perjalanan lalat hijau

LALAT HIJAU, sebuah catatan perjalanan untuk beberapa waktunya ke depan


AD 4227 KH (1996-2006) dan seterusnya

Hai,

Motorku akhirnya laku 4 juta 50 ribu rupiah. Di luar perkiraanku yang mengira tak akan lebih dari 3,5 juta, proses pencetusan ide ingin menjual motor sampai hari penyerahan uang dan penandatanganan kuitansi kosong yang diminta si perantara juga relatif singkat. Hanya sekitar 1 minggu.
Motor honda grand keluaran tahun 91 yang mulai kumiliki sejak sekitar tahun 96 itu aku harap suatu saat masih akan kulihat di jalanan dengan pemilik barunya. Aku penasaran, apakah saat itu akan ada perubahan dengan fisiknya atau malah aku akan memergoki pengendaranya sedang menepi untuk mencoba menyalakan mesin yang tiba-tiba mogok seperti yang beberapa bulan terakhir ini sering kualami.
Motor itu memang motor biasa, jika bisa bicara mungkin tak akan banyak kisah menarik yang dapat ia ceritakan pada teman-temannya. Perjalanan paling jauh barangkali tak lebih dari Solo - Yogya, Surabaya - Malang, mungkin juga Surabaya - kabupaten sekitarnya, tergantung apakah bung Emen dulu (waktu jaman gak enak, katanya) pernah membawanya ke sana. Pantat-pantat yang pernah menyentuh joknya setahuku juga tak pernah istimewa. Meski kulit jok itu sendiri sudah pernah diganti sampai 3 kali.
Orang selalu mengatakan bahwa aku tak merawat dan tak pernah memperhatikan motor itu dengan baik hanya karena mereka melihat bekas-bekas lumpur kering yang melekat di beberapa bagian badannya yang hitam namun tak legam itu. Namun berapa orangkah yang akan meluangkan waktunya untuk 2 kali (posting pertama gagal dipublish) menuliskan tentang motor tuanya di blog? Berapa orang pula yang merasa motornya mempunyai jiwa? Aku sendiri masih ingat goresan pertama yang didapat motor itu, di parkiran sekolah, waktu kelas 1 SMU, sepulang sekolah, di bagian antara speedometer dan lampu utama depan, sebuah goresan kira-kira sepanjang 7 cm, berwarna putih tiba-tiba telah ada disana. Aku rasa itulah awal mula dimana sedikit demi sedikit aku mulai tak akan puas dengan penampilannya, bagaimanapun aku memoles dan mengkilapkan catnya, tetap akan ada satu bagian yang membuatnya seakan cacat.
Ia memang tak akan mampu bercerita banyak jika ia memiliki kemampuan bicara, namun ia mungkin akan menuliskan banyak cerita jika ia memiliki tangan dan jari untuk menulis. Entah apa yang akan ia tulis, mungkin tentang apa yang dilihatnya di jalanan, di tempat parkir, tentang majikannya yang sering membawanya tanpa tujuan di malam-malam yang panas, tentang pantat para penumpangnya yang macam-macam bentuk dan baunya, tentang muatan yang pernah ia bawa, tentang perjalanannya naik truk dari Solo - Surabaya dan sebaliknya, tentang beda jalan raya dan alat-alat transportasi di kota-kota yang pernah ia singgahi, tentang para polisi, para pengamen, para montir, tukang parkir, petugas pompa bensin, tentang banjir, tentang tempat-tempat favoritnya, tempat-tempat aneh, tempat-tempat yang sangat berarti bagi pemiliknya, tentang oli, bensin, spare part serta benda-benda lain yang mungkin sempat ia kenakan.. aku tak akan pernah tahu apa yang pernah ia rasakan dan ia lihat selama ini. Aku juga hanya sempat bersama dengan dia di 2/3 bagian hidupnya, hingga saat ini..
Besok akan ada penggantinya, jujur saja, setahuku baru kali ini keluargaku membeli motor yang baru dari dealer. Namun aku tak tahu apa yang dapat diceritakan motor baru ini nanti, dan mungkinkah pemilik baru honda grand ber nomor polisi AD 4227 KH tadi akan mampu membantuku melanjutkan kisah hidupnya? Atau mungkin ia hanya akan berakhir dengan menjadi korban kanibalisasi..
Sekian

1 Responses to “AD 4227 KH (1996-2006) dan seterusnya”

  1. # Blogger dahlia

    mmmmmm....*sambil mikir*
    kira kira punya nasib yang sama ngak ya?  

Posting Komentar


Web This Blog


XML

Powered by Blogger

make money online blogger templates




Free chat widget @ ShoutMix

Join the Blue Ribbon Online Free Speech Campaign
Join the Blue Ribbon Online Free Speech Campaign!



© 2006 perjalanan lalat hijau | Blogger Templates by GeckoandFly.
blog ini berisi catatan, kenangan, keluhan, caci maki, khayalan, pengakuan, tiruan, dan hasil kopi paste
blog ini tidak ada hubungannya dengan lalatx atau padepokan silat tertentu, pengelola sebenarnya tidak suka warna ijo!