perjalanan lalat hijau

LALAT HIJAU, sebuah catatan perjalanan untuk beberapa waktunya ke depan


Funeral Song

Kematian seharusnya tidak lebih tinggi atau rendah dibandingkan kehidupan. Kematian, bagi sebagian orang dihubungkan dengan kepercayaan. Bagi sebagian lagi, dihubungkan dengan psikologi. Sebagian suka mengaitkan dengan kesehatan, dst. Intinya, semua hal dalam kehidupan sebenarnya selalu bisa dikaitkan dengan kematian. Hanya ilmu yang belum lengkaplah yang belum bisa mengaitkan dirinya dengan kematian. Dan musik, bahkan musik pop, sudah sejak dulu sering mengangkat tema atau dihubungkan dengan kematian. Di sini sepertinya masih agak jarang yang memakai musik pop sebagai pengiring kematian. Yang ada hanya musik yang berkaitan dengan kepercayaan (lagu rohani gitu maksudnya), lagu folk, klasik (yang paling populer tentu saja adalah Taps) atau malah lagu yang terkait politik (Gugur Bunga, Mengheningkan Cipta). Entah kenapa banyak orang seperti tabu memakai musik pop untuk mengiring kematian seseorang. Mungkin ini karena anggapan musik pop kurang syahdu atau hanya "duniawi". Meski saya rasa ada banyak orang yang ingin memakainya (untung di zaman social media sekarang hal ini seperti diwadahi, seperti banyak orang yang untuk mengenang seseorang yang telah tiada, lalu menshare lagu-lagu dari yutub), tapi rasanya agak jarang kalau di upacara resmi. Kenapa? Apa karena tidak khidmat? Mestinya tidak juga. Nah, bagi yang tidak takