Tapi, itu semua justru makin membuatku ingin menonton. Aku bahkan merasakan merinding dan teringat aroma-aroma yang kuhirup saat aku sangat suka mendengarkan Pumpkins waktu masih kuliah dulu. Aku lihat penampilan mereka saat di Singfest memang sudah beda dengan penampilan mereka saat di masa jayanya, minimal saat sebelum bubar tahun 2001. Corgan seperti hanya berjualan. Penampilan gitarisnya cupu, drummernya seperti additional, bassisnya juga bahkan tidak punya karisma dari Auf Der Maur sekalipun (apalagi jika dibandingkan D'arcy). Karakter anggota band lain, selain Billy sama sekali tidak ada, dan memang lebih pantas seperti additional player saja. Bahkan, yang namanya stage antics, jujur menurutku (kalau melihat yang di Singfest), masih lebih keren Koil deh.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dana ada, waktu ada (cutiku masih banyak), tempat menginap pasti bisa dicari, apalagi hari manggung Pumpkins adalah di hari Jumat, 8 Oktober 2010. Hanya satu masalah yang masih kuhadapi hingga saat ini, mencari teman buat sama-sama nonton. Pertama, aku tidak tahu jalan. Salah satu komen di Youtube Singfest itu adalah bahwa konser Pumpkins berakhir jam 2 dini hari. Taruh kata, konsernya tidak sampai sesubuh itu, tetap saja paling tidak berakhir di atas pukul 12 malam. Miris juga kalau pulang sendirian atau naik taksi sekalipun ke rumah teman yang kutumpangi, mungkin? di kota asing seperti Jakarta. Mungkin ini doaku, kalau memang aku bisa menemukan teman, pasti aku akan berangkat. (doa macam apaan tuh? hehehe...) Fingercross. Oh, how i really want to go. Please.. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;object width="480" height="385"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/gQrA5ggPqJo?fs=1&amp;amp;hl=en_US"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/gQrA5ggPqJo?fs=1&amp;amp;hl=en_US" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="480" height="385"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;object width="480" height="385"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/rV0VcUS5M_M?fs=1&amp;amp;hl=en_US"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/rV0VcUS5M_M?fs=1&amp;amp;hl=en_US" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="480" height="385"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;object width="480" height="385"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/NPU-ika3d4s?fs=1&amp;amp;hl=en_US"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/NPU-ika3d4s?fs=1&amp;amp;hl=en_US" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="480" height="385"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;NB&lt;/b&gt;: Oya, kalo misalnya ada 50 lagu Smashing Pumpkins yang ingin saya dengarkan di konser, maka lagu itu antara lain: Tonight Tonight, Perfect, Ava Adore, 1979, Today, The End is The Beginning is The End, Rhinoceros, Siva, Everlasting Gaze, Soma, Drown, Landslide, Try Try Try, Zero, Bullet with Butterfly Wings, Ode to No One, Thirty Three, Cherub Rock, Pug, Rocket, Tarantula, Untitled, Disarm, Stand Inside your Love, I of the Morning, Wound, Doomsday Clock, Age of Innocence, This Time, Mayonaise, Geek USA, I Am One, Quiet, Imploding Voice, The Beginning is the End is the Beginning, Heavy Metal Machine, If There is A God, Real Love, Farewell &amp;amp; Goodnight, Blank Page, Crestfallen, Eye, Apples &amp;amp; Oranges, Daphne Descends, Muzzle, With Every Light, Tristessa, Tear, Raindrops &amp;amp; Sunshowers, Honestly (Zwan) atau Walking Shade (Corgan)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11940105-8841312992474795640?l=lalathijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lalathijau.blogspot.com/feeds/8841312992474795640/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11940105&amp;postID=8841312992474795640&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11940105/posts/default/8841312992474795640'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11940105/posts/default/8841312992474795640'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lalathijau.blogspot.com/2010/08/smashing-pumpkins-datang-ke-jakarta.html' title='Smashing Pumpkins Datang ke Jakarta!'/><author><name>ary</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03207474458678987363</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://photos16.flickr.com/20912285_e28978ae26.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_OhAG0w0jZ-g/TG6zdHAuaCI/AAAAAAAAAMY/uZ--ttmVbyc/s72-c/sp.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11940105.post-2333450507642709175</id><published>2010-07-31T20:55:00.006+07:00</published><updated>2010-07-31T21:58:53.106+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pijat'/><title type='text'>Pijat</title><content type='html'>Sebelum belakangan ini, pengalamanku dengan pijat paling-paling hanya waktu masih balita. Dulu, keluargaku punya tukang pijat langganan namanya Mbah Karso. Karso tentunya adalah nama suaminya. Waktu aku masih kecil saja, Mbah satu ini sudah sangat tua. Aku tak ingat bagaimana pijatannya, tapi yang jelas Papa sangat cocok dan aku pikir ini bisa berarti pijatan Mbah Karso cukup mantap karena Papa termasuk yang berkulit badak. Pada waktu aku masuk TK, keluargaku lalu pindah rumah cukup jauh, sehingga hubungan dengan Mbah Karso praktis terputus. Tapi, siapa sangka belasan tahun kemudian, kami berkesempatan bertemu Mbah Karso lagi. &lt;div&gt;Waktu itu, Papa habis terserang stroke. Dan di waktu-waktu itu, ia sering minta macam-macam (aku tak tahu, mungkin itu karena ia sendiri sudah merasa kalau hidupnya tidak lama lagi). Salah satunya, merasakan pijatan Mbah Karso lagi. Kami tidak tahu apakah Mbah Karso masih hidup, dan kalaupun masih, apakah masih memijat. Beruntung ternyata beliau masih bersedia (meski kami rasa sebenarnya dia sudah pensiun) demi masa lalu, untuk dijemput dan memijat Papa. Mbah Karso sudah terlihat sangat ringkih, dan semua yang melihat tentu bisa menebak bahwa pijatannya sudah sangat lemah. Tapi, Papa pun puas. Mbah Karso juga tampak senang bisa membantu. Cukup mengharukan memang. Setidaknya, itu tanda bagaimana dalam hal pijat memijat, kecocokan sering kali sangat memengaruhi.&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div&gt;Seperti sudah kukatakan tadi, pada masa-masa TK, SD, SMP, SMU, kuliah, dan beberapa tahun setelah bekerja, aku praktis tidak pernah pijat lagi. Meskipun Mama sering memanggil tukang pijat (sebenarnya tidak selalu tukang pijat, kadang hanya tukang cuci kami diminta memijat dan mengeroki Mama) dan kakak-kakak juga kadang ikut nimbrung, aku sama sekali tak tertarik. Bahkan, kerokan pun aku termasuk sangat jarang. Aku memang tidak suka dan tidak tahan. Hanya jika sudah sakit demam tinggi saja yang kadang membuatku terpaksa merelakan diri dikeroki sambil menggeliat-geliat karena sakit terkena tulang atau jerawat di punggung.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bahkan, meskipun kakak iparku, yang pernah beberapa tahun serumah waktu aku menumpang di rumahnya di Surabaya, ternyata berbakat memijat (refleksi) dan mulai sering diminati beberapa orang atas pijatannya, aku tetap bergeming. Awalnya adalah karena aku tidak percaya. Aku meragukannya karena dia belajar secara otodidak. Meski demikian, faktanya makin banyak orang cocok, bahkan sembuh setelah dipijatnya. Aku tahu itu. Tapi, aku memang tidak terlalu suka dipijat.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Namun, lama kelamaan, terutama karena kurang menjaga gaya hidup (sampai sekarang), aku mulai sering merasakan rasa sakit di punggung dan bahu. Kebiasaanku waktu kecil, suka tidak nyaman dengan leher (sehingga sering menggeleng-gelengkannya dengan aneh), mulai muncul lagi. Mungkin itu karena aku terlalu sering duduk. Mungkin karena aku sering duduk dengan cara yang salah (bongkok). Untuk bongkok, aku ingat Papaku sendiri dulu selalu memarahi jika aku duduk seperti itu. Bahkan, ia pernah bilang kalau punggungku aneh, jika benar-benar membungkuk akan ada tonjolan kecil mencuat di sela-sela tulang punggung bagian bawah. Aku tak tahu apa itu, apakah itu normal (aku pikir itu biasa saja), tapi yang jelas memang sejak dulu aku punya sedikit masalah dengan punggung dan leher.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pekerjaanku yang menuntut banyak duduk juga makin memperparahnya. Dan ada satu lagi kejadian yang aku rasa menjadi puncaknya, yaitu ketika aku jatuh dari sepeda motor karena terpeleset di jalan. Waktu itu, tangan kiriku rasanya nyeri sekali hingga berhari-hari. Aku sempat datang ke tukang urut rekomendasi seorang rekan kantor. Tapi, yang ada malah aku diurut sebentar lalu dikeroki. Apa hubungannya sama kerokan ya? Aku juga dipijat oleh kakak iparku yang kini sudah membuka praktik pijat yang hasilnya cukup bisa dipakai menunjang keluarganya. Tapi, hingga beberapa bulan, entah karena hanya sugesti atau apa, aku masih sering merasa nyeri dan memang nyatanya tangan kiriku itu jadi tidak selentur tangan kanan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aku juga mulai sering kerokan dan mulai bisa menikmatinya, meski untuk daerah-daerah tertentu saja. Ketika punggung nyeri, kerokan ternyata bisa mengurangi sakitnya. Dan ketika kakak iparku tadi membuka praktik pijat, setelah beberapa bulan aku tidak pernah mencoba (padahal saudara-saudara yang lain langsung mencoba), aku akhirnya mulai beberapa kali ke sana untuk dipijat. Yang unik, setiap kali aku ke sana, selalu ada cara pijat baru. Kadang itu lebih mantap, tapi kadang juga kurang mantap (lebih mantap yang dulu, pikirku). Pijat ala kampung, yaitu memanggil tukang pijat/kerokan amatir, juga kulakukan. Kalau dulu namanya Mbah Karso, sekarang langganan keluargaku adalah Bu Cip (meski dia kadang lebih suka dipanggil Mbah Cip). Anehnya, kerokan dengan Bu Cip jauh lebih nyaman daripada kerokan dengan Mamaku sendiri. Aku rasa rahasianya adalah cara mengeroknya yang lebih rapat tapi mantap.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di Jogja, aku sendiri memperkenalkan pacarku pada pijat profesional. Awalnya, dia kurujuk ke Kakiku yang ada di Galeria, meski waktu itu aku sendiri tidak pernah pijat refleksi atau semacam itu selain di tempat kakak iparku. Dan rupanya dia cukup cocok juga. Belakangan, kami bahkan sempat mencoba tempat pijat lain. Aku pernah mencoba di Jari-Jari di dekat pompa bensin Sagan. Tapi, jujur aku kurang puas. Selain hanya sebentar, pijatan lebih banyak ke refleksi kaki (tidak menyeluruh), dan juga memakai alat (kayu pijat). Maka, kunjungan pertama itu rasanya juga akan jadi kunjungan terakhir kami. Aku juga sempat mencoba kursi pijat yang ada di mal. Lumayan juga, terutama kalau mempertimbangkan harganya. Tapi, bagaimanapun kursi pijat tidak bisa benar-benar membuat fresh karena namanya juga hanya mesin.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dua minggu lalu, aku juga diajak ke Kakiku, tempat yang sudah dua-tiga kali aku rekomendasikan tanpa pernah aku coba sendiri. Pijat di Kakiku menurutku termasuk yang cukup cocok untukku. Merata dan tidak terlalu berlama-lama di satu tempat (biasanya pijat paling lama adalah refleksi kaki). Dan tadi, aku melihat ada pijat yang sepertinya baru dibuka di Solo Grand Mall. Di situ, juga ada pijat ala Thailand, terapi wajah, dan pijat dengan batu-batu panas yang ditaruh di punggung. Mungkin kalau ada waktu aku ingin mencobanya. Aku juga penasaran dengan pijat totok jalan darah. Di Solo dan Jogja, ada yang namanya Anmo Peter Chung. Apakah totok itu bisa membuat rasa nyeri di punggung dan bahuku hilang, atau bahkan rasa tidak nyaman di leher yang sering kurasakan, hilang? Aku memang masih ragu, tapi semoga saja. Dan semoga aku berani mencoba.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11940105-2333450507642709175?l=lalathijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lalathijau.blogspot.com/feeds/2333450507642709175/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11940105&amp;postID=2333450507642709175&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11940105/posts/default/2333450507642709175'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11940105/posts/default/2333450507642709175'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lalathijau.blogspot.com/2010/07/pijat.html' title='Pijat'/><author><name>ary</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03207474458678987363</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://photos16.flickr.com/20912285_e28978ae26.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11940105.post-2628213301022458530</id><published>2010-06-30T19:12:00.010+07:00</published><updated>2010-06-30T20:04:27.978+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='last.fm'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4shared'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='youtube'/><title type='text'>Hobi Baru</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_OhAG0w0jZ-g/TCs7w9HKD5I/AAAAAAAAAMQ/YRiiDybx5Vs/s1600/last-fm_audioscrobbler_logo.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 255px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_OhAG0w0jZ-g/TCs7w9HKD5I/AAAAAAAAAMQ/YRiiDybx5Vs/s320/last-fm_audioscrobbler_logo.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5488546283105423250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di tengah tugas pekerjaan yang padat, Piala Dunia yang bikin ngantuk dan sering tidak fit, serta pikiran tentang masa depan yang kadang tidak menenangkan, aku bertemu hobi baru.. errrrrr.. sebenarnya bukan baru juga sih. Ini hobi lama, cuma sekarang nemu media yang beda saja. Last.fm sebenarnya sudah lama aku tahu keberadaannya. Hanya saja, baru belakangan saja aku menyadari keasyikannya.... errrrr... sebenarnya aku juga belum terlalu paham juga sih. Aku sadar masih ada beberapa fungsi yang belum aku pakai karena aku sendiri baru register 3-4 hari yang lalu. &lt;div&gt;Setelah (agak) bosan dengan koleksi buku (ebook terutama) yang sebagian besar belum pernah terbaca dan sebagian link lagi mengecewakan karena sudah ditutup atau berusaha dibatasi atau yang hanya menyediakan excerpt, kini aku kembali pada musik. Yang asyik pertama dari Last.fm adalah bahwa situs ini terbilang sangat lengkap. Untuk ukuran musik luar negeri, sebagian besar sekali musik yang aku tahu ada di sini. Tapi, bukan hanya itu, rekomendasi-rekomendasinya juga membuatku senang. Rasanya hampir (atau malah melebihi) seperti waktu pertama kali aku menemukan situs-situs macam truly-free, scribd, avaxhome, dan ebook30. Aku rasa hanya kebosanan, tidak ada waktu, pembatasan donlot gratis, atau tidak ada koneksi internet, yang akan bikin aku berhenti menelusuri situs ini. Ada banyak sekali band dan artis yang asik-asik aku temukan dari sini.&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yang asik, beberapa juga menyediakan donlot gratis. Dan sebagian besar menyediakan sample lagu buat didengarkan. Tapi, entah apakah ada batasan atau tidak, aku belum tahu soalnya sebagai newbie aku masih cukup leluasa memanfaatkan masa promosi. Tapi, tentu saja tidak boleh kurang akal. Masih ada situs-situs yang akan menyempurnakan kelengkapan asiknya. Yang pertama adalah youtube. Kalau ingin mendengarkan dan menilai lagunya secara utuh, aku rasa situs ini sangat oke. Aku kira youtube sudah sangat bisa diandalkan untuk mencari lagunya siapa saja. Dan kalau saja internet juga bisa makin kencang lagi, pastinya akan lebih asyik. Tapi, mendengarkan dari youtube juga tidak lengkap. Pada akhirnya, kalo memang lagunya keren, kita pasti ingin bisa mendengarkan kapan saja dan dengan piranti apa saja. Maka dari itu, perlu dimiliki itu lagu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kalau dulu aku sering kali mendonlot satu album, sekarang cara itu makin jarang kulakukan sebab internet kadang kurang stabil dan waktunya lama. Mari berdoa supaya situs-situs seperti 4shared, beemp3, abmp3, dan sejenisnya tidak ditutup. Yang terpenting dari situs-situs seperti tiga di atas tersebut adalah bisa disearching. Situs filesharing seperti rapidshare, ziddu, megaupload, dll memang bagus (kecuali rapidshare yang sekarang menjengkelkan gara-gara tuntutan kelompok yang nggak bisa liat orang senang hehehe..), tapi kurang praktis karena tidak bisa searching dan juga kadang menakutkan juga. Jadi, aku sekarang lebih suka donwload satu-satu, meski itu juga sebenarnya kadang tidak terlalu praktis juga kalau internet lagi cepat. Memang tidak selalu ada atau ditemukan filenya. Tapi, aku yakin itu hanya masalah waktu untuk menemukan situs-situs lain yang lebih lengkap menyediakan file mp3 yang bisa didownload. Kalau memang tidak sabar, ya saya download video youtubenya lalu diconvert dan diperbaiki sendiri kualitasnya (perlu cari software yang lebih canggih dan pengetahuan lebih lagi buat melakukan yang ini).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Inilah cara baru yang saya lakukan. Mungkin memang masih kurang praktis dan sangat tergantung pada kecepatan koneksi internet. Tapi, setelah tidak puas (kalau tidak bisa dibilang gagal) dengan memanfaatkan torrent, setelah link di situs-situs filesharing banyak yang sudah diremove, setelah limewire koit, setelah tidak ada teman yang bisa dikopi lagu-lagunya, setelah malas cari-cari lagi di lapak MP3 bajakan yang makin merusak selera juga, dan setelah tidak seroyal dulu belanja barang orisinal, cara ini cukup memuaskan dan bisa dilakukan di sela-sela kesibukan tanpa harus mengorbankan banyak waktu. Support good music by listening them! (Mau gimana lagi? Wong di Indonesia juga belum banyak musik bagus diperjualbelikan secara resmi)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11940105-2628213301022458530?l=lalathijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lalathijau.blogspot.com/feeds/2628213301022458530/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11940105&amp;postID=2628213301022458530&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11940105/posts/default/2628213301022458530'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11940105/posts/default/2628213301022458530'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lalathijau.blogspot.com/2010/06/hobi-baru.html' title='Hobi Baru'/><author><name>ary</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03207474458678987363</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://photos16.flickr.com/20912285_e28978ae26.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_OhAG0w0jZ-g/TCs7w9HKD5I/AAAAAAAAAMQ/YRiiDybx5Vs/s72-c/last-fm_audioscrobbler_logo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11940105.post-3416883700529856794</id><published>2010-05-29T20:03:00.014+07:00</published><updated>2010-05-29T20:51:34.500+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ki hajar dewantoro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='beatles'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='amy tan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='musik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kevorkian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='stephen king'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sid vicious'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='krisdayanti'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='evanescence'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nirvana'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nena'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='suzanne vega'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dio'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gesang'/><title type='text'>12 Hal tentang Dunia Musik di Bulan Mei yang Belum Pasti Anda Tahu</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;b&gt;1. Ronny James Dio, ex vokalis Rainbow dan Black Sabbath adalah yang mempopulerkan simbol metal dua jari.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ronny James Dio alias Dio yang meninggal pada bulan ini disebut sebagai salah satu yang mempopulerkan simbol metal dua jari. Menurut Wikipedia, memang bukan hanya Dio seorang. Ada beberapa musisi lain. Tapi, karena Dio yang meninggal bulan ini, maka saya putuskan dia eh Diolah yang layak jadi pionirnya. Lalu, kenapa dua jari? Kita tahu ada juga yang pake tiga jari, yaitu jempol ikut nongol. The Beatleslah yang katanya mempopulerkan simbol tiga jari itu dalam kover albumnya. Tapi, yang tiga jari itu katanya berarti lambang Cinta. Sedangkan yang dua jari, sering disebut ada hubungannya dengan simbol iblis dengan dua tanduknya. Nah, setelah menelusuri Wiki sedikit lagi, saya temukan bahwa gambaran iblis bertanduk itu sebenarnya bukanlah dari Alkitab, tapi pengaruh mitologi Yunani. Meski memang dalam kitab Wahyu ada disinggung soal penggambaran kekuatan jahat dalam bentuk hewan bertanduk. Tapi, sepertinya tidak semua yang bertanduk itu pasti iblis. Lebih jelasnya, tanduk itu lebih menggambarkan kekuatan karena ada istilah "tanduk keselamatan" tapi juga ada istilah "meninggikan tanduk" yang artinya sombong, atau bisa juga seperti dalam bahasa Jawa, kalau kita masih kuat makan maka kita akan 'tanduk' hahaha... Ah, kok jadi ngomongin tanduk.&lt;/div&gt;&lt;object style="background-image:url(http://i1.ytimg.com/vi/XFvyjDP010M/hqdefault.jpg)" width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/XFvyjDP010M&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/XFvyjDP010M&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1" width="425" height="344" allowscriptaccess="never" allowfullscreen="true" wmode="transparent" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;2. Gesang adalah anggota Lekra.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Gesang yang meninggal beberapa hari setelah Dio pernah bergabung dengan Lembaga Kebudayaan Rakyat alias Lekra. Lekra yang dihancurkan setelah peristiwa Gestok adalah sebuah organisasi seniman besar di masa Orde Lama. Anggota-anggotanya banyak yang meraih reputasi internasional, seperti Pramoedya Ananta Toer di bidang sastra, Affandi di bidang seni lukis, dan Gesang sendiri di bidang seni musik. Salah satu program Lekra yang terkenal adalah turba, yaitu bergabung dengan masyarakat kecil, hidup bersama petani, buruh, dll, agar seniman dapat benar-benar merasakan kehidupan rakyat dan kemudian menghasilkan karya yang bicara untuk rakyat dan bukan hanya hiburan yang dinikmati orang-orang kelas menengah ke atas saja. Dalam buku &lt;i&gt;Lekra Tak Membakar Buku&lt;/i&gt; yang kemarin dilarang Kejagung, disebut juga program bagi para seniman Lekra untuk mengumpulkan sebanyak-banyaknya segala macam kesenian rakyat (lagu rakyat, cerita rakyat, alat-alat kesenian daerah, dst). Dalam buku yang sama itu jugalah disinggung peran Gesang dalam Lekra, yang salah satunya pernah menjadi anggota presidium dalam Konferensi Nasional I Lembaga Musik Indonesia yang adalah cabangnya Lekra. Fakta ini sekaligus menunjukkan bahwa Lekra memang bukanlah PKI dan juga bukan antek komunis yang anggotanya para ateis kejam tukang bikin onar yang harus dibinasakan seperti yang diajarkan pihak-pihak yang pro-Orde Baru dan yang punya dendam kesumat dengan golongan kiri. Justru dari kelompok yang disingkirkan muncul orang-orang yang mengharumkan nama Indonesia di mata dunia.&lt;/div&gt;&lt;object style="background-image:url(http://i2.ytimg.com/vi/QvOWm6Te0gY/hqdefault.jpg)" width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/QvOWm6Te0gY&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/QvOWm6Te0gY&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1" width="425" height="344" allowscriptaccess="never" allowfullscreen="true" wmode="transparent" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;3. Ki Hajar Dewantoro adalah yang membuat versi terjemahan bahasa Indonesia dari Mars Internasionale, lagu wajib Komintern.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;2 Mei adalah hari lahir Suwardi Suryaningrat alias Ki Hajar Dewantara yang kemudian diperingati sebagai hari Pendidikan Nasional mengingat jasanya dalam mendirikan Taman Siswa, sekolah untuk kaum pribumi yang bukan priyayi. Tidak ada yang menyangsikan jasa Ki Hajar Dewantara yang juga terkenal dengan Tiga Serangkai bersama Ernest Douwes Dekker alias Dr. Setiabudi (dia juga cucu ponakan Eduard Douwes Dekker alias Multatuli) dan Dr. Tjipto Mangunkusumo. Nah, tapi tidak banyak yang tahu bahwa Ki Hajar Dewantara juga pernah menerjemahkan lirik dari sebuah lagu yang sangat terkenal di tahun 60an, Internasionale karya Eugene Pottier. Ini bukan lagu pop, tapi lagu mars Partai Komunis Internasional (Komintern) atau ada juga yang bilang sudah menjadi mars gerakan buruh sedunia (tidak selalu komunis). "Bangunlah kaum jang terhina, Bangunlah kaum jang lapar..." Demikian dua kalimat pertama terjemahan lagu Mars Internasionale yang diterjemahkan Ki Hajar. Tentu bisa diartikan di sini bahwa Ki Hajar pun bersimpati dan mendukung kekuatan sayap kiri di Indonesia. Tokoh-tokoh terkenal lain seperti Jenderal Sudirman pun jika ditilik pandangan-pandangannya menunjukkan bahwa dia adalah seorang sosialis, bukan jenderal mistis seperti yang digambarkan Orde Baru dalam film propaganda, Janur Kuning. Internationale versi Ki Hajar Dewantoro ini memang lebih pendek dari aslinya. Ini sebabnya, terjemahannya sempat dicela oleh Komunis Internasional. &lt;/div&gt;&lt;object style="background-image:url(http://i2.ytimg.com/vi/mwuaQpn875o/hqdefault.jpg)" width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/mwuaQpn875o&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/mwuaQpn875o&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1" width="425" height="344" allowscriptaccess="never" allowfullscreen="true" wmode="transparent" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;4. Penyanyi theme song kaset Megaloman dari Sanggar Cerita adalah Krisdayanti.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Krisdayanti yang sedang jadi berita utama infotainment sejak beberapa bulan ini mengawali kariernya dari menyanyi untuk kaset Sanggar Cerita. Bagi yang berusia kira-kira 25 tahun ke atas, tentu masih ingat dengan masa ketika kaset audio begitu menyenangkan. Kalau sekarang anak-anak melihat VCD atau DVD Ben-10, Naruto, atau Spongebob yang diterjemahkan, maka pada masa saya kecil, selain video beta (menonton film-film robot Jepang), hiburan yang tak kalah seru dan lebih terjangkau adalah mendengarkan kaset. Salah satu (atau satu-satunya?) produsen kaset anak terkenal adalah Sanggar Cerita. Mungkin inilah awal cara didik yang membuat anak malas membaca. Sanggar Cerita menampilkan cerita-cerita mulai dari cerita rakyat (yang saya ingat punya: Joko Kendil), dongeng (Aladin, Putik Abu, Pinokio), hingga cerita robot yang ada di video beta tadi. Cerita jagoan robot Jepang yang terkenal saat itu adalah seperti Sharivan, Gaban, Google Five, God Sigma, GoShogun, Zabogar, dan tentu saja Megaloman. Megaloman yang penampilannya seperti Gene Simmons, dkk dari band Kiss ini punya senjata andalan yaitu rambut api. Saya masih ingat punya salah satu kasetnya. Tapi, sayang saya tidak ingat suara Krisdayanti di theme songnya. Yang pasti, si KD masih kecil dan wajahnya belum pasang ekspresi kaget terus seperti sekarang. Mungkin saja ia satu angkatan dengan bintang cilik andalan Sanggar Cerita waktu itu: Hanna Pertiwi. Meski begitu, saya masih ingat perasaan waktu mendengarkan kaset-kaset robot bikinan Sanggar Cerita itu: geregetan karena seperti sengaja dipanjang-panjangkan ceritanya, tidak buru-buru action (padahal juga tidak bisa melihat actionnya waktu menumpas monster seperti apa, namanya juga audio). &lt;/div&gt;&lt;object style="background-image:url(http://i3.ytimg.com/vi/rI3AoKykIaY/hqdefault.jpg)"  width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/rI3AoKykIaY&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/rI3AoKykIaY&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1" width="425" height="344" allowScriptAccess="never" allowFullScreen="true" wmode="transparent" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;5. Sid Vicious yang menciptakan gerakan tari pogo.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Atau setidaknya, begitulah pengakuannya. Sid Vicious yang punya nama asli John Simon Ritchie, adalah basis dari grup musik punk, Sex Pistols dan sebelumnya pernah menjadi drummer Siouxie and the Banshees. Dia memang basis, tapi dia bisa disebut lebih terkenal dari vokalisnya, Johnny Rotten. Tampaknya, hal itu memang disengaja. Bahkan, Malcolm McLaren, manajer Sex Pistols mengaku kalau saja dia lebih dulu bertemu Vicious sebelum Johnny Rotten, maka pasti ia akan menjadikan Vicious sebagai vokalis band tersebut. Maka Sid Vicious bisa dibilang adalah icon dari Pistols. Ia memang tidak terlalu penting dalam musikalitas grup itu dalam hal memainkan bas. Konon, Vicious sebenarnya bahkan tidak bisa memainkan bas. Jadi, jika manggung, dia hanya memegang dan 'memainkan' bas yang dimatikan, sementara suara bas yang terdengar dimainkan oleh orang lain di belakang panggung. Tapi, Vicious punya karisma yang memang layak jadi icon. Karakter dan penampilannya liar, gaya hidupnya penuh pemberontakan, benar-benar seperti gambaran anak punk di mata masyarakat, meski ada yang bilang dia itu poser (banci gaya) saja. Gerakan pogo adalah gerakan tarian yang memang menjadi milik komunitas punk dan ska. Sekitar sepuluh tahun lalu, kita mungkin tahu banyak anak muda menari pogo di konser-konser musik ska yang booming waktu itu. Vicious mengaku dia orang yang melakukannya pertama kali. Kejadiannya waktu itu adalah di sebuah konser Sex Pistols ketika Sid belum bergabung dengan band dan hanya menjadi penonton. Waktu itu, Vicious yang tidak bisa menari ingin menari. Maka, jadilah dia melompat-lompat dan orang mengikutinya dan mulai tercipta tari pogo. Kisah Sid juga terkenal dari hubungannya dengan Nancy Spungeon, kekasihnya yang ia gorok hingga mati. Sid Vicious sendiri mati karena overdosis heroin tak lama setelah ia 'membunuh' Nancy yang ia akui sebagai kecelakaan itu.&lt;/div&gt;&lt;object style="background-image:url(http://i4.ytimg.com/vi/WIXg9KUiy00/hqdefault.jpg)"  width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/WIXg9KUiy00&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/WIXg9KUiy00&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1" width="425" height="344" allowScriptAccess="never" allowFullScreen="true" wmode="transparent" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;6. Gitaris Evanescence pernah kena stroke gara-gara headbanging.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yang ini kabar konyol. Terry Balsamo yang bermain gitar di band Evanescence pernah kena stroke gara-gara headbanging. Balsamo yang berambut gimbal ini mengalami pembekuan darah di leher akibat terlalu banyak headbanging, yaitu gerakan menghentak-hentakkan kepala secara keras sampai menunduk, yang jadi salah satu ciri khas penggemar musik metal. Setelah sembuh dari stroke, Balsamo hanya menggerak-gerakkan kepala sedikit saja.&lt;/div&gt;&lt;object style="background-image:url(http://i1.ytimg.com/vi/TjHER3OpcTY/hqdefault.jpg)"  width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/TjHER3OpcTY&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/TjHER3OpcTY&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1" width="425" height="344" allowScriptAccess="never" allowFullScreen="true" wmode="transparent" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;7. Lagu dari Suzanne Vega yang berjudul Tom's Dinner adalah lagu pertama yang dijadikan format MP3.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Karena itulah, Suzanne Vega kadang disebut ibunya MP3. Waktu itu, Karlheinz Brandenburg, salah satu pengembang teknologi MP3 mendengar lagu Tom's Dinner yang awalnya berupa acapella du.. du.. du.. dan baru diikuti suara drum dan elektronik itu di radio. Saat itu, ia tertantang memakai lagu itu untuk menguji kualitas kompresi MP3 untuk suara-suara yang hampir monoponik itu. Mengenai bagian acapela itu, Vega sebenarnya ingin agar bagian itu dimainkan dengan piano. Tapi, karena dia tidak bisa bermain piano, maka dia hanya bersenandung dengan mulut saja. Lagu Tom's Dinner beserta Luka yang ada di album Solitude Standing (1987) adalah dua hits paling terkenal dari penyanyi asal Amerika ini.&lt;/div&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/JM1DCIUR-nY&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/JM1DCIUR-nY&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1" width="425" height="344" allowScriptAccess="never" allowFullScreen="true" wmode="transparent" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;8. Hits paling terkenal Nirvana, Smells Like Teen Spirit, judulnya diambil dari kata-kata Kathleen Hanna (Bikini Kill/Le Tigre)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Menurut Charles R. Cross dalam "Heavier Than Heaven", Kurt Cobain pernah pacaran dengan feminis dan anggota band punk Bikini Kill, Tobi Vail. Kathleen Hanna adalah teman Tobi Vail. Salah satu momen dalam hubungan Kurt dan Tobi adalah ketika Kathleen suatu pagi menulis dengan cat semprot di rumah Kurt "Kurt Smells Like Teen Spirit." Teen Spirit sendiri adalah merek parfum remaja putri yang dipakai Tobi. Kurt yang lugu, yang waktu itu sedang semangat-semangatnya ngomong soal anarkisme, punk, dan feminisme dengan Tobi, dkk mengira tulisan itu adalah slogan yang mengandung makna dalam, pemberontakan, dsb. Maka, sebagaimana lagu-lagu Nirvana memang kebanyakan diberi judul yang tidak nyambung dengan lirik lagunya, Kurt memakai kalimat Smells Like Teen Spirit sebagai judul lagu yang kemudian jadi hits paling terkenal mereka.&lt;/div&gt;&lt;object style="background-image:url(http://i1.ytimg.com/vi/dtehDIWrX5U/hqdefault.jpg)"  width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/dtehDIWrX5U&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/dtehDIWrX5U&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1" width="425" height="344" allowScriptAccess="never" allowFullScreen="true" wmode="transparent" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;9. Dua penulis tenar Amerika, Amy Tan dan Stephen King, bergabung dalam satu band yang namanya The Rock Bottom Remainders.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sebenarnya bukan cuma dua itu. Penulis-penulis beken lain seperti Maya Angelou, Barbara Kingsolver, Mitch Alborn, Ridley Pearson, hingga Dave Barry dan Greg Iles juga bergabung dengan grup rock semi main-main itu. Dave Barry dalam salah satu komentarnya mendeskripsikan bandnya begini: "Permainan musik kami sama bagusnya dengan kalau Metallica menulis novel." Kalau lihat penampilan mereka di Youtube, band ini memang hanya untuk senang-senang saja. Keroyokan, ada yang gayanya lebay, ada yang masih pakai kemeja biasa. Rasanya seperti menyaksikan penampilan band direksi perusahaan di sebuah acara ulang tahun kantor. Yaaa.. tapi masih bagusan mereka dikitlah. &lt;/div&gt;&lt;object style="background-image:url(http://i4.ytimg.com/vi/7Dy14yPVjG4/hqdefault.jpg)"  width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/7Dy14yPVjG4&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/7Dy14yPVjG4&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1" width="425" height="344" allowScriptAccess="never" allowFullScreen="true" wmode="transparent" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;10. Across The Universe, lagu karya The Beatles pernah dipancarkan ke luar angkasa untuk memberi salam kepada alien.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Untuk memperingati 40 tahun lagu itu, NASA mengirimkan sinyal yang berisi 'pesan perdamaian' dalam bentuk lagu Across the Universe kepada alien. Lagu yang cukup mudah diingat karena kata "Jai Guru Deva Om, Nothings Gonna Change My World.." ini ditulis oleh John Lennon. Sudah dinyanyikan ulang oleh banyak penyanyi. Saya saja punya 3 versi yang dinyanyikan Fiona Apple, Rufus Wainwright, dan Suede.&lt;/div&gt;&lt;object style="background-image:url(http://i1.ytimg.com/vi/8gLWTtlMwo4/hqdefault.jpg)"  width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/8gLWTtlMwo4&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/8gLWTtlMwo4&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1" width="425" height="344" allowScriptAccess="never" allowFullScreen="true" wmode="transparent" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;11. Dr. Kevorkian yang kontroversial dan pernah dihukum karena melakukan praktik euthanasia, adalah musisi Jazz dan sudah punya satu album.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dr. Jack Kevorkian disebut dokter kematian. Ia pernah mencicipi hukuman gara-gara terbukti membantu proses euthanasia seorang pasiennya. Padahal, menurut dokter itu sendiri, ia sudah membantu melakukan proses euthanasia atas permintaan pasiennya sendiri sebanyak lebih dari 130 kali. Setelah kasusnya itu, maka kontroversi mengenai euthanasia menjadi mengemuka hingga kini. Pro dan kontra muncul. Banyak orang mendeskripsikan Kevorkian sebagai pembunuh berdarah dingin. Tapi, siapa sangka ternyata dokter ini punya jiwa seni tinggi. Ia adalah musisi Jazz berbakat dan pernah merilis satu album berjudul "The Kevorkian Suite: A Very Still Life" pada 1997 dan diedarkan secara terbatas di mana ia bermain flute dengan manis. Ia juga pelukis. Untuk yang ini, bayangan orang mungkin agak terpenuhi. Lukisannya lebih bernuansa gothik bahkan konon kadang ia melukis dengan membubuhkan darahnya sendiri.  &lt;/div&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/-8ozvTgx--E&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/-8ozvTgx--E&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1" width="425" height="344" allowScriptAccess="never" allowFullScreen="true" wmode="transparent" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;12. Baru bulan ini saya kenal Nena meskipun lagunya sepertinya cukup akrab.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yang ini mungkin saya saja yang baru tahu. Bulan ini saya baru dapat kiriman MP3 dari Otong, vokalis Koil. Bukan berarti saya kenal. Saya cuma add dia di FB sudah agak cukup lama meski tidak pernah berkomunikasi. Dan satu kali ada seorang bernama Rudolf Dethu yang punya sebuah blog musik meminta si Otong menulis playlist favoritnya. Link ke blog itu dipasang di FB Fanpagenya Koil. Lalu si Otong di akun FB pribadinya juga memasang link tersebut dan menawari siapa yang mau dikirimi MP3 lagu-lagu dalam playlistnya bisa menuliskan email. Maka, saya langsung ikut menuliskan email bersama dua puluhan orang lain. Paginya, ternyata dia benar-benar mengirimkan sekitar dua puluhan MP3. Link dan tawaran yang ada di FBnya sudah dihapus. How lucky I am! Di salah satu MP3nya ada lagu Irgendwi, Irgendwo, Irgendwan dari Nena. Itulah lagu pertama yang saya suka dari playlist si Otong. Saya lalu baru tahu kalau Nena juga punya hits 99Luftbaloons dan Wunder Geschein yang ternyata juga sering saya dengar waktu kecil dulu. Lagu Irgendwi, Irgendwo, Irgendwan juga ternyata sudah pernah dirilis ulang pada sekitar 2003 dalam bahasa Inggris dengan judul Anywhere, Anyplace, Anytime bersama icon tahun 80an lain, Kim Wilde. Di versi yang seperti lagunya Tatu ini, mereka berdua duet dengan Nena menyanyi bahasa Jerman dan Wilde menyanyi lirik bahasa Inggris. Siapa sangka, ternyata Kim Wilde dan terutama Nena itu kini sudah umur 50 tahun. Padahal di videonya yang baru dibuat 7 tahun lalu tersebut, terutama Nena masih tampak sangat muda. Kalau dilihat di Youtube, penampilan Nena di tahun inipun masih tampak seperti baru umur 30an. Beda sama misalnya, Madonna atau yang cowok Bono dan Michael Stipe hahaha... &lt;/div&gt;&lt;object style="background-image:url(http://i4.ytimg.com/vi/38VVi1uJ_zI/hqdefault.jpg)"  width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/38VVi1uJ_zI&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/38VVi1uJ_zI&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1" width="425" height="344" allowScriptAccess="never" allowFullScreen="true" wmode="transparent" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11940105-3416883700529856794?l=lalathijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lalathijau.blogspot.com/feeds/3416883700529856794/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11940105&amp;postID=3416883700529856794&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11940105/posts/default/3416883700529856794'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11940105/posts/default/3416883700529856794'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lalathijau.blogspot.com/2010/05/12-hal-tentang-dunia-musik-di-bulan-mei.html' title='12 Hal tentang Dunia Musik di Bulan Mei yang Belum Pasti Anda Tahu'/><author><name>ary</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03207474458678987363</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://photos16.flickr.com/20912285_e28978ae26.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11940105.post-1819952592153817825</id><published>2010-04-27T17:31:00.001+07:00</published><updated>2010-04-27T17:32:25.940+07:00</updated><title type='text'>I Suppose</title><content type='html'>this is the hardest month of my life :(&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11940105-1819952592153817825?l=lalathijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lalathijau.blogspot.com/feeds/1819952592153817825/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11940105&amp;postID=1819952592153817825&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11940105/posts/default/1819952592153817825'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11940105/posts/default/1819952592153817825'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lalathijau.blogspot.com/2010/04/i-suppose.html' title='I Suppose'/><author><name>ary</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03207474458678987363</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://photos16.flickr.com/20912285_e28978ae26.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11940105.post-3645679312542058352</id><published>2010-03-22T20:06:00.022+07:00</published><updated>2010-03-25T21:32:16.489+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='video'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='scarlett johansson'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='julie delpy'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='music'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='film'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='milla jovovich'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='juliette lewis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='youtube'/><title type='text'>Sing Out Again</title><content type='html'>&lt;div&gt;Film dan musik mestinya punya hubungan seperti layaknya saudara. Rasanya saya tidak ingat pernah menonton sebuah film yang tanpa musik sama sekali (atau pernah ya?). Sebaliknya, di zaman ketika indera penglihatan menjadi raja (atau malah budak yang paling menderita) seperti sekarang ini, musik juga sulit dilepaskan dari visualisasi. Demikian halnya dengan orang-orang yang terlibat di dalamnya. Musik jelek bisa terkenal hanya karena bikin video klip yang berbiaya mahal, lebih mahal dari biaya membuat film malah. Itu sudah biasa. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di sisi lain, bukankah ini juga zaman ketika tampaknya makin jarang ada orang yang bisa puas memiliki satu keahlian saja? Mereka yang dikenal sebagai penulis, tiba-tiba pada pingin jadi fotografer. Mereka yang dikenal sebagai politikus, tiba-tiba bisa jadi presenter TV. Mereka yang dikenal sebagai atlet atau programmer, tiba-tiba menulis buku. Maka dari itu, sama sekali tidak mengagetkan tentunya kalau penyanyi/musisi main film atau pemain film menyanyi/main musik. Itu sangat biasa. Mungkin sebiasa pengusaha jadi politikus/pejabat dan sebaliknya. Apa kalau begitu mungkin bisa diambil kesimpulan: jangan terlalu bangga dengan pekerjaanmu, karena banyak orang lain pun bisa melakukannya? Tidak usah dibahas. Saya tidak terlalu merasa senang memikirkan hal seperti itu.&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div&gt;Kali ini lagi-lagi saya mau pasang video klip saja. Kebetulan karena baru saja ada kasus koneksi internet di rumah mati hampir 2 minggu, makanya begitu nyala lagi saya langsung merayakan dengan browsing-browsing Youtube. Kebetulan juga, waktu internet mati saya sempat ke warnet dan mengkopi beberapa mp3, salah satunya album musik dari artis menggemaskan yang main di Lost in Translation, Scarlett Johansson. Lalu, setelah mendengarkannya, saya menulis di status FB kira-kira begini: Scarlett Johansson, Milla Jovovich, Julie Delpy, dan Juliette Lewis kalau menyanyi kira-kira bagusan mana? Tanggapannya seperti biasa, biasa-biasa saja. Saya memang tidak selalu ingin menulis status untuk ditanggapi, apalagi kalau cuma sekadar dijempol. Bagusan mana? Semua orang tentu bisa nyanyi. Cuma kalau sudah bikin album rekaman, itu tidak semua orang bisa. Sekali lagi, artis nyanyi itu sih sangat biasa. Tapi, apakah bagus? Itu pertanyaannya. Hayah, sudahlah daripada berbelit-belit, mari kita bandingkan langsung saja.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Scarlett Johansson&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ini adalah yang paling muda dibanding 3 nama lainnya. Kalau di album yang saya temukan di warnet dekat rumah saya itu, Scarlett nyanyinya secara minor (istilah saya sendiri), baik dari jenis musik maupun suaranya. Tapi, saya kaget waktu browsing di Youtube, rupanya suaranya beda. Suaranya lebih sesuai wajahnya. Yang di bawah ini adalah yang saya bilang versi minor. Saya pikir ini adalah salah satu dari lagu di albumnya. Judulnya, Yesterday is Here:&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;object width="480" height="385"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/ACfmparmCdg&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1&amp;amp;"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/ACfmparmCdg&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1&amp;amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="480" height="385"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Lagu kedua ini banyak bertebaran di Youtube. Ternyata Scarlett pernah duet dalam sebuah proyek album bersama Pete Yorn. Video live nya di Youtube cukup membuat saya makin gemas dan membayangkan saya jadi Pete Yorn.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="480" height="385"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/tAOcRFSiP2c&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1&amp;amp;"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/tAOcRFSiP2c&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1&amp;amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="480" height="385"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Juliette Lewis&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kalau melihat di Natural Born Killers, Juliette Lewis ini sempat menyanyi. Waktu dia dikurung dan terpisah dari Woody Harrelson, dia menyanyi macam adegan di film King Kong Lives saat king kong cewe terpisah dari king kong cowo. Hahaha... Yang jelas waktu ngeliat itu saya suka suaranya. Ealah, ternyata dia memang punya band yang namanya the Licks. Waktu mendengar band ini, entah kenapa saya tidak bisa suka. Mau rock n roll tapi kok nanggung, mau alternatif juga jauh, mau country juga bukan. Suaranya, kata pengagumnya, kayak Janis Joplin, tapi kayaknya juga beda kalau menurut saya. Kali ini dia menyanyikan lagunya PJ Harvey (oyaaa.. memang mirip-mirip dua orang ini) yang judulnya Hardly Wait.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="480" height="385"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/0EOGduOIYkw&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1&amp;amp;"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/0EOGduOIYkw&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1&amp;amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="480" height="385"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ini adalah penampilan live bandnya dengan lagunya Search and Destroy. Melihat video ini memang gila juga si Juliette Lewis. Tapi kok waktu vokalnya diambil alih sama gitarisnya, malah lebih bagus. Sepertinya Juliette ini salah milih genre musik kali ya? Terlalu maksain ngerock malah capek telinga ini dengarnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="480" height="385"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/20Jv6VsN_zs&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1&amp;amp;"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/20Jv6VsN_zs&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1&amp;amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="480" height="385"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;Milla Jovovich&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;Film-film Milla Jovovich mungkin jelek. Tapi, waktu nyanyi saya pikir ia lebih bagus. Musiknya masih berbau-bau Russia, karena ia sendiri kelahiran Ukraina. Dulu saya tidak yakin waktu mendengar lagu In A Glade, yang masuk di kompilasi album Inspirational Moment yang macam-macam serinya itu. Saya pikir itu Milla Jovovich yang lain, bukan yang artis itu. Ternyata saya memang salah. Milla rupanya memang menyanyi. Kalau dibandingkan tiga artis lain yang saya bahas di sini, saya pikir suaranya yang paling mantap. Dia bernyanyi dengan lebih mantap dari yang lainnya. Nah, yang ini judulnya Alien Song. Saya punya beberapa lagu dari Milla, sebenarnya bukan ini yang paling saya suka, tapi this is oke jugalah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="480" height="385"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/css_efzE1N4&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1&amp;amp;"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/css_efzE1N4&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1&amp;amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="480" height="385"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dalam video yang ini, Milla Jovovich duet dengan band namanya Puscifer. Band yang ini adalah bikinan Keenan Maynard Jones yang adalah vokalis Tool, yang juga bikin side project A Perfect Circle. Kalo ibarat sales, pastinya orang ini pastinya ikut berbagai MLM dan tiap ketemu orang selalu tidak jemu-jemu berganti-ganti menawarkan bisnisnya. Hehehee... Sebenarnya malah bagus sih kalo ada musisi punya side project banyak. Biasanya musisi yang seperti itu justru yang bagus atau yang sangat kreatif. Selain video ini, kita bisa cari di Youtube penampilan live mereka, di mana Milla pake baju suster yang seksi dan mukanya dicoreng-coreng kayak kucing. Sayang gambarnya hanya rekaman amatir sehingga tidak enak ditampilkan di blog ini. Weisss.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="480" height="385"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/qufYSO-0WF0&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1&amp;amp;"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/qufYSO-0WF0&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1&amp;amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="480" height="385"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;Julie Delpy&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Before Sunset dan Before Sunrise, dua film yang tentu disukai modelan para mahasiswa sastra termasuk saya. Dan kayaknya memang dua film itulah yang paling sukses dibintanginya sampai sekarang. Ada sih film yang judulnya 2 Days in Paris yang bukan cuma dibintangi, tapi juga disutradarai dan musiknya dikomposeri oleh dia sendiri. Tapi, saya belum nonton yang itu. Dalam film Before Sunset yang gambarnya diambil tanpa jeda itu, Julie ini sempat nyanyi main gitar dengan bagus sekali. Memang, dua film itu meski isinya cuma ngomong-ngomong tapi sangat berkesan dan menggemaskan. Ah, mau nyewa dan dikopi aja deh kapan-kapan. Lagu di bawah ini kabarnya diambil dari album debutnya yang sampai sekarang masih sulit saya cari tempat downloadnya. Judulnya Mr. Unhappy. Klip lirik di bawah ini juga lucu dan liriknya bisa membuat tersenyum. Nice job Julie! &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="480" height="385"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/UCtv2ycLH2c&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1&amp;amp;"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/UCtv2ycLH2c&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1&amp;amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="480" height="385"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Yang di bawah ini, saya tidak tahu apakah memang video klip resminya atau cuma editan orang di Youtube. Julie Delpy menyanyi bersama Nouvelle Vague dalam lagu yang intronya seperti lagunya Changcuters. Halah, bagusan ini dobel-dobellah! Makin dengar lagu-lagunya artis satu ini bikin saya makin kesengsem dengannya. Bukan hanya lagunya bagus dan cocok dengan selera saya, tapi waktu pilih rekan kolaborasi pun pilihnya pinter, Nouvelle Vague. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="480" height="385"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/8x4k_i_bNEA&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1&amp;amp;"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/8x4k_i_bNEA&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1&amp;amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="480" height="385"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, bagusan mana? Kalau saya, secara musikalitas saya pilih Julie Delpy. Kalau mantapnya saya pilih Milla Jovovich. Kalau penampilan orangnya saya pilih Scarlett Johansson. Kalau Julliete Lewis? Mungkin karena beberapa filmnya bagus atau karena energinya memang harus dihargai. Apakah Anda setuju? Silakan bandingkan sendiri.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11940105-3645679312542058352?l=lalathijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lalathijau.blogspot.com/feeds/3645679312542058352/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11940105&amp;postID=3645679312542058352&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11940105/posts/default/3645679312542058352'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11940105/posts/default/3645679312542058352'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lalathijau.blogspot.com/2010/03/sing-out-again.html' title='Sing Out Again'/><author><name>ary</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03207474458678987363</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://photos16.flickr.com/20912285_e28978ae26.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11940105.post-6412616716179643254</id><published>2010-02-18T22:27:00.017+07:00</published><updated>2010-02-23T00:28:57.791+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='video'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='new order'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kyle minogue'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='debbie harry'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sarah cracknell'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='garbage'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='boy george'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='youtube'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='blondie'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='shirley manson'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='radiohead'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='joy division'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='depeche mode'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nick cave'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='music'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='saint etienne'/><title type='text'>Belum sempat nulis. Nyanyi dulu aja deh..</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;Kalau dibilang Freud, subconscious itu akan terbentuk dan menetap di usia 0-5 tahun, bisa saja ini alasan saya paling 'greng' dengan musik eighties (atau sound-sound elektronika pada umumnya). Meski demikian, saya meragukannya juga. Saya duga, itu lebih karena saya orang yang cenderung tertutup. Jadi, meski saya banyak dibilang tidak ekspresif tapi dalam hati saya ingin menari dan memberontak. Bukankah itu dua kata yang cukup pas menggambarkan musik new wave atau elektronika (beda dengan musik dugem loh)? Saya tidak menutup telinga pada jenis musik lain atau dari era lain. Tapi, kalau yang paling bikin saya tertarik atau lebih tepatnya 'greng' tadi memang jenis musik new wave, electronic, new romantic, sampai yang masih kental nuansa punknya begitu. Kali ini, saya hanya ingin mencoba membookmark sekaligus menshare beberapa video ini kepada siapa saja yang tertarik. Mau dishare di FB kok rasanya terlalu sering dan nanti malah bikin bosan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;DEPECHE MODE - ENJOY THE SILENCE&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Ini adalah lagu dari Depeche Mode yang paling terkenal: Enjoy the Silence. Sudah dibawakan ulang oleh berbagai band ternama dunia saat ini. Band asal Bandung, Kubik dalam album remix mereka yang terbaru (lupa namanya) juga memakai sampel intro lagu berikut dalam salah satu track mereka yang saya juga lupa judulnya. Dalam album tribute buat Depeche Mode, "For the Masses", lagu ini dibawakan oleh band Amerika bernama Failure. Hasilnya sama dengan nama band itu sendiri: failure hahahaha... &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/ncvx8OVWaqg&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1&amp;amp;"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/ncvx8OVWaqg&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1&amp;amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;NEW ORDER - BLUE MONDAY&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Kalau Depeche Mode punya Enjoy the Silence, maka New Order, band yang diisi oleh personil Joy Division minus si vokalis Ian Curtis yang gantung diri, punya Blue Monday. Beberapa versi yang sempat terkenal membawakan lagu ini, misalnya: Orgy dan Nouvelle Vague. Lagu ini bisa dibilang menjadi anthem dari musik new wave agak dugem atau lebih tepatnya musik yang katanya disebut Madchester itu. Legendaris deh pokoknya!&lt;/div&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/pL11gVVhwow&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1&amp;amp;"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/pL11gVVhwow&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1&amp;amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;NEW ORDER - TRUE FAITH&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Apakah nama New Order ada hubungannya dengan Orde Baru? Hehehe.. Tidak tahulah. Yang jelas, yang satu menyengsarakan yang satunya menyenangkan. Tapi, kok New Order lagi sih? Ya, karena saya sebenarnya paling suka sama lagu yang ini: True Faith. Lagu yang pertama kali saya dengarkan sambil mengendarai motor dan ingatannya terus terkenang hingga kini. Dikatakan bahwa salah satu bait liriknya yang berbunyi: "when I was a very small boy, very small boy offer drug to me" disensor pihak rekaman dan diganti "very small boy talk to me" tapi kalau di manggung, liriknya tetap seperti aslinya. Penting nggak info ini?&lt;/div&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/ItSrB3LONyE&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1&amp;amp;"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/ItSrB3LONyE&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1&amp;amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;BOY GEORGE - CRYING GAME&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Nah, lagu ini mestinya cukup sering didengar. Salah satunya di film Ace Ventura. Boy George mungkin salah satu artis yang nasibnya cukup terlunta-lunta saat ini. &lt;/div&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/0sTNu_e2y_k&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1&amp;amp;"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/0sTNu_e2y_k&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1&amp;amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;BLONDIE - CALL ME&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Duo penyanyi perempuan kesukaan saya membawakan lagu yang juga saya suka. Yang satu adalah Shirley Manson dari Garbage, yang satu Debbie Harry dari Blondie yang membawakan lagunya Call Me.&lt;/div&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/5dJDpmK7yDQ&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1&amp;amp;"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/5dJDpmK7yDQ&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1&amp;amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;RADIOHEAD - CEREMONY (JOY DIVISION COVER)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Radiohead membawakan lagu-lagu yang katanya memengaruhi musikalitas mereka. Salah satunya dari Joy Division, berjudul Ceremony. Lagu lainnya pernah saya post di sini juga, lagu dari Bjork berjudul Unravel. Lagu lain sejauh saya lihat di Youtube adalah lagunya The Smith.&lt;/div&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/rF9xO2Tpwzs&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1&amp;amp;"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/rF9xO2Tpwzs&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1&amp;amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SAINT ETIENNE - ONLY LOVE CAN BREAK YOUR HEART&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Saint Etienne adalah nama kota di Prancis yang punya klub bola cukup terkenal. Tapi, selain itu adalah nama sebuah band Inggris yang biasanya membawakan lagu-lagu elektronik. Kali ini, mereka membawakan sebuah hit pertama mereka. Sebuah lagu yang pernah dipopulerkan Neil Young berjudul Only Love Can Break Your Heart. Lagu ini juga pernah dibawakan beberapa grup seperti The Corrs, tapi , Saint Etienne yang vokalisnya Sarah Cracknell saat ini juga punya album solo, membawakannya dengan irama dance khas 80-90an (ingat Ace of Base?) &lt;/div&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/vZAajrxvDs4&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1&amp;amp;"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/vZAajrxvDs4&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1&amp;amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;NICK CAVE &amp;amp; KYLE MINOGUE - WHERE THE WILD ROSE GROW&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Where the Wild Rose Grow. Waktu kecil, lagu ini bikin saya merinding. Setelah besar, baru saya mengerti liriknya memang bikin merinding. Tentang seorang pria psycho yang membunuh seorang gadis kecil dengan batu di sungai, agar kecantikannya tetap abadi. Dalam album berjudul Murder Ballads ini (semoga saya ingat untuk mendonlotnya), Nick Cave dan Kyle Minogue membawakan lagu ini dan bermain di video klipnya dengan baik&lt;/div&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/8srgfw7GDkM&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1&amp;amp;"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/8srgfw7GDkM&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1&amp;amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11940105-6412616716179643254?l=lalathijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lalathijau.blogspot.com/feeds/6412616716179643254/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11940105&amp;postID=6412616716179643254&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11940105/posts/default/6412616716179643254'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11940105/posts/default/6412616716179643254'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lalathijau.blogspot.com/2010/02/belum-sempat-nulis-nyanyi-dulu-aja-deh.html' title='Belum sempat nulis. Nyanyi dulu aja deh..'/><author><name>ary</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03207474458678987363</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://photos16.flickr.com/20912285_e28978ae26.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11940105.post-816969615887351322</id><published>2010-01-04T23:16:00.003+07:00</published><updated>2010-01-04T23:29:46.333+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='facebook'/><title type='text'>Statuses History 2009</title><content type='html'>Naik alex (alay express) (Thu, 31 Dec 2009 11:36:22 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sepertinya langit tak usai menangis waktu tanah menerima nabi (Thu, 31 Dec 2009 05:56:25 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;satu2nya politisi yg masih selalu ingin saya dengarkan kalo muncul di tivi. ga pernah sesedih ini sejak pram yg mati.. nangis nangis karna yg sisa kini kok yg macam ramadan pohan, ruhut, tifatul, sby :-((  T_T hikhik (Wed, 30 Dec 2009 19:20:39 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Youre my best president, rest in peace (Wed, 30 Dec 2009 15:07:47 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;keplak para penyembah gurita! (Wed, 30 Dec 2009 11:01:30 GMT)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Luna, brikanku network! (Wed, 30 Dec 2009 10:49:32 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ternyata yang mengaku kutubuku itu hanya pemimpin barisan kutu saja, penghancur buku (Mon, 28 Dec 2009 15:10:36 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menurutku, Dalih Pembunuhan Massal dan Lekra Tak Membakar Buku kayaknya lebih bagus dari Gurita Cikeas (meski baru baca cuplikan2nya).. jangan lupa, dua itu yg udah resmi dicekal.. (Mon, 28 Dec 2009 10:00:57 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supaya tdk selalu bingung, janganlah jadi orang yg selalu hanya mau di tengah-tengah. (Sun, 27 Dec 2009 17:11:25 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menulis dipenjara, membaca dilarang. hidup kebodohan! (Sun, 27 Dec 2009 07:13:28 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;enaknya tidur 3 hari (Sun, 27 Dec 2009 05:45:30 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kepinginnya malam ini makan yg banyak trus tidur sampe minggu sore (Thu, 24 Dec 2009 14:22:08 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;waa.. sekarang saya menyimpan dua benda terlarang (Thu, 24 Dec 2009 10:08:32 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kayaknya 2 bln lalu saya dah natalan deh.. Skrg lagi valentinan (Thu, 24 Dec 2009 05:40:55 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuku koyo meggy z (Wed, 23 Dec 2009 06:50:11 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhrnya memasuki abad 21 (Wed, 23 Dec 2009 03:13:21 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;malam susah tidur, siang maunya tidur.. cocoknya jadi pahlawan super nih saya (Tue, 22 Dec 2009 17:15:54 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wah, garing kie.. adus sik ah (Tue, 22 Dec 2009 11:11:06 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;puh.. pu... phu... phu.. phushinkkk!?!! (Mon, 21 Dec 2009 13:56:28 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalau kau bulan, aku jadi paklannya (Sat, 19 Dec 2009 10:05:41 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dibutuhkan: orang lucu (Wed, 16 Dec 2009 12:55:01 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mesin ini kayaknya butuh libur.. kasian, sabar ya sayang.. (Sun, 13 Dec 2009 15:12:02 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;if life is a dance and God is a DJ, what song did He play for you? (Sat, 12 Dec 2009 15:32:26 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;beda telinga beda suara (Sat, 12 Dec 2009 12:42:33 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari tadi aps oops aps oops terus!! (Thu, 10 Dec 2009 11:01:47 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sedang suka sekali sari buah merek kusuma.. segarr (Wed, 09 Dec 2009 13:48:59 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;so dizzy mister busy too much rush to talk to billy all the silly frilly tizzy fizzy things have to first get done (Tue, 08 Dec 2009 12:58:21 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bawaannya lagi pingin ngeluh terus (Sun, 06 Dec 2009 16:57:29 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;banjir bayi datang lagi (Sat, 05 Dec 2009 14:52:02 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;no pain no gain no hair no nong (Tue, 01 Dec 2009 10:31:07 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hayo, siapa yg habis bunuh diri di Grand Indonesia ngaku! (Mon, 30 Nov 2009 12:15:47 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mencoba google wave, terima kasih Daniel Budilaksono bagi-bagi info kalo dah mudeng ya hehe.. (Mon, 30 Nov 2009 11:35:09 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menyiapkan sebuah epilog (Sun, 29 Nov 2009 12:47:14 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hari yang serius (Wed, 25 Nov 2009 10:24:22 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;njarem (Tue, 24 Nov 2009 23:32:36 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;waduh, acara batal semua.. pinjem film yg banyak dweh (Tue, 24 Nov 2009 16:46:12 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;download a book by its cover (Tue, 24 Nov 2009 16:31:33 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;need good words, good attitude, good faith, good news, good sleep, and good health, seems i've lose them all.. (Mon, 23 Nov 2009 15:16:57 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lali (Sat, 21 Nov 2009 16:50:34 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;duh sekeluarga kok pada kompak hari ini ga liat kalender.. (Fri, 20 Nov 2009 12:46:13 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;good day: good job, good meal, good laugh, ready for good start tommorow (Thu, 19 Nov 2009 17:15:30 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi wartawan wannabe aja susah, apalagi wartawan beneran huhuhu (Thu, 19 Nov 2009 02:22:26 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;firefox dan speedy lagi menyebalkan.. grrrrrrr.. guk guk guk (Wed, 18 Nov 2009 13:59:20 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setelah polri &amp;amp; kejaksaan, musuhnya FB RI ditambah PLN dan MUI hihihihi.. (Tue, 17 Nov 2009 14:51:53 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perlu ditapuk (Tue, 17 Nov 2009 11:40:45 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;boleh hujan, tapi jangan mati lampu, okey? tos dulu bos.. (Mon, 16 Nov 2009 14:18:35 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;futsal mlayu timik-timik 10 menit wae ambegane koyo bar munggah gunung (Mon, 16 Nov 2009 11:53:31 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;the less i talk, the more i write, the more i write, the more i shy, the more i shy, the less i talk (Sun, 15 Nov 2009 14:41:13 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengekeun aing (Fri, 13 Nov 2009 15:23:55 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pilih ujan-ujanan biar sakit sekalian atau nunggu reda dan besok masih batuk-batuk mengarah flu pelan-pelan (Mon, 09 Nov 2009 10:17:32 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wah, koncoku kok dadi koyo ngono.. (Sun, 08 Nov 2009 14:27:29 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;org2 latah bikin grup-grup itu rasanya malah membuat inisiatif yg sblmnya cukup baik jadi terkesan murah? (Sun, 08 Nov 2009 14:21:46 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pikun itu menyebalkan (Fri, 06 Nov 2009 14:07:47 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wis nek nduwe anak ojo dijenengi bambang, klemak-klemek (Thu, 05 Nov 2009 15:30:38 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pancen a bunch of clown dan banci kamera, gilo (Thu, 05 Nov 2009 13:22:20 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mendengarkan rekaman itu dengan iringan musik volume pelan, bernuansa gelap.. rasanya kayak nonton film (Thu, 05 Nov 2009 13:03:32 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pitike dicolong diijoli sulak, gelem. (Wed, 04 Nov 2009 12:00:28 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dikek i cakar lali rempelo (Wed, 04 Nov 2009 10:39:46 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masih heran apa sih yang bikin orang dulu (dan sekarang) pada suka sby - budiono (Tue, 03 Nov 2009 13:47:09 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nguping iku tibakno asik (Tue, 03 Nov 2009 12:30:37 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;meninggalkan kegiatan yang sudah biasa dilakukan bertahun-tahun, ternyata sama sekali tidak sesulit yang dibayangkan (Sun, 01 Nov 2009 12:46:53 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pesan saya pada angkatan muda: jangan berlagak bodo! (P.A.T) (Sat, 31 Oct 2009 13:51:46 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hoahem (Sat, 31 Oct 2009 13:07:51 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hedan, tiap kali direfresh grup itu sudah nambah sekitar 20an member (Fri, 30 Oct 2009 13:07:58 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hmm.. kalau TPI bangkrut, acara apa yang bakal membuat kehilangan ya? (Wed, 28 Oct 2009 15:13:18 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku nduwe kirik cilik mangane sithik, sopo wani karo aku, mungsuh kirikku (Tue, 27 Oct 2009 00:57:58 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengingat-ingat wajah teman masa SD atau TK itu sangat mengasyikkan (Sat, 24 Oct 2009 15:12:37 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;facebook agak aneh (Sat, 24 Oct 2009 06:20:05 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Substitute ‘damn’ every time you're inclined to write ‘very’; your editor will delete it and the writing will be just as it should be. (Mark Twain) (Fri, 23 Oct 2009 10:26:35 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wake up in wrong side of my bed (Fri, 23 Oct 2009 01:09:29 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;one new massage received (Thu, 22 Oct 2009 10:15:00 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bumi dan langit, hujan dan matahari, jangan marah ya.. (Thu, 22 Oct 2009 10:09:20 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;credit title sudah mulai ditayangkan, tapi males banget mau nonton (Wed, 21 Oct 2009 15:27:22 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ingin makan banyak mangga (Wed, 21 Oct 2009 10:50:24 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;idih orang sekarang pada punya BB aja diomong-omongin, mbok pake rexona kek, fujiyama kek, sirih kek.. (Tue, 20 Oct 2009 14:26:47 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wah, alam ini selalu menggoda untuk dihubung-hubungkan dengan kejadian politik hehe.. (Tue, 20 Oct 2009 13:30:48 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lagi chat kok keluar pishing2 terus ya, chrome yg canggih atau kecanggihan (Tue, 20 Oct 2009 10:26:56 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;panasnya hari ini masih belum bisa memecahkan rekor panasnya kamar kos brigkol hasibuan, mandi dulu ah (Mon, 19 Oct 2009 13:15:46 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yg betul hari ini di luar panas atau angin kencang sih? aku kok malah flu (Mon, 19 Oct 2009 13:06:01 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;huu kenapa kok sudah mulai gelap (Fri, 16 Oct 2009 10:09:47 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hidoep coetie! (Thu, 15 Oct 2009 10:22:22 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"susahnya kalo orang buta warna nonton tv berwarna"  (ini ungkapan) (Wed, 14 Oct 2009 13:27:13 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;iklan kompas: hadiah 50 juta bagi yg melaporkan perusahaan pengguna software bajakan atau orang yang membeli cd/dvd bajakan.. bener-bener kumpeni! (Wed, 14 Oct 2009 05:11:43 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 hal paling laris di situs berita kita: seks, sepakbola, agama (termasuk klenik) (Tue, 13 Oct 2009 16:23:04 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;indro.. indro.. don... aah.. aduuh.. (Mon, 12 Oct 2009 14:27:56 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;heh.. heh.. sabar.. sabar.. sabiiar.. sabuarrrr... SUABUAAARRR!!! BYAAARRR!! (Sun, 11 Oct 2009 16:48:33 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;fiuhh.. (Sat, 10 Oct 2009 17:56:24 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;half life (Fri, 09 Oct 2009 15:38:00 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mysteria, mystery + histeria (Fri, 09 Oct 2009 09:55:54 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kerokan lagi.. (Fri, 09 Oct 2009 00:57:39 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;habis beli poster limbad &amp;amp; iis dahlia sama buku rumus matematika. (Thu, 08 Oct 2009 13:31:12 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nyobain flock, wyzo, malah bingung (Thu, 08 Oct 2009 10:17:59 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekarang kok mudah terharu ya.. (Wed, 07 Oct 2009 15:03:13 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rasanya lemas sekali (Tue, 06 Oct 2009 12:22:23 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bye chrome, hey mozi (Tue, 06 Oct 2009 10:24:11 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i believe in ora i believe in labora (Sun, 04 Oct 2009 14:01:44 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;susahnya nama diawali huruf A itu sering dikirimi tawaran games dan aplikasi kuis-kuis.. tapi masi mending daripada FS dulu yang suka dikirim-kirimi surat berantai (Sat, 03 Oct 2009 16:53:34 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gresek scribd (Fri, 02 Oct 2009 12:54:02 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;betul juga ya.. kapan koteka dan pakaian adat papua disahkan unesco ya? biar semua pada pake hihihi.. (Fri, 02 Oct 2009 04:24:59 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rasanya enak sekali kalau menyamar (Thu, 01 Oct 2009 12:48:31 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lama-lama bisa percaya kalo pristiwa politik memengaruhi alam nih.. (Thu, 01 Oct 2009 09:50:49 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;beberapa orang ada yg dilihat dari wajahnya saja tampak sangat layak untuk ditonjok (Wed, 30 Sep 2009 17:46:08 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemaren beritanya gempa besar di samoa, tapi tetep aja si gempa ga absen mampir ke indonesia.. huhuhu (Wed, 30 Sep 2009 17:05:42 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jawa adalah kunci (Wed, 30 Sep 2009 09:26:42 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yen ngombe ojo lali karo sumure (Mon, 28 Sep 2009 12:10:18 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apa masi musim harus ngrasain cacar air sekali seumur hidup? (Sat, 26 Sep 2009 13:30:47 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ngantuknya kayak habis dipukuli (Fri, 25 Sep 2009 15:47:08 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hawanya gerah tapi menusuk tulang (Fri, 25 Sep 2009 14:25:29 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sweet old moonrising (Fri, 25 Sep 2009 10:24:17 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;loh, masi libur toh? hehehe.. (Thu, 24 Sep 2009 04:04:29 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jempol sampe biru maen ps sepanjang hari (Wed, 23 Sep 2009 12:23:58 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;iki-opo-iku ; iku-opo-iki (Wed, 23 Sep 2009 03:40:21 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mendonlot, ngetes koneksi paket baru.. walaupun nggak sekenceng yang dulu, tapi asal stabil ya bagusdeh.. terutama karena liburan (Tue, 22 Sep 2009 02:05:58 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;before it's too late, please apology born and psychic, okay friends (Mon, 21 Sep 2009 12:24:16 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;burning arses (Mon, 21 Sep 2009 12:20:10 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;well, i'll see you on monday.. (Fri, 18 Sep 2009 12:16:20 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apa yg bisa didonlot hari ini? (Thu, 17 Sep 2009 13:07:35 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kenapa di indonesia ini buronan penting malah langsung dihabisi di tempat? (Thu, 17 Sep 2009 09:32:40 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kecepatan koneksi internet di rumah coba diturunkan tinggal 1/3. bisa-bisa puasa download nih. giatkan mengkliping dulu ah (Thu, 17 Sep 2009 09:21:14 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apa sih enaknya punya kumis? (Wed, 16 Sep 2009 13:21:27 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 dari 28 orang indonesia punya akun fesbuk? (Wed, 16 Sep 2009 11:44:50 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yahoo ini maintenance kok pas jam kerja wilayah kita (Wed, 16 Sep 2009 09:21:01 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini dunia ini negeri ini mereka ini aku yang ngeri ini (Tue, 15 Sep 2009 11:59:28 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wong edan ra usah digagas (Tue, 15 Sep 2009 10:31:06 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hawane nggarai ngamuk (Mon, 14 Sep 2009 13:10:10 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i use english to lie (Sun, 13 Sep 2009 12:13:51 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lemas dihajar panas, kardus, jalan, dan hujan.. hiburannya sekarang terang bulan (Sat, 12 Sep 2009 12:28:35 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;barnguli, saikingantuk (Sat, 12 Sep 2009 06:02:17 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kayaknya sekarang kok makin rabun ya (Fri, 11 Sep 2009 11:45:27 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rasane pingin nguntel-untel jam (Fri, 11 Sep 2009 10:35:05 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;duh, mau ngeluh kok bisa nih.. (Fri, 11 Sep 2009 05:25:20 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gulu tengeng (Thu, 10 Sep 2009 12:05:55 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nguleth.. (Thu, 10 Sep 2009 05:34:01 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;natal telah tiba di sini (Thu, 10 Sep 2009 01:44:27 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalo sudah bisa mengumpulkan 319 orang, enaknya diapain mereka ya? (Tue, 08 Sep 2009 10:21:16 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bar gempa news feed di homenya fesbuk kok melu mumet (Mon, 07 Sep 2009 17:19:15 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gempanya di wonosari, 6,8 richter.. tapi ga kerasa ya di solo ya (Mon, 07 Sep 2009 16:29:41 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;fight on!! (Mon, 07 Sep 2009 11:19:54 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pingin tidur tapi kok ngantuk (Sun, 06 Sep 2009 14:55:08 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tetelestai!! (Sat, 05 Sep 2009 06:55:05 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kayaknya mama bisa diprospek ikut fesbuk (Fri, 04 Sep 2009 14:49:54 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menantikan dibukanya botol (Fri, 04 Sep 2009 11:54:28 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lazy people have no time to rest.. u got me herr albert (Thu, 03 Sep 2009 10:08:33 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apa hal pertama yang ingin Anda selamatkan saat guncangan terasa, itulah.. itulah.. itu.. ya itu.. (Wed, 02 Sep 2009 13:37:44 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gak jadi nulis (sudah keduluan banyak orang) hehehe.. (Wed, 02 Sep 2009 08:11:20 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ayo ayo (Tue, 01 Sep 2009 14:58:50 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;siapa takut gambar ular? (Tue, 01 Sep 2009 10:13:12 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sedang senang hati (Mon, 31 Aug 2009 05:05:23 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;benar-benar harus mengupdate daftar rumah makan di jogja (Sun, 30 Aug 2009 13:00:09 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dijojoh-jojoh, diwolak-walik, diidhak-idhak, ditekak-tekuk, ditendangi, tapi tuman.. (Sat, 29 Aug 2009 14:48:49 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kena angin sakit perut, kena hujan influenza, kena panas.. (Sat, 29 Aug 2009 08:30:06 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tahun ini, sudah ada 3 kali bulan februari bagi saya hehe.. (Sat, 29 Aug 2009 06:08:45 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pingin pijat. tapi terlalu capek ke tempat pijatnya. (Fri, 28 Aug 2009 12:00:33 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bosen lembur (Fri, 28 Aug 2009 09:54:08 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kopi dan roti bakar (Fri, 28 Aug 2009 00:53:30 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nanti tidur pakek sarung baru.. sarung kok mesti gambare gajah, saru.. (Thu, 27 Aug 2009 15:19:38 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tahu sebelum waktunya, lupa saat tiba masanya (Thu, 27 Aug 2009 10:35:26 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4 halaman buat cemilan malam atau subuh nanti (Thu, 27 Aug 2009 10:28:09 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;need some reasons to laugh (Thu, 27 Aug 2009 05:23:06 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di fesbuk sedang ada pemadaman bergilir.. (Wed, 26 Aug 2009 15:32:42 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wareg itu indah (Wed, 26 Aug 2009 15:08:25 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;in mood to kick somebody (Wed, 26 Aug 2009 11:28:53 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pingin disetrum (Tue, 25 Aug 2009 10:31:55 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pingin olahraga yang tidak bikin nafas habis (Tue, 25 Aug 2009 10:21:14 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalo sore kok lemot ya.. (Tue, 25 Aug 2009 09:49:21 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;achirnja donlothnja sakses (Mon, 24 Aug 2009 12:59:59 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengetik itu sexy (Mon, 24 Aug 2009 11:23:06 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;siap berantem dengan keyboard (Sun, 23 Aug 2009 13:34:40 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kayaknya barusan merasakan bumi agak bergetar deh.. (Sat, 22 Aug 2009 06:31:57 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;film yang soundtracknya keren-keren apaan? (Fri, 21 Aug 2009 12:36:50 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lama-lama rambutnya kayak vokalis ST12.. sialan! (Thu, 20 Aug 2009 14:25:46 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mendambakan badan yang selalu bugar seperti di masa remaja (Thu, 20 Aug 2009 09:49:26 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;profile sudah kembali dibuka, mari.. mari.. dipilih.. dipilih (Thu, 20 Aug 2009 09:46:15 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pangdam diponegoro bilang kalo ada org bersorban dan berjanggut dilaporkan aja.. pangeran diponegoro tuh bersorban (Thu, 20 Aug 2009 03:51:58 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sudah sehari, saatnya protes kepada sing baurekso (Wed, 19 Aug 2009 17:00:28 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;denger-denger ada seorg cowo akunnya dibanned sama facebook gara-gara dalam beberapa minggu gabung, temannya sudah 500an, cewe semua lagi.. ati-ati lo hehehe.. (Wed, 19 Aug 2009 15:10:04 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mata merah bukan karena menangis bukan karena mabuk minuman bukan karena belekan bukan karena kurang tidur bukan karena kecolok (Wed, 19 Aug 2009 10:53:10 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;profileku kok gak bisa diakses org lain, napa nih.. (Wed, 19 Aug 2009 05:26:55 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berusaha mengingat-ingat lagi cara pake indesign (Tue, 18 Aug 2009 13:43:28 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;they gave you a heart, they gave you a name, velocifero (Mon, 17 Aug 2009 16:24:55 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saatnya kesana kemari (Sat, 15 Aug 2009 11:43:48 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tumben bangun pagi (Fri, 14 Aug 2009 23:26:22 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wew, baru kali ini ke galabo...  bagus-bagus juga pemandangannya hehehe... (Fri, 14 Aug 2009 17:25:40 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dugem dalam hati (Fri, 14 Aug 2009 12:25:34 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;disko di kantor (Fri, 14 Aug 2009 03:05:53 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jam tidurnya sama, cuma kalo lagi kesusu, bangun tidur masih ngantuk, kalo ga lagi kesusu, bangun tidur nggak ngantuk.. gak kompak! (Fri, 14 Aug 2009 02:24:52 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengakhiri hari ini dengan sebuah keputusan luar biasa: tidur.. (Thu, 13 Aug 2009 16:34:27 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gerry, gak jadi datang aja tetep bawa gosip.. :P (Thu, 13 Aug 2009 10:54:07 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;plurk lumayan asik, andaikan ada temennya.. (Thu, 13 Aug 2009 10:47:09 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mau bangun siang kok sudah siang (Thu, 13 Aug 2009 05:16:19 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mamanya kolesterol naik, anaknya jadi makan lele setiap malam (Wed, 12 Aug 2009 14:15:54 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hahaha.. ternyata yg ditembak mr. X.. wah, mbah darmo sedih donk (Tue, 11 Aug 2009 12:17:19 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;anchor news kabar petang tv one, anchor paling ancoor.. (Tue, 11 Aug 2009 11:06:15 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;komputer kalo didefrag malah hang terus, kenapa ya? (Sun, 09 Aug 2009 13:45:35 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pakapolri ini kok lamalama kayak papresiden yah.. sukadrama (Sat, 08 Aug 2009 16:03:57 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sepi banget.. apa pada go offline semua nih? (Sat, 08 Aug 2009 13:09:32 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ngantuk datang, lari batal (Sat, 08 Aug 2009 12:39:59 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pating gemlayu (Sat, 08 Aug 2009 07:18:17 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;haree enee slesee kalee.. (Fri, 07 Aug 2009 13:56:57 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pingin nonton konser musik metal (Fri, 07 Aug 2009 10:17:41 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;otaknya perlu didefrag (Fri, 07 Aug 2009 10:07:55 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tidak semua pertemuan berkesan, tapi lebih sering perpisahan yang bikin kepikiran.. farewell poet (Thu, 06 Aug 2009 17:28:43 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pingin terang bulan (Thu, 06 Aug 2009 15:26:02 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lebih baik tertawa daripada bekerja (Thu, 06 Aug 2009 12:32:58 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tertarik jengis khan, wayang, dan kekerasan.. (Thu, 06 Aug 2009 09:43:32 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kata goodread saya sudah pernah nulis buku, kok malah ga ingat ya? hahaha.. (Wed, 05 Aug 2009 13:00:12 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini otak kok baru bekerja kalo sdh menjelang jam pulang... (Wed, 05 Aug 2009 09:42:37 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lahir, mati suri, hidup lagi, sekolah tinggi, kerja biasa, hidup di luar negeri, jadi seniman, jadi selebritis, banyak ngopi, nggimbal rambut, bikin lagu sesukanya ketawa sesukanya, laris, bikin orang ketawa, mati umur 60.. itulah hidup yg komplit (bikin (Tue, 04 Aug 2009 11:49:51 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sum ppl doesnt change 'n sum ppl proud ofit (Tue, 04 Aug 2009 10:29:17 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lho.. kok sudah sepi? (Tue, 04 Aug 2009 09:58:50 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"The brain is a wonderful organ. It starts working the moment you get up in the morning, and does not stop until you get into the office." Robert Frost (Tue, 04 Aug 2009 01:53:36 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;loh.. ternyata si anu kenal temennya si itu, padahal si anu itu begini dan si itu begitu (Mon, 03 Aug 2009 15:51:58 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;170/110.. tensinya mama.. (Mon, 03 Aug 2009 14:05:05 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cofee o kecuut.. (Mon, 03 Aug 2009 13:57:26 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kenapa si kunti selalu cekikikan? apa yg lucu coba? (Mon, 03 Aug 2009 10:48:00 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengerin teresa teng bikin pingin sup asparagus, burung dara goreng, kakap asam manis, es coca cola, kacang telor, dan es rambutan (Mon, 03 Aug 2009 06:37:55 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini facebook apa papan absen? :P (Sun, 02 Aug 2009 13:18:08 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;turu kui pancen enak, maneh ah.. (Sat, 01 Aug 2009 14:36:50 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;urip kui kudu akeh sare (Sat, 01 Aug 2009 06:41:04 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya benci rasa sungkan (Fri, 31 Jul 2009 14:39:58 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sugih tapi seneng (Fri, 31 Jul 2009 09:39:37 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;internete lelet koyok upil (Thu, 30 Jul 2009 14:19:39 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bikin blog ah, masa kalah.. (Thu, 30 Jul 2009 13:47:20 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;blog bushro hebat sekali SEOnya, satu posting baru beberapa hari sudah ribuan komentar dan disiarkan di berbagai tipi ck.. ck.. ck.. (Thu, 30 Jul 2009 13:39:13 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tiga lagi..  trus..  enam lagi..  trus.. (Thu, 30 Jul 2009 11:34:05 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;baru sadar aku hampir ga punya foto waktu smp-sma, atau memang ga pernah ya? (Thu, 30 Jul 2009 10:38:44 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lagi suka menulis dan menghapusnya lagi (Wed, 29 Jul 2009 16:02:20 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pas malem-malem cek akehe awane, tapi sik onok sinar nyoroti aku, nyoroti sampe mene, jarno ..  - suk suk john lennon (Wed, 29 Jul 2009 13:14:37 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sentrat &amp;amp; sentrut bertemu watuk di waktu panas (Tue, 28 Jul 2009 14:18:34 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kids are everywhere.. sudah satu yg saya bikin nangis huahahaha.. (Tue, 28 Jul 2009 12:33:05 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;malam ini pingin makan enak (Tue, 28 Jul 2009 09:57:43 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ikut mengucapkan selamat berbahagia untuk seorang kawan lama di ibukota yang kemarin melangsungkan pernikahan.. (Mon, 27 Jul 2009 14:20:35 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;densus 88 vs naruto (Mon, 27 Jul 2009 14:17:20 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kopi sachetan zaman sekarang makin ga berasa kopi (Mon, 27 Jul 2009 09:13:52 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;first thing first, second thing second (Mon, 27 Jul 2009 05:32:40 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;downloading many enka songs, hiaat (Sun, 26 Jul 2009 18:26:13 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pilih lembur dengan mata merem atau tidur dengan mata melek (Sun, 26 Jul 2009 18:23:58 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mod**ro wis jam 10!! (Sun, 26 Jul 2009 15:18:08 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ngomentarin status orang sekarang bisa keliatan di profil? biar keliatan kalo cerewet dan ga kerja gitu yah? (Sun, 26 Jul 2009 14:41:48 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika engkau berdoa, masuklah ke dalam akun facebookmu, ketik kata-kata doamu di status kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi.. aw.. aw.. aw.. (Sun, 26 Jul 2009 14:06:36 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;konstipasi otak (Sat, 25 Jul 2009 17:38:51 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;buku apa yang makin dibaca justru makin ga selese-selese (Sat, 25 Jul 2009 16:52:25 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;notification kok isine ttg fotone mario kabeh!!! (Sat, 25 Jul 2009 16:23:35 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hari ini 44 tahun lalu nenek meninggal dunia (Fri, 24 Jul 2009 14:10:11 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;matamerahlemburataunilaimerahtidur (Fri, 24 Jul 2009 14:01:39 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asiiik, ternyata TB. TOGAMAS sudah buka di Solo! Ayo.. ayo.. wong Solo, dipayu, lupakan Gramed, ngirit 10-20 rb yo lumayan to.. hehe (Thu, 23 Jul 2009 15:06:20 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;murung (Mon, 20 Jul 2009 12:18:16 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;to the land of jicama (Sat, 18 Jul 2009 08:08:25 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bermain di air keruh, basah, gupak jemek, mambu.. (Fri, 17 Jul 2009 14:34:11 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini apa gara-gara bom, kok hari ini speedy lelet banget.. (Fri, 17 Jul 2009 14:08:07 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;everybody hurts dan untuk kita renungkan akan kembali hadir di layar kaca kita.. (Fri, 17 Jul 2009 10:15:22 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"And does it really matter If there’s a heaven up above We sure could use some love" katanya Scorpion (Fri, 17 Jul 2009 05:15:47 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Menyinari mimpi yang menjadi rindu, mengintip gundah yang datang sendiri. Sepuluh tahun perjalanan pulang pergi, senantiasa mondar-mandir untuk dirimu" (Liang Qichao - Rembulan di Kapal Pulang) (Thu, 16 Jul 2009 14:28:20 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akhirnya ikut meler juga (Thu, 16 Jul 2009 01:46:27 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;siapakah tokoh paling jahat di sinetron cinta fitri? (Wed, 15 Jul 2009 12:56:21 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cuurr..  ssss.... kres kres kres.. krik krik krik.. krrrrr.. ngguuung.. plak plek plak.. hmm (Wed, 15 Jul 2009 09:49:11 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;huah, kok tetap masi ada yg keliru ya.. (Wed, 15 Jul 2009 09:45:01 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;u can relate almost everything you love to do with your job, great job isn't it? (Tue, 14 Jul 2009 14:45:24 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i should stop mumbling in the phone... (Tue, 14 Jul 2009 11:04:59 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BUZZ!! (Tue, 14 Jul 2009 09:42:56 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;roy suryo for menkominfo! indonesia kangen harmoko! (Mon, 13 Jul 2009 12:52:04 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;arrrgghhh... *pingin mencekik sebatang leher* (Mon, 13 Jul 2009 05:35:44 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;katanya mbah surip pernah kuliah di petra ya? ha.. ha.. ha... (Sun, 12 Jul 2009 14:21:35 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;esia dibungkus casing blackberry, benny &amp;amp; mice pancen paten (Sun, 12 Jul 2009 13:40:29 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hari ini olahraganya tidur dulu ya.. tu.. wa.. tu.. waz.. zzu.. wzzzz.. (Sat, 11 Jul 2009 07:54:55 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalo pulang tar takut ketiduran, kalo tetap di kantor tar kecape'an (Fri, 10 Jul 2009 11:05:24 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya: duh, kapan selesainya nih...  saya: kayaknya malam ini deh. saya: oke! (Fri, 10 Jul 2009 10:43:58 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lebih baik digigit nyamuk daripada digigit mimik-mimik iniii... biar tak mengapaa.. (Thu, 09 Jul 2009 15:18:16 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lembur maning, son (Thu, 09 Jul 2009 12:30:43 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika politik mandeg, budaya harus bergerak.. begitulah kira-kiranya ya (Thu, 09 Jul 2009 11:30:03 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan berakhirlah parade fashion show jargon yang menjijikkan ini.. let's go back to work, go back to the political apathy (Thu, 09 Jul 2009 00:38:11 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gimana kalo nyontreng harus bayar? (Wed, 08 Jul 2009 02:34:12 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;malam bulan purnama, para manusia serigala bergentayangan menduplikasi diri hingga fajar nanti, bersiaplah karena besok mereka akan jadi banyak sekali (Tue, 07 Jul 2009 13:44:20 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;optimis tidak melihat donatnya, tapi melihat apa donatnya enak, atau apa ada yg lebih enak dari donat, atau apa donat itu memang layak dimakan.. (kok jadi pingin beli donat) (Tue, 07 Jul 2009 10:46:20 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aneka digital safari jelek banget (Tue, 07 Jul 2009 10:06:43 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mendengarkan album musik baru, salah satu cara menjaga agar saya tidak lekas pikun dan ketua-tuaan (Mon, 06 Jul 2009 13:09:05 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akhirnya menyerah jua.. (Mon, 06 Jul 2009 09:34:17 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;biarkan orang mati menguburkan orang mati (orang hidup menikmati hidup) (Sun, 05 Jul 2009 13:00:35 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cofee's not work, hope some beer (Sat, 04 Jul 2009 13:47:14 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;coffee kicking crazy little dizzy (Sat, 04 Jul 2009 12:30:49 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lakukan 24 hal dalam 24 jam (Fri, 03 Jul 2009 10:52:48 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(dng nada romi rafael), saat anda bangun di bulan juli 2010 nanti, anda tidak perlu kecewa karena tahun lalu tidak memilih, anda juga tidak perlu menyesal karena telah memilih mereka berdua. apapun pilihan anda pada 8 juli yang lalu, perubahan yg lebih baik masih menjadi dagangan menyenangkan(Thu, 02 Jul 2009 11:29:52 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kok ga kepikiran itu ya (Thu, 02 Jul 2009 10:29:25 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalo deadline tinggal sehari lumayan produktif, tapi badan pegal,  kalo deadline masi lama, ide mampet, tapi pikiran segar (Wed, 01 Jul 2009 10:18:28 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;everyone can read, some can't write, everyone can write and publish a book, not everyone can read, some might buy, download and get any book, some have no book, some get proud on having books they never read, some beg for any book, thousands books get published, some are rejected (Tue, 30 Jun 2009 16:13:18 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;out of nothing at all, ternyata air supply enak jugak.. (Tue, 30 Jun 2009 15:43:40 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kok tiba-tiba pada suka film robot-robotan ya? (Tue, 30 Jun 2009 10:00:51 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;too much choices to enjoy the silence (Mon, 29 Jun 2009 10:14:35 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;meski prameks hari ini seperti kaleng kornet bau keringat, tapi ada satu hal yang tidak pernah berubah: selalu ada senyum di wajah sebagian besar penumpangnya (Sun, 28 Jun 2009 13:42:06 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lah, mulaaaiii... mulaaiii... browser kok rasanya lengket-lengket gini ya (Fri, 26 Jun 2009 14:30:45 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hari ini sudah gajian.. utk 35 hari hmmm.. (Fri, 26 Jun 2009 10:47:35 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akhir-akhir ini di dunia nyata, saya denger makin banyak orang ketawa bunyi kikikikikik, kekeke, wakakak.. yg belum itu yg wkwkwkkwk (Thu, 25 Jun 2009 10:50:17 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide SBY nya kek, ide tim suksesnya kek. SBY: Suharto is Back Yow! *br denger kalo ada PNS diancam mutasi kecuali contreng no 2* (Wed, 24 Jun 2009 11:55:42 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;browser-browser lg pada aneh apa komputerku yg perlu tambah memori ya.. (Tue, 23 Jun 2009 12:04:45 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;no, woman.. no cry.. here, little darlin, don't shed no tears.. everything is gonna be alright 3x (Mon, 22 Jun 2009 14:59:24 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kerokan bulan ini mungkin setara dengan kerokan beberapa tahun belakangan... :-( (Mon, 22 Jun 2009 10:13:01 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;get a life, get facebook.. wek (Sun, 21 Jun 2009 07:33:22 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di sini tempatnya buku-buku jarang, larang dan dilarang, bukan tempat buku dikarang (Sat, 20 Jun 2009 10:55:26 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;turu eman-eman, tangi gelo.. (Thu, 18 Jun 2009 16:11:59 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akhir minggu, kita rapat di gunung. turun gunung kita lembur lagi ya.. (Thu, 18 Jun 2009 10:15:20 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;balung tuwo, ngisin-ngisini! (Wed, 17 Jun 2009 12:47:56 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sesuk ajar kluruk.. (Mon, 15 Jun 2009 10:00:24 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;urip iki mung mampir ndomble.. (Fri, 12 Jun 2009 14:53:03 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pijet, kerokan.. sungguh bahagia jadi orang indonesia.. (Thu, 11 Jun 2009 13:53:10 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;teringat dokter Lo.. umur berapa sekarang dia ya? masih praktek gak ya? (Wed, 10 Jun 2009 15:44:16 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;god bless indowebster (Tue, 09 Jun 2009 12:58:46 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kwek.. kwek.. wek.. wek.. wong kok iso suarane koyo ngono (Tue, 09 Jun 2009 12:24:21 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mau latihan bangun jam 6 pagi, tapi minggu depan aja ah.. (Mon, 08 Jun 2009 15:07:58 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;60 km kok seperti maen ke rumah tetangga aja.. (Sat, 06 Jun 2009 16:58:57 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sama berita belakangan ini kok rasanya bisa ada hubungan batin ya? hehehe... trus, mereka-mereka dukung prita apa omni ya? (Fri, 05 Jun 2009 12:00:41 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oh, pak obaja.. kalo saja anda tahu kalau suara serak anda di radio ternyata bisa dimanfaatkan mama untuk nakutin kucing selama rumah kosong... (Thu, 04 Jun 2009 12:20:00 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oh, pak obaja.. kalo saja anda tahu kalau suara serak anda di radio ternyata bisa dimanfaatkan ibu untuk nakutin kucing selama rumah kosong.. (Thu, 04 Jun 2009 12:17:05 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berita tv one=  provokatif dan suka bias.. (Wed, 03 Jun 2009 14:37:01 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;indonesia, kapan perang, pakai satpol PP aja.. (Tue, 02 Jun 2009 15:59:48 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;punggungku nyeriku deadlineku (Tue, 02 Jun 2009 09:24:05 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;angel e dadi wong kemproh.. (Mon, 01 Jun 2009 10:01:56 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan juni.. hujan akhir mei pun kalah (Sun, 31 May 2009 13:03:48 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lagi suka merhatiin beritanya yahoo (Sat, 30 May 2009 16:40:48 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;merasa seperti balon, ada angin di badanku.. (Sat, 30 May 2009 09:50:33 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setiap hujan selalu ingat lagu hujan.. (Fri, 29 May 2009 13:34:35 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;don't get it wrong, boy.. (Thu, 28 May 2009 16:32:45 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lhooo.. ngono too.. kok ra muliiih too.. (Thu, 28 May 2009 10:57:15 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pertandingan yang tidak dramatis.. karena barca jelas lebih SUPERIOR!!! huahahaha (Wed, 27 May 2009 20:40:43 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;carilah maka kamu akan mendownload.. (Wed, 27 May 2009 13:47:33 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;everything is gonna be alright.. (Tue, 26 May 2009 14:42:55 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sedang bikin kotor halaman home kalian (Sat, 23 May 2009 15:38:25 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"pak, rombongnya rusak ya? kok didorong?" (Fri, 22 May 2009 16:31:17 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;guru smp, a boy named dodo, barry the neighbour, lima saksi kematian, cerita pengantar hujan, 8 cinta yang karam, burjo, dst.. dst.. ingatkan-ingatkan!!! (Fri, 22 May 2009 15:51:29 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menghilangkan kejenuhan itu membosankan (Thu, 21 May 2009 15:40:14 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;banyak orang sakit.. (Tue, 19 May 2009 11:53:50 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;solo; cantik kalau sedang lapar, manis kalau malam habis hujan, pucat kalau sedang cari bacaan, asma kalau sedang cari film (Sun, 17 May 2009 14:18:03 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Our friends , Wikjatmiko and Erlin has just born their baby girl today at 8:13, maybe u had his sms too. Ok, let's give them big applause (Sat, 16 May 2009 02:04:49 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini peyut kok seharian buncit mulu, apa isinya ya? (Fri, 15 May 2009 10:57:53 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ternyata bukan makanannya, tapi nafsu makannya yg bikin enak.. mungkin sekarang saya bisa membayangkan rasanya jadi gay hehehe.. (Wed, 13 May 2009 01:54:07 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menggigil, pahit, dan hangat (Tue, 12 May 2009 03:00:14 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pemahaman cara karbitan hanya menghasilkan pengeluh dan partisan (Mon, 11 May 2009 12:25:07 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cukup jadi pengeluh atau jadi partisan, maka anda akan sudah dianggap paham.. (Mon, 11 May 2009 12:22:23 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gendang penari hujan vs asap pawang hujan, mana yang menang? (Sun, 10 May 2009 14:26:42 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lok nevel taes elektonika nepe slip kit nebe stop and dis tlip hes stat egen!!!! (Fri, 08 May 2009 14:26:25 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;duh gusti.. (Thu, 07 May 2009 15:44:16 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;manyun (Tue, 05 May 2009 14:48:42 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bikin pe er lagi.. (Mon, 04 May 2009 15:31:20 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengerin pmr dan d'bodor di metro tv, sayang harus ngerjain pe er.. (Sun, 03 May 2009 15:20:19 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;what's on your mind i don't mind (Sat, 02 May 2009 08:33:22 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;beda tipis antara bingung dan kagum (Fri, 01 May 2009 16:07:41 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;teman-teman sekolah ternyata sudah banyak yang berubah drastis (Fri, 01 May 2009 14:15:44 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;raus raus!! (Thu, 30 Apr 2009 17:27:39 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ONE! (Thu, 30 Apr 2009 17:11:24 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nah, bener kan, untung nggak nonton.. (Thu, 30 Apr 2009 00:47:55 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hmm.. arsenal perlu ditonton gak ya? (Wed, 29 Apr 2009 10:02:34 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ditonton malah pada klejotan. tapi di tv sebelah ada yg lumayan lucu (Tue, 28 Apr 2009 20:59:23 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;malam ini tidak boleh tidur! dilarang tidur! ojo turu!! jangan tidur!! stay awake! bangun!! hoah.. zzzz... (Tue, 28 Apr 2009 16:32:54 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dicuekin satu orang sih memang bikin sebal, dicuekin dua orang itu baru menyebalkan.. wah, sama ya? (Tue, 28 Apr 2009 12:14:31 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;poke kui gunane opo to? wong meduro seneng iki.. (Mon, 27 Apr 2009 13:16:58 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mari menulis (Sun, 26 Apr 2009 12:47:11 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dingin di luar hangat di dalam diam tapi berputar menjauhi air tapi basah tidur tapi lelah (Fri, 24 Apr 2009 12:02:55 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lihat cuplikan arsenal - liverpool, membayangkan kalo arsenal versus a.c. milan wuah.. (Fri, 24 Apr 2009 11:54:49 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berita pemilu, sok penting (Thu, 23 Apr 2009 13:55:38 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tangga pelangi akan segera tiba (Thu, 23 Apr 2009 12:21:04 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nyobain twitter, belum mudeng manfaatnya. apa kelebihannya dibanding fesbuk dan blog? (Wed, 22 Apr 2009 15:21:15 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;malam selalu tak pernah lama (Wed, 22 Apr 2009 13:21:18 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;musim hujan ga berhenti-berhenti, banyak orang hamil (Tue, 21 Apr 2009 12:40:38 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bung ayo bung.. rek ayo rek.. cak ayo cak.. (Mon, 20 Apr 2009 13:30:50 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku suka prameks, serasa berada di india (Sun, 19 Apr 2009 12:16:12 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku suka prameks, serasa main di film india (Sun, 19 Apr 2009 12:14:31 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terkadang kita hidoep tokh haroes lakoekan toekar-menoekar, tapi djika hasilnja memang baek, jang terbaek jalah djika kita abaikan sadja berapa tadi harganja itoe (Sat, 18 Apr 2009 16:39:35 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;feel so strange and wonder (Fri, 17 Apr 2009 11:52:13 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;excuse my sense of humour (Fri, 17 Apr 2009 11:43:56 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sei yes, sei no, sei lamaad malamb (Thu, 16 Apr 2009 15:41:49 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kayakny keira knightley ada benarnya, tapi juga ada ga benarnya (Thu, 16 Apr 2009 15:05:37 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;good to see u again! (Thu, 16 Apr 2009 01:32:02 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;declaring war against pegel-pegel &amp;amp; ngantuk (Wed, 15 Apr 2009 06:25:33 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hobi mamaku sekarang, nonton acara On Line di TATV, pake volume dikerasin lagi.. hihi.. penasaran, apa memang internet sudah demikian user friendly yah? (Tue, 14 Apr 2009 13:05:25 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i love 'new dawn fades' (Tue, 14 Apr 2009 11:35:23 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;zipped (Mon, 13 Apr 2009 14:17:12 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalo online sekarang ga kreatif.. :( (Sun, 12 Apr 2009 13:31:01 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;andai aku bisa bahasa jerman dan prancis (Sat, 11 Apr 2009 15:44:58 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kuis-kuis ini bikin loadingnya lambat.. ah, biarin (Fri, 10 Apr 2009 04:39:32 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;trade all the heroes with the ghosts (Fri, 10 Apr 2009 01:18:03 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yah, liburnya sudah berkurang hampir 1 hari (Thu, 09 Apr 2009 14:19:40 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kayaknya tinta pemilu dicampur obat bius.. habis dicelupin langsung ngantuk (Thu, 09 Apr 2009 10:03:08 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;meski ada anak capres, aktivis buruh, anak ketua pki, ketua partai besar, ketua mpr, artis, mantain pemain badminton, putri keraton, kayaknya tadi tetep aja banyak yang ga merhatiin deh... (Thu, 09 Apr 2009 06:50:28 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If voting changed anything, they'd make it illegal - Emma Goldman (Thu, 09 Apr 2009 02:24:14 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sigh, ketiduran grrrrr.... (Thu, 09 Apr 2009 01:38:50 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengusahakan supaya nanti malam bisa nonton bola (Wed, 08 Apr 2009 11:07:48 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oh teklom, jangan biarkan saya liburan tanpa internet :( (Wed, 08 Apr 2009 09:24:54 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kata iklan kompas: bagi yg jari tangannya item, besok di starbucks gratis 1 gelas kopi.. apakah akan ada antrean dan gencet2an di starbucks? (Wed, 08 Apr 2009 07:46:27 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;enaknya disobek, dikasi kata mutiara, diberi kumis-kumisan, atau.. (Wed, 08 Apr 2009 01:24:34 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nunggu sampai ketombean.. itulah sebabnya saya benci ke bank (Mon, 06 Apr 2009 09:39:14 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ayoh berdiaspora di fesbuk (Mon, 06 Apr 2009 04:32:48 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kesel tapi paak.. (Sun, 05 Apr 2009 15:03:04 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apa yang membuat suara orang bisa mirip ya? (Sat, 04 Apr 2009 15:06:07 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tidak ada yang gampang (Sat, 04 Apr 2009 14:55:55 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;eat your news! (Sat, 04 Apr 2009 13:32:02 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wajib memilih? itu kalimat kontradiktif (Fri, 03 Apr 2009 13:57:06 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jangan mensmurf, tapi smurfkan saja smurfnya, okay? (Thu, 02 Apr 2009 13:27:07 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pingin ada bunyi kreek di punggung dan leher lalu kraak di tangan dan kaki, kemudian tertidur bermimpi 3 cerita dalam delapan ratus ribu empat puluh empat warna.. c*k cerewet!! (Wed, 01 Apr 2009 13:59:37 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;fiuuhhh... (Wed, 01 Apr 2009 13:52:17 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;emang april mop masih musim ya? (Tue, 31 Mar 2009 14:15:30 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;besok siang panas (Tue, 31 Mar 2009 06:53:24 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selera makan mulai menurun lagi (Mon, 30 Mar 2009 15:12:22 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;life is ironically dillematic (Sun, 29 Mar 2009 12:58:04 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagaimana cara bikin bangun pagi jadi menyenangkan? (Sat, 28 Mar 2009 01:39:28 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pemain sinetron iki ngomonge garing-garing (Fri, 27 Mar 2009 16:39:34 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;turun, turun, dan turun lagi (Fri, 27 Mar 2009 16:36:03 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;iki piye iki piye iki piyee.. (Thu, 26 Mar 2009 18:25:43 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;agak capek, semoga besok bisa istirahat (Thu, 26 Mar 2009 12:17:01 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;huh, selalu saja masih ada selilit (Tue, 24 Mar 2009 10:02:14 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pulang diantar embun, tidak jadi ngantuk... see u sawit 3! (Mon, 23 Mar 2009 03:07:52 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bahawa dalem tempoh doea tiga malem ke depan koe meniekmati tidoer terachir di kasoer paling njaman sedoenia itoe (Thu, 19 Mar 2009 13:03:01 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;watuke ra mutu (Wed, 18 Mar 2009 11:52:51 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;batukkk (Wed, 18 Mar 2009 07:34:53 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ga enak badan, habis angkut pindahan rumah kemarin (Tue, 17 Mar 2009 03:34:27 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;days is a highlight (Sun, 15 Mar 2009 15:41:39 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wah bener pak jokri, malem jumat kliwon friday night the 13th! sumuk maneh! (Thu, 12 Mar 2009 11:48:44 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masih kagok dengan tampilan baru fesbuk (Thu, 12 Mar 2009 11:28:54 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;internetnya beberapa hari ini lelet (Wed, 11 Mar 2009 13:14:09 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nanti malam bakal sulit tidur lagi (Tue, 10 Mar 2009 13:19:33 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tidur ternyenyak adalah semalam (Tue, 10 Mar 2009 01:16:59 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;meh lempoh (Sun, 08 Mar 2009 14:06:19 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;susah tidur, bukan karena tidak mau atau tidak bisa (Wed, 04 Mar 2009 15:41:09 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;acik..acik.. donlot sepuasnya (Tue, 03 Mar 2009 11:29:42 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lah lah laaah... (Mon, 02 Mar 2009 12:52:35 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;makin banyak warung jual kopi yg bikin mules.. hih (Mon, 02 Mar 2009 00:42:56 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;heran (Sat, 28 Feb 2009 15:52:34 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebulan ini tak tuntas baca satu bukupun.. (Fri, 27 Feb 2009 14:53:11 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;orang pusing minum tolak angin (Thu, 26 Feb 2009 15:31:27 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;when routines bites hard and ambitions are low (Tue, 24 Feb 2009 13:29:56 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aus (Sat, 21 Feb 2009 15:48:44 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di mana-mana denger lagu selekta pop (Fri, 20 Feb 2009 15:24:18 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di mana-mana denger lagu seleksi pop (Fri, 20 Feb 2009 15:16:42 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;always on the run (Wed, 18 Feb 2009 15:38:59 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;keujanan (Tue, 17 Feb 2009 10:51:41 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kenapa jarang ada yg pasang info lengkap di fesbuk ya? (Sat, 14 Feb 2009 17:47:51 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;baru sadar kalo ga bisa nulis di wall sendiri.. eniwei thanks gangs.. ihik.. ihik.. terhura haru (Thu, 12 Feb 2009 15:19:12 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;baru sadar kalo ga bisa nulis di wall sendiri.. eniwei thanks gangs.. ihik.. ihik.. terhura haru (Thu, 12 Feb 2009 15:19:12 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ngantuk, cape, males, tapi repot (Mon, 09 Feb 2009 13:51:41 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;is wonder why he's always sleepy (Fri, 06 Feb 2009 03:22:55 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;is trying hard to blogging (Thu, 05 Feb 2009 07:45:44 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;balunge ceklek (Wed, 04 Feb 2009 16:00:26 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;geli liat kampanye caleg bertebaran di internet, caranya masi terlalu lugu (Tue, 03 Feb 2009 12:57:31 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;is fighting the temptation to add public figures (Mon, 02 Feb 2009 15:32:30 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sih emang begitu... (Sun, 25 Jan 2009 05:20:22 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 bulan ini naik 4 kilo, target 6-7 kilo lagi.. tapi jangan ngumpul di perut (Wed, 21 Jan 2009 16:46:38 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;weekend nanti sepertinya santai.. hore (Wed, 21 Jan 2009 14:06:57 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mencoba membuktikan katanya facebook lagi kenceng gara-gara nyiarin obama (Tue, 20 Jan 2009 16:57:35 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk sementara kapok mudik malam-malam (Sun, 18 Jan 2009 17:05:48 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;is fond in violence things (Tue, 13 Jan 2009 15:38:38 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;is googling for google (Tue, 13 Jan 2009 15:23:51 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sedang mengais tawa (Mon, 12 Jan 2009 17:00:17 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sudah lumayan legaa (Sun, 11 Jan 2009 16:15:35 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lagi diopyak-opyak (Thu, 08 Jan 2009 12:26:42 GMT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sedang menjalani operasi face off (Sun, 04 Jan 2009 04:00:19 GMT)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11940105-816969615887351322?l=lalathijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lalathijau.blogspot.com/feeds/816969615887351322/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11940105&amp;postID=816969615887351322&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11940105/posts/default/816969615887351322'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11940105/posts/default/816969615887351322'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lalathijau.blogspot.com/2010/01/statuses-history-2009.html' title='Statuses History 2009'/><author><name>ary</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03207474458678987363</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://photos16.flickr.com/20912285_e28978ae26.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11940105.post-9218223585288080099</id><published>2009-12-27T13:07:00.006+07:00</published><updated>2009-12-27T13:33:04.810+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rocknrolla'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Brad Pitt'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inggris'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Guy Ritchie'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='film'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Amerika'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Quentin Tarantino'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inglourious Basterds'/><title type='text'>RocknRolla vs Inglourious Basterds</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_OhAG0w0jZ-g/Szb87oTt7FI/AAAAAAAAAL8/ejqflMajG1g/s1600-h/ingroc.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 222px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_OhAG0w0jZ-g/Szb87oTt7FI/AAAAAAAAAL8/ejqflMajG1g/s320/ingroc.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5419797302949571666" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebelumnya saya mau ngomel-ngomel dulu. Saya sudah makin jarang nonton film, apalagi film-film aneh. Sekarang, selain tidak punya referensi untuk film-film seperti itu, saya juga paling hanya bisa menyewa film-film Hollywood di rental VCD original seperti Movietime, Ezzy, dan sejenisnya. Kadang memang ada yang bagus, tapi toh tetap saja cenderung telat, sudah disensor, dan tidak semua film ada. Rental DVD bajakan? Di kota ini setahu saya hanya satu. Itupun sekarang makin parah karena yang disewakan lebih banyak DVD film seri dan film-film semi. Kemarin coba melihat-lihat sepertinya rental itu sudah tidak niat lagi menyewakan film-film terbaru. Yang penting laku, mungkin begitu pikiran mereka. Dan yang laku sepertinya adalah film-film Asia atau film semi. Atau mungkin karena akses ke film-film bajakan yang bagus makin berkurang sehingga mereka koleksi mereka seakan terhenti begitu saja. Memang, sekarang selain rental juga ada cara lain: download. Nah, untuk yang ini saya masih belum pernah mencoba. Paling-paling saya hanya mengopi koleksi seorang teman yang mau berbaik hati menshare file film hasil unduhannya di kantor. Tapi, karena selera beda, jadinya saya kadang-kadang saja mengopinya.&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dua film berikut adalah dua film yang didapat dengan cara berbeda yang saya pikir mungkin juga memengaruhi isinya (maksudnya, yang satu sudah melalui gunting sensor sedangkan yang lain tidak). Film pertama adalah Rocknrolla, saya dapat dari menyewa di sebuah rental VCD ori. Yang kedua, Inglourious Basterds adalah film yang saya kopi dari teman saya tadi yang dia dapat dari mendownload di internet. Yang kedua ini tentu saja bebas sensor (saya kira). Satu hal yang membuat saya tertarik pada kedua film ini tentu saja adalah karena sutradaranya. Keduanya, meski pernah membikin film yang serupa, tapi film-film masterpiece mereka sama bagusnya. Sutradara pertama berasal dari Inggris, mantan suami dari seorang penyanyi paling terkenal di dunia, Madonna. Dia Guy Ritchie, sangat dikenal oleh karya monumentalnya, Lock Stock and Two Smoking Barrels dan Snatch. Keduanya sudah pernah saya tonton. Sutradara kedua saya pikir lebih terkenal lagi di sini karena dia berasal dari Amerika. Quentin Tarantino yang selalu dihubungkan dengan karyanya, Pulp Fiction, selain juga beberapa lainnya seperti Reservoir Dogs, Kill Bill (vol 1&amp;amp;2), dan ikut berperan juga dalam Sin City serta Natural Born Killers. Kecuali Sin City, semua film di atas sudah pernah saya tonton. Memang, ada beberapa lagi film terkenal dari kedua sutradara itu. Guy Ritchie setidaknya pernah membuat beberapa film yang berbeda dengan jenis Lock Stock. Kemarin saya lihat di rental tapi saya lupa judulnya, sedangkan yang satu adalah Swept Away yang dibintangi istrinya sendiri waktu itu, Madonna, dan disebut gagal. Sedangkan Tarantino juga pernah membuat beberapa film lagi yang saya juga lupa. Tapi, kedua nama itu tetap tidak bisa dilepaskan dari dua karya utama mereka, Lock Stock and Two Smoking Barrels serta Pulp Fiction.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nah, kalau tidak salah, Rocknrolla dan Inglourious Basterds adalah dua karya terbaru mereka, yang juga sangat khas mereka (kalau tidak bisa dibilang repetisi yang mungkin tidak selalu mereka harapkan tapi toh diharapkan penonton, termasuk saya). Saya tidak akan membandingkan keduanya. Saya juga belum jelas ingin menyampaikan apa tentang kedua film ini. Tapi, saya hanya ingin menulis kesan saya saja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold; "&gt;ROCKNROLLA&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rocknrolla adalah film yang serupa dengan Lock Stock dan Snatch. Berkisah tentang dunia mafia di Inggris. Tentang dunia gangster besar dan kecil. Pertikaiannya adalah tentang dua kubu besar, gangster Inggris dan mafia Russia. Mafia Russia yang sangat jelas diilhami dari sosok Roman Abramovich, taipan minyak yang memiliki klub sepakbola Chelsea FC, ingin membangun bisnisnya di Inggris. Namun mereka terhambat birokrasi. Maka, adalah gangster Inggris yang juga punya kekuasaan terhadap para pejabat negara itu yang mereka manfaatkan jasanya. Semestinya tidak ada yang bermasalah. Hanya saja ada pelanduk yang masuk ke dalam hubungan dua gajah itu. Seorang wanita, istri pengacara yang terlibat dalam pengaturan bisnis si Russia itu (wanita ini juga membuat si mafia Russia jatuh hati bahkan kemudian ingin melamarnya), mengetahui rencana tersebut dan memanfaatkan informasi yang ia dapat. Ia memakai jasa kelompok bandit kelas teri untuk merampok uang si Russia yang sedianya akan digunakan untuk membayar si gangster Inggris. Dua kali aksi itu berhasil dilakukan. Si Russia mulai curiga dengan si Inggris. Sementara si Inggris ternyata juga kebingungan setelah lukisan kesayaangan si Russia yang dipinjamkan kepadanya ternyata hilang dicuri putranya sendiri yang sangat ia benci. Tokoh putra si gangster Inggris yang juga adalah seorang penyanyi rock itu kemudian mulai masuk. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka, ada beberapa kubu di sini. Ada mafia internasional Russia. Ada gangster penguasa Inggris. Ada kelompok bandit. Ada si femme fatale. Ada rocker yang dihormati di kalangan junkies. Dan seperti tampak dalam film Snatch dan Lock Stock, endingnya pun sama. Si pelanduk yang selamat saat si gajah saling bunuh. Dengan beberapa kelucuan gaya Inggris, yang kali ini antara lain tentang isu gay. Film ini memang pengulangan, tapi ceritanya juga tetap menarik bagi saya. Selain tema dan alur cerita, pengulangan eh ciri khas yang juga dipakai antara lain: narasi di awal cerita, tokoh kepercayaan para bos yang digambarkan sangat tangguh, berbagai macam penyiksaan yang aneh (di Lock Stock ada yang dimakan babi, kini ada digigiti ketam sampai mati), budaya yang berbeda (dulu ada Yunani, Skotlandia, kini ada Russia), dan satu yang saya tunggu, lagu-lagu bagus. Kita bahas yang terakhir ini sebentar, soal lagu. Satu hal yang tetap menjadi nilai plus saya di film-film Ritchie adalah lagu-lagunya. Lagunya band-band dan penyanyi Inggris. Tapi, dari segi genre selalu ada berikut ini: kalau tidak punk era 70an, reaggae, soul, juga instrumental dengan alat musik petik (entah apa itu namanya).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold; "&gt;INGLORIOUS BASTERDS&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Quentin Tarantino memang pecinta kekerasan. Dalam film berlatarbelakang perang dunia II ini, adegan kekerasan meski tidak selalu ada, tapi kalau ada pun sadis. Tarantino mungkin saya pikir agak beruntung dibandingkan Ritchie. Setidaknya, saya lihat ia masih lebih bisa bebas berkreasi dan menikmati tanpa kritik penonton yang selalu menuntut ini itu. Apa mungkin Tarantino memang lebih kreatif dari Ritchie atau publik Amerika lebih terbuka dengan karya yang berbeda dari masterpiece seorang sutradaradi masa sebelumnya, atau karena penerimaan dunia atas film Amerika lebih terbuka daripada film produksi Inggris, saya tidak tahu yang mana. Oh ya, film Inglourious Basterds ini juga sedang (atau segera?) ditayangkan di bioskop Indonesia saat ini, hanya saja tidak terlalu terdengar gemanya, kalah dibandingkan 2012. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengenai cerita, film ini berkisah tentang satu pasukan anti Nazi yang disebut dengan nama Inglourious Basterds. Pasukan, atau laskar ini berisi personel-personel kejam yang meski kewarganegaraannya berbeda-beda (ada yang asal Amerika, ada yang dari Jerman, dan tentu saja ada yang etnis Yahudi), tapi punya kesamaan: sama-sama benci setengah mati dengan Nazi. Mereka sering menyergap pasukan Nazi untuk kemudian dibunuh dan disiksa habis-habisan. Dan bagi yang telah mati, kulit kepalanya dikerat dengan pisau. Mereka juga menyisakan satu anggota Nazi yang jidatnya kemudian ditoreh lambang swastika. Terang saja, tindakan ini membikin teror di kalangan anggota Nazi. Sementara di lain pihak, di pasukan Nazi, ada seorang jenderal mereka yang sangat kejam dan pintar. Kekejaman dan kepintaran si jenderal ini terus ditampilkan di 3/4 film sebelum kemudian tiba-tiba dia jadi sangat bodoh di akhir cerita. Memang agak ngedrop, tapi lumayanlah. Oh ya, tentu saja ceritanya juga bukan tentang dua kubu kuat ini saja. Di tengah-tengah mereka, ada tokoh seorang wanita Yahudi yang selamat dari sebuah pembantaian keluarganya oleh si jenderal Nazi cerdik tadi. Perempuan ini kemudian menyamar menjadi orang Perancis yang mengelola sebuah gedung bioskop. Puncaknya, ia kemudian mendapat kesempatan untuk balas dendam pada Nazi akibat seorang pahlawan perang Nazi yang juga membintangi sebuah film propaganda, yang jatuh cinta padanya. Dalam satu kesempatan launching film yang dihadiri keempat petinggi Nazi, termasuk Hitler dan Goebbels, ia merencanakan untuk membakar gedung yang dihadari ratusan petinggi Nazi itu. Tapi, ternyata kelompok inglourious basterd tanpa sepengetahuannya juga memiliki tujuan sama. Ingin memanfaatkan momen itu untuk menghabisi para petinggi Nazi. Sempat kedua rencana itu hampir gagal, tapi akhirnya berhasil meski banyak korban jatuh akibat kecelakaan-kecelakaan kecil.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di sini, Inglourious Basterds lebih mirip filmnya Guy Ritchie, meski kejamnya tetap khas Tarantino. Yang jelas, Tarantino tampaknya suka dengan tema di mana tokoh-tokoh pembangkang yang hebat bersatu melawan tokoh hebat lainnya yang didukung organisasi kekuasaan yang rapi. Seperti cerita komik, sehingga kekejaman yang ditampilkan juga tidak membuat kita bergidik ngeri, tapi malah menganggapnya hal ringan. Itu tentunya tidak mudah, dibutuhkan kemampuan membangun cerita dan nuansa yang benar-benar membius untuk membuat penonton jadi seperti itu. Satu lagi yang agak membedakan antara Tarantino dan Ritchie adalah dalam hal selipan-selipan pengetahuan atau obrolan ringan tentang filosofi seni dalam film. Kalau dalam Reservoir Dogs kita dengar tentang pembahasan Madonna dan Like A Virgin. Dalam Kill Bill kita dengar pembicaraan tentang Superman dan Clark Kent. Di film ini, ada pembicaraan tentang film Eropa. Tapi, yang agak berbeda dalam film ini tampaknya adalah soundtrack yang kurang banyak, dan lebih banyak yang instrumental dengan (lagi-lagi) adalah karya Ennio Morricone.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold; "&gt;BRAD PITT&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tarantino dan Ritchie memang jaminan, tapi dalam memilih film, saya juga makin percaya akan jaminan nama Brad Pitt. Meski sering disebut cowok manis, tapi film-film yang ia bintangi harus diakui memang bagus-bagus, bukan yang manis-manis. Seingat saya, pilihan film yang dibintangi suami Angelina Jolie ini makin keren saja. Kalau menyebut film yang pernah saya tonton tapi kurang saya suka mungkin hanya Mr and Mrs Smith. Film-film yang ia bintangi selain Inglourious Basterds yang pernah saya tonton rata-rata saya suka semuanya. Sebut saja, Snatch, Ocean Eleven sampai Thirteen, Twelve Monkeys, Burn After Reading, Se7en, Fight Club, Seven Years in Tibet, Babel, Curious Case of Benjamin Button, True Romance, dll. Memang setidaknya ada enam film Pitt lain yang belum pernah atau hanya pernah separuh saya tonton, yaitu: Legends of the Fall, Meet Joe Black, Interview with A Vampire, Troy, Assasination of Jesse James, dan The Mexican. Sebagian dari antaranya adalah film lawas. Tapi, andaikan keenamnya jelek pun, semestinya tidak akan membuat saya ragu dengan kapasitasnya. Tapi, kapan-kapan mungkin saya coba akan tonton film-film itu. Relatif jarang saya menjadikan bintang film sebagai alasan utama saya percaya pada kualitas sebuah film. Selain Pitt, mungkin hanya Audrey Tautou yang saya pakai referensi. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Itulah beberapa kesan saya tentang dua film yang saya tonton dua bulan ini. Dua film yang agak mirip, tapi tetap ada ciri khas kedua sutradaranya. Kalau dibandingkan, untuk soundtrack saya pilih Rocknrolla. Untuk penggarapan saya pilih Inglorious. Untuk akhir cerita saya pilih Rocknrolla. Untuk akting saya tidak bisa memilih, hmm mungkin lebih memilih Inglorious. Untuk karakter, saya pilih Inglorious. Untuk dibikin sekuel? Hmm.. mungkin Rocknrolla. Biar bisa sebosan-bosannya sama film Ritchie...&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11940105-9218223585288080099?l=lalathijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lalathijau.blogspot.com/feeds/9218223585288080099/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11940105&amp;postID=9218223585288080099&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11940105/posts/default/9218223585288080099'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11940105/posts/default/9218223585288080099'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lalathijau.blogspot.com/2009/12/rocknrolla-vs-inglourious-basterds.html' title='RocknRolla vs Inglourious Basterds'/><author><name>ary</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03207474458678987363</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://photos16.flickr.com/20912285_e28978ae26.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_OhAG0w0jZ-g/Szb87oTt7FI/AAAAAAAAAL8/ejqflMajG1g/s72-c/ingroc.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11940105.post-2028323346965704785</id><published>2009-11-25T21:45:00.010+07:00</published><updated>2009-11-25T22:25:46.963+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='blog'/><title type='text'>Mengurus Rumah Sendiri</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_OhAG0w0jZ-g/Sw1L7ZgkqjI/AAAAAAAAALQ/e4vH2j63R0k/s1600/BloggerHomePage.PNG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 246px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_OhAG0w0jZ-g/Sw1L7ZgkqjI/AAAAAAAAALQ/e4vH2j63R0k/s320/BloggerHomePage.PNG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5408062211373705778" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;&lt;b&gt;M&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;&lt;b&gt;u&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;&lt;b&gt;lai&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; dua bulan ini, aku akan lebih serius dalam mengurus rumah sendiri. Maksudnya, si lalerhidjo ini. Blog ini sempat hampir terabaikan gara-gara aku lebih banyak ketak-ketik, tulas-tulis, dan koman-komen untuk situs-situs komunitas, forum dan semacamnya. Selain itu, kebetulan (ini bukan hal yang layak dibilang 'betul' dink) belakangan ini, aku juga habis ide. Ide yang bagus terutama. Memang ada banyak proyek pribadi yang tertunda (entah sudah berapa ratus kali aku mengatakan ini), tapi hampir selalu saat sudah punya waktu, aku justru tidak punya cukup minat, semangat, dan kemampuan untuk melanjutkannya lagi.&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Padahal sebenarnya aku sama sekali tidak kendor menulis. Justru sekarang, di pekerjaan baruku, tugasku adalah lebih banyak menulis dan menulis lagi. Kadang aku merasa itu bahkan bukan lagi menulis, tapi kadang seperti menyadur. Tapi, kalau dibilang menulis, ya itu memang menulis. Tapi, jika tidak ada blog, sulit rasanya aku dapat menulis apa adanya seperti yang kupikirkan. Aku tidak bicara fesbuk, twitter, plurk, dan semacamnya. Bagiku, keberadaan situs-situs itu gunanya lebih seperti ruang mengobrol saja, bukan untuk menulis (karena aku juga jarang mengobrol lagi, gawat juga nih). Pengalaman bergabung dengan forum dan blog komunitas lama-lama tidak aku suka. Aku seperti terpaksa jadi jaim. Memang, ini salahku sendiri. Tidak ada yang meminta aku untuk jaim. Tapi bagusnya jaim adalah berarti aku punya kesadaran bahwa tulisanku itu akan dibaca dan bisa memengaruhi orang lain. Akibatnya, kadang aku hanya berani menulis pengalaman hidupku saja. Mau menulis sebagai orang ketiga, aku malah jadi dilema karena di sisi lain aku juga ingin menulis hal-hal yang menurutku penting, tapi di sisi lain aku merasa aku belum dan terus saja belum siap untuk menulis topik yang menurutku penting dan ingin aku kuasai. Belum lagi, seperti kata Umberto Eco, melimpahnya bahan di internet sering bikin aku jadi menghabiskan waktu mencari dan terus mencari bahan, dan tidak kunjung membaca, apalagi menulis berdasarkan berbagai referensi itu. Kini, di blog laler ini aku akan kembali ke masa-masa awal ngeblog dulu. Aku ingin menulis apa adanya, seperti yang kupikirkan. Memang, keadaan tidak akan bisa sama lagi. Terbiasa mengerem dan menyaring sebelum menyatakan apa-apa di tulisan akan tetap ada. Tapi, setidaknya aku bisa jauh lebih bebas di sini. Dan sebagai tanda bahwa aku mau lebih terbuka, aku pasang berbagai hal yang berhubungan denganku (banner facebook misalnya). &lt;p&gt;&lt;/p&gt;Well, si laler ini memang sudah cukup tua. Sudah hampir lima tahun, tanpa terasa. Tepatnya 50 bulan lebih. Dalam kurun waktu itu, hanya sekali saja aku alpa mengisi barang satu posting dalam sebulan (ini cukup keterlaluan karena sebenarnya aku relatif tidak pernah tidak online sama sekali dalam jangka seminggu dua minggu, tapi aku tetap alpa posting di bulan September 2007). Memang sempat beberapa kali aku bahkan hanya memposting link dari youtube. Tapi kini, di tengah agak redupnya popularitas blog (sebagian karena FB, sebagian karena aksi blokar-blokir pemerintah), aku merasa bangga karena bisa lumayan konsisten mempertahankan blogku ini hingga 50 bulan. Asal Google tidak berbuat seperti Yahoo yang menutup geocities, semoga saja tulisan-tulisan yang kubuat sejak masa jadi pengangguran itu bisa dinikmati lintas generasi. Semoga aku juga bisa tetap konsisten.&lt;p&gt;&lt;/p&gt;Sebelum tulisan ini (yang kuketik langsung di boxnya blogspot) jadi tambah melebar dan malah membicarakan tentang diriku atau tentang sejarah blog ini, maka aku nyatakan bahwa blog ini akan kembali bergairah lagi. Damn, baru saja donwload file besar gagal!! Tinggal dikit padahal. Wyzo tidak bisa diandalkan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11940105-2028323346965704785?l=lalathijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lalathijau.blogspot.com/feeds/2028323346965704785/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11940105&amp;postID=2028323346965704785&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11940105/posts/default/2028323346965704785'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11940105/posts/default/2028323346965704785'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lalathijau.blogspot.com/2009/11/mengurus-rumah-sendiri.html' title='Mengurus Rumah Sendiri'/><author><name>ary</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03207474458678987363</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://photos16.flickr.com/20912285_e28978ae26.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_OhAG0w0jZ-g/Sw1L7ZgkqjI/AAAAAAAAALQ/e4vH2j63R0k/s72-c/BloggerHomePage.PNG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11940105.post-5643132199812714040</id><published>2009-11-13T16:47:00.008+07:00</published><updated>2009-11-14T00:52:38.869+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='personality'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tes'/><title type='text'>Personality Test</title><content type='html'>&lt;a href="http://lalathijau.mypersonality.info/" target="_top"&gt;&lt;img src="http://badges.mypersonality.info/badge/0/17/178581.png" alt="Click to view my Personality Profile page" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;klik pada gambar untuk melihat hasil lengkapnya atau mengukur diri Anda sendiri.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;INTJ (Introverted Intuitive Thinking Judging) "the Strategist" &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;INTJ adalah pribadi yang gemar berintrospeksi, analitis, penuh perhitungan dengan  skill kepemimpinan alami. Lebih suka di belakang layar, termasuk dalam menjalankan kepemimpinannya. Penuh strategi, pengetahuan, dan pandai beradaptasi. INTJ juga pandai membawa sebuah ide dari ranah konsep kepada kenyataan. Mereka menginginkan kesempurnaan dari dirinya sendiri dan juga dari orang lain. Mereka juga nyaman dipimpin orang lain asalkan pemimpinnya kompeten. Sikap INTJ yang lain juga bisa dideskripsikan sebagai pengambil keputusan, berpikiran terbuka, percaya diri, penuh perhatian, teoritis, dan pragmatis.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tokoh-tokoh pilihan saya yang punya karakter INTJ&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;1. Don Corleone&lt;br /&gt;2. Hannibal Lecter and Clarice Starling&lt;br /&gt;3. O Ren Ishii&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;INTJ dalam Hubungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Mencintai berarti membuka diri pada semua, baik yang negatif maupun positif - kepada kesedihan, duka, dan kekecewaan, sebagaimana juga kepada sukacita, kepuasan, dan tingkat kesadaran yang sebelumnya tidak kita sangka bahwa itu mungkin ada."&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;- Rollo May&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Tidak merasa terancam oleh konflik atau kritik&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sering kali percaya diri&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menganggap serius hubungan dan komitmen&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Biasanya sangat pintar dan cerdas&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: left;"&gt;Dapat meninggalkan sebuah hubungan yang memang harus diakhiri, meski untuk beberapa waktu mereka akan banyak bergulat dengan kecamuk pikirannya sendiri&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tertarik dalam 'meningkatkan' hubungannya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pendengar yang baik&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kelemahan&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li style="text-align: left;"&gt;Tidak secara alami nyambung dengan perasaan orang lain, atau ada kalanya tidak peduli&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: left;"&gt;Cenderung menghadapi konflik dengan logika dan penalaran, ketimbang menggunakan dukungan emosional yang sebenarnya lebih dibutuhkan&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: left;"&gt;Tidak terlalu pandai mengekspresikan perasaan dan rasa sayangnya&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: left;"&gt;Cenderung percaya bahwa dirinya selalu benar&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: left;"&gt;Cenderung tidak mau atau tidak bisa terima jika dipersalahkan&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: left;"&gt;Usaha mereka untuk selalu meningkatkan segalanya kadang bisa merugikan hubungan itu sendiri&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cenderung agak terlalu memaksakan diri&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Menghadapi INTJ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Siaplah mendukung pernyataan Anda dengan fakta, atau paling tidak dengan sesuatu yang cukup masuk akal&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jangan mengharapkan mereka akan menghargai Anda atau pendapat Anda hanya karena Anda menyuruhnya. Perlu usaha untuk mendapatkan respek dari INTJ.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Siaplah untuk mengaku jika Anda memang salah. Rata-rata INTJ lebih menghargai kebenaran (truth) ketimbang siapa yang benar (right). Tarik komentar Anda yang salah dan akui kesalahan Anda, maka ia akan menganggap Anda sebagai orang yang sangat logis. Sebaliknya, bertahan pada argumen keliru Anda akan membuat ia menganggap Anda idiot dan semua yang Anda katakan harus dipertanyakan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jangan suka mengulang-ulang. Hal itu membuat mereka jengkel.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jangan katakan omong kosong dengan mereka&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lakukan debat. INTJ senang memecah ide dan menunjukkan kemampuan mereka. Mereka bahkan akan mau menggunakan poin di mana mereka sebenarnya tidak setuju, hanya demi mendukung argumennya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jangan anggap kalau Anda sudah sangat yakin berarti itu argumen yang kuat. INTJ tidak peduli kubu mana yang mereka lawan. Karena itu, jangan hanya karena Anda sudah panas lalu Anda pikir bisa mengalahkan mereka.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jangan kaget bila ada kalimat kasar.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ingat bahwa yang diyakini INTJ adalah solusi yang bisa dilakukan. Mereka sangat terbuka pada berbagai kemungkinan tapi mereka juga bisa dengan cepat membuang ide yang tidak bisa dilakukan. Keterbukaan pikiran seorang INTJ adalah bahwa mereka mau menanggapi ide dengan cara mengiris-irisnya. Ini bisa menakutkan bagi mereka yang berharap akan ada pujian dan sanjungan. Cara paling kejam yang dilakukan INTJ dalam melecehkan sebuah ide adalah dengan mengacuhkannya, karena itu berarti ide tersebut bahkan sama sekali tidak menarik untuk didekonstruksi. Ini juga berarti mereka tidak akan begitu saja menerima pandangan yang kita berikan pada mereka. Pada akhirnya, pertanyaan mereka adalah "Bisakah ini dilakukan?" Titik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jangan berharap INTJ akan benar-benar peduli pada bagaimana Anda memandang mereka. Mereka sudah tahu bahwa mereka memang si sombong dengan selera humor kasar. Memberi tahu mereka sesuatu yang sudah jelas tidak akan berdampak apa-apa bagi mereka.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Doa Seorang INTJ:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;"Tuhan, jadikan aku terbuka pada pandangan orang lain, seberapa SALAHnya pandangan mereka"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Multiple Intelligences&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;"&gt;Intrapersonal (90%):&lt;/span&gt; Seorang dengan kecerdasan intrapersonal punya kemampuan lebih dalam melihat ke dalam dan menjelaskan perasaan mereka sendiri, motivasi, dan tujuan hidupnya. Mereka gemar berintrospeksi dan mencari pemahaman. Mereka punya intuisi tajam dan sering kali tertutup. Mereka lebih bisa belajar secara mandiri.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Karier yang cocok&lt;/span&gt;: psikolog, filsuf, penulis, teolog&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11940105-5643132199812714040?l=lalathijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lalathijau.blogspot.com/feeds/5643132199812714040/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11940105&amp;postID=5643132199812714040&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11940105/posts/default/5643132199812714040'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11940105/posts/default/5643132199812714040'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lalathijau.blogspot.com/2009/11/personality-test.html' title='Personality Test'/><author><name>ary</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03207474458678987363</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://photos16.flickr.com/20912285_e28978ae26.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11940105.post-5884747696724030620</id><published>2009-11-09T23:02:00.004+07:00</published><updated>2009-11-14T01:02:33.188+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kpk'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bono'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='web 2.0'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='century'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='polri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='facebook'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='media'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='korupsi'/><title type='text'>Kesan dan Kekhawatiran</title><content type='html'>Setelah 9 hari, group "1.000.000 Facebookers Dukung Chandra Hamzah &amp;amp; Bibit Samad Rianto" telah mencapai jumlah 1 juta anggota. Ini memang sudah diprediksikan mengingat derasnya tanggapan dan pemberitaan mengenai group tersebut (dan juga kasus tersebut). Di hari kedua saja, saya amati bahwa setiap kali halaman kita refresh, maka jumlah anggota sudah bertambah sekitar 20-30 orang lagi. Kalau setiap kali refresh butuh waktu sekitar 3-5 detik, maka waktu 9 hari adalah sangat normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah situs detik.com yang pertama-tama memberitakan tentang group ini. Saya sendiri mengetahuinya dari situs politikana.com yang salah satu anggotanya melansir berita tersebut. Momennya tentu sangat pas. Sebelumnya, publik telah heboh dengan kait-mengait berita. Jika dirunut, saya rasa ini dimulai dari Pemilu kemarin. Pada masa itu, Facebook sudah sempat mencuri beberapa pemberitaan. Kita mendengar tentang beberapa kasus yang dianggap sebagai black campaign, seperti group dan page anti si ini atau anti si itu. Dan lebih dari itu, beberapa laporan tentang pelanggaran ataupun penilaian tentang penyelenggaraan Pemilu pun juga cukup santer dibahas di Facebook. Meski demikian, Pemilu akhirnya selesai juga. Pemenang diumumkan. Banyak yang tidak terima, banyak yang mengkritik, selain tentu saja juga banyak yang puas dan gembira.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Lalu, muncul berita tentang terkuaknya kejanggalan dalam hal keputusan menteri keuangan untuk melakukan bail out senilai 6,7 trilyun. Alasan Sri Mulyani adalah karena krisis global atau (lagi-lagi) meniru kebijakan pemerintah AS yang melakukan hal serupa terhadap beberapa perusahaan besar di negeri itu. Tapi, anehnya, jumlah 6,7 T itu jumlah yang jauh melebihi kesepakatan dan dilakukan secara tidak transparan. Apalagi itu dilakukan terhadap satu bank kecil yang bangkrut karena pemiliknya tersandung kasus penggelapan uang nasabah, Bank Century. Berita tentang berpihaknya pemerintah pada bank ini pun menjadi tanda tanya. Bahkan, pasca Pemilu, berita makin berkembang dengan adanya pengusutan oleh KPK yang menengarai dana bail out itu digunakan untuk kampanye SBY-Boediono. Sedangkan dari sudut lain kasus ini, KPK juga mendapati nama Kabareskrim Susno Duadji yang pembicaraannya disadap dan kedapatan ikut menerima bagian atas jasanya memuluskan langkah salah satu tersangka lain, Budi Sampoerna yang terlibat praktik pencucian uang dengan pemilik Century. Kasus memanas saat wapres (yang dalam Pemilu juga menjadi capres lawan SBY) Jusuf Kalla kemudian ikut angkat bicara dan menyatakan bahwa Sri Mulyani serta Boediono melangkahi wewenangnya. Memang ruwet, sehingga wajar kalau sepertinya cukup banyak yang kurang konsentrasi mengikuti kasus ini. Terlebih media massa sepertinya kurang menaruh kasus ini di tayangan utama. Selain tentunya, beberapa peristiwa seperti pemberantasan teroris, gempa, anti Malaysia, dan Miyabi saat itu masih lebih banyak dibahas, termasuk di Facebook.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sela-sela hingar bingar Pemilu itu, juga muncul kasus Antasari Azhar. Pimpinan KPK yang sedang menjadi idola (jadi ingat salah satu episode Kick Andy, ketika ada seorang yang membacakan puisi puja-pujinya di depannya) ditangkap dengan tuduhan menjadi dalang pembunuhan. Masyarakat mencium aroma konspirasi yang sangat kental. Apalagi kisahnya memang too dramatic to be true. Kasus ini pun salah satunya dihubungkan dengan pemberitaan akan pernyataan presiden yang katanya mengeluh akan kinerja KPK yang ia anggap superbodi. Tapi, pernyataan SBY tersebut kurang mendapat perhatian banyak orang yang sedang begitu terpesonanya pada politik pencitraan yang digunakan tim suksesnya di ajang Pemilu. Namun, yang jelas kasus Antasari yang memang sempat dianggap tebang pilih tapi juga sangat berani dengan membawa besan presiden ke penjara, ini dibahas cukup intens di dunia maya, termasuk di Facebook. Namun, sekali lagi gaungnya masih kalah dengan Pemilu, walau menarik perhatian karena tuduhan yang aromanya seperti novel detektif itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persidangan Antasari ini sendiri kemudian terus menggelinding. Mantan ketua KPK ini bahkan diancam hukuman mati. Hingga satu waktu, tiba-tiba saja muncul berita Antasari membuat testimoni bahwa ada oknum KPK menerima suap dari Anggoro Widjojo, direktur sebuah perusahaan pengadaan radio komunikasi untuk Departemen Perhubungan, yang kasusnya sedang diselidiki KPK. Dari testimoni tertulis inilah, polisi kemudian melakukan penangkapan terhadap dua ketua KPK, Chandra dan Bibit yang dianggap sebagai oknum tersebut. Hal ini kemudian juga dibalas dengan Bibit melaporkan Antasari dengan tuduhan penyalahgunaan wewenang, yaitu menemui tersangka korupsi, Anggoro Widjojo di Singapura. Namun, belakangan Antasari mengaku bahwa testimoni itu adalah testimoni Anggoro yang ia simpan di laptopnya. Menurutnya, setelah polisi menemukan testimoni tersebut, polisi kemudian mengembangkannya sendiri. Dan terakhir, ada pengakuan Willardi Wizard, mantan kapolres yang sedang diperiksa dengan tuduhan menjadi penyuruh eksekutor untuk menghabisi Nasrudin. Dia mengaku bahwa ada perintah untuk menjebak Antasari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berita-berita gempa lewat. Berita tentang penahanan Chandra dan Bibit ini mendapatkan momennya. Berita ini diekspos besar-besaran oleh media. Termasuk di dalamnya media Facebook (FB). Usman Yasin, si pembuat group itupun mengaku tidak menyangka group yang ia buat bisa begitu cepat meraih simpati dan perhatian. Namun, banyak juga yang mengatakan bahwa group FB tersebut tidak ada manfaatnya. Ada juga yang mengatakan jumlah pendukung group itu dimanipulasi. Pendapat yang kedua ini tentu saja konyol, sehingga tidak perlu dibahas lagi. Di pihak lain lagi, ada yang menyamakan group FB itu sebagai people power terbesar sejak aksi mahasiswa tahun 1998. Belakangan, setelah ekspos media mengenai group tersebut, beberapa orang mulai banyak yang ikut membuat group serupa. Ada yang isu bahkan judulnya sama, hanya jumlahnya berbeda. Ada juga yang kebalikan dari group itu (mendukung Polri dan Kejagung). Lalu, ada juga yang membuat gerakan untuk kasus-kasus lainnya, seperti Century, impeachment, atau kasus lama tapi belum juga terkuak, seperti Lapindo, pembunuhan Munir, dsb. Namun, sejauh yang saya lihat, group-group itu tidak seramai group bikinan Usman Yasin tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah memang group FB tidak berguna, tidak akan mengubah apa-apa, dan para pendukungnya hanya ikut-ikutan tanpa tahu duduk perkara sebenarnya? Ataukah sejuta lebih member group tersebut gaungnya sudah sebesar gerakan mahasiswa 1998? Saya pikir tidak keduanya. Biarpun sering disebut sebagai Bonoisasi (ketika orang hanya mengklik, tahu masalahnya, tulis komen, dan sesudah itu tidak berbuat apa-apa) dan memang bisa juga begitu tapi menurut saya gerakan ini sudah cukup berhasil dalam hal menumbuhkan kesadaran. Di zaman ketika peranan media bahkan bisa lebih besar dari peranan pemerintah, sesuatu yang didengungkan terus menerus adalah langkah awal menuju tindakan yang lebih besar. Demo tanggal 8 November kemarin adalah satu contoh kecil yang saya harap bisa berkembang jadi lebih besar (meski saya rasa demo-demo saat ini juga tidak signifikan dan hanya show saja). Namun, setidaknya setahu saya sifat FB dan dunia internet praktis jauh lebih demokratis ketimbang demonstrasi atau rapat serta diskusi manapun di dunia nyata yang bisa merupakan pesanan pihak tertentu. Yang jelas, banyak yang sependapat bahwa keputusan pembentukan tim 8 oleh SBY adalah akibat desakan masyarakat yang disampaikan oleh media. Beruntung media massa yang sebenarnya cukup banyak dikuasai pihak yang berkuasa kali ini cukup memihak si media demokratis tapi centil, FB. Jika saja situs detik.com tidak memberitakan tentang adanya group tersebut, pastinya dukungannya tidak sebesar atau sebergairah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, yang perlu dikhawatirkan adalah, sebagaimana reformasi kemarin, kita terlalu sering menunda atau menunggu sehingga kehilangan momentum. Media, terutama internet memang sudah cukup berhasil membangkitkan kesadaran masyarakat terhadap ketidakberesan pemerintah saat ini sebagaimana diperlihatkan oleh beberapa kasus seperti Munir, Lapindo, dll. Akan tetapi, sebagaimana kita tahu, kesadaran itu makin lama makin terkikis, bahkan kemudian berbalik. Munir oleh sebagian orang dianggap sebagai pengkhianat bangsa karena semasa hidupnya sering mengkritik pemerintah. Lumpur Lapindo dianggap sebagai lumpur Sidoarjo yang adalah akibat bencana alam, dll. Bukan hanya itu, bahkan hal-hal besar yang di permukaan telah menghasilkan perubahan besar (seperti: reformasi 1998, Timor Leste, kerusuhan Mei 98, DOM Aceh, Tanjung Priok, Tragedi 27 Juli, dsb) makin hari juga makin berkembang ke arah berlawanan. Kesadaran masyarakat yang telah bangkit kemudian berhasil dimanipulasi bahkan diracuni. Menurut saya, peran media yang masih cukup konsisten dalam membangkitkan kesadaran publik hanyalah dalam hal terorisme. Mungkin kita juga sudah tahu sebabnya. Dukungan Amerika atas pemberantasan terorisme tentu memberi kontribusi berarti dalam menjaga kesadaran atau lebih tepatnya kewaspadaan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah kehilangan momentum ini bahkan bisa jadi sudah mulai harus dikhawatirkan sejak sekarang. Penjelasan Kapolri di depan komisi 3 saja sudah mulai menggoyahkan sedikit orang. Selain itu, headline berita yang menyatakan tentang sanggahan Antasari (sebelum ada pernyataan Willardi) sempat membuat orang mencurigai ia sebagai dalang atau setidaknya terlibat dalam pelemahan lembaga yang dipimpinnya sendiri. Pendek kata, sepertinya berita media massa bisa begitu mudah mengubah pendirian orang. Padahal, sejarah kita telah berulangkali menunjukkan culasnya perusahaan media mempengaruhi masyarakat (termasuk yang sangat kentara adalah dalam Pemilu kemarin). Amnesia sejarah itu tampaknya memang adalah penyakit yang paling membuat yang namanya people power sejati (yang benar-benar dari rakyat, untuk membedakan dengan aksi demo zaman Orla) tidak pernah bisa solid. Belum lagi jika tiba-tiba ada bencana alam besar, atau berita lain yang cukup besar, maka banyak orang akan makin lupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, kasus-kasus di atas masih menjadi bahan pembicaraan seru. Meski demikian, di lingkaran teman FB saya, terus terang tidak banyak yang membahasnya. Tentu saja, kelompok penunggu dan penonton ini ada banyak sekali di Indonesia. Tapi, memang beginilah dunia 2.0, di mana tidak ada informasi tunggal. Meski demikian, sejalan waktu pastilah akan ada kejadian tunggal, entah itu baik atau buruk. Saya mencatat ini dalam blog dengan harapan semoga apapun yang terjadi kasus ini tidak terlupakan.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11940105-5884747696724030620?l=lalathijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lalathijau.blogspot.com/feeds/5884747696724030620/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11940105&amp;postID=5884747696724030620&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11940105/posts/default/5884747696724030620'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11940105/posts/default/5884747696724030620'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lalathijau.blogspot.com/2009/11/kesan-dan-kekhawatiran.html' title='Kesan dan Kekhawatiran'/><author><name>ary</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03207474458678987363</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://photos16.flickr.com/20912285_e28978ae26.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11940105.post-5308724215697196098</id><published>2009-10-19T18:01:00.008+07:00</published><updated>2009-10-20T19:47:10.995+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pemuda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pramoedya ananta toer'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='youtube'/><title type='text'>How I Miss Bung Pram</title><content type='html'>Tentu saja aku memang tidak kenal Pram secara pribadi. Pertama kali aku mendengar namanya adalah saat ada berita di TV tentangnya. Itu terjadi pada masa Orba. Kalau tidak salah, berita itu adalah mengenai pembebasannya atau kalau tidak adalah berita pelarangan bukunya untuk kesekian kali. Karena pergaulanku di masa itu memang bukan dengan penyuka sastra apalagi aktivis, maka aku juga tidak pernah tahu buku apa yang ia tulis. Buku pertamanya yang kemudian aku lihat ada di toko buku adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer&lt;/span&gt;. Kalau tidak salah ingat, aku melihatnya di toko buku Uranus, Surabaya. Tentu saja itu terjadi setelah aku kuliah dan Orde Baru tumbang. Kalau menilik terbitan buku itu adalah tahun 2001, barangkali pada tahun itu juga aku pertama kali melihat karyanya. Ya, sekali lagi aku memang waktu itu juga jarang ke toko buku.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Aku baru tahu lebih detail tentang Pram, entahlah, mungkin seiring masa kuliah dan makin bebasnya bukunya dipajang di toko buku, aku makin akrab dengan namanya. Awalnya aku memang lebih tahu tentang biografinya, ketimbang karyanya. Jadi, kalau ada orang yang ngobrol tentang Pram, aku pura-pura tahu meski belum pernah membaca karyanya. Baru setelah menjelang pengajuan proposal skripsi, aku membaca-baca skripsi Dwi. Beberapa teman juga mengatakan bahwa skripsi menelaah karya Pram itu keren. Hehehe.. Kebetulan waktu menjelang tanggal pengajuan buku, aku dan teman-teman main ke rumah Ayu dan dia memperlihatkan beberapa buku sastra berbahasa Inggris milik kakaknya. Saat itu, sebenarnya Ayu ingin memakai buku karya Pram yang berjudul &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tales from Djakarta&lt;/span&gt;. Tapi, ia kemudian berubah pikiran dan memilih buku Frank McCourt, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Angela Ashes&lt;/span&gt;. Aku kemudian memutuskan memakai buku kumpulan cerpen Pram itu sebagai bahan skripsiku. Pertama-tama aku meminjam buku milik kakaknya Ayu itu. Tapi aku janji akan membeli sendiri nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu datanglah saat yang tak terduga. Onie memberi tahu bahwa sang sastrawan besar itu akan datang ke Surabaya. Pram akan datang ke hotel Majapahit, atas undangan sebuah surat kabar berbahasa mandarin (lupa namanya). Saat itulah, aku bisa berkesempatan bertemu langsung dengan dia. Sempat bersalaman dan dia menanyai aku kuliah di mana. Sungguh mendebarkan, tapi akan lebih mendebarkan seumpama itu terjadi setelah aku lebih tahu karya dan perjalanan hidupnya. Sebelum berangkat, teman-teman sudah mengingatkanku untuk membaca buku &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tales from Djakarta&lt;/span&gt; tadi. Aku juga tidak tahu mengapa hanya aku yang membawa buku sementara beberapa teman yang tentu saja punya buku Pram justru tidak bawa apa-apa. Namun, yang jelas, di situlah buku itu akhirnya mendapat goresan tanda tangannya. Oh ya, di situ aku juga melihat tetanggaku waktu aku masih tinggal di rumah kakakku di Rungkut dulu, Koh Carolus, dia membawa banyak sekali buku Pram. Bertahun-tahun bertetangga, aku sungguh tak tahu kalau ia penggemar sastra, apalagi penggemar karya Pram. Dan singkat kata, biarpun sebenarnya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tales from Djakarta &lt;/span&gt;yang ditandatangani itu bukunya kakaknya Ayu. Tentu saja buku itu tidak kukembalikan lagi. Meski Ayu bilang kakaknya membeli buku itu di Boston, tapi mungkin karena kasihan, maka Ayu menerima buku yang sama persis yang kemudian kubeli di Gramedia Tunjungan Plaza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah pertemuan pertama dan satu-satunya dengan Pram yang pernah kualami. Tapi, dari situ aku memang makin termotivasi dan makin kagum dengannya. Setelah lebih tenggelam dalam skripsi, aku mulai makin banyak membaca tentang dia dan tentu saja membaca buku-bukunya juga. Sebenarnya aku bisa saja punya kesempatan kedua bertemu dengannya jika saja universitas Kristen Petra mengizinkan diundangnya Pram ke kampus dalam rangka memperingati ulang tahun majalah kampus kami yang bernama &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Genta&lt;/span&gt; (masih ada nggak ya majalah itu sekarang?) dengan alasan yang tidak terlalu berbeda dengan alasan pemerintah Orba. Bodoh sekali kampus itu. Dengan ketertarikan yang mendalam dengan sosok penulisnya, aku tidak pernah merasa rugi pernah menulis skripsi itu. Bahkan boleh dikatakan skripsi itu mengubah beberapa pandanganku tentang dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas lulus, di pekerjaan pertamaku, aku pernah menulis sebuah artikel ringan tentang Pram. Artikel itu sebenarnya lebih mirip artikel tabloid gosip, hanya comot sana comot sini, tapi aku cukup puas dan tampaknya sekarang cukup banyak tersebar dan dicopas di mana-mana. Memang hanya kecil, tapi semoga bisa membuat orang lebih akrab dan tidak takut-takut lagi membaca karya Pram dan rekan seperjuangannya. Hal lain yang menginspirasiku adalah dalam hal kegiatan mengkliping yang dilakukan Pram. Aku sudah pernah menulis tentang ini di blogku bulan lalu. Waktu mendengar Pram meninggal, sangat sedih rasanya. Kesedihan pertama adalah aku ternyata hanya sempat bertemu dan mendengarkannya langsung (bukan lewat tulisan) hanya satu kali. Kesedihan kedua adalah karena ia memang sulit dicari duanya di negeri ini. Sebut saja tokoh-tokoh hebat di negeri ini, tapi sangat sedikit orang yang pernah punya pengalaman dan pengetahuan sebaru dan seunik dia. Aku gembira saat kemarin aku menemukan bahwa ada beberapa postingan videonya di youtube. Sebelum ini, aku hanya pernah melihat dia masuk di layar kaca saat menonton film New Rulers of the World. Yang aku suka dari mendengarkan Pram (dan membaca tulisannya juga) adalah nada yang sangat mantap. Penuh informasi, fresh, dan lugas, sangat bisa dikutip di sana-sini. Aku tahu kadang aku seperti mendewakannya. Tapi, menurutku oke saja sepanjang aku memang sadar. Oh, berapa banyak orang yang punya karakter seperti ini? How i miss you Bung!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/LJAqTuOclc0&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1&amp;amp;"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/LJAqTuOclc0&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1&amp;amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/JjgqhzYvnHo&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1&amp;amp;"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/JjgqhzYvnHo&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1&amp;amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/gAi0t__Ejd0&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1&amp;amp;"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/gAi0t__Ejd0&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1&amp;amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/ySyuohSeMw8&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1&amp;amp;"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/ySyuohSeMw8&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1&amp;amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/4yyRP5H0ltc&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1&amp;amp;"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/4yyRP5H0ltc&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1&amp;amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/3jc6IzhZEj0&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1&amp;amp;"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/3jc6IzhZEj0&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1&amp;amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11940105-5308724215697196098?l=lalathijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lalathijau.blogspot.com/feeds/5308724215697196098/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11940105&amp;postID=5308724215697196098&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11940105/posts/default/5308724215697196098'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11940105/posts/default/5308724215697196098'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lalathijau.blogspot.com/2009/10/how-i-miss-bung-pram.html' title='How I Miss Bung Pram'/><author><name>ary</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03207474458678987363</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://photos16.flickr.com/20912285_e28978ae26.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11940105.post-3435793688512547068</id><published>2009-10-09T20:43:00.006+07:00</published><updated>2009-10-09T22:06:02.456+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='melankoli'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='musik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kenangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='youtube'/><title type='text'>Menikmati Lagu, Menghayati Kehidupan</title><content type='html'>Saya memiliki beberapa lagu yang sering saya putar beberapa tahun yang lalu. Lagu-lagu itu beberapa masih saya simpan di komputer, walaupun agak jarang saya putar. Kemarin atau tepatnya dua hari lalu saya iseng memutar kembali lagu-lagu yang saya sukai ketika masih menjadi mahasiswa. Mestinya mahasiswa itu penuh gejolak, idealis, dsb. Tapi, ternyata waktu sekarang saya putar lagi, saya justru terharu dan ingin menangis. Teringat masa-masa susah, tidak punya apa-apa, tidak percaya diri, sering gagal, sering membayangkan akan kematian di masa muda, dan tentu saja kepura-puraan, emosi, dan sering kali juga penuh tawa dan canda. Terharu karena sedih atau bahagia atau malah kangen? Mungkin yang dua dan tiga. Berikut beberapa di antaranya &lt;span class="fullpost"&gt; (beberapa lagu memang tidak ada video klipnya, tapi saya cari seadanya di youtube):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/mknhnHkt_ZM&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1&amp;amp;"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/mknhnHkt_ZM&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1&amp;amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/i_MPVc9gwx0&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1&amp;amp;"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/i_MPVc9gwx0&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1&amp;amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/pU6KhFWvKPM&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/pU6KhFWvKPM&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/c-VApMT1evM&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/c-VApMT1evM&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/ABpvdszxtbI&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/ABpvdszxtbI&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/MIiUbu_PsnI&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/MIiUbu_PsnI&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="560" height="340"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/gmfZYY0XlFs&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/gmfZYY0XlFs&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="560" height="340"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/6m8eFIs1Jvs&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/6m8eFIs1Jvs&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/uG3R7conSuc&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/uG3R7conSuc&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/dDYhqi1_lKo&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/dDYhqi1_lKo&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="384" height="313"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/VozcSInGgAc&amp;hl=en&amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/VozcSInGgAc&amp;hl=en&amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" width="384" height="313" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/NoBFhdeR9PE&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/NoBFhdeR9PE&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/K0adFYuNuns&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/K0adFYuNuns&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/snouZdW2IWg&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/snouZdW2IWg&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/wQlOlptCef8&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/wQlOlptCef8&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/iMqXj-eVCjI&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/iMqXj-eVCjI&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/isAPdf8c_EQ&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/isAPdf8c_EQ&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/SDJubHFlZAE&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/SDJubHFlZAE&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/dX5RqUCedDM&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/dX5RqUCedDM&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/_kphZAp6RZ0&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/_kphZAp6RZ0&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/UeCcuH-EsuM&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/UeCcuH-EsuM&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/9TaWwoXCj4c&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/9TaWwoXCj4c&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/OMGgqm6AEas&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/OMGgqm6AEas&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/ztezDeS6sTw&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/ztezDeS6sTw&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11940105-3435793688512547068?l=lalathijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lalathijau.blogspot.com/feeds/3435793688512547068/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11940105&amp;postID=3435793688512547068&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11940105/posts/default/3435793688512547068'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11940105/posts/default/3435793688512547068'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lalathijau.blogspot.com/2009/10/menikmati-lagu-menghayati-kehidupan.html' title='Menikmati Lagu, Menghayati Kehidupan'/><author><name>ary</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03207474458678987363</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://photos16.flickr.com/20912285_e28978ae26.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11940105.post-5744497757841632436</id><published>2009-10-08T21:29:00.004+07:00</published><updated>2009-10-09T19:57:13.556+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='netscape'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='firefox'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='internet explorer'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='flock'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='safari'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opera'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wyzo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='google chrome'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mozilla'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='browser'/><title type='text'>6 Browser</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_OhAG0w0jZ-g/Ss8y676QvZI/AAAAAAAAALI/lxN-MsEbLbM/s1600-h/browser.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 236px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_OhAG0w0jZ-g/Ss8y676QvZI/AAAAAAAAALI/lxN-MsEbLbM/s320/browser.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5390583267081633170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ternyata ada banyak sekali browser baru bermunculan. Barusan saya mendownload dan menginstall 2 browser. Yang satu, &lt;a href="http://www.wyzo.com/"&gt;wyzo&lt;/a&gt; satunya lagi &lt;a href="http://flock.com/"&gt;flock&lt;/a&gt;. Keduanya secara bentuk seperti Firefox. Tapi, flock lebih beda karena ada bingkai sebelah kanan yang kalo disambungkan ke facebook jadi ada deretan update status kayak di blackberry (mungkin begitu sih, wong belum pernah pegang blackberry). Katanya, yang wyzo memang lebih pas buat download dan multimedia, tapi yang flock pas buat untuk yg pake internet lebih banyak buat networking.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bulan yang lalu, saya juga sudah menginstall safari dan chrome. Sempat jatuh cinta dengan chrome karena kesimpelan dan keentengannya. Meskipun safari juga tampilannya bagus, tapi lambat dan tab-tabnya lebih cenderung membingungkan. Cukup lama saya pakai chrome, mungkin setengah tahun atau kurang sedikit. Mula-mula saya puas, tapi kok tiba-tiba chrome melakukan update sendiri dan jadi lambat. Dua hari yang lalu, siang-siang di kantor saat sedang membuka banyak tab di chrome, tapi secara offline, tiba-tiba komputer rasanya lambaaat sekali. Waktu itu padahal saya hanya membuka program-program rutin seperti biasa. Corel, ultra edit, winamp, total commander, serta mungkin ada adobe reader atau MS word dan chrome sendiri. Sedang gencar mengetik tanpa mensave, tiba-tiba saat sedang mengganti ingin melihat ke program lain, layar monitor menjadi putih total. Sekitar setengah menit. Pelan-pelan saya tutup satu persatu program yang dibuka. Winamp, MS Word/Adobe Reader, ultra edit, lalu chrome setelah mensave-save yang perlu.. Untungnya tidak sampai hang total. Tulisan di Corel masih bisa disave kemudian ditutup semuanya. Tapi, saya mulai makin tidak suka Chrome yang baru ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kembali ke Firefox (sudah mengupdate dengan sendirinya). Beberapa waktu sebelumnya, saya juga mulai agak sering memakai firefox. Mula-mula, karena pembukaan awalnya lama , saya sering tidak betah dan underestimate dengan si rubah api ini. Tapi, setelah koneksi internet di rumah diganti (lebih lambat) dan saya ingin mendownload. Ternyata kalau menggunakan Chrome dan koneksi putus nyambung, maka download an akan batal. Itu rupanya tidak terjadi pada Firefox. Itulah sebabnya saya juga makin mantab menggunakan browser yang dulu sempat jadi icon perlawanan terhadap Windows dan Internet Explorernya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang saya benar-benar kenal internet, yaitu kira-kira tahun 2001, tentu saja saya sempat mengalami yang namanya pake browser cuma IE. Itu terjadi sampai kira-kira sekitar tahun 2004. Memang saat itu juga ada yang namanya Netscape dan Opera, tapi Netscape pernah saya coba beberapa kali di sebuah warnet dan tidak biasa, lambat sekali. Sedangkan Opera baru saya pakai saat bekerja di tempat pertama. Meski sebenarnya waktu itu sudah ada Firefox, tapi karena komputernya jadul maka bisanya cuma pake Opera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, ada 6 browser di komputer saya. Berlebihan tampaknya. Apalagi untuk orang yang pekerjaannya bukan berhubungan dengan dunia web, tapi hanya ngenet untuk bernetworking dan download sesuatu. Tapi, sementara ini saya mungkin akan memakai 4 di antaranya. Flock kalau buka facebook, ngeblog, dll. Wyzo kalau mau download. Firefox kalo mau buka offline. Chrome kalo mau cepet, atau kalau mau memakai incognitonya hehehe.. Safari? Katanya kenceng tapi kok belum juga berhasil membuktikan. Ya mungkin kalau kondisi memungkinkan, terutama soal koneksi, maka saya bisa memanfaatkannya juga. IE? Kalo kepaksa atau kalo mau nostalgia kali ya? Pinginnya sih bisa menghapus browser tak berguna meski sudah diupdate itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11940105-5744497757841632436?l=lalathijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lalathijau.blogspot.com/feeds/5744497757841632436/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11940105&amp;postID=5744497757841632436&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11940105/posts/default/5744497757841632436'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11940105/posts/default/5744497757841632436'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lalathijau.blogspot.com/2009/10/6-browser.html' title='6 Browser'/><author><name>ary</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03207474458678987363</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://photos16.flickr.com/20912285_e28978ae26.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_OhAG0w0jZ-g/Ss8y676QvZI/AAAAAAAAALI/lxN-MsEbLbM/s72-c/browser.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11940105.post-3406421558035397113</id><published>2009-09-30T23:44:00.007+07:00</published><updated>2009-09-30T23:55:00.118+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='data'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='silet'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gambar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sekrup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mp3'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='batu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hobi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='buku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='masa kecil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='koleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='masa lalu'/><title type='text'>Catatan Tentang Kumpul-Mengumpulkan</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;div&gt;Barangkali karena aku adalah anak rumahan. Barangkali karena aku ini anak bungsu sehingga terbiasa tidak perlu memberi lungsuran kepada saudara yang lain. Barangkali karena semua saudaraku adalah perempuan, maka sejak kecil barang-barang dan mainanku memang hanya milikku dan aku terbiasa menyimpannya untuk diriku sendiri. Barangkali karena di pekerjaan pertama, salah satu tugasku adalah mengumpulkan dan mensortir berbagai artikel. Entah apa alasannya, aku hanya ingin bilang bahwa yang namanya mengumpulkan sesuatu adalah salah satu kegiatan yang paling kunikmati. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tapi mungkin aku salah soal masa kecilku. Seingatku, untuk mainan aku tidak terlalu punya banyak. Demikian pula benda-benda lain. Itu waktu kecil. Namun, kira-kira ketika pertengahan masa SD (oh, apa ini masih termasuk kecil?), aku mulai suka mengumpulkan sesuatu. Yang kuingat, awalnya aku mengumpulkan batu. Ya, batu. Setelah diterangkan tentang zaman purba, aku tertarik pada batu. Guruku menjelaskan bahwa batu yang ada di sekeliling kita bisa jadi umurnya sudah sangat tua. Ketika diterangkan tentang candi dan berkesempatan mengunjungi Borobudur, aku makin tertarik lagi. Terlebih kakakku juga bilang bahwa batu-batu yang ada ini juga bisa berasal dari gunung. Gunung itu sudah ada sejak zaman purba. Lebih tua dari candi. Dan sekalipun satu saat batu bisa menjadi pasir, tapi beberapa waktu kemudian, pasir itu bisa bersatu menjadi batu lagi. Dan aku makin terperangah saat diterangkan mengenai fosil. Sebuah batu bisa jadi punya banyak cerita. Kalau batu punya mata, maka batu pasti sudah melihat berbagai hal, dinosaurus, diinjak derap langkah pasukan Majapahit, atau terkena bom tentara Belanda.&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div&gt;Aku pun mengumpulkan batu yang bentuknya menurutku bagus. Batu yang licin dan hitam, aku bayangkan ini mungkin pernah menjadi kapak perimbas yang digunakan manusia purba. Aku juga ingat cerita tentang Daud melawan raksasa Goliat. Apa batu seperti ini yang bisa membunuh raksasa? Saat menemukan batu yang kasar tapi tampak sangat kukuh, kubayangkan mungkin itu bekas cuilan sebuah bangunan istana Majapahit. Namun, aku tidak terlalu tertarik dengan setumpuk batu yang dipakai untuk bahan material bangunan di samping rumahku. Aku lebih tertarik pada batu yang ada di jalan, yang tak sengaja kutemukan. Maka, sering kali di kantong celana pendek merah itu, ada beberapa batu, kecil-kecil saja. Kalau aku kelupaan dan ditemukan Mama, maka tentu saja segera ia buang. Namun, aku tidak berani menyimpan batu-batu itu di dalam rumah. Aku menempatkannya di sudut bangunan tempat bekerja para tukang, masih di area rumahku.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Itulah koleksi pertamaku. Batu. Aku tidak terlalu lama mengumpulkannya, karena batu-batu itu sering hilang setelah kusimpan. Aku juga tidak terlalu sayang waktu batu itu hilang, karena toh di mana-mana aku tetap dikelilingi batu-batu. Setelah batu. Aku sempat sebentar mengumpulkan silet. Namun, kali ini, aku mengumpulkannya bukan karena silet-silet itu indah. Ini adalah caraku agar dapat merasa aman. Waktu itu, jika berangkat dan pulang sekolah aku harus naik angkot. Tapi, sebelumnya menyetop angkot, aku perlu berjalan sekitar 250 meter dulu. Terutama saat perjalanan pulang itulah, aku sering berpapasan dengan seorang anak. Belakangan baru kuketahui bahwa ia adalah anaknya pak RT. Yang jelas, usia dan tubuhnya lebih besar dariku, meski tidak besar sekali. Aku kadang dikompas di situ. Aku selalu langsung merasa lemas dan gemetar saat melihatnya dari jauh, entah waktu dia sedang berjalan atau bermain. Ia pun tampak bersemangat jika melihatku. Biasanya aku lalu memperlambat langkahku, tapi ia tahu dan menunggu. Atau kalau tidak ia yang menghampiriku. Seratus perak atau lima puluh perak melayang. Atau kalau aku tidak punya uang sama sekali, maka ia yang memberiku.. pisuh-pisuhan. Tidak pernah ada kekerasan fisik memang, tapi itu cukup membuatku takut.