perjalanan lalat hijau

LALAT HIJAU, sebuah catatan perjalanan untuk beberapa waktunya ke depan


TV

Hubungan saya dan TV cukup naik turun. Sewaktu kecil dan tinggal di rumah pertama saya, sebuah rumah kontrakan kecil di dalam gang sempit, keluarga kami sempat mengalami kesulitan ekonomi sehingga terpaksa menjual TV. Itu terjadi ketika saya masih sangat kecil, balita tepatnya. Maka, jadilah kami menumpang nonton TV di rumah tetangga. Untungnya saja, kami tinggal di gang sempit yang antar tetangga masih sangat guyub. Saya dan kakak-kakak biasanya menumpang nonton TV saat sore, ketika acara kartun. Hanya satu syaratnya, harus sudah mandi.

Baca selengkapnya »

Klik sini buat yang penasaran lanjutannya...

Hobi

Dari dulu sampai sekarang, kalau ditanya hobinya apa, saya kadang bingung. Bagi saya, orang yang mengaku punya suatu hobi, biasanya juga otomatis punya ciri seperti; dia lebih jago dari kebanyakan orang soal bidang hobinya itu, dia juga rela keluar duit atau waktu lebih dibandingkan orang kebanyakan demi hobinya itu, dia juga biasanya akan sangat senang menjelaskan kepada banyak orang tentang hobinya itu, dia sangat enjoy melakukan hobi itu, atau minimal dia konsisten melakukannya dari sejak lama hingga sekarang.

Baca selengkapnya »

Klik sini buat yang penasaran lanjutannya...

400 kb/s

Internet speed di rumah sekarang (atau bulan ini saja) lebih dari 300-400 kb/s. Hanya saja bingung mendonlot apa. Dan internet speed sama sekali tidak ada hubungannya dengan thinking dan writing speed *sigh* Tapi, yang jelas ada satu hal yang mungkin bisa jadi hobi baru: nonton film di youtube. Sekian.

Klik sini buat yang penasaran lanjutannya...

lalathijau adalah punggung!

yap, lalathijau adalah punggung! lalathijau is back! setelah setahun vakum (meski sebenarnya beberapa kali menyimpan draft. tapi saya kira tidak usahlah saya posting biar keliatan misterius), setelah spam sudah makin menyerbu komen-komen di posting blog ini, saya berencana kembali. dengan blogger sudah mengubah layoutnya total, sangat beda dengan terakhir kali saya menulis draft blog, semoga ini tidak lantas membuat urusan ngeblog malah jadi ribet terutama kalau internet pas lelet. tapi yah, untungnya, sekarang di rumah saya (ya, saya sekarang rumah sendiri dengan istri, eh sudah nikah juga, dan eh malah pertengahan tahun depan juga insya allah sudah punya anak) sudah pasang internet berwifi dan kabar baiknya lumayan kencang (pamer).

okay, mari potong eek dan kepitingnya, let's cut the crap, pokoknya doakan saja bisa ngeblog lagi. saya sih sudah punya angan-angan mau nulis apa. ya tidak jauh jauh dari yang dulu-dululah, yang jelas sepertinya sekarang sudah tidak terlalu minat ngeblog tentang perasaan karena sudah ada FB (eh, di FB pun juga sudah malas curhat, jadi mungkin twitter saja). jangan ditunggu ya.. 

Klik sini buat yang penasaran lanjutannya...

Duaribu Sebelas

2011 adalah tahun yang berkesan sekaligus tidak berkesan. Di tahun 2011, yang paling berkesan tentu saja adalah acara lamaran saya hehe.. Namanya juga baru pertama kali. Lalu, dari segi karier, saya juga mengalami peningkatan. Baru pertama kali dalam seumur hidup saya naik jabatan. Dan pekerjaan yang sekarang juga adalah pekerjaan terlama yang pernah saya jalani (mungkin memang akan bakal lama, entah sampai kapan). Tapi, kesibukan demi kesibukan yang sebenarnya hampir mirip dengan 2010 membuat tahun 2011 terasa berlalu begitu cepat.

