perjalanan lalat hijau

LALAT HIJAU, sebuah catatan perjalanan untuk beberapa waktunya ke depan


sigurros (resensi lama)

Entah apa sebenarnya yang ada di kepala para personil sigur ros saat mereka menciptakan, merekam dan membawakan musik-musik mereka. Saya sendiri terus teringat akan pengalaman dan sensasi yang dirasakan banyak orang saat mendengarkan lagu-lagu tersebut. Mulai pengakuan djohan, orang yang memberikan saya ijin untuk mengcopy 2 album kelompok asal Islandia ini, pengalaman salah seorang teman di internet, atau kabar bahwa tomy lee mantan drummer motley crue pernah merasakan badai serotonin hanya karena mendengarkan lagu-lagu yang rata-rata berkisar diatas 6 menit ini. Semua pengalaman mereka sama, ada yang ketika mendengarkan musik-musik tersebut lantas merasa dapat membayangkan surga, ada yang ketiduran, bangun, tidur lagi dan setiap kali tidur itu ia bermimpi, sampai 3x katanya. Para personil sigur ros pun mengatakan bahwa musik mereka akan membawa para pendengarnya seolah sedang berjalan-jalan di negeri Islandia yang bagi saya sendiri terasa misterius, mengingat sedikit sekali referensi mengenai keadaan disana. Islandia sendiri bagi saya semula lebih dikenal sebagai negeri lahir Bjork Gudmundsdottir (yang sama-sama membawakan musik yang aneh) saja, sekarang mungkin juga ditambah Emiliana Torrini, namun yang jelas kini bagi saya Islandia adalah seperti sebuah negeri dongeng, dimana terdapat hutan-hutan, gunung, dan raksasa atau desa-desa berpenduduk aneh seperti di film Big Fish.

Lalu lagi-lagi dari djohan saya mendapatkan satu video penampilan mereka di Montreal Jazz Festival. Kekuatan visual nampaknya memang selalu jauh lebih kuat dari indera manapun. Saya pun semakin kagum dan terbius untuk mendengarkan lebih banyak lagi musik-musik dari band ini. Dengan gitar yang dimainkan seperti biola, seruling dan orkestra selain perangkat band biasa (drum, bas, gitar, piano) serta suara vocal yang (lagi-lagi) teman saya menemukan satu kata: unisex dan bahasa yang misterius, sungguh mengherankan jika perpaduan itu ternyata bisa menghasilkan suara yang sedemikian dahsyat. Radiohead, band lain yang juga mampu menghasilkan suara-suara musik yang unik mungkin terasa lebih mudah dipahami karena selain lebih minimalis (tidak memakai orkestra) mereka juga memakai berbagai macam alat yang aneh-aneh dan bernama janggal, hal yang sama juga terjadi pada Bjork dan grup yang pernah ikut bekerjasama dengannya, Matmos. Namun yang membedakan sigur ros dengan mereka adalah keberadaan unsur teknologinya. Mungkin teknologi memang untuk satu dan lain hal masih belum bisa menandingi bunyi-bunyi manual, musik ala sigur ros inilah buktinya.

Nama sigur ros sendiri saya kenal sejak mereka memenangi penghargaan mtv eropa untuk album Agaetis Byrjun beberapa tahun lalu. Cuplikan video serta komentar-komentar hebat mengenai mereka, serta penampilan para personilnya yang begitu sederhana, kontras dengan artis-artis pop lainnya di acara itu begitu mengesankan saya, pasti mereka adalah musisi yang istimewa. Mereka jelas bukan Oasis yang menurut Thom Yorke membawakan musik yang primitif walau Noel Gallagher menganggap dirinya berhak menjadi juri penilai mana musik yang bagus dan yang jelek (meski kesalahan juga bukan sepenuhnya pada diri Noel sendiri, namun lebih pada pers dan mereka yang tetap mendengarkan pendapat pria narsis itu), mereka juga bukan one hit wonder dari negeri antah berantah, mereka juga bukan duplikat siapa-siapa (meski semua anggota band itu mengaku menggemari Burt Bacharach) atau setidaknya saya belum pernah mendengar band lain yang dibanding-bandingkan pers dengan mereka (memang aneh kali ini tak ada nama Pink Floyd, My Bloody Valentine, Cocteau Twins, Velvet Underground, Queen atau Sonicyouth untuk grup yang membawakan musik yang panjang dan memakai banyak instrument seperti mereka), musik mereka juga bukan musik yang didengar di iklan seperti punya Moby. Lalu musik apa yang mereka bawakan itu? Shoegaze? Dream Pop? Sepertinya tidak. Apakah mereka pantas menyandang nama pop? Entahlah, mungkin saja belum.

0 Responses to “sigurros (resensi lama)”

Poskan Komentar


Web This Blog


XML

Powered by Blogger

make money online blogger templates




Free chat widget @ ShoutMix

Join the Blue Ribbon Online Free Speech Campaign
Join the Blue Ribbon Online Free Speech Campaign!



© 2006 perjalanan lalat hijau | Blogger Templates by GeckoandFly.
blog ini berisi catatan, kenangan, keluhan, caci maki, khayalan, pengakuan, tiruan, dan hasil kopi paste
blog ini tidak ada hubungannya dengan lalatx atau padepokan silat tertentu, pengelola sebenarnya tidak suka warna ijo!