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Singkat kata, hal itu membuatku merasa perlu mempersenjatai diri. Aku tidak ingat dari mana saja aku bisa mendapatkan belasan silet. Silet itu kebanyakan adalah silet lipat yang biasanya dipakai untuk anak SD mengerjakan prakarya. Kadang aku mengambil punya kakakku, atau dari Mama dan Papa, atau aku membelinya. Ke mana-mana, bahkan di rumah waktu tidur pun, kantungku penuh dengan silet. Namun, silet itu tidak pernah benar-benar kugunakan untuk menyilet kulit siapa-siapa. Beberapa minggu aku mulai mengumpulkan silet. Tapi, selama itu, aku tidak berpapasan dengan anak pak RT itu. Sampai akhirnya kakakku memergoki silet-silet tersebut. Ia melaporkannya pada Mama dan silet tersebut diambil. Kakakku bertanya apa tujuanku membawa belasan silet. Aku hanya berkata, buat jaga-jaga. "Jaga-jaga dari apa? Apa kamu mau berkelahi?" "Tidak." jawabku. Aku jelaskan bahwa aku hanya ingin jaga-jaga kalau dicegat anak-anak kampung. Kakak hanya mentertawakan. Tapi masalah itu tidak diperpanjang.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setelah silet-siletku diambil, saat aku sedang berjalan dengan seorang temanku, Han Cang sialnya aku bertemu lagi dengannya! Anak itu terlihat sedang bermain layang-layang dengan teman-temannya di lapangan pinggir jalan. Dan dadaku kembali berdebar-debar. Aku rasa jika aku masih membawa silet pun, aku tetap sama takutnya. Anak itu berteriak memanggilku. Aku terus berjalan tapi ia memanggil lagi sambil mengepalkan tinjunya. Han Cang pun tampak sama takut denganku. Tiba-tiba dari belakangku, terdengar suara yang kukenal. Rupanya Mama kebetulan sedang lewat. Hari itu naas bagi anak itu. Mama tidak berhenti dengan memarahi anak tersebut. Tapi, ia juga melaporkannya pada orang tuanya yang ternyata adalah pak RT. Sore hari, bu RT dan anak itu datang ke rumahku. Anak itu tampak sangat murung. Kata ibunya, ia habis dihajar ayahnya dan kini disuruh datang ke rumahku. "Terserah, biar silakan mau diapakan saja." kata bu RT menirukan ucapan suaminya. Mungkin itu hanya basa-basi. Tapi, kami kemudian bersalaman. Di hari-hari selanjutnya, beberapa kali aku sempat berpapasan lagi dengannya. Meski aku masih agak deg-degan, tapi kemudian lega karena kini dia tersenyum dan menyapa, "Pulang?". Aku hanya balas tersenyum.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hal selanjutnya yang kukoleksi adalah sekrup. Karena keluargaku tinggal di rumah milik bosnya Papa, seorang pengusaha alat komunikasi dan elektronik, maka ada banyak sekrup bisa ditemukan di area rumahku. Bagian belakang rumah yang cukup luas itu difungsikan sebagai gudang. Sementara di bagian lebih belakang lagi, ada sebuah tanah lapang tapi dikelilingi tembok tinggi yang dipakai sebagai tempat mengelas, cor, dll. Di situ, aku sering bermain atau sekadar menyepi. Ketika melihat di sana berserakan banyak sekrup bekas, aku mulai berimajinasi. Kali ini aku bayangkan cerita fiksi ilmiah. Sekrup-sekrup beraneka ukuran yang sebagian sudah berkarat itu aku bayangkan sebagai pesawat. Yang bentuknya memang bagus aku kumpulkan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mungkin Papa mengetahui kesukaanku itu, mungkin juga tidak. Tapi, Papa tiba-tiba punya ide memberikan banyak sekrup dan besi-besi berbentuk aneh yang merupakan salah satu bagian dari spare part antena parabola. Papa mencontohkan, besi-besi itu bisa dirangkai menjadi bangunan, pesawat, robot dll. Meski bentuknya aneh, tapi aku suka juga. Namun, secara khusus aku membayangkan sekrup-sekrup itu (kali ini sekrup bersih) sebagai tentara atau manusianya. Aku kumpulkan sekrup tersebut dalam sebuah toples. Aku bahkan bisa membedakan sekrup yang satu dengan yang lainnya. Meski secara sekilas semuanya tampak sama. Kadang kala, aku juga membawa sekrup-sekrup bersih itu ke belakang, ke tanah lapang itu, untuk bermain dengan sekrup kotor, trafo berkarat, dan beberapa rongsokan yang ada di sana. Demikianlah, di masa SD sesungguhnya aku memang tidak punya mainan yang sebenarnya. Namun, aku tetap bisa bermain dengan benda-benda tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Menginjak usia remaja, tepatnya SMP, aku sudah tidak lagi bermain seperti itu. Aku kini lebih suka bersama teman-teman. Ketika itu yang sedang ngetren adalah kartu-kartu basket (yang sebenarnya stiker) dari Panini, meski ada juga kartu basket betulan. Jika saja aku punya kemampuan, maka pasti ada masa aku mengkoleksinya. Tapi, karena uang saku cekak, maka aku hanya ikut nimbrung saja dengan teman-teman mengagumi kartu-kartu itu. Kebetulan waktu itu, aku juga mulai ikut latihan basket di sebuah klub sehingga teman sepermainanku banyak yang suka basket. Pokoknya, basket, terutama NBA, memang sedang top-topnya saat itu. Arie Sudarsono, Helmi Yahya, Reinhard Tawas, Agus Mauro sering muncul di TV. Aku pernah meminjam segepok kartu milik dua temanku, Yofran dan Rachmad, dan selama beberapa hari terus berurusan dengannya. Kadang aku pura-pura menyusun formasi. Permainan yang beberapa tahun kemudian dinikmati orang melalui games Championship Manager.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Satu kali, guru olahragaku memberi tugas membuat kliping berjudul: Olahraga Bola Besar. Kliping ini minimal memuat tiga cabang: sepak bola, basket, dan voli. Bersama temanku, Yofran aku pun mencari berbagai koran dan terutama tabloid Bola. Beruntung, ada Ronald yang kalau tidak salah ayahnya seorang agen koran. Kami mendapat banyak bahan melimpah di sana. Aku juga meminta bantuan dari siapa saja. Puncaknya, dari Papa aku mendapatkan satu edisi tabloid Bola yang memuat daftar lengkap pemain dari semua klub NBA musim kompetisi 1994-1995. Untuk beberapa tahun berikutnya, guntingan 5 lembar kertas itu menjadi hartaku yang sangat berharga. Aku juga terus mengikuti perkembangan kompetisi NBA. Setiap ada berita perpindahan pemain atau pemain pensiun, aku merevisinya di kertas yang makin lama makin lusuh itu. Ya, bisa dibilang kali ini koleksiku bukan benda betulan. Tapi, koleksiku adalah data-data para pemain NBA. Aku mendedikasikan sebuah buku tulis yang berisi catatan tanggal lahir para pemain NBA tersebut. Halaman 1 dan 2 berisi daftar pemain yang lahir pada bulan Januari. Lalu, ada kolom-kolom yang berisi data-data lainnya, seperti asal klub, tinggi/berat, dan posisi. Halaman 2 dan 4 berisi daftar pemain yang lahir pada Februari, demikian selanjutnya. Ketika sudah mulai bosan, aku mengambil buku tulis yang lain. Di situ kutuliskan data pemain-pemain berdasarkan kategori lainnya. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jika saja waktu itu aku sudah kenal internet atau setidaknya komputer, maka yang kulakukan mungkin hanya browsing, print, atau membuatnya di Excel. Tapi, untungnya belum. Setelah membuat berbagai data dan catatan di buku tulis, selanjutnya yang kulakukan adalah bermain manajer-manajer-an tadi. Membuat berbagai formasi yang sebenarnya lebih tentang nama-nama, karena aku tidak mengerti soal strategi basket. Beberapa waktu kemudian, gegap gempita siaran basket meredup. Maka, aku mengganti data itu dengan pemain sepakbola. Kali ini tampaknya lebih asyik dan aku menjadi lebih sibuk. Tentu saja karena pemain bola jumlahnya jauh lebih banyak dan sifatnya lebih global. Sampai sekarang aku belum pernah bermain games Championship Manager yang ngetren waktu aku SMA itu. Meski demikian, aku sudah pernah merasakan nikmatnya memainkan versi primitifnya, jauh sebelum teman-temanku.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kumpul-mengumpul atau koleksi yang agak pantas disebut koleksi baru kulakukan saat kuliah. Waktu itu, aku mengumpulkan kaset pita. Kaset-kaset itu semuanya masih ada hingga kini. Mengapa kaset? Mengapa bukan CD atau MP3? Karena waktu itu aku belum punya komputer. Namun, meski aku mulai mengumpulkan kaset-kaset, aku sama sekali tidak ingin memiliki sebuah walkman. Sebenarnya, jika walkman, aku masih mampu mengusahakannya. Tapi, walkman saat itu juga sudah mulai ketinggalan zaman. Jadi, aku bertahan mendengarkan kaset itu hanya saat di kos, dengan tape saja. Berburu kaset ini adalah pengalaman mengasyikkan yang kalau saja ada waktu, mungkin masih akan kunikmati hingga kini. Tentu saja, berburu kaset tidak cukup dilakukan dengan membeli di DiscTarra, Aquarius, distro, atau toko kaset. Yang lebih mengasyikkan adalah berburu kaset bekas. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dari Onie dan Djohan, aku mengetahui tempat-tempat penjualan (dan pembelian) kaset bekas. Harganya bisa lebih dari separuh dari harga kaset biasa. Kalau bisa menawar, bisa mendapat harga 7 ribu, bahkan 5 ribu, tapi kalau tidak, 10 ribu pun dapat. Beberapa kaset yang sudah susah didapat di toko kaset kadang bisa kutemukan. Jika tidak, kaset yang masih ada di toko pun juga bisa kutemukan dengan harga jauh lebih murah. Selain cara di atas, kadang koleksiku kudapat dengan cara yang agak nakal. Misalnya: meminjam dan lama tidak dikembalikan, hingga pemiliknya kemudian lupa. Koleksiku pun bertambah. Tapi, kadang aku juga melakukan barter. Kaset yang kumiliki mungkin bukan termasuk kaset yang langka sekali, tapi setidaknya banyak yang sepengetahuanku sudah agak susah didapat. Tapi, mungkin saja kenikmatan mengkoleksi sebenarnya adalah lebih pada prosesnya, perburuannya, pengorbanannya, dll.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aku mulai surut mengkoleksi kaset setelah memiliki sebuah MP3 player. Penggantinya, aku mengkoleksi MP3, tentu saja. MP3 jelas lebih murah dan membuatku punya lebih banyak lagu. Untuk MP3 ini, boleh dikata aku masih melakukannya hingga saat ini. Hanya saja, caranya sudah berubah-ubah. Awalnya, karena aku hanya bisa mendengarkannya melalui MP3 player, yang kucari adalah MP3 dalam bentuk fisik, kepingan CD. Ada banyak cara mendapatkan ini. Yang pertama adalah cara biasa. Yaitu membeli dari lapak-lapak penjual MP3. Di Surabaya, mulai dari lapak tunggal yang ada di depan minimarket, pasar, atau lainnya hingga pusat penjualan MP3 dan CD bajakan di Tunjungan Center adalah tempat kunjungan rutin. Di Tunjungan Center (TC) aku bisa berjam-jam menghabiskan waktu menyusuri deretan lapak yang berada di lantai 3 bangunan yang dulu bernama Harmoni itu. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kadang memang ada perlakuan tidak mengenakkan. Beberapa pedagang merasa tidak suka jika aku berlama-lama dan mengaduk-aduk dagangannya tapi tidak kunjung membeli. Lagipula, jika aku ditanya, "mau cari apa?" Aku biasanya hanya menjawab, "mau lihat-lihat dulu." Itu memang jawaban jujur. Namun, kadang aku tidak mau menjawab seperti itu. Kadang aku hanya diam dan membuat mereka marah. Kadang saat aku menjawab dengan menyebut nama seorang artis atau band yang 'tidak terkenal' maka mereka langsung bilang tidak ada. Dan aku terpaksa menyingkir sementara (untuk kemudian kembali lagi, berharap dia sudah lupa denganku). Tapi, bagaimana lagi? Jika tidak berlama-lama mengaduk-aduk, maka kita akan sulit menemukan satu CD MP3 yang berisi banyak album yang benar-benar bagus dan 'langka'. Dalam setiap MP3 yang merupakan kompilasi semau pembuatnya, kadang aku bisa temukan ada 1 album bagus dan 1 yang lumayan. Tapi, di kompilasi lain, ada 3 album bagus atau 2 bagus tapi 2 lumayan. Nah, yang bikin lama adalah membanding-bandingkan seperti itu. Ada kalanya aku bisa membeli hingga 5 keping, tapi kadang juga tidak beli sama sekali.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Beberapa kali TC menjadi korban razia polisi. Jika sudah demikian, mereka bisa tutup sekitar seminggu. Aku pun sebal. Namun, yang cukup berkesan dengan TC itu adalah satu hal. Hal ini kadang bikin geli. Ini terjadi jika aku hendak masuk dan keluar ke gedung itu. Di parkiran atau di depan pintu masuk, biasanya akan ada beberapa mas-mas. Mereka kadang sok akrab, kadang sok menyapa, bahkan kadang sok merangkul dan berbisik-bisik, atau sekadar membuat tanda isyarat, baik dengan gerak mata atau tangan. Mereka penjual bokep. Aku tidak pernah tertarik membeli dagangan mereka. Sebagai anak kos, kalau memang ingin nonton bokep, meminjam saja sangat mudah dan pilihannya jauh lebih banyak. Apalagi, menurut beberapa teman yang pernah membeli bokep di TC, ternyata dagangan mereka memang tidak istimewa atau kadang juga jelek. Meski demikian, 'sambutan' mereka itu selalu membuatku tersenyum.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mengenai koleksi kepingan MP3(kadang juga CD), ada satu waktu ketika aku selalu tidak pernah melewatkan setiap kesempatan pun untuk mendapatkannya. Ketika menghadiri interview kerja di Jakarta, dua kali aku sempat ke Glodog. Meski menurutku untuk MP3 masih lebih ramai di TC, tapi di Glodog tampaknya lebih variatif walaupun di sana lebih lengkap untuk DVDnya. Ketika lulus kuliah dan kembali ke Solo, kadang aku pergi ke Jogja, terutama di jalan Mataram di mana berderet lapak-lapak penjual MP3 dan CD bajakan. Namun, untuk tempat asalku sendiri, yaitu Solo, aku malah kurang bersemangat. Di Solo, tidak ada tempat macam TC, Glodog, atau Jalan Mataram. Dulu ketika masih kuliah dan sedang pulang untuk liburan, aku memang menyempatkan mendatangi mal atau pertokoan yang menjual MP3. Namun, aku jarang beli karena harganya memang lebih mahal. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Menurutku, tiap kota memang ada ciri khasnya. Di Surabaya, menurutku lebih banyak MP3 musik Barat (Mandarin juga banyak, tapi aku tidak suka lagu Mandarin). Di Glodog, sebenarnya bisa dibilang seimbang. Tapi, koleksinya lebih baru. Di Jogja, lebih banyak musik lokal, tapi bagusnya lokalnya juga termasuk musik independen. Sementara di Solo, koleksinya kurang update (tapi kadang juga menemukan yang jadul dan cukup 'langka'), tapi di Solo yang menonjol adalah cukup banyak album rohani. Sayangnya aku tidak mengkoleksi MP3 lagu rohani. Itulah beberapa perbedaan menurut sepengetahuanku. Tentu saja bisa jadi aku salah karena aku sudah tidak pernah mencari kepingan MP3 lagi sejak sekitar 3 tahun ini.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sewaktu teman sekamarku, Onie, membawa komputernya. Aku menambah cara baru mencari MP3. Yang ini jauh lebih kusukai dari membeli di lapak. Lebih murah, bisa dicoba, dan isinya pasti lebih sesuai seleraku. Caranya adalah dengan mengaduk-aduk koleksi teman. Ada beberapa teman yang suka mengoleksi lagu-lagu, entah di komputernya atau dalam kepingan MP3 juga. Bahkan kalaupun ia tidak suka, asal ia punya komputer aku yakin pasti ada folder musiknya. Nah, sudah merupakan kewajiban untuk memeriksanya. Untuk yang ini, karena waktu itu belum ada yang namanya flash disk, aku pun harus membawa CD kosong dan memastikan komputer temanku itu memiliki CD Writer. Dari komputer satu ke komputer lain, aku sering mendapatkan banyak lagu bagus. Bahkan, ada juga yang sampai membuatku beberapa kali bolak-balik, seperti koleksinya Djohan, misalnya. Jika koleksi temanku itu masih ada di kepingan MP3, aku bujuk dia agar aku diizinkan mencoba di komputernya. Kadang hingga subuh aku begadang memilih dan memastikan setiap space di CD itu dipenuhi lagu yang memang aku belum punya. Dan jangan remehkan ingatanku untuk ini. Aku cukup hafal puluhan atau mungkin ratusan ribu lagu yang ada di ratusan keping MP3 dan bergiga-giga file MP3 yang ada di komputerku hingga saat ini. Tapi, belakangan memang sering lupa juga sih.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ketika kemudian aku bekerja di Jogja, sebenarnya aku sudah agak meredup dalam mengkoleksi MP3. Tapi, di kota itu, ada cara yang lebih ekonomis dan tak kalah efektif dari mengkopi koleksi MP3 teman. Aku sungguh senang dengan warnet-warnet di Jogja. Di sana, koleksi MP3nya biasanya sangat banyak, selalu update (bahkan bisa request), dan bervariasi. Meski di Solo pun ada warnet yang menshare folder MP3nya, tapi koleksinya kalah jauh dibanding warnet di Jogja. Yang mengasyikkan, beberapa warnet aku lihat cukup idealis. Maksudnya, mereka tidak hanya menyediakan lagu-lagu yang sedang populer di TV, tapi juga berbagai jenis musik dan artis yang tidak semua orang tahu. Kadang, beberapa artis lokal juga sepertinya sengaja menitipkan track rekaman mereka di warnet-warnet agar musik mereka lebih dikenal. Sebelum itu, saat aku masih belum bekerja di Jogja dan karena kapasitas flash disk masih kecil-kecil, maka ada kalanya aku terpaksa membeli CD kosong di warnet itu (biasanya mereka jual). Memang cukup mahal, harga burningnya juga mahal, tapi tidak apa-apa karena aku sudah berpenghasilan. Setelah aku sempat bekerja di Jogja dan kapasitas flash disk mulai besar-besar, maka aku lebih bebas. Bisa kembali kapan saja. Bahkan beberapa kali aku ke warnet tanpa browsing sama sekali, hanya memilih-milih MP3.  &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ada enam tas dan dua wadah CD yang ada padaku saat ini. Semua berisi MP3 dan beberapa CD. Beberapa memang ada yang jamuran, tergores, dan tidak bisa terbaca, baik di komputer maupun player lagi. Dulu, caraku menyelamatkannya mau tidak mau adalah mengkopinya ke kepingan yang baru. Tapi setelah aku punya komputer, aku bisa sedikit lebih tenang. Cara selanjutnya untuk mendapatkan MP3 adalah mendownload. Ketika situs filesharing masih belum populer, aku menggunakan software limewire yang ada di beberapa warnet tertentu. Cara tersebut sudah terasa sangat canggih waktu itu. Pertama kali mencoba limewire, aku langsung menginap di warnet dan paginya membawa pulang dua keping MP3 yang diburn di sana. Sekarang, dengan adanya kebebasan koneksi internet, aku hanya sesekali saja mendownload di berbagai tempat, seperti situs filesharing, situs resmi band atau artis tertentu yang memang menyediakan download gratis, atau mendownload dari video untuk kemudian diubah bentuk menjadi MP3. Memang, sepertinya kesetiaanku dengan format MP3 akan masih bertahan cukup lama. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Seperti sudah kubilang, semangatku berburu MP3 saat ini sudah jauh berkurang dibanding waktu kuliah. Satu penyebab utamanya adalah karena aku punya bahan koleksi lain. Koleksi ini adalah koleksi tulisan. Buku, ebook, artikel, beberapa majalah, jurnal, paper, hingga rekaman diskusi kini menjadi tampak sama bahkan kadang lebih seksi dari alunan musik. Untuk artikel, mungkin Mamalah yang memberi contoh. Hingga beberapa tahun lalu, ia masih suka menggunting-gunting resep masakan serta resep obat-obatan tradisional. Kakakku mungkin bilang itu nyusuh, seperti pemulung. Tapi, Mama tidak ambil pusing dan tetap dengan telaten ia tempelkan setiap guntingan kertas itu di buku yang beraneka bentuknya. Cukup banyak bukunya dan cukup tebal-tebal. Dulu aku tidak terlalu tertarik, tapi sekarang aku justru berusaha mencari di mana semua buku-bukunya itu. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Meski demikian, aku juga agak beda dengan Mama. Bentuk kliping artikelku bukanlah dalam bentuk fisik, melainkan file (sekalipun sebenarnya ingin juga mengkliping kertas). Kesukaan ini mungkin juga dipengaruhi oleh pekerjaan pertamaku. Waktu itu, Bos pernah memberi tugas memilah-milah artikel dan mensortir mana yang bagus. Meski artikel yang kusortir bukan artikel dengan topik favoritku, tapi aku cukup menikmati tugas itu. Aku juga terdorong oleh kebiasaan satu tokoh idolaku, Pramoedya Ananta Toer. Sebagaimana mungkin sudah banyak yang tahu, selain HB Jassin, Pram adalah tokoh yang setia dengan pendokumentasian. Hanya karena kebiadaban rezim tentara, koleksi dalam perpustakaannya tersebut telah dirampas dan dibakar. Satu hal ini masih terus membuatnya dendam hingga akhir hayat. Kabar bahwa setelah keluar penjara Pram bekerja mengumpulkan kliping yang tebalnya hingga bermeter-meter juga membuatku terkesima. Jangan meremehkan kliping. Bahkan Pram pernah bilang bahwa ia tahu sesuatu bukan karena pintar, tapi hanya karena ia suka mengkliping. Pernyataannya tersebut membuatku yakin bahwa kliping itu berguna. Pendokumentasian adalah pekerjaan mulia. Apalagi kita berada di negara yang punya sejarah suka menghancurkan, negara yang sering dikangkangi para penguasa yang tidak tahu menghargai apalagi belajar dari masa lalu. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Untuk mengkoleksi buku cetak, aku masih memakai cara konvensional. Kalau tidak membeli yang baru ya yang bekas. Aku masih tidak terlalu tertarik untuk memfotokopi. Sejauh ini, bukuku yang hasil fotokopi hanya ada satu; sebuah buku asing, biografi salah satu band favoritku. Buku itupun pemberian (atau pinjaman yang direlakan?) dari Onie. Dan yang kini kadang kusesali adalah, keputusanku menjual berkilo-kilo buku fotokopian di masa kuliah kepada tukang rombeng demi menghemat biaya pemaketan barang-barangku. Uang yang kudapat hanya 23 ribu. Semula Onie mengusulkan uang itu dibelikan sebuah kaset sebagai pengingat. Tapi, ternyata uang itu kemudian melayang untuk membeli bensin mobilnya. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Menurutku, jika bicara soal membeli buku, rasanya lebih mantap jika bekas. Untuk buku bekas lokal, masalah banyaknya penerbit yang tutup, banyaknya buku yang meski ditulis dengan bagus tapi tidak laris dan tidak dicetak ulang, hingga masalah hak cipta yang belum jelas aturannya, membuat sebuah buku bekas kadang bisa menjadi sangat berharga. Yang sangat menarik dari buku bekas adalah jika menemukan selipan atau coretan-coretan di dalamnya. Kadang aku bisa mendapatkan selipan buku yang bagus. Tapi, kadang juga kertas pengingat atau surat kecil. Aku juga menikmati yang namanya coret-coretan di buku bekas, asal itu tidak mengganggu teksnya. Mungkin itu coretan tulisan nama si pemilik buku. Mungkin nama pemberi buku. Mungkin alamat atau nomor telepon seseorang yang kebetulan harus ia catat, tapi ketika itu ia tidak punya kertas. Mungkin tanggal dan tempat membeli buku itu. Mungkin catatan tambahan di sela-sela pembahasan. Apapun itu, semuanya itu adalah satu goresan sejarah. Menurutku, sejarah minor memang sering kali lebih menarik dari sejarah-sejarah besar, selain tentunya bisa saling melengkapi. Demikian pula, goresan di halaman buku bekas itu sering kali bisa melengkapi apa yang tertulis di sana.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tapi, aku juga suka dengan buku baru. Bukan baru dalam artian tahun terbitnya. Tapi, maksudnya adalah yang kudapat sebagai tangan pertama, biarpun itu obralan. Aku memang belum terlalu telaten dan tahu soal cara merawat buku agar tidak rusak. Untungnya, bukuku yang ada kebanyakan belum rusak. Paling ada beberapa yang hanya terkena noda atau kertasnya mengeras akibat pernah terkena air dan dijemur. Karena itulah, dengan membeli buku baru aku merasa lebih aman bahwa umur buku itu setidaknya bisa lebih panjang dari buku bekas. Namun, yang memberatkan memang harganya. Yang paling aku suka dari buku cetak adalah aromanya. Oleh karena itulah, tempat membaca yang paling kusukai adalah yang dekat dengan banyak buku lainnya. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Meski buku cetak lebih enak dilihat, tapi koleksi bukuku yang dalam bentuk ebook masih lebih banyak ketimbang yang kertas. Kebanyakan memang berbahasa Inggris, dan kebanyakan juga belum sempat dibaca. Tapi, aku bayangkan jika memang kelak ebook akan menggeser kedudukan buku kertas, aku tidak perlu khawatir. Demikian juga dengan artikel. Semoga Tuhan memberkati hard diskku sehingga berbagai artikel yang ada tidak akan pernah yang namanya hilang. Aku membayangkan, apa yang kulakukan saat ini, suatu hari nanti akan bisa kuperlihatkan kepada anak hingga cucuku dan seterusnya. Dengan begitu, generasi mendatang tidak akan mudah ditipu seperti generasi-generasi sebelumnya. Tidak peduli bagaimana sejarah nantinya dibengkak-bengkokkan, setidaknya aku berharap bisa memberi pandangan dan masukan melalui catatan tulisan yang kukumpulkan dari berbagai sumber yang menurutku kompeten.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dalam mengkoleksi tulisan, godaannya adalah menjadi tidak fokus. Aku mungkin juga kadang asal comot. Asal tulisannya bagus dan menarik. Meski kadang aku berdalih itu bisa kugunakan untuk pekerjaanku, tapi aku sadar bahwa kadang itu bisa membuatku mengumpulkan hal tak berguna. Tapi, makin lama aku juga mulai belajar untuk lebih fokus. Beberapa bidang lebih kuutamakan dan lebih gemuk koleksinya ketimbang bidang lain. Makin lama, kadang juga makin menyempit. Misalnya, tidak hanya mengoleksi buku dan tulisan tentang sejarah, tapi sejarah yang lebih spesifik yaitu sejarah kekerasan. Lalu menyempit lagi ke sejarah kekerasan di Indonesia, lalu di pulau Jawa, lalu khusus kekerasan antar warga saja, dst. Namun, ada kalanya aku juga tergoda untuk melebar lagi. Tiba-tiba aku ingin tahu tentang bagaimana kekerasan bisa seolah menjadi budaya, lalu melebar mengamati mitologi, filsafat, bahkan psikologi, dll.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kebebasan mengakses internet saat ini sangat mendukungku melakukan kegiatan ini. Seperti halnya MP3, aku masih mengandalkan mendownload ebook melalui situs filesharing. Tapi, karena ini tulisan, bahannya tentu saja jauh lebih melimpah. Senang rasanya kalau menemukan situs yang menyediakan jurnal atau paper yang bisa didownload gratis serta legal. Dan kalau memang sangat tertarik dan koneksi sedang bagus, maka kadang aku juga mendownload satu website atau blog utuh. Jeleknya, kebebasan akses internet juga membuatku hanya mencari dan mengumpulkan terus menerus. Yang sudah dikumpulkan kadang belum dibaca, diolah, atau masih hanya diskimming saja, eh aku sudah mencari yang lain. Tapi menurutku, itulah hebatnya internet. Tidak heran jika sampai ada seorang artis yang mengaku punya 4 Terabyte file hasil mendownload dari internet saja! Bisa tidak ya aku seperti dia?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di sela-sela mengumpulkan artikel-artikel di internet, dulu sempat terbersit keinginan mengumpulkan foto-foto bersejarah. Namun, rupanya aku belum cukup telaten untuk itu. Sempat mengumpulkan daftar foto tokoh-tokoh yang berseberangan pandangan yang tertangkap dalam satu frame. Sempat juga mengumpulkan foto tokoh dunia saat saling bertemu. Atau foto bersejarah lainnya. Tapi, kadang aku lebih terbawa menikmati artikel karena caraku mencari foto juga masih belum seberapa canggih. Mungkin kegiatan itu bisa dilakukan lagi nanti.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11940105-3406421558035397113?l=lalathijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lalathijau.blogspot.com/feeds/3406421558035397113/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11940105&amp;postID=3406421558035397113&amp;isPopup=true' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11940105/posts/default/3406421558035397113'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11940105/posts/default/3406421558035397113'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lalathijau.blogspot.com/2009/09/catatan-tentang-kumpul-mengumpulkan.html' title='Catatan Tentang Kumpul-Mengumpulkan'/><author><name>ary</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03207474458678987363</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://photos16.flickr.com/20912285_e28978ae26.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11940105.post-7899281017967355957</id><published>2009-08-31T20:26:00.005+07:00</published><updated>2009-08-31T22:01:00.577+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jurnalisme sastrawi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puthut ea'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='truman capote'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='onny wiranda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='meidynna arrisandi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='phillip seymour hoffman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tom wolfe'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='buku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='andreas harsono'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='new journalism'/><title type='text'>In Cold Blood</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_OhAG0w0jZ-g/SpvNAxHF02I/AAAAAAAAAJc/jTYFYt8edi8/s1600-h/in-cold-blood.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 206px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_OhAG0w0jZ-g/SpvNAxHF02I/AAAAAAAAAJc/jTYFYt8edi8/s320/in-cold-blood.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5376115993263592290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div&gt;Aku tidak terlalu akrab dengan nama Truman Capote sebelumnya. Dulu, di kampus memang pernah diadakan pementasan teater berjudul &lt;i&gt;Breakfast At Tiffany&lt;/i&gt;. Itu terjadi pada saat aku masih menjadi mahasiswa baru. Di masa itu, yang kutahu adalah teater merupakan salah satu mata kuliah atau kegiatan ekstra para mahasiswa di jurusanku. Tidak terlalu berminat. Aku tidak menonton pementasan tersebut. Jika kemudian aku memilih menonton film tersebut, yang membuatku tertarik adalah review dan penghargaan Oscar yang diterima Phillip Seymour Hoffman. Ya, dalam memilih sebuah film, aku memang kadang terlalu menghamba pada gambar piala atau tulisan-tulisan di depan sampul VCD/DVD seperti itu. Sebuah kebiasaan yang meski bikin aku jijik, tapi sejauh ini jarang membuatku kecewa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;****&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sebenarnya, aku sudah kenal Puthut cukup lama. Ketika Onie membawanya ke kampus, aku belum kenal dia selain sebagai temannya Onie (temannya memang banyak yang aneh). Kenal sudah cukup lama tapi terbilang jarang bertemu. Sementara aku biasanya baru bisa akrab dengan seseorang jika sering ketemu dan berinteraksi. Itu sebabnya susah menjelaskan kenal yang bagaimanakah itu. Terlebih, ia memang jenis orang yang seperti sangat siap untuk mengakrabi ribuan orang, yang sebagian besar aku lihat mengaguminya. Saat ia mulai sering dikisahkan oleh mulut-mulut dan kemudian juga media-media sastra dan perbukuan, lambat laun aku baru sadar bahwa aku sudah mengenal seorang yang cukup bisa dijadikan referensi dalam bidangnya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;****&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div&gt;Trailer film. Penghargaan. Kover yang menarik karena misterius. Hanya menampilkan sosok Phillip Seymour Hoffman berdiri dengan ekspresi yang seakan berkata, "mau nonton atau atau tidak, terserah, aku tetap tidak akan rugi." Sebelum ini, aku hanya mengingat aktor itu ketika bermain dalam film Red Dragon. Meski aktingnya waktu itu lumayan bagus. Tapi, aku masih tidak terlalu yakin filmnya kali ini bakal bagus. Namun, aku ambil juga kotak CD itu dari rak di rental video yang baru buka itu. Bersama beberapa film lainnya yang aku tidak ingat, aku putuskan untuk menghabiskan malam akhir pekan dengan film-film lagi. Terima kasih untuk masa kuliah yang membuatku bisa menghargai acara nonton film (dan mendengarkan musik serta membaca buku) sebagai sebuah kegiatan yang terhormat, bahkan ada kalanya sakral. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;****&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mereferensikan atau merekomendasikan sesuatu adalah kebiasaan yang wajar dalam sebuah obrolan. Waktu kuliah, aku dan Onie sering saling merekomendasikan lagu atau film. Untuk buku, terus terang sebelum skripsi, aku termasuk tidak banyak baca, apalagi beli buku. Jadi, hanya jika temanku itu punya dan rela, maka ia akan meminjamkan (atau lebih tepatnya menyuruh) aku untuk membaca. Untung dia memang termasuk orang yang murah hati. &lt;i&gt;Dunia Sophie&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;Bumi Manusia&lt;/i&gt;, misalnya, adalah dua buku yang pernah ia pinjamkan padaku untuk dibawa pulang selama liburan semester, dan sejak saat itu aku mulai cinta buku. Sedangkan buku-buku lain, maksudnya yang nonfiksi tapi sangat memengaruhiku, juga kebanyakan adalah bukunya. Setelah aku mengerjakan skripsi dan meminjam komputernya terus, aku banyak meminta referensi buku darinya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dengan Puthut, pertama kali ia merekomendasikan sebuah buku kepadaku (dan sepertinya juga pada banyak orang lain yang ia temui) adalah ketika aku berkunjung ke posko gempa di Tandabaca. Bukunya adalah &lt;i&gt;Professor and the Madman&lt;/i&gt; karangan Simon Winchester. Buku yang memang bagus menurutku (kalau sempat, mau bikin tulisan kayak giniannya juga ah..). Sejak itu, jika bertemu dengan dia, aku selalu menanti saat ia mereferensikan buku-buku yang menurutnya bagus lainnya. Buku-buku rekomendasinya yang akhirnya kubaca dan kubeli lainnya adalah &lt;i&gt;Zaman Edan&lt;/i&gt; (Richard Lloyd Parry), &lt;i&gt;Kiamat 2012&lt;/i&gt; (Lawrence Joseph), dan terakhir &lt;i&gt;World Without Us&lt;/i&gt; (Alan Weisman). Oh ya, &lt;i&gt;Heavier than Heaven&lt;/i&gt; (Charles R Cross) juga bisa dimasukkan sebagai buku rekomendasi si EA, meski aku tidak membelinya. Buku karangan Truman Capote, &lt;i&gt;In Cold Blood&lt;/i&gt; ini adalah buku yang ia sebut saat mengobrol tentang jurnalisme sastrawi. Saat itu Onie menunjukkan buku &lt;i&gt;Jurnalisme Sastrawi&lt;/i&gt;, karya jurnalis-jurnalis Pantau. Lalu, dalam obrolan itu, Puthut mengatakan bahwa ia yakin gaya penulisan Linda Christanty dalam artikel berjudul &lt;a href="http://www.geocities.com/asopiann/lchrist.html"&gt;Hikayat Kebo&lt;/a&gt; itu meniru gaya penulisan Capote dalam buku ini. "Baca saja. Bukunya yang bahasa Inggris ada di perpusnya TB. Yang dalam bahasa Indonesia sudah diterbitkan Bentang, di Togamas sudah ada. Terjemahannya lumayan kok." katanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;****&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aku tidak mengharapkan apa-apa dari sebuah film yang meski diangkat dari kisah nyata dan menang Oscar tapi background sejarahnya belum aku ketahui. Yang kuharapkan hanyalah tidak ada yang klise. Aku baru tertarik saat film itu menyebut-nyebut tentang dua judul buku: &lt;i&gt;Breakfast At Tiffany&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;To Kill A Mockingbird&lt;/i&gt;. Jika judul pertama mengingatkanku pada pementasan teater awal kuliah. Judul yang terakhir ini adalah buku fenomenal. Pernah tercatat sebagai buku paling inspiratif (mengalahkan Alkitab) dan paling banyak dibaca oleh masyarakat Amerika. Namun, sempat muncul juga isu bahwa sebagian besar isi buku ini ditulis atau dirombak total saat disunting oleh Capote. Entah itu hanya karena sentimen gender atau memang kenyataannya Capote penulis yang sangat hebat, aku tidak tahu. Yang jelas, fakta di film itu bahwa Truman Capote adalah sahabat dekat Harper Lee cukup membuatku kembali sadar bahwa ini memang tentang kisah nyata. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lalu, dengan cukup cepat, film mulai bergulir dengan kisah dua bandit itu, Richard 'Dick' Hickock dan Perry Smith, setelah ditangkap. Cerita dalam film itu memang lebih berfokus pada Perry, pemuda keturunan Indian yang pintar menggambar. Nuansa hubungan asmara sesama jenis antara Capote dan Perry cukup terasa di film itu (sedangkan di bukunya, nuansa itu ditampilkan antara Dick dan Perry). Aku tidak mempermasalahkan karena film tersebut memang judulnya Capote (bukan In Cold Blood) dan bumbu tema itu memang sedang populer (tahun itu ada Brokeback Mountain juga). Dari film itulah aku mulai tahu tentang kasus tersebut. Tapi, aku lebih tertarik pada Capote yang dikatakan kemudian depresi sejak menulis buku yang judulnya tidak disetujui oleh Perry Smith ini. Dan bagaimanapun, aku kagum dengan keberanian serta ketekunan jurnalis yang juga sastrawan itu dalam mencari info, melakukan berbagai wawancara dan penelitian serta menulis sebuah buku yang kemudian mengukir sejarah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;****&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Entah sejak kapan Puthut menjadi tergila-gila dengan model penulisan ala jurnalisme sastrawi ini. Sebelum ini, cerpen-cerpennya bagiku lebih banyak bermain dengan kata-kata dan bentuk ketimbang cerita. Karena itulah, saat pertama kali kubaca dulu, aku pun tidak biasa, mengernyitkan dahi, dan bingung. Konon, aku bingung karena hanya berusaha mengerti dan melupakan menikmati. Aku tidak tahu gaya apa itu namanya. Yang jelas, gaya seperti itu sempat menjadi tren, bahkan mungkin hingga sekarang. Tapi, dalam buku kumpulan cerpen terbarunya, sudah banyak bedanya. Salah satu karyanya, tentang telinga Pramoedya, bahkan lebih seperti laporan jurnalisme investigasi yang menegangkan. Ia bahkan kini punya buku kumpulan essay. Secara pribadi, menurutku itu lebih bagus karena saat membaca aku jadi lebih mengerti. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;****&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jurnalisme sastrawi, istilah itu baru aku dengar dari judul buku karya jurnalis Pantau itu. Andreas Harsono dan teman-temannya sampai saat ini masih terus berkeliling mengadakan pelatihan dan kursus genre jurnalisme yang antara lain diterapkan di model liputan majalah The &lt;i&gt;New Yorker&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Rolling Stone&lt;/i&gt;, atau di Indonesia di majalah macam &lt;i&gt;Pantau&lt;/i&gt; (yang dengar-dengar hanya hidup sebagai majalah kertas sekitar 3 tahun) dan &lt;i&gt;Panyingkul&lt;/i&gt;. Istilah lain dalam bahasa Inggris ada macam-macam, dan sebenarnya sudah sejak tahun 60an dilakukan di Amerika. New journalism movement, nonfiction novel, in-depth reporting, narrative reporting, passionate journalism, dll. adalah istilah yang sama-sama mengacu pada apa yang di Indonesia dikenal sebagai jurnalisme sastrawi. Jurnalisme sastrawi adalah sebuah gaya atau genre atau style dalam menulis reportase. Biasanya, tulisannya memang lebih mendetail (sebagaimana terlihat di buku ini juga). Jadi, wajar kalau jenis reportase macam ini jarang ditemukan di koran yang ruangnya cukup terbatas, melainkan lebih banyak ditemui di majalah atau buku sekalian. Entah dinikmati dalam bentuk majalah atau buku, kesanku adalah beda keduanya hanya seperti menikmati cerpen dan novel. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Salah satu nama yang sering dibicarakan jika bicara topik ini adalah Tom Wolfe. Dialah tokoh utama dalam gerakan new journalism, yang menulis beberapa buku terkenal seperti &lt;i&gt;Electric Kool Aid &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;Bonfire in Vanities&lt;/i&gt; serta membidani sebuah buku antologi reportase berjudul &lt;i&gt;The New Journalism&lt;/i&gt; (yang ditiru oleh Andreas Harsono dengan buku &lt;i&gt;Jurnalisme Sastrawi&lt;/i&gt;nya). Sementara Truman Capote, disebut di backcover buku terbitan Bentang Pustaka Yogyakarta ini sebagai penulis yang memelopori genre novel non fiksi melalui buku In Cold Blood ini.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sebagai pembaca, aku akui gaya reportase seperti itu memang nikmat dibaca, meski tentu saja tulisan jadi lebih panjang. Jika reportase model lama mungkin sekadar memenuhi unsur 5W 1H, kini dalam genre ini penyajian fakta dibuat makin manusiawi karena penulis juga mengajak pembaca menyelami sisi psikologis objek dan narasumber. Kata Andreas Harsono, jurnalisme sastrawi bukan berarti tulisannya lantas harus mendayu-dayu, berima, dst. tapi yang penting adalah tulisannya cantik dan memikat. Memang sastra itu cantik, tapi cantik tidak harus berarti kemayu. Kalau menurutku, sastra adalah cara manusia bercerita tentang manusia dan segala kompleksitas hidup dan dirinya sendiri. Jadi bukan narsisme, apalagi industrialisme. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jika masih ada sebagian orang merasa membaca karya fiksi adalah menghabiskan waktu, gaya penulisan model seperti ini mestinya bisa mengubah pandangan sempit itu. Tentu saja, tetap ada kritik yang muncul untuk gaya ini. Beberapa pengarangnya dituduh suka menyajikan gambaran imajinasinya sendiri. Dalam buku &lt;i&gt;Heavier than Heaven&lt;/i&gt;, misalnya, ada yang mengkritik bagian ketika Charles R. Cross menggambarkan detik-detik sebelum Cobain menembak dirinya sendiri. Tentu saja, apa yang terjadi di detik-detik kematian Cobain itu hanyalah kira-kira dari si pengarang, mungkin berdasarkan bukti-bukti yang ditemukan di TKP. Tapi, aku rasa itu tidak membuat kisah di dalamnya menjadi tidak akurat. Dalam &lt;i&gt;In Cold Blood&lt;/i&gt; inipun, kritik seperti itu juga muncul. Ada yang menuduh beberapa dialog adalah imajinasi Capote belaka. Kurasa itu memang risiko. Tapi, sebenarnya hal itu tidak lantas membuat buku ini menjadi karya fiksi yang sekadar terinspirasi kisah nyata. Menurutku, kalau orang memotret saja bisa memasukkan persepsi pribadinya, apalagi dalam menulis, sekalipun yang ditulis itu fakta. Sebagai orang yang salah satu tugasnya di tempat kerja adalah menulis, aku sadar bahwa menulis sebuah reportase model ini sangat tidak mudah. Riset, wawancara, analisa, dan tentu saja teknik menulis yang ciamik harus dimiliki penulisnya. Aku rasa, hanya orang-orang cerdas yang sekaligus tekun dan pemberani yang bisa menuliskannya dengan baik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;****&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aku memang sudah melihat buku tersebut di perpusnya Tandabaca. Tapi, aku masih belum terlalu yakin untuk meminjam dan membawa pulang buku itu dari sana. Bukan apa-apa, hanya saja di tengah kesibukan, aku tidak yakin aku bisa menyelesaikan membaca buku itu dalam waktu yang tidak lama. Maka, aku ingin memilikinya saja. Di Togamas, sebelum mendengar rekomendasi Puthut, aku sudah pernah lihat buku itu. Seperti biasa, meski setiap kali aku berangkat aku sudah punya hasrat ingin membeli. Tapi, setelah berputar ke berbagai rak lainnya, tiba-tiba aku merasa tidak ingin lagi membeli buku itu. Harganya masih cukup mahal bagi kantongku saat itu. Aku sempat membaca halaman-halaman awalnya saja. Benarkah terjemahannya bagus? Itu pertanyaan pertama yang biasa kutanyakan sebelum membeli buku terjemahan. Sejauh ini, buku yang terjemahannya paling berkesan adalah &lt;i&gt;Professor and the Madman&lt;/i&gt;. Seperti sudah kusebut, buku itu juga direkomendasikan oleh orang yang sama. Maka, pikirku pasti terjemahannya tidak jauh beda bagusnya. Aku hanya membaca sekilas dan langsung merasa terjemahannya bagus. Lebih karena terpengaruh ucapan Puthut. Tapi karena masih sayang dengan harga, selama beberapa minggu aku mengurungkan niat membelinya. Aku memang tidak berdoa agar bisa memiliki buku itu, tapi kemudian tampaknya doaku lalu terjawab melalui seorang teman. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;****&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bang Napi mengatakan "kejahatan tidak hanya terjadi karena ada niat pelakunya, tapi juga karena ada kesempatan". Tapi, duo penjahat, Hickock dan Smith ini seolah melakukan sebuah pembunuhan tanpa motif yang jelas. Perampokannya memang terjadi karena niat. Tapi, pembunuhannya tidak terlalu jelas, bukan karena kesempatan maupun niat. Empat orang, sebuah keluarga, ditemukan tewas dalam keadaan mengenaskan. Tidak ada yang hilang kecuali 30 dolar karena memang uang keluarga itu ada di bank. Tapi, mereka tetap dibunuh, meski tidak ada perlawanan atau ancaman terhadap kedua perampok. Kisah pembuka dalam buku ini bercerita banyak tentang latar belakang keluarga dan lingkungan Holcomb, tempat keluarga Clutter yang mereka bantai itu tinggal. Selanjutnya, kita diperkenalkan ke bermacam-macam orang dan kebiasaan di daerah desa itu. Berselang-seling dengan narasi mengenai petualangan dua penjahat yang sama-sama pernah masuk militer dan masuk penjara itu. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Karena berasal dari hal nyata, detail yang dipaparkan di buku ini menurutku lebih kaya dari karya fiksi biasa. Bagian awal, yang banyak bercerita tentang keluarga Clutter sebagai keluarga yang sangat biasa-biasa saja itu, menurutku agak membosankan. Cerita baru mulai menarik setelah menginjak narasi tentang dua penjahat itu dan tentunya juga ketika mereka melakukan pembunuhan. Makin menegangkan adalah mengenai bagaimana polisi mengadakan penyelidikan serta perburuan. Aku sendiri selama ini juga sering heran, bagaimana cara polisi bisa menemukan pelaku sebuah kejahatan, jika bukti yang ada sangat sedikit, dan dalam kasus ini sangat minim (hanya jejak sepatu). Mungkinkah kadang kala polisi (terutama polisi Indonesia, yang cara kerjanya sering diolok sebagai metode intel melayu) memang memakai cara seperti di humor interogasi beruang* itu? Selama ini, itulah yang aku kira dan masih sering kukira. Tapi, saat membaca buku ini, tidak disangka jika kisah terbongkarnya kejahatan di dunia nyata memang ada kalanya bisa seperti kisah film. Namun, ini bukanlah sebuah novel detektif, di mana kalau penjahatnya tertangkap, maka cerita selesai. Justru makin ke belakang, setelah kedua penjahat ditangkap, cerita justru makin menyentuh. Narasi tentang apa yang dialami Hickock dan Perry sudah tertangkap, diadili sampai dijatuhi hukuman mati cukup menarik untuk analisa psikologi sederhana. Jika pertanyaan awalnya adalah: apa motif yang membuat keduanya melakukan pembunuhan kejam? Tapi, lama kelamaan alasan itu justru makin tidak diperlukan. Makin membaca, kita justru seolah merasakan menjadi Hickock dan Perry. Dan jika sudah bisa menyelami karakter kedua orang itu, di satu titik, kita tidak butuh alasan lagi. Tapi, pencarian alasan itu malah berubah menjadi secercah simpati, sebongkah penyesalan, dan secarik kemarahan terhadap dunia mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;****&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ketika kantorku sedang ramai membicarakan rencana kepindahan manajerku, Dyna tiba-tiba menyatakan bahwa ia sudah akan pindah lebih dulu karena sudah diterima di penerbitan lain. Hanya beberapa hari sebelum manajerku pindah, acara perpisahan sudah diadakan untuk teman yang kini sedang hamil anak pertamanya itu. Dyna pindah ke sebuah penerbitan yang namanya sedang membumbung tinggi berkat seri novel karya Andrea Hirata, tetralogi &lt;i&gt;Laskar Pelangi&lt;/i&gt;. Bentang Pustaka yang dulu dikenal sering menerbitkan terjemahan Indonesia buku-buku sastra dan filsafat dunia dengan kover kebanyakan karya seniman top, Ong Hary Wahyu, itu memang sudah sejak lama diakuisi oleh Mizan. Dengan tangan kuat itulah, Bentang muncul lagi dengan gaya yang baru dan buku-buku yang lebih variatif. Terjemahan karya sastra dunia tampaknya masih menjadi andalannya. Salah satu buku yang diterbitkan tentu saja adalah &lt;i&gt;In Cold Blood&lt;/i&gt; (karena sudah terkenal, judulnya sengaja tidak diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, sebuah tren yang makin banyak dilakukan penerbit-penerbit saat ini). Karena di perusahaan penerbit tempat aku bekerja sebelum ini, karyawan yang membeli buku terbitan sendiri akan mendapat diskon 50%, maka aku coba menanyakannya pada Dyna. Ternyata sama. Sekalipun stok di kantornya saat itu sudah hampir habis, tapi akhirnya aku bisa mendapatkan buku itu juga, dengan setengah harga toko. Kebetulan saat itu, aku juga mulai diajak menjadi penyunting paruh waktu di sana. Dobel keuntungan, sudah dapat buku murah, juga dapat kerjaan tambahan. Sebelum dua minggu kemudian, sesuatu yang belum akan aku ceritakan di sini, terjadi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;****&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aku menimang buku dengan kover hitam bergambar raut wajah pria yang tampak ketakutan itu. Aku membayangkan itu wajah Perry Smith. Harga yang kudapat kalau tidak salah ingat hanya sekitar 30 ribuan. Aku baru saja pulang kantor dan baru kali itu datang ke kantor Bentang. Kantor itu berbentuk sebuah rumah mungil, bersih, asri, dan cukup sejuk. Setelah membayar, giliran aku bertemu Mbak Dewi, salah satu editor di situ, mantan teman satu kantor juga. Dialah yang bertanggung jawab dalam memberi job menyunting sebuah novel thriller. Dalam hati, waktu itu aku agak kecewa karena berarti aku belum bisa langsung membaca buku yang baru kubeli, karena aku malah mendapat tambahan pekerjaan. Tapi, itu bisa diatur nanti. Toh, di kemudian hari, aku pun sadar kalau tambahan kerjaan itu justru membuat ketagihan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setelah urusan selesai, aku pun pulang ke tempat kos. Sambil tiduran di kasur, aku mulai membaca dengan semangat ingin menemukan bacaan yang sama menakjubkan seperti buku yang direkomendasikan Puthut sebelumnya. Terjemahannya di awal-awal yang tidak sebagus &lt;i&gt;Professor and the Madman&lt;/i&gt; (terbitan Serambi), sempat membuatku kecewa. Beberapa catatan kaki, dari penyunting atau penerjemah, lebih sering mengganggu ketimbang membantu. Itulah kesan pertamaku waktu membaca. Alhasil, aku sempat berhenti di tengah jalan membaca buku itu. Selama berbulan-bulan, bahkan mungkin setahun, aku berhenti membacanya meski baru sampai di beberapa bab awal. Ya, memang tidak melulu karena masalah terjemahan, tapi karena memang banyak kesibukan pekerjaan dan keinginan membaca buku-buku lain, entah yang disewa atau yang baru dibeli yang lebih kuat. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Namun, setelah pindah kota dan tidak bisa lagi menyewa buku-buku di Homerian, Jogja, maka aku memutuskan melanjutkan kembali pembacaan buku itu. Beruntung, aku kini punya jam eksklusif membaca buku selama kurang lebih 2 jam, hampir tiap minggu. Jam eksklusif itu aku dapatkan di kereta api. Kegiatan rutin di tiap hari Minggu, yaitu ke Jogja dengan menggunakan kereta komuter Prameks, menjadi kegiatan menyenangkan salah satunya karena selama perjalanan aku bisa bebas membaca tanpa gangguan. Tentu saja jika Prameks tidak sepadat waktu liburan sekolah kemarin itu. Setelah beberapa hari Minggu dilalui, aku akhirnya bisa menyelesaikan buku itu. Puas rasanya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;****&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setelah membaca beberapa tulisan yang katanya digolongkan sebagai new journalism atau jurnalisme sastrawi, aku pun bertanya-tanya. Apa mungkin gaya reportase macam ini juga sudah coba dilakukan oleh TV? Mungkinkah ini sudah muncul melalui acara Kick Andy yang menghadirkan tokoh untuk diwawancarai dari segala aspek, termasuk kehidupan pribadi. Atau mungkin juga ini coba dimunculkan di acara seperti Interpol (Interview Politik, entah masih ada atau tidak acara itu), di mana kameranya kadang sengaja menzoom bagian-bagian yang biasanya dibaca sebagai perwakilan isi hati (misal: gerakan tangan, mata, dll). Meski sejauh ini, apa yang ditampilkan di TV itu (terutama dalam hal gerak kamera), kadang masih terasa dibawakan dengan kurang luwes. Tapi, itu mungkin saja, dan sejauh ini aku juga cukup menikmatinya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;*&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:x-small;"&gt;Satu kali, intel dari Amerika (CIA), Israel (Mossad), dan Indonesia (BIN) berkumpul. Mereka saling membanggakan cara kerja dinas rahasia masing-masing negara. Maka, untuk membuktikan omongannya, dibuatlah lomba menangkap. Tiga kelinci dilepas di tiga hutan berbeda dan tugas masing-masing agen adalah menangkapnya kembali. Agen CIA masuk ke hutan dan dengan kelengkapan teknologinya, mereka melakukan penyelidikan dan jebakan yang canggih. Tiga minggu kemudian, kelinci itu pun tertangkap. Giliran agen Mossad beraksi. Ia membakar hutan itu sampai habis sehingga tiga hari kemudian, kelinci yang dicari-cari keluar dengan sendirinya dan dengan mudah ditangkap. Lalu, giliran anggota BIN masuk hutan. Ternyata, hanya dalam 3 jam, ia sudah keluar dengan membawa seekor beruang yang sudah babak belur. Sambil diseret, beruang itu berteriak merintih, "Ampun, iya deh, saya ini kelinci.."&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11940105-7899281017967355957?l=lalathijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lalathijau.blogspot.com/feeds/7899281017967355957/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11940105&amp;postID=7899281017967355957&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11940105/posts/default/7899281017967355957'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11940105/posts/default/7899281017967355957'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lalathijau.blogspot.com/2009/08/in-cold-blood_31.html' title='In Cold Blood'/><author><name>ary</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03207474458678987363</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://photos16.flickr.com/20912285_e28978ae26.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_OhAG0w0jZ-g/SpvNAxHF02I/AAAAAAAAAJc/jTYFYt8edi8/s72-c/in-cold-blood.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11940105.post-2020160135100310335</id><published>2009-08-13T20:51:00.008+07:00</published><updated>2009-08-13T21:05:12.759+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='koil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='musik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='review'/><title type='text'>Kami Percaya Kaupun Terbakar Juga</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_OhAG0w0jZ-g/SoQby148WMI/AAAAAAAAAJM/jGCHbPnVu2U/s1600-h/bakar2009cover.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_OhAG0w0jZ-g/SoQby148WMI/AAAAAAAAAJM/jGCHbPnVu2U/s320/bakar2009cover.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5369447216005798082" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Setahu saya, tidak banyak artis atau band musik Indonesia yang dibuatkan tribute. Kalaupun ada, itu baru belakangan ini. Mencoba mengingat-ingat, yang saya tahu dan pernah dengar antara lain adalah Koes Plus, Naif, Fariz RM, Titiek Puspa, dan mungkin juga Chrisye. Oh ya, ada juga album tribute to Munir. Tapi, itu beda. Beberapa bulan lalu, tanpa sengaja saya pun menemukan sebuah blog yang rupanya sengaja dibuat untuk sebuah proyek pembuatan album tribute bagi Koil.&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Kenapa Koil?&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya tidak mendebat hal itu. Saya tahu bahwa memang Koil bukan nama sembarangan di antara gerakan musik independen (halah, kalimatnya). Saya mendengar Koil pertama kali waktu masih kuliah, waktu album Megaloblast dan klip "Mendekati Surga" (juga "Kita Dapat Diselamatkan") sering diputar di MTV. Karena waktu itu saya masih sukanya band-band yang ngeBrit-ngeBrit, saya masih sebatas mengakui keberadaan dan keunikannya. Jujur saja, hati sempat berdesir saat melihat klipnya di MTV, selain juga foto mereka di red carpet MTV Indonesia Award yang membawa dua pria diberangus dan ditali macam anjing. Saya juga agak seram saat mendengar sample tawa kuntilanak di "Mendekati Surga" dan kata-kata kutipan Kisah Rasul 4:12 di "Kita Dapat Diselamatkan". Band yang kreatif, tapi bikin takut. Hehehehe.. Meski begitu, saya juga penasaran mendengar kabar bahwa di konser mereka ada dibawa gadis-gadis penari erotis (sekarang kabarnya sudah agak jarang sih pake begituan).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Namun, sampai selesai kuliah, karena saya juga waktu itu baru berteknologi kaset, maka saya juga tidak punya dan belum berminat mencari album Koil. Baru setelah lulus, satu kali saya menemukan di sebuah warnet 2 track lagunya Koil, "Mendekati Surga" dan "Dosa Ini Tak Akan Berhenti". Ya, saya copy deh. Setelah didengar-dengarkan ternyata memang enak dan membuat semangat. Saya lalu mencari link download di internet untuk lagu-lagu lain. Ketemu satu yang juga sudah saya tahu sejak kuliah, "Kita Dapat Diselamatkan." Lalu, tiba-tiba di TV juga muncul Koil membawakan lagu soundtrack sebuah film horor lokal. Lagunya berjudul "Hiburan Ringan". Kebetulan satu kali saya ketemu CD bajakannya soundtrack film itu di sebuah lapak. Selain "Hiburan Ringan #1" dan "Hiburan Ringan #2", saya juga senang karena di sana juga ada lagunya Kubik yang baru "Blessed Sigh". Kubik, seperti bersaudara dengan Koil ini, sudah saya suka lebih dulu sejak melihat klip "Eternal Waking" di MTV. Kaset Velvet Word and Lies saya beli di sebuah distro. Saya suka karena waktu itu sedang suka dan mengenang kembali lagu-lagunya Smashing Pumpkins dan jatuh cinta pada D'arcy. Jadi, sebenarnya memang saya melihat Mendekati Surga dulu, lalu melihat klipnya "Eternal Waking", lalu suka Smashing Pumpkins terutama "Ava Adore", dan beli kaset Velvet Words.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setelah saya mendapat album soundtrack itu. Saya terus cari di multiply lagu-lagunya Koil yang bisa didownload. Saya temukan cukup banyak. Termasuk lagu-lagu sebelum Megaloblast, macam "Lagu Hujan", "Karat", "Murka", "Untuk Kemenangan Kami", dll. Dari situs hearlulu yang sudah koit, saya mendapat "Breathe With Me" yang ternyata adalah bonus untuk majalah Rolling Stones. Judul lagunya memang berbahasa Inggris (jarang-jarang lagunya Koil berbahasa Inggris, pikir saya), tapi ternyata isinya lebih seperti instrumental, dihiasi sampling erangan dari film bokep, dan Otong yang mengatakan "Aku tak dapat bernapas." Lagunya cukup panjang, tapi lumayan mengobati kerinduan. Kira-kira dua tahun lalu, saya menemukan sebuah warnet yang menyimpan satu album Megaloblast lengkap! Masa itu berbarengan dengan mulai diuploadnya lagu-lagu dari album BlackLight di situs deathrockstar. Hingga kemudian menemukan blog multiply resminya Koil, maka saya bisa mendownload beberapa lagu lagi. Serta beberapa bulan lalu, koleksi saya tambah lengkap dengan beberapa lagu baru mereka yang dishare di Indowebster.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Banyak orang bilang tentang Koil sebagai Marlyn Manson, Korn, dan ada juga yang bilang Rammstein dan Nine Inch Nailsnya Indonesia. Pada pecinta berat Koil di internet bilang bahwa Koil adalah Koil. Ya, terserah. Memang sebenarnya mirip juga sih. Tapi, walaupun begitu saya sendiri sering merasa orang Indonesia itu yang suka minder, merasa bahwa Indonesia selalu mengekor. Ada band baru dibilang ininya Indonesia, padahal kalau band yang mirip itu adalah asal Jerman saja, maka tidak ada istilah ininya Jerman, dsb. Hanya saja, yang agak konyol adalah di dunia sepakbola. Geli rasanya kalau komentator bola bilang si A ini Maradonanya Indonesia, si B Gattusonya Indonesia, si C Messinya Indonesia, wahahaha.. geli karena memang sering maksa.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Oke, kembali ke pertanyaan mengapa Koil. Kalau penggemar musik pop masa kini mendengar adanya album tribute ini, mungkin saja mereka merasa penasaran dan bertanya, "mengapa Koil?". Beberapa mungkin merasa Koil hanya band baru yang diorbitkan Ahmad Dhani. Sebagian mungkin baru mendapat kopian MP3 album BlackLightShinesOn. Atau mungkin ada juga yang membatin, "mungkin ini cuma proyek orang tidak terkenal yang menggandeng band-band tidak terkenal membawakan tribute untuk sebuah band yang belum terlalu terkenal, tanpa adanya lagu mereka yang paling terkenal saat ini." Hehehe... Dan adegan selanjutnya mungkin ada temannya yang bilang, "Lho, Koil itu band sudah lama.." Itu tidak penting. Tapi, bagi mereka yang setidaknya beberapa tahun lalu sudah pernah mendengar album Megaloblast (kayak saya) dan sudah cukup umur untuk memerhatikan MTV waktu itu, maka saya rasa mereka akan menyambut munculnya album ini.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Melintasi trek&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Oke, basa-basinya sudah cukup ya. Sekarang, saya akan mencoba melintasi trek demi trek dari album yang terdiri dari 12 band mengkover 11 lagunya Koil. Seperti dikatakan di blog yang pertama kali membuat saya tahu tentang album ini, "beberapa lagu ada yang saya suka, beberapa lagi sering saya skip." Dan karena MP3 nya sudah ada di komputer, maka hanya beberapa lagu saja yang sering saya setel di Winamp. Saya mendapat album ini dari Indowebster. Kualitas suaranya kurang sempurna, volumenya agak kurang keras dan bassnya sedikit kurang mantap. Mungkin saya salah download, tapi nanti saya pikir bisa saya perbaiki dengan software untuk editing audio.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;1. The Moms Berdarah - Burung Hantu&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya belum punya dan belum pernah mendengar lagu Burung Hantu. Tapi, saya tahu Moms Berdarah memang membawakan lagu itu dengan versi mereka sendiri. Kedengarannya jadi seperti lagunya Netral atau agak sedikit the Brandals. Lumayan baik. Kesalahan saya kurang bisa menikmati lagu ini adalah karena saya belum pernah mendengar lagu Burung Hantu. Itu saja. Nanti kalau sudah ketemu lagu aslinya mungkin penilaian saya bisa berbeda.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;2. Midnight Soul - Dosa Ini Tak Akan Berhenti&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lagu aslinya sudah sangat akrab. Pertama kali mendengar lagu ini dibawakan dengan gaya soul, telinga saya masih agak menolak. Tapi, setelah didengar-dengarkan lebih lama, saya mulai suka. Enak disetel saat dalam perjalanan naik mobil, motor, atau naik kereta sambil melihat jalan raya. Bisa disetel di tempat umum karena tidak keras dan kata-katanya memang bagus. Gitarnya itu loh, bikin saya serasa jadi petualang. Ini adalah track yang cukup sering saya setel.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;3. Screaming Factor - Ini Semua Hanya Fashion.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Seperti sudah bisa dilihat di nama bandnya, band ini membawakan lagu dari album Megaloblast ini dengan teriak-teriak hehehe. Tidak terlalu teriak, hanya suaranya yang menggeram selalu diakhiri dengan akhiran "haauuwww" "yaaauuww". Lumayan juga sebenarnya. Hanya saja mungkin karena kualitas suara file yang saya punya kurang baik maka saya yang tidak terlalu suka genre macam speed metal ini agak kurang menikmati. Yang bagus adalah raungan gitarnya di outro. Gagah sekali.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;4. Amazing in Bed - Lagu Hujan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Nah, ini favorit saya hehehe... Ya, memang suaranya yang paling ngepop di antara yang lain, untuk lagu Koil yang cukup lembut ini. Vokalnya suaranya macam Karen O atau vokalisnya Inspirational Joni, tapi masih agak lebih lembut, paling merdu saat suaranya bergema di tengah lagu. Musiknya sendiri lebih cepat dari versi aslinya. Membuat cukup bersemangat. Dan karena ada banyak nuansa gema-gemanya, membuat sound file yang kurang sempurna ini terasa lebih berharga dari lainnya. Selain saya memang sangat suka "Lagu Hujan", karena sound lagunyalah yang membuat saya paling suka track ini.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;5 Lullaby for Michelle - Pudar.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ini kedengarannya seperti Pure Saturday. Kalau Koil beberapa waktu lalu di TV pernah membawakan lagu "Kosong" meski suaranya Otong tidak jelas, kali ini saya mungkin bisa membayangkan, beginilah kalau PS membawakan lagu Koil. Saya belum pernah mendengar versi asli dari "Pudar." Dan band yang agak ngebrit ini membuat saya hanya biasa saja mendengarkannya (sudah agak bosan dengan Brit-Britan). Pembawaannya, menurut saya, kurang terlalu masuk.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;6. Black Stone Boredom - Nyanyikan Lagu Perang.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lagunya tentu sudah sangat kenal dan liriknya luar biasa. Kali ini, band bernama "kebosanan batu hitam" (wah, nama apaan ini?) membawakan dengan gaya ngeden. Ini band agak kedengaran seperti Seringai. Kalau Seringai disebut kayak Metallica (masa sih?), Batu Hitam ini tidak terlalu kayak nama band Amrik itu. Lagi-lagi kualitas audio file saya membuat semangat dari lagu ini agak kurang optimal. Kalau kualitas suaranya lebih baik dan saya sedang ngantuk berat, mungkin saya akan menyetel lagu ini di antara lagu lain. Tapi, mungkin juga saya akan menyetel versi aslinya saja.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;7. Marianna En De Bastard - Karat&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Nah, lagu ini katanya memang sudah banyak dicover. Di youtube ada band amatir memasang videonya. Kabarnya bahkan Charly ST 12 dulu pernah mengcover lagu ini juga. Kali ini, Marianna cukup baik membawakannya. Suara vokalisnya mantap tapi tidak berlebihan. Musiknya keren. Apalagi ada suara backing vocal wanitanya di tengah-tengah, mengingatkan akan lagu Koil dengan Uci Lusimers (atau siapa ya?) menjadi backing vocal. Cukup cepat dan semangat, dan saya suka. Apa mungkin lagi-lagi karena ada gema-gemanya itu yah?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;8. Mosternaut - Tidak Berarti&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Diawali dengan suara tidak jelas, lalu kemudian masuk gitar dan raungan ala deathmetal, wah.. saya jadi agak ilfil. Lagu "Tidak Berarti" sendiri kayaknya belum pernah saya dengar. Tapi, dari judulnya, mungkin saja itu hanya modifikasi dari "Karat"? Yah, Koil kadang memang suka begitu. Beberapa lagu mirip-mirip, kadang bisa dibilang sama atau dikutip sebagian, tapi judulnya beda. Lagu yang ini kurang masuk di hati saya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;9. Aneka Digital Safari - Semoga Kau Sembuh&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ini lagu yang hampir tidak pernah saya setel. Semula saya kira musiknya seperti Jalur Pantura atau lagu "Disko di Rumah" itu. Lucu donk kalau membawakan "Semoga Kau Sembuh" yang lambat itu dengan cara demikian. Tapi ternyata lain. Begitu mendengar dan melihat salah satu komen di FBnya Otong, saya sempat penasaran dan akhirnya memang kesal juga setelah mendengarkan lagu ini. Selama 3 menit lebih, isinya hanya seperti suara radio rusak. "Nggiiiiing" lalu kresek-kresek. Dan di akhir lagu ada sampling lagu "Semoga Kau Sembuh". Merusak telinga. Saya baca di sebuah blog, di konser mereka juga seperti orang sedang cek sound saja. Waktu saya melihat video live performance mereka di Myspacenya band ini, saya kesal dan ketawa saja. Dasar borjuis, orang egois, bikin suara bising sesukanya, trance sendiri, dan menyebut itu musik. Teringat band serupa bernama Manual. Saya percaya bahwa sebagian puja puji orang terhadap band macam ini hanya muncul karena mereka takut dibilang tidak nyeni saja.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;10. A Slow in Dance - Aku Lupa Aku Luka&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ini adalah track paling panjang. Delapan menit 47 detik. Lebih seperti instrumental. Hanya bagian-bagian akhir ada gema suara "luka luka luka... aku luka luka lupa.." Kurang begitu suka karena relatif membosankan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;11. Psickot - Mendekati Surga&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yang ini bagus! Meski lagu suara Otong di "Mendekati Surga" hanya jadi sampling, tapi cukup membuat saya berdentam-dentam. Ada sampling suara film bokep juga. Yang agak saya sayangkan adalah lagunya terlalu pendek. We want more!!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;12. M1D1D4T4 - Mendekati Surga.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mungkin memang sengaja dua cover version dari lagu yang sama ini dipasang berurutan. Saya pun memilih mendengarkannya berurutan. Rasanya saling melengkapi, meski secara pribadi saya lebih suka Psickot. Bedanya, yang M1D1D4T4 (bah, susah banget nulis namanya) ini dua kali lebih panjang. Bagian tengahnya sedikit bikin bosan, terutama yang mirip-mirip lagunya Jalur Pantura. Untungnya, biasanya waktu sudah mulai bosan, suasana naik lagi. Cuma endingnya kurang berkesan (halah, kayak film aja). Saya sering menyetel lagu ini lebih karena bagian awalnya sangat pas mendampingi versinya Psickot.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Overall, album ini termasuk baik. Terutama karena saya pikir tidak ada yang sampai keterlaluan membawakan lagunya Koil dengan versi R &amp;amp; B atau Melayu misalnya. Intinya masih, kalau tidak rock ya elektronik, dua unsur yang membentuk musiknya Koil. Dan album ini juga bagus bagi band-band pendukungnya maupun saya juga. Melalui album ini, saya yang sudah lama tidak update tentang band-band baru yang bagus kini sudah mulai ada referensi lagi. Beberapa band yang terlibat sudah saya telusuri di Google dan kini sedang menjadi sasaran download. Hehehe....&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Terakhir, menurut saya pribadi, saya lebih suka album tribute ini ketimbang tributenya Naif yang diisi oleh band-band indie yang lebih terkenal dan senior. Mungkin karena saya memang lebih suka musiknya Koil ketimbang Naif ya? &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11940105-2020160135100310335?l=lalathijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lalathijau.blogspot.com/feeds/2020160135100310335/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11940105&amp;postID=2020160135100310335&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11940105/posts/default/2020160135100310335'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11940105/posts/default/2020160135100310335'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lalathijau.blogspot.com/2009/08/kami-percaya-kaupun-terbakar-juga.html' title='Kami Percaya Kaupun Terbakar Juga'/><author><name>ary</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03207474458678987363</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://photos16.flickr.com/20912285_e28978ae26.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_OhAG0w0jZ-g/SoQby148WMI/AAAAAAAAAJM/jGCHbPnVu2U/s72-c/bakar2009cover.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11940105.post-947528058606108336</id><published>2009-07-30T21:10:00.009+07:00</published><updated>2009-07-30T21:33:12.562+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SMP'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='solo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kanisius 1'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='guru'/><title type='text'>Guru-guru SMP</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ADpBGZkiQGs/SnGsH2CJh_I/AAAAAAAAAAc/irnWXKZhtMY/s1600-h/DSCN1783.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ADpBGZkiQGs/SnGsH2CJh_I/AAAAAAAAAAc/irnWXKZhtMY/s320/DSCN1783.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5364257881938561010" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Waktu hendak masuk SMA, seorang yang lebih tua sekitar 11 tahun dariku pernah berkata begini, "pokoknya, masa SMA itu masa yang pasti paling berkesan, buktinya lagu itu adanya 'nostalgia SMA kita', bukan nostalgia SMP, SD atau nostalgia TK kita… hehehe" Wah, angkatan Paramitha Rusady nih. Tapi, ternyata omongan orang itu tadi ternyata tidak terlalu pas untukku. Kalau bicara tentang masa berkesan, jelas masa kuliah dong. Sementara setelah kuliah, aku rasa masa SD lebih berkesan, setelah itu masa SMP, dan baru setelah itu SMA. Masa SD aku rasa pasti selalu berkesan di hati semua orang. Jangka waktunya saja dua kali lipat, hampir sama juga dengan masa kuliah (kalau S1). Lagipula, keduanya (kuliah dan SD) juga sama-sama masa penuh perubahan, yang satu dari masa baju bebas ke masa seragam, satunya lagi dari masa berseragam ke masa baju bebas lagi. Masalah baju ini tentu hanya simbol saja, intinya kita semua pasti tahu. Jika ingin perbandingan yang seimbang, masa SMP dan SMAlah yang bisa dipertandingkan dengan adil. Aku memilih masa SMP yang menang (tapi bukan berarti blog guru-guru SMA tidak akan ditulis).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ADpBGZkiQGs/SnGrHLM0g7I/AAAAAAAAAAM/m_G98jCFJdQ/s1600-h/DSCN1786.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ADpBGZkiQGs/SnGrHLM0g7I/AAAAAAAAAAM/m_G98jCFJdQ/s320/DSCN1786.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5364256770928968626" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;SMP yang 'kupilih' adalah SMP Kanisius 1 Surakarta (untuk keren-kerenan disebut SMP Kansas, nah padahal Kansas tetap daerah ndeso juga). Masuk ke Kanisius sebenarnya adalah plan B. Karena kakak-kakak dan orang tua berhasil meyakinkanku bahwa masuk ke SMP Negeri itu adalah prestasi yang sangat hebat, maka impianku adalah masuk ke SMP Negeri 4, yang katanya adalah SMP negeri terbaik kedua di Solo. Selain bagus, kakak-kakak juga meyakinkan bahwa dengan masuk ke SMP Negeri (tapi hanya dibatasi SMPN 1 dan SMPN 4) juga akan membantu Papa, karena SPP nya akan jauh lebih ringan. Aku pun makin berharap. Kebetulan, nilai NEM ku juga terbilang lumayan, meski kata Papa terlalu ngepas untuk dibilang unggul, yaitu 41 koma sekian. Harapan dan impian untuk masuk negeri itu sangat besar sehingga aku bahkan sama sekali tidak ingin masuk ke SMP swasta yang kategori favorit seperti Bintang Laut, Regina Pacis (yang ini bahkan sama sekali tidak pernah kusebut) ataupun yang bisa memungkinkanku bertemu teman-teman SD, yaitu SMP Widya Wacana. Lalu kenapa setelah dinyatakan tidak lolos seleksi penerimaan di SMPN 4 aku justru masuk ke Kanisius? Pertama, SMP macam BL meski bagus tapi jelas mahal biayanya. Sedangkan untuk Widya Wacana? Entahlah, aku sendiri lupa, mungkin waktu itu keinginan untuk tidak berlama-lama di satu tempat (SMP WW satu lokasi dengan bangunan SD ku) atau untuk lebih banyak bertemu muka-muka baru sudah mulai muncul. Faktor yang juga sangat berpengaruh adalah fakta bahwa tiga dari empat kakakku menjalani masa SMP di Kanisius. "Huh, Kanicus… kanicus.." begitulah dulu aku (dan kakak yang keempat waktu masih SD) melecehkan sekolah kakak yang kedua dan ketigaku itu. Kami berdua kualat, sama-sama memilih sendiri dan diterima di SMP Kanicus itu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Wali kelasku ketika kelas satu adalah Bu Ndari. Nama lengkapnya Retno Wulandari, nama yang sangat Jawa dan pantas untuk menjadi nama penyanyi keroncong. Bu Ndari ini adalah guru seni musik, tapi dia tidak pernah bernyanyi keroncong. Guru yang satu ini tidak galak dan agak kemayu, meski kelak aku akan bertemu banyak guru yang jauh lebih kemayu dalam artian genit ketimbang dia. Alasan aku menyebutnya agak kemayu barangkali karena ia termasuk guru yang suka dandan dan kadang memuji-muji dirinya sendiri. Dua dari tiga kakakku juga aku ingat mencap Bu Ndari sebagai guru yang kemayu. Gincu merah muda cukup tebal, rambut keriting panjang selalu diikat, kulit agak langsat, usia sekitar 30an tapi sepertinya sudah mulai rabun dekat (dilihat dari cara menaruh kacamatanya ketika membaca di depan kelas). Bu Ndari ini sebenarnya wajahnya cocok untuk menjadi galak, tapi tetap saja ia tidak bisa dibilang galak meski beberapa kali juga bisa marah-marah. Selain seni musik, Bu Ndari kalau tidak salah juga mengajar PKK (Pendidikan Keterampilan Keluarga), dua mata pelajaran yang waktu itu (mungkin hingga sekarang) dianggap sebagai mata pelajaran kelas B (karena tidak masuk dalam EBTANAS). Praktis, kelas kami hanya berjumpa dengannya kurang lebih dua kali seminggu selain di waktu-waktu penerimaan rapor atau acara kelas lain. Aku masih mencoba mengingat-ingat pengalamanku dengan Bu Ndari, tapi sayangnya sampai sekarang sepertinya masih lupa.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Untuk wali kelas kedua, aku jauh lebih ingat. Namanya adalah Pak Pranggoro. Bapak yang satu ini mengajar mata pelajaran yang 'lebih serius', Matematika, Fisika, dan Elektronika. Sangat kurus, tinggi, berkacamata, tatapannya tajam, jarang tersenyum, suara aristokrat, kadang berkumis kadang dicukur sehingga dagunya tampak kehijauan, jelas ini adalah wali kelas pria pertamaku. Kami memanggilnya dengan sebutan Pak Prang (lebih mirip Prank, ketimbang Praaangg atau Perang, meski kenyataannya lain). Karena memegang tiga mata pelajaran 'penting' itu, pertemuan kami pun sering terjadi. Meski suaranya sopan, tapi Pak Prang bisa juga berubah menjadi guru yang menakutkan. Maaf saja kalau yang lebih kuingat tentang Pak Prang adalah hukuman-hukumannya, tapi jika saja waktu itu aku adalah orang tua murid, kelakuannya harus kulaporkan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yang paling menakutkan adalah di mata pelajaran Elektronika. Ia selalu wanti-wanti agar setiap murid harus membawa buku diktat dan perlengkapan praktik yang lengkap. Di kelas 3, setidaknya aku pernah melihat dia bertindak seolah kelas adalah Guantanamo. Kebetulan saat itu teman dekatku, Hari Mulyono tidak membawa salah satu perlengkapan praktik (atau buku?). Sebagai hukuman, ia pun memanaskan solder listriknya, lalu dengan ujung solder mengepul yang bisa melelehkan timah, ia berjalan pelan menuju arah Hari alias si Mul dan memerintahkan agar ias menjulurkan tangannya. Ya, Pak Prang memang hanya menyerempetkan saja ujung solder itu ke tangan si Mul, namun temanku itu tetap berteriak, entah sakit, kaget atau hanya mendramatisir seperti pemain bola sedang diving. Entah sang guru atau si murid yang bersandiwara, yang jelas hal itu tetap membekas di kepalaku hingga saat ini. Aku juga ingat ketika satu kali aku lupa membawa jangka untuk pelajaran Matematika (kalau tidak salah juga di kelas 3). Hukuman yang diterima murid yang juga lupa membawa jangka adalah ditusuk dengan jangka besar untuk papan tulis. Sampai ketika giliranku, tanganku secara refleks mengelak, tapi ia tetap berusaha sampai kemudian memutuskan untuk memukul tanganku yang menangkis saja. Apakah mungkin itu sebabnya aku tidak menyukai elektro? Maaf Papa, tapi bagaimanapun aku memang tidak suka. Aku selalu menganggap Pak Prang agak menakutkan, kadang lembut dan bisa melucu, kadang bisa menebar teror sedemikian rupa.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aku masih kurang yakin siapa wali kelasku di kelas tiga, antara Pak Step, Bu Susana, atau Pak Joko. Tapi, aku akan bahas Pak Step dulu. Nama lengkapnya adalah Stefanus Tukijo (demikian ia selalu menuliskannya, jadi harusnya ia dipanggil Pak Stef dengan f), mengajar pelajaran agama Katolik. Penampilan Pak Step ini seperti salah satu teman sekolah Papaku yang fotonya pernah kulihat di buku reuninya. Berbadan lumayan tegap meski sudah berusia sekitar akhir 40-an, tapi agak bungkuk juga, dagunya panjang, kulitnya hitam, suka berpakaian hem ketat lengan pendek model seragam pramuka (dengan kait di pundak) yang waktu itu belum ngetren seperti beberapa tahun lalu. Untuk dandanan, ia terbilang kuno; rambut licin mengkilap, disisir ke samping dengan sangat-sangat rapi, berkacamata tebal yang kalau di luar kacanya menjadi berwarna coklat, sementara suaranya juga aristokrat dan nadanya selalu teratur seperti seorang Romo ketika melantunkan, "berbahagialah orang yang mendengar sabdaa tuuuhann, dan yang dengan tekun melaksanakannyaaaa…."&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kelak, aku baru tahu kalau Pak Step ini ternyata adalah suami Bu Titik, guru mata pelajaran Agama dan Etika yang akan kutemui di SMA. Aku merasa Pak Step ini tidak galak tapi juga tidak sabar apalagi lucu, biasa saja. Mungkin juga karena pelajarannya sendiri tidak dianggap penting meski statusnya cukup terhormat di sekolah. Yang aku ingat dari Pak Step adalah bahwa ia yang selalu memimpin acara doa dan menyanyi yang dikumandangkan lewat speaker yang ada di tiap kelas. Lagu andalannya adalah "Aku muda, riang gembira, penuh harap serta cinta, hidupku bagai sinar…." atau "semua burung bernyanyi riang, gembira hatiku, semua rumput…" Acara itu dilaksanakan setiap pagi dengan sebelumnya setiap murid harus membeli buku kecil tipis berisi syair doa dan lagu, dan jika buku itu hilang atau tidak dibawa, kita harus beli lagi di koperasi sekolah. Seingatku, Pak Step baru mengajarku di kelas 3. Ada beberapa kali kegiatan dalam pelajaran yang cukup kuingat sampai sekarang. Yang pertama adalah tentang kesabaran. Ketika mengajarkan tentang itu, ia memberi contoh dirinya yang tidak pernah mau membunyikan klakson motor saat di jalan. Memang, saat aku mengecek sendiri motornya, sebuah Yamaha tua, di parkiran, klaksonnya memang sudah mengeras tidak bisa dipencet lagi, walau belum berarti juga pasti tidak bisa bunyi. Aku tak tahu apakah ia tidak mengklakson karena klaksonnya rusak atau memang karena sabar. Yang jelas, sebelum akhirnya menghadapi lalu lintas jalanan Surabaya, aku sempat meniru dia yaitu hampir tidak pernah atau jarang sekali mengklakson saat di jalan, apapun keadaannya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hal kedua yang masih kuingat adalah ketika dia mengajarkan bermeditasi atau membawa roh berjalan-jalan ke luar dari tubuh. Saat itu, akupun langsung membayangkan Sun Go Kong dalam film yang rohnya bisa pergi ke kahyangan sementara tubuhnya masih di bumi, melongo seperti patung monyet bego. Ia mengajak semua murid hening (kebetulan saat itu suasana sekolah juga sedang sepi), memejamkan mata, mengatur nafas, dan membayangkan kita pulang ke rumah. Ia pun memandu, "kalian lihat rumah kalian sedang sepi, lalu kalian mulai pelan-pelan berjalan-jalan masuk, dst… dst." Semua murid sepertinya memang menurut dan terhanyut, termasuk aku. Aku rasa pelajaran yang ia ajarkan saat itu berhasil meski aku tak ingat apa sebenarnya tema yang ia ajarkan. Aku masih terus membayangkan jika memang benar rohku sudah berjalan-jalan keluar dari tubuhku, tapi lama kelamaan tidak yakin juga jika memang itu yang terjadi. Entahlah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sekarang tentang Bu Susana. Guru yang satu ini mengajarku pelajaran bahasa Jawa (atau Bahasa Daerah). Bu Susana baru masuk saat aku duduk di kelas 2. Ia masih cukup muda, mungkin baru di awal 30an. Suara agak cempreng, berambut keriting pendek, kulit langsat, pipinya tembem dihiasi jerawat dan bekas-bekasnya, beberapa murid pria tertarik dengan dadanya yang besar (temanku Fransiscus alias Sisko yang kerempeng menyebutnya guru yang lapang dada, meski nyatanya, pinggul si guru juga besar). Aku sendiri sama sekali tidak tertarik karena melihatnya lebih seperti ibu-ibu yang berbadan melar akibat melahirkan dan menyusui. Tapi, mungkin itulah risiko berada di antara remaja-remaja yang sedang akil baliq. Bu Susana sendiri tampaknya entah tidak sadar atau tidak peduli dengan itu. Meski dijadikan objek oleh beberapa murid, tapi kadang ia galak. Dan enaknya menjadi guru bahasa Jawa barangkali adalah ini, ia bisa marah-marah atau mengatai murid-muridnya dengan bahasa Jawa hehehe… Pelajaran ini sendiri memang bukan favoritku. Rasanya, para guru bahasa Jawa atau yang merancang kurikulumnya hanya berusaha menakut-nakuti para murid, bahwa pelajaran ini penting, bahwa pelajaran ini tidak boleh diremehkan, dengan memberikan beban-beban hafalan aksara Jawa, nama-nama anak binatang, bahasa kromo alus atau inggil dari ini atau itu, jejer, wasesa, katrangan panggonan, dll. Begitulah, saat itu (atau mungkin sampai saat ini), pelajaran yang dianggap 'bagus' atau 'penting' adalah yang banyak hafalan atau rumusnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saat menulis hal ini, aku tiba-tiba makin yakin bahwa wali kelasku di kelas 3 sebenarnya adalah Pak Joko. Aku lupa nama lengkap bapak ini. Yang jelas, Pak Joko yang ini adalah guru olahraga sekaligus seni rupa. Tubuhnya tinggi tegap, usia mungkin di awal 40, suka berpakaian ketat model seperti Pak Step, bedanya hanya celananya cut bray, mengendarai vespa, rambut ikal rapi, wajah merah, rahang kotak, gigi agak nyakil sehingga membuat suaranya kurang enak didengar karena seperti bercampur antara udara dan gigi geligi. Aku mengingat sosoknya agak seperti Benny Murdani waktu muda. Pak Joko ini di mataku dan mata kakak-kakakku atau di mata sebagian (besar) teman adalah guru yang kemaki alias kemlinthi (sok jago/sok gagah). Sebagai guru olahraga, karakter seperti itu mungkin memang cocok, sekalipun keterampilan olahraganya tampaknya hanya biasa-biasa saja. Yang jelas, ia bisa dibilang galak. Dan hal ini mestinya agak menjadikannya kurang cocok mengajar mata pelajaran Seni Rupa (atau Seni Lukis). Nyatanya, Pak Joko ini sepertinya hanya agak terpaksa mengisi kekosongan guru Seni Rupa. Aku hampir tak pernah ingat melihatnya menggambar. Yang ia lakukan saat pelajaran seni ini adalah membawa sebuah papan tulis yang sudah ada gambarnya (digambar dengan kapur). Setelah itu, ia menyuruh semua murid mencontoh gambar itu. Kali lain, ia hanya memerintah secara lisan saja, kalian gambar ini atau itu, atau bebas. Yah, pelajaran seni ini memang tidak pernah dianggap penting di sekolahku. Aku ingat ia pernah satu kali memerintahkan murid-murid menggambar sebuah kapal yang juga adalah logo dari yayasan Kanisius, jika belum selesai bisa dijadikan PR. Waktu itu, kakakku yang sudah kelas 3 SMA mengatakan bahwa tugas seperti itu pernah diberikan di masanya. Jadi, aku pun memintanya untuk menggambarkannya untukku dan ia menuliskan nama kapalnya KRI Joko Bodo (tentu saja setelah itu segera dihapus). Hasilnya memang bagus. Aku pun membawanya ke sekolah dan seorang teman segera mencurigai bahwa gambar itu bukan hasil karyaku. Aku tentu saja berbohong dan menolak tuduhan itu. Untung yang curiga hanya satu temanku itu, sementara Pak Joko sendiri memberiku nilai bagus dan beberapa teman malah meyakinkan temanku yang jeli tadi bahwa aku memang pandai menggambar.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sebagai guru olahraga, Pak Joko masih agak cocok. Tapi, kakak-kakakku merasa ia masih kalah dibanding Pak Tabing atau Bu Kris, dua guru olahraga lainnya. Bahkan, salah satu kakakku mengatakan Pak Joko menjegal Pak Tabing sehingga Pak Tabing akhirnya pindah (atau dipindahkan) ke sekolah lain. Aku tidak begitu tahu atau peduli kalau memang ada konflik antar guru seperti itu. Pak Joko sendiri meski berbadan cukup atletis tapi sepertinya memang bukan atlet. Dalam sebuah pertandingan basket antara guru vs murid dalam rangka ultah sekolah, ia terlihat tidak begitu hebat, bahkan kalah semangat dengan Pak Step yang kemudian terkilir. Namun, Pak Jokolah yang menjadi 'pelatih' tim putra maupun putri dalam pertandingan basket uji coba (ya, zaman itu basket sedang ngetop sekali), sekalipun yang ia lakukan hanya duduk menonton dan kadang memberi semangat, tanpa arahan strategi berarti (hanya mengandalkan skill pemainnya). Pertandingan itu dilaksanakan di lapangan sekolah lain yang aku lupa namanya. Aku sendiri menonton karena beberapa teman main basketku tergabung dalam tim. Aku memang sempat sangat berharap bisa ikut dalam tim. Tapi saat namaku tidak tercantum, aku merasa kecewa dan merasa yang memilih itulah yang tidak bisa melihat potensiku. Aku rasa saat itu tim putra kalah dan tim putri menang. Tapi, yang lebih aku ingat bahwa di situ aku hampir dipalak oleh beberapa pemuda kampung yang juga ikut menonton. Sementara teman-teman sedang main, di pinggir lapangan mereka meminta jaketku. Tapi, aku hanya memandang mereka dan mencoba tersenyum. Tampaknya mereka memang tidak terlalu serius menginginkan jaketku. Gagal mendapatkan jaket, mereka malah mengajakku ngobrol basa-basi, kenapa aku tidak ikut main, dsb. Namun, beberapa teman yang membawa motor ternyata tetap saja kehilangan beberapa helmnya. Pemuda-pemuda itu juga mentertawakan dan menyoraki Pak Joko, yang hampir sepanjang pertandingan hanya duduk diam dan lebih tampak seperti bingung ketimbang memikirkan strategi.&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ADpBGZkiQGs/SnGuva2bnOI/AAAAAAAAAAk/-cNPI7QB0CI/s1600-h/DSCN1787.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ADpBGZkiQGs/SnGuva2bnOI/AAAAAAAAAAk/-cNPI7QB0CI/s320/DSCN1787.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5364260760859679970" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div&gt;Di pelajaran seni rupa, aku merasa Pak Joko terasa lemah dan klemak-klemek, tapi di pelajaran olahraga, apalagi di lapangan, ia bisa sangat keras. Aku pernah melihatnya menggampar Ernest, temanku lain kelas saat di lapangan basket. Ernest tidak apa-apa, entah karena ia seorang pelatih beladiri kateda yang biasa latihan dengan menjadikan bagian tubuhnya sansak hidup atau karena memang gamparan Pak Joko di kepalanya tidaklah sakit. Yang jelas, aku termasuk kaget melihatnya. Aku kira beberapa teman juga merasa demikian. Di kelas 3, aku mendengar bahwa Pak Joko harus menjalani operasi akibat sesuatu di tangannya. Aku tak tahu, mungkin itu bisul, atau bahkan tumor. Yang jelas, sejak saat itulah aku melihat Pak Joko sebagai sosok yang makin kasihan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bagi yang pernah bersekolah di SMP Kanisius sebelum angkatanku, aku pastikan ada dua nama yang tidak akan pernah dilupakan: Bu Agnes dan Pak Yus. Bu Agnes adalah guru PMP (sekarang PPKn). Sudah cukup berumur, bertubuh pendek, tapi langkahnya tegap dan mantap. Mungkin itu juga karena ia selalu naik sepeda jengki ke mana-mana, mungkin juga karena ia sering melakukan ritual jalan salib. Bu Agnes adalah guru yang religius. Tapi ia juga seperti sersan wanita. Penampilannya sederhana, baju warna abu-abu, rambut diikat ke belakang, berkacamata, bibir merah karena gincu, dan wajah putih karena dilapisi bedak meski kulitnya sebenarnya terbakar matahari. Jarang tersenyum meski kalau disapa saat bertemu di luar kelas atau bahkan luar sekolah, ia tetap tersenyum sehingga bibirnya yang merah dan lancip melebar ke samping. Suaranya keras dan tegas, agak sembab, tapi yang jelas bisa menggetarkan hati setiap murid yang mendengarnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bu Agnes memang guru yang terkenal galak meski setahuku ia tak pernah main tangan. Kutipannya yang paling terkenal adalah, "kursus buta huruf." Ini adalah istilahnya untuk murid yang hanya menjawab berdasarkan apa yang tertulis di buku, bukan dengan kalimatnya sendiri. "Ini pelajaran PMP. Kalau hanya membaca, namanya kursus buta huruf." Agak disayangkan memang, kenapa ia harus mengajar mata pelajaran PMP. Dengan prinsip, murid harus bisa menjawab dengan kalimat sendiri, alias harus bisa berpikir sendiri, menurutku agak sayang kalau yang diajarkan adalah pelajaran yang menjadi indoktrinasi pemerintah rezim Orde Baru. Mungkin itu satu sisi positif ajaran Bu Agnes, tapi cara mengajarnya tetap saja kuno. Sangat text book, sehingga jangan harap bisa selamat jika kita tidak membawa buku diktat yang sampulnya burung garuda itu. Senjatanya yang lain adalah absensi kelas. Ia tinggal menyebutkan nama murid yang bisa disuruh membaca halaman sekian. Kemudian, ia juga membaca pertanyaan, juga dari buku itu. Ia membahas atau menanyakan hampir perkalimat yang ada. "Kenapa kita mengamalkan UUD 45 secara murni dan konsekwen? Si A." Deg-degan dan harap-harap cemas semoga nama kita tidak dipanggil. Kalau salah, muncullah istilah tadi, "kursus buta huruf." Tapi, kalau salah dua kali atau jawabannya sangat tidak sesuai, kata-kata "tolol" atau "guoblok" bisa disemburkan tepat di wajah Anda.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sejak masa kakak iparku, yang selisih 12 tahun dariku, bu Agnes sudah dikenal galak. Yang agak baikan dengan bu Agnes adalah kakakku yang keempat. Ia termasuk murid yang dihafal oleh bu Agnes karena hal positif, satu hal yang agak jarang terjadi. Dari dia jugalah aku tahu bahwa bu Agnes kadang berjalan melewati jalan depan rumahku dalam rangka via dolorosa, jalan salib. Padahal, setahuku rumah bu Agnes jauh dari rumahku yang jalannya naik turun. "Mungkin bertobat, mengaku dosa karena selalu galak pada anak-anak," kata kakakku setengah bercanda. Bu Agnes kini sudah pensiun, tentu saja, karena sepupuku yang sekitar 6 tahun di bawahku sudah tidak mengalami diajar olehnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pak Yus bernama lengkap Yusdarsio Heryunanto. Aku sangat ingat dengan nama ini. Dia adalah guru seni lukis dan bahasa daerah. Aku hanya sempat diajar bahasa daerah olehnya. Apa yang membuat Pak Yus sulit dilupakan? Secara fisik, ia biasa saja. Pria setengah baya yang tubuhnya termasuk pendek bahkan belakangan sudah agak bongkok. Rambut tinggi disisir ke belakang, berkumis, kacamata coklat, sepintas tampangnya seperti Antasari Azhar versi tua. Di masaku, pak Yus sudah mulai agak sakit-sakitan. Tapi, sikapnya sepertinya tidak berubah dari generasi ke generasi. Satu hal yang pasti diingat adalah dijenggit, yaitu menjewer rambut di daerah dekat telinga. Kalau tidak salah aku hanya mengalami setahun diajar oleh Pak Yus, tepatnya waktu kelas 1. Ketika itu, aku sudah mendengar kabar-kabar tentang sepak terjangnya. Bahwa jenggitan atau jewerannya sangat sakit, tapi itu hanya untuk murid pria. Aku juga pernah merasakannya, setidaknya 2 kali. Yang menjengkelkan, ia melakukannya dengan tertawa-tawa karena memang kesalahanku waktu itu sepertinya tidak begitu berat. Mungkin ia hanya berikhtiar bahwa tiap murid pria harus paling tidak sekali merasakan jenggitannya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tapi, 'hukuman' Pak Yus untuk murid perempuan lain. Ini yang lebih menjengkelkan. Untuk murid perempuan, ia malah mengelus-elus pipi mereka. Kakakku pernah heran, bagaimana kira-kira rasanya orang tua seperti dia malah menggoda gadis pra remaja yang bisa jadi anak bahkan cucunya seperti itu ya? Waktu itu, kakakku baru duduk di bangku SMA. Mungkin belum banyak yang tahu bahwa hal itu aneh dan mungkin harusnya tidak boleh. Katanya, Pak Yus memang bidangnya di seni lukis. Katanya, ia memang pintar menggambar. Sayangnya, aku tidak pernah melihat karyanya. Tapi, aku sempat curiga bahwa gambar-gambar jadi di papan tulis yang dibawa Pak Joko sebagai tugas di pelajaran menggambar sebenarnya adalah hasil karya Pak Yus. Kalau Pak Joko, memang jujur saya aku rasa dia tidak bisa menggambar, apalagi dengan kapur tulis.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pak Yus hanya mengajarku Bahasa Daerah. Kemampuan seninya hanya pernah kulihat saat ia nembang, kalau tidak salah Pangkur atau Megatruh. Suaranya bagus, seperti suara di radio. Ketika ia menyanyi, kelas hening, dan aku membayangkan suasana di desa ketika Pak Yus sebagai petani bersenandung sendiri sambil, entah mengasah sabit atau duduk-duduk saja. Ia juga pernah bercanda dengan Pak Tabing di depan kelas. Ketika itu, Pak Tabing menggoda Pak Yus dengan mengatakan kalau dia ganteng. Pak Yus segera mengeluarkan dompet dan selembar uang lima ribu. "Nyoh, le limang ewu susuk sepuluh ewu." (Nih, nak… lima ribu kembali sepuluh ribu). Sekarang, guyon lawas seperti ini pernah beberapa kali diperagakan Tukul. Semua murid tertawa, termasuk aku karena memang jarang melihat sesama guru bercanda.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di akhir tahun ajaran kelas 1 itu, Pak Yus sudah tidak mengajar. Posisinya sementara digantikan wakil kepala sekolah Pak Titus Wasana. Ternyata Pak Yus masuk rumah sakit. Jadi, ceritanya ia sedang membungkuk dan mengangkat sesuatu sebelum tiba-tiba punggungnya cedera. Pak Wakasek sempat menjelaskan, sepertinya tulang keropos atau bahkan patah tulang dialami Pak Yus. Sejak saat itu, tidak pernah aku melihatnya lagi. Mungkin sekarang ia sudah meninggal dunia.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Karena sudah menyinggung satu nama, sekalian saja aku ceritakan tentang para petinggi di SMPku waktu itu. Ketika pertama kali aku masuk, SMP Kanisius 1 masih dikepalai oleh A.M Sunarno, dipanggil Pak Narno. Bapak ini orangnya gemuk, hitam, rambutnya sudah memutih, kacamatanya tebal warna coklat. Salah satu kakakku sering memuja-mujanya. Tapi aku tidak begitu mengenalnya karena memang jarang ada pertemuan di kelas. Yang jelas, kakak yang memujanya itu bilang Pak Narno pintar bicara. Ia menyamakan Pak Narno dengan ayahku. Waktu itu, kakakku yang lebih tua 7 tahun di atasku mencoba melobi biaya uang gedungku waktu mendaftar. Tapi, kakakku yang di keluargaku termasuk pandai berdebat itu kalah total. Ayah mentertawakan kegagalannya. Kakak beralasan dia bukan levelnya Pak Narno, mestinya ayah sendirilah yang menghadapinya. "Dikek'i ati kok ngrogoh rempelo" (diberi hati kok masih minta ampela) kata kakak menirukan jawaban yang membuatnya skak mat. "Lha sama-sama enak kok pak" demikian saran ayah. Tapi sepertinya ayah memang tidak berharap banyak pada negosiasi itu. Seperti biasa, ia mungkin hanya sekadar melatih anaknya dalam bernegosiasi, diplomasi, menghadapi orang, atau hal-hal semacam itu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ketika kelas 1, dengan kepala sekolah Pak Narno, ada dua wakil kepala sekolah yaitu Bu F.M (Febe Maria?) Retno dan yang tadi sudah disebut, T. Wasana (lucu, karena dibaca Tewasono alias bunuh saja). Bu Retno adalah seorang ibu jangkung dengan kulit putih dan kacamata model kuno dan rambut model nyonya besar. Aku sempat mengajarku Seni Musik di kelas 3. Aku ingat, waktu EBTA ada tugas praktik untuk pelajaran itu. Harus membawakan lagu dengan alat musik. Yah, meski suka, tapi sampai sekarang aku memang belum dapat memainkan alat musik apapun. Jadi, alat musik yang kubawa juga standar, solmisasi alias pianika. Lagunya juga standar, Mengeningkan Cipta. Sudah berlatih cukup intensif, saat tiba giliranku tampil, bukan di hadapan teman-teman, tapi duduk di hadapan bu Retno, aku cukup lega karena Bu Retno bertingkah seolah dia menikmati permainan musikku. Dengan menutup mata, di beberapa nada ia ikut bersenandung, membuatku cukup semangat sekaligus takut salah. Aku lulus meski nilainya biasa-biasa saja. Meski demikian, Bu Retno sebenarnya cukup galak. Yang sedikit aneh adalah, meski ia lebih dulu ada sebelum Pak Wasono dan bahkan tertulis wakasek I adalah dirinya, setelah Pak Narno pensiun, yang menjadi kepala sekolah adalah Pak Wasono yang notabene wakasek II. Bu Retno sendiri tetap menjadi wakil kepala sekolah meski kalau tidak salah ia kemudian menjadi kepala sekolah juga.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pak Wasono, tidak ada seorang pun kakak yang mengenalnya. Artinya, ia masuk ke Kanisius bersamaan dengan aku. Aku dengar ia adalah pindahan dari SMP Kanisius 2. Pak Wasono, atau biasanya kita sebut dengan Pak Tewasono (di kelas satu aku selalu menulis singkatan T itu berarti Tejo, ternyata Titus) pernah mengajarku untuk mata pelajaran PPKn. Ia tergolong sabar, hampir tidak pernah marah, meski punya kumis seperti Jusuf Kalla. Ia juga selalu mengingatkanku pada karakter bapaknya si Unyil. Namun, ketika kelas 2, Pak Narno pensiun dan Pak Wasono menggantikannya menjadi kepala sekolah. Kenapa bukan Bu Retno yang lebih 'senior' di sekolahku? Entahlah, tapi tentunya itu merupakan keputusan yayasan. Apakah ada yang beda dengan sekolahku dengan kepemimpinan dua kepsek tersebut? Mungkin ada. Yang jelas, ada beberapa guru yang pindah (atau dipindahkan?), ada juga guru-guru baru. Ah, apa itu hanya pergantian biasa saja ya? Aku tak tahu, yang jelas sekarang kualitas dan peringkat prestasi sekolahku menurun dibanding masaku. Apakah itu terjadi setelah kepemimpinan Pak Wasono atau Bu Retno? Aku belum mencari tahu.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Para wali kelas sudah. Guru galak sudah. Kepala sekolah sudah. Sekarang, aku akan membicarakan guru-guru lain. Aku akan ceritakan tentang salah satu guru yang paling aneh selama aku bersekolah. Guru ini masih muda, namanya Mulyono, mengajar agama. Tampang Pak Mul ini bisa aku deskripsikan sebagai sangat Katolik. Kulitnya langsat dan bersih, rambutnya ikal model jadul, matanya besar agak belok, tingginya sedang, tubuhnya ramping, bibirnya merah, berkumis tipis mungkin untuk menutupi giginya yang sedikit agak maju dan renggang. Kalau tidak salah, aku sering melihat model perawakan seperti dia di buku-buku diktat Agama Katolik atau buku-buku Kristen terbitan tahun 80an. Masih sulit membayangkan? Bayangkan saja… hmmm… Mardi Lestari? Mengapa aku katakan guru satu ini aneh? Sebentar, satu-satu dulu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pak Mul mulai masuk ketika aku duduk di kelas 2. Saat itu, aku juga mulai bergaul dan bersahabat dengan si Mul, yang ini adalah panggilan untuk Hari Mulyono, teman sekelas yang ternyata rumahnya cukup dekat dengan rumahku (pertengahan kelas 1, aku pindah rumah). Jadi, awalnya anak-anak sering mengolok-olok si Mul karena namanya sama seperti si guru. Setelah guru itu makin aneh, anak-anak makin gencar mengolok-olok nama Mul dengan pura-pura memanggil si Mul kalau Pak Mul lewat. Pak Mul sebenarnya baik, hanya saja ia seperti tidak pernah menghadapi remaja. Ia mengajar dan mengajak bicara seolah dengan orang seusianya. Ia melontarkan humor yang agak mikir, meski anak-anak mungkin mengerti letak kelucuannya, tapi humornya itu memang tidak lucu. Jadi, tidak ada murid yang tertawa saat Pak Mul capek-capek menceritakan humornya. Lalu, tahu apa yang ia lakukan? Ia tetap tertawa. Setelah ia tertawa sendiri, murid-murid pun tertawa atau lebih tepat mentertawakannya, sambil diiringi sorakan huuu…. Pak Mul tersinggung dan marah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yah, itulah salah satu keanehan si guru agama yang sangat kuingat. Aku tidak ingat humornya, karena aku bersumpah memang itu tidak lucu, seperti humor ala sitkom Amerika, hanya saja dibawakan dengan tidak menarik. Kejadian konflik antara Pak Mul dan murid-murid itu lama-lama makin sering terjadi. Semula murid perempuan masih menghargai dia, dan hanya murid cowok yang bandel yang mengoloknya, tapi lama-lama bahkan para cewek pun tidak menghargai Pak Mul. Pernah juga satu kali, Pak Mul mengancam walk out meninggalkan kelas dan tidak mau mengajar jika murid-murid masih bandel. Biasanya, jika seorang guru sampai walk out seperti itu, paling tidak ketua kelas atau murid teladan atau murid aktivis OSIS akan menyusulnya dan minta maaf, lalu si guru kembali lagi. Tapi, kali itu tidak ada satupun murid yang menyusul atau minta maaf pada Pak Mul yang walk out dari kelasku. Entah mengapa. Para murid bahkan seakan senang dan malah makin ramai dan bercanda-canda, meski esok harinya wali kelas memang memarahi kami.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ketika kelas 3, seorang temanku, bernama Sinangdoyo, anak yang rupanya punya kelainan eksebisionis, satu kali melihat Pak Mul lewat di depan kelasku. Lalu, Sinang berteriak-teriak, "Mooolll…. Si Mullll!!!" Pak Mul hanya melotot dan dengan langkah jengkel bergegas menaiki tangga. Waktu kelas 3, aku memang sudah tidak diajar oleh Pak Mul lagi. Tapi, waktu kelas 3, tampaknya Pak Mul telah berubah menjadi sosok yang keras. Ia bukan lagi pemuda mudika yang sopan, agak gemulai, dan sok smart. Buktinya, aku pernah melihatnya memukuli seorang adik kelas yang memang dikenal nakal, entah aku lupa kasusnya apa, dan aku lihat ia mencuci tangan di ledeng setelah itu. Kalau dibayangkan, sekolahku memang kental dengan nuansa kekerasan. Apakah saat ini, hal itu masih terjadi? Aku kira masih, dengan generasiku kini yang giliran menjadi guru.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Puncak dari keanehan Pak Mul adalah saat ia memberi semua anak di kelasku, tanpa kecuali, nilai merah untuk pelajaran agama. Papa tidak memarahi dan hanya bergurau mengatakan pada kakak, "beri tahu, diikutkan ngaji dia (maksudnya aku) itu…" Aku pun menjelaskan bahwa semua anak di kelasku mendapat nilai merah karena balas dendam sang guru. Saat penerimaan rapor itu, aku juga melihat temanku Andi, seorang anak yang sangat pendiam dan rajin, tertegun dan sangat nelangsa melihat rapornya dihiasi angka merah. Ya, terang saja, Andi (dan aku juga) jelas tidak termasuk dalam kategori anak yang pernah membuat Pak Mul jengkel. Tapi, rupanya si guru sudah terlanjur sebal, bahkan seingatku di beberapa pertemuan terakhir pelajaran kami, ia sudah mogok mengajar kelas kami. Seingatku, Pak Mul akhirnya pindah di sekitar pertengahan tahun ajaran waktu aku kelas 3.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;(masih bersambung, bos..)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11940105-947528058606108336?l=lalathijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lalathijau.blogspot.com/feeds/947528058606108336/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11940105&amp;postID=947528058606108336&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11940105/posts/default/947528058606108336'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11940105/posts/default/947528058606108336'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lalathijau.blogspot.com/2009/07/guru-guru-smp.html' title='Guru-guru SMP'/><author><name>lalathijau</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06199476884674850284</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ADpBGZkiQGs/SnGsH2CJh_I/AAAAAAAAAAc/irnWXKZhtMY/s72-c/DSCN1783.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11940105.post-5553287475385363943</id><published>2009-06-10T21:54:00.021+07:00</published><updated>2009-06-10T23:19:32.780+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='solo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='oen boen ing'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dokter'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rumah sakit'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='legenda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lo siauw ging'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wiji thukul'/><title type='text'>Dokter Lo &amp; Dokter Oen</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;KUBURAN PURWOLOYO&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;disini terbaring&lt;br /&gt;mbok cip&lt;br /&gt;yang mati di rumah&lt;br /&gt;karena ke rumah sakit&lt;br /&gt;tak ada biaya&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;di sini terbaring&lt;br /&gt;pak pin&lt;br /&gt;yang mati terkejut&lt;br /&gt;karena rumahnya digusur&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;di tanah ini terkubur orang-orang yang&lt;br /&gt;sepanjang hidupnya memburuh&lt;br /&gt;terhisap dan menanggung hutang&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;di sini&lt;br /&gt;gali-gali&lt;br /&gt;tukang becak&lt;br /&gt;orang-orang kampung&lt;br /&gt;yang berjasa dalam setiap pemilu&lt;br /&gt;terbaring&lt;br /&gt;dan keadilan masih saja hanya janji&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;di sini kubaca kembali:&lt;br /&gt;sejarah kita belum berubah!&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;Jagalan, Kalangan&lt;br /&gt;Solo, 25 Oktober 1988&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Turah (kebanyakan) duit ya?" bentaknya tanpa memandang wajah Mama. Mama tersipu, lalu mengucapkan terima kasih kepadanya. Badanku masih panas, tapi roti semir Luwes yang tadi dibeli Mama dari penjual roti di depan agak menghiburku. Pria tinggi, setengah botak, setengah beruban dengan suara keras itu terkenal di seantero kota dengan kegalakannya. Kata-kata seperti "sudah 4 hari baru dibawa kemari? Mau nunggu mati dulu apa?" sudah tidak mengejutkan lagi. Aku sendiri pernah mendengarnya. Tapi, ia sangat dicintai banyak orang. Ketika aku sudah bisa membaca, aku lihat kertas yang ia berikan sebagai resep untuk ditebus di apotek tertulis nama lengkapnya: dr. Lo Siauw Ging. Dokter Lo, demikian ia dipanggil. Dokter galak tapi baik hati. Bahkan, meski terkesan kasar, kata-kata tadi pun kalau direnungkan memang ada benarnya. Dokter Lo ini adalah seorang dokter langka dan makin langka dari hari ke hari. Bukan karena galaknya. Tapi karena jiwa sosial yang melekat kuat sampai masa tuanya sekarang ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menjadi dokter sejak 1963, dokter dengan gelar MARS (Manajemen Administrasi Rumah Sakit) ini dikenal sebagai dokter yang tidak pernah mau dibayar. Tak heran jika pasien yang kebanyakan dari kalangan kurang mampu selalu antre di tempat praktik pribadinya di daerah Jagalan, Solo. Dalam sehari, ia melayani dua kali jam praktik. Pagi dan sore. Di luar dari itu, kalau tidak salah ia menjabat sebagai direktur RS Kasih Ibu (entah apa sekarang masih atau tidak). Yang mengagumkan, sampai sekarang dokter ini tetap melayani pasien, meski jalannya saja kini sudah dibantu tongkat. "Saya belum mau pensiun. Saya ingin mereka yang tidak mampu membayar masih bisa menikmati pelayanan kesehatan," katanya dalam sebuah wawancara. Orang bilang, itulah yang membedakan 'orang kuno' dengan pemuda zaman sekarang. Aku beberapa kali melihatnya ada dalam etos kerja mereka yang termasuk angkatan Papaku ke atas. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang teman bilang bahwa sudah sangat sulit jika kita hendak menjadi legenda saat ini. Jika ingin jadi artis, penulis, atau politisi, bersiaplah untuk mengalami roller coaster; hari ini terkenal luar biasa, besok dicampakkan begitu saja oleh mereka yang punya kuasa, suara, dan dana. Barangkali ia ada benarnya juga. Terkecuali kita memiliki karakter sehebat dokter Lo, yaitu bahwa kita harus siap melawan arus dan siap paling tidak untuk lebih memilih kepuasan melakukan sesuatu untuk orang lain yang membutuhkan ketimbang hanya menyenangkan diri sendiri. Dokter Lo adalah dokter legendaris di kotaku selain dokter Oen, seniornya. "Ada kepuasan tersendiri, itu tidak dapat diukur dengan uang," jelas dokter Lo tentang kepuasan bisa menyembuhkan pasien-pasiennya yang kurang mampu. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dokter ini tidak hanya memberi pengobatan gratis selama puluhan tahun, ia juga selalu menyisihkan sebagian gaji yang diterimanya untuk membantu jika ada pasien yang harus mondok di rumah sakit tapi tidak punya biaya. Jika itu masih kurang, ia juga akan mencarikan donatur, terutama mereka yang mau menjadi donatur anonim. Puluhan tahun menjadi dokter, sebuah profesi yang masih sangat terhormat di masyarakat, bahkan sempat menjadi direktur rumah sakit swasta, bukankah harusnya di masa tuanya seseorang bisa menikmati hidupnya? Aku memang sama sekali tidak kenal dokter Lo dari dekat. Tapi, jika memikirkan bahwa tempat praktiknya hingga kini masih relatif tidak berubah, tidak ada renovasi, perluasan, atau semacamnya, maka aku bisa lihat dedikasi dokter Lo membantu masyarakat memang telah berhasil menepis godaan menjadikan keahliannya sebagai komoditi semata.  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nah, kemarin kamu bilang kamu benci dokter karena mereka suka menipu. Aku rasa kamu harus ketemu dokter Lo. Memang, aku terakhir kali ke dokter Lo ketika masih SD. Tapi, tentunya aku juga tidak akan berobat ke sana lagi sekarang. Aku tahu kamu tidak keliru tentang dokter-dokter mata duitan itu. Kebetulan saja hanya Omni yang kebetulan sedang disorot saat ini. Dan bukannya untuk gaya-gayaan aku mengutip puisi Wiji Thukul di atas. Tanyakan, kenapa Thukul yang notabene terbilang tetangga dengan dokter Lo pun tetap membuat puisi seperti di atas. Lihatlah puisi itu dibuat tahun 1988. Nyata bahwa sosok seperti dokter Lo pun sudah langka sejak puluhan tahun lalu. Sekarang, mestinya orang bisa melihat betapa dekatnya kaitan antara Ponari dan Omni. Legenda tidak perlu harus bisa mengubah dunia, tapi legenda adalah orang yang mampu membuktikan bahwa ia bisa melawan dunia. Kisah dokter yang kedua berikut ini juga sama hebatnya.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_OhAG0w0jZ-g/Si_JfJlLqMI/AAAAAAAAAJE/a3CmWWb41MQ/s320/droen.jpg" style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 203px;" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5345712819697068226" /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:x-small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;dr. Oen&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika kakak sepupuku melahirkan anaknya belasan tahun lalu, aku pernah melihat sebuah buku tentang sejarah RS dr Oen, Solo. Bukan kebetulan jika ternyata dokter Lo pernah menjadi anak buah dokter Oen Boen Ing. Nama yang ini memang lebih terkenal, setidaknya sudah diabadikan di beberapa buku. Aku tidak pernah bertemu dengan dokter Oen. Dokter Oen sudah meninggal waktu aku masih usia satu tahun. Dokter yang mendapat gelar KRMT (anumerta) dari Mangkunegaran atas jasanya ini juga meninggalkan nama sangat harum di masyarakat. Lahir dari keluarga kaya, tapi ia terinspirasi kakeknya yang seorang suhu sinshe. Maka, meski ia menggunakan metode pengobatan Barat, tapi teladan sang kakek yang tidak pernah mau dibayar saat mengobati orang benar-benar ia terapkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagaimana dokter Lo, dokter Oen juga tidak pernah menuntut bayaran dari pasiennya, tanpa peduli latar belakang, agama, status, dll. Ia hanya menyediakan sebuah kotak dan pasien boleh memasukkan atau tidak memasukkan bayaran sukarela. Memang agak beda dengan dokter Lo yang lebih ekstrem, yang kadang justru memarahi pasien yang mau membayarnya (bahkan, kalau memang ingin bayar, kita harus segera meletakannya di mejanya dan cepat-cepat pamit sebelum ia menegur). Aku percaya dokter Lo memang ingin menjadi penerus dokter Oen. Dan ia sudah berhasil. "Orang-orang miskin berani datang berobat karena tidak diharuskan membayar. Pasien yang tak mampu tetap diberi resep, disuruh ke apotek, obatnya dibayar Dr Oen..." kata Wiwik, perawat yang bekerja bersamanya sejak 1975.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika perang pun, dokter Oen ikut bertugas merawat korban perang. Seorang veteran pun bersaksi bahwa dokter Oen semasa perang sungguh pemberani, tak peduli tembakan Belanda, dokter Oen tetap keluar masuk ke daerah TNI. Tak kurang jenderal Sudirman pernah ia buatkan ramuan obat. Tahun 1933, ia mulai membuka poliklinik kecil yang kini pindah ke daerah Kandangsapi dan menjadi rumah sakit besar bernama poliklinik Tsi Sheng Yuan yang oleh Orde Baru sempat diganti menjadi RS Panti Kosala, dan kini menjadi RS. dr Oen Boen Ing yang bahkan sudah memiliki beberapa cabang. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hanya saja, sepertinya rumah sakit itu kini toh sudah sama seperti rumah sakit yang lain. Apakah semangat sosial dr Oen diterapkan rumah sakit tersebut? Sepertinya tidak. Bukannya berharap semua rumah sakit menggratiskan biaya berobat, aku tahu operasional rumah sakit jelas butuh banyak biaya. Tapi, aku hanya berpikir, jika dokter Lo adalah penerus dokter Oen, lalu siapa yang akan meneruskan dokter Lo? Memang masih ada beberapa dokter yang baik. Tapi, dokter yang menjadi legenda, aku khawatir keponakanku yang saat ini sudah kelas 3 SD saja tidak akan pernah mempunyai kenangan tentangnya.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11940105-5553287475385363943?l=lalathijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lalathijau.blogspot.com/feeds/5553287475385363943/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11940105&amp;postID=5553287475385363943&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11940105/posts/default/5553287475385363943'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11940105/posts/default/5553287475385363943'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lalathijau.blogspot.com/2009/06/dokter-lo-dokter-oen.html' title='Dokter Lo &amp; Dokter Oen'/><author><name>ary</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03207474458678987363</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://photos16.flickr.com/20912285_e28978ae26.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_OhAG0w0jZ-g/Si_JfJlLqMI/AAAAAAAAAJE/a3CmWWb41MQ/s72-c/droen.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11940105.post-1722306873646935118</id><published>2009-05-26T00:09:00.005+07:00</published><updated>2009-05-26T00:18:03.787+07:00