Saya misalnya hanya melakukan perjalanan ke luar kota Solo di kota-kota berikut ini: Yogyakarta (tentu saja), Kebumen (yeah right?), Bandung (piknik kantor), dan Cirebon (untuk kondangan). Sudah, itu saja. Membosankan yah? Mungkin. Tapi, untung saya ini memang bukan tipe traveller meski dulu di CV pernah mengaku hobi travelling hihihi... Dari segi kesibukan lain, hobi, misalnya, saya juga mengalami banyak penurunan. Pokoknya tahun 2011 adalah tahun kerja dan kerja. Yah, saya menghibur dirinya adalah karena hasilnya juga worth it, itung-itung mempersiapkan biaya pernikahan tahun depan. Saya yang mengaku hobinya adalah membaca, mendengarkan musik, nonton film, mengkoleksi, dan juga (dulu) olahraga, tahun ini, atau tepatnya semester kedua sangat menurun melakukannya. Membaca sangat berkurang, hunting buku menurun drastis (termasuk keinginannya), film masih lumayan (untuk koleksi, tapi nontonnya masih kesulitan memiliki waktu), sedangkan olahraga saya sempat beberapa bulan fitness, tapi akhirnya bosan dan berhenti sejak pertengahan tahun kemarin. Perut buncit pun masih tetap buncit. Oh ya, saya juga punya hobi menulis hehehe.. Dan itu, untuk hal-hal idealis, bahkan sama sekali tidak ada kemajuan. Yang masih lumayan bahkan berkembang adalah soal musik. Di tahun ini mungkin adalah tahun saya agak gila-gilaan, setelah didukung internet akses yang keren, saya setiap hari kira-kira menghabiskan 2/3 waktu saya di depan internet (soal ini yang lebih lengkap saya tulis di notes FB saya).
Dan pada akhirnya, mengenai hubungan sosial, ini sangat payah bahkan paling payah. Tidak ada teman baru selain teman kerja baru. Dan banyak teman lama lost contact karena saya juga kadang bingung saat ngobrolnya. Kini, di akhir tahun 2011, saya hanya berharap tahun 2012 akan ada perubahan saja dalam hal-hal itu, minimal dalam hal hubungan sosial. Semoga yes...

Label: ,

Klik sini buat yang penasaran lanjutannya...

Kenapa Isinya Video Terus?

Saya tahu blog sudah tidak terlalu zaman. Orang makin males baca blog, apalagi blogwalking. Saya tahu kalau blog ini tidak banyak dikunjungi orang (saya rasa yg cukup bisa saya banggakan dari blog ini cuma menang "tua" dan masih update biar cuma sebulan sekali dan selama 6 tahun lebih baru dua bulan yang tidak ada update). Saya sendiri, sekarang memang harus diakui malas mengupdate blog ini. Tapi, saya cuma suka kalau gambar lekuk-lekuk bulan di sisi kanan blog ini terus memanjang seperti ular. Nah, itulah alasan pertama saya belakangan lebih sering posting Youtube.
Tapi, bukan cuma itu. Hal kedua adalah bahwa katanya kan di zaman sekarang ini tidak boleh kolot. Masakan blog harus hanya berisi tulisan, youtube hanya berisi video, picasa dan flickr hanya berisi foto? Harusnya diintegrasikan biar lebih menarik. Karena saya tidak punya foto (atau kamera, maksudnya) dan tidak mengupload sendiri video-video saya, maka saya baru bisa mengintegrasikan tulisan dan video postingan orang lain di sini. Dan hal ketiga adalah bahwa saya pernah punya pengalaman agak buruk dengan menulis hal-hal yang pribadi seperti "seharusnya" blog (dulu kan katanya blog itu harus jurnal pribadi hehehe...). Maka, saya sekarang agak malas yang begituan, kan sudah ada Twitter dan Facebook. Saya juga sepertinya sudah susah sekali bikin cerpen atau puisi dan semacamnya. Meski sebenarnya masih ingin bisa menulis dengan variatif dan tema yang menarik (menurut saya), seperti dulu (sekarang, setelah punya Twitter, terutama, saya makin merasa apa yang hendak saya katakan kok sudah ada yang mengatakan atau banyak yang lebih menarik dan mendalam, sehingga yg mau saya tulis di blog tadi tak pantas dibahas atau dipublikasikan)
Lalu Kenapa Video Musik Terus?
Memang tidak pernah ada yang bertanya begitu hehehe.. Ini cuma pertanyaan saya sendiri, sebagai penggemar fanatik blog ini (?). Bukan, bukan semata karena saya malas atau karena saya hanya cari mudahnya saja kok. Flashback jauh ke tahun 80-90an, sebagai anak kecil, saya memang tidak punya banyak teman selain teman di sekolah. Di rumah, sejak SD saya pindah ke rumah besar di tengah tetangga-tetangga yang rumahnya kecil-kecil. Maka, terciptalah gap tanpa diingini. Saya pun di rumah lebih banyak menghabiskan waktu di depan TV. Untunglah waktu itu bukan TV biasa, apalagi hanya TVRI yang saya bisa tonton. Tapi, ada parabola yang membuat saya bisa melihat berbagai acara di luar negeri.
Salah satunya adalah acara-acara musik. Dari MTV, Channel V, atau siaran TV lain seperti Nescafe UK Top 40, dan lain-lain. Waktu itu, saya menonton dalam status abstain. Maksudnya, seingat saya, saya masih belum punya band favorit atau genre musik favorit. Semua macam musik saya tonton dan terutama musik yang videonya berkesan. Bahkan, saking banyaknya nonton TV, saya sempat dijadikan semacam TV Guide oleh Papa saya. Entah dia maksudnya ngeledek atau apa, padahal saya merasa saya tidak hafal-hafal banget semua acara TV. Saya merasa beruntung karena saya mengalami masa itu di tahun 80-90an, dan bukan di tahun 2000an hehehe.. (biasa, ini statemen khas orang tua). Tapi, faktanya lagu-lagu delapanpuluh dan sembilanpuluhan, sampai sekarang tetap dicover musisi tahun 2000-2010an kok? Jadi, memang tak salah kalau periode itu lebih superior dari periode saat ini. Kebiasaan nonton TV, terutama musik ini terus saya lakukan, kalau tidak salah hingga akhir 90 atau awal 2000an, meski waktu itu saya hanya nonton di TV (ANTV masih merelay banyak acara musik dari MTV).
Kalau saya pikir-pikir, kasian sekali anak-anak zaman ini yang terpaksa hanya menonton musik dari acara seperti Dahsyat dan Inbox. Tapi, ada untungnya juga anak-anak zaman sekarang juga punya Youtube. Hanya, dari mana mereka tahu kalau tidak ada yang memberi tahu? Jadi, semoga blog ini bisa membantu mereka. Demikianlah alasan saya, maaf tulisan ini memang acakadut.

Label: , , ,

Klik sini buat yang penasaran lanjutannya...


Web This Blog


XML

Powered by Blogger

make money online blogger templates




Free chat widget @ ShoutMix

Join the Blue Ribbon Online Free Speech Campaign
Join the Blue Ribbon Online Free Speech Campaign!



© 2006 perjalanan lalat hijau | Blogger Templates by GeckoandFly.
blog ini berisi catatan, kenangan, keluhan, caci maki, khayalan, pengakuan, tiruan, dan hasil kopi paste
blog ini tidak ada hubungannya dengan lalatx atau padepokan silat tertentu, pengelola sebenarnya tidak suka warna ijo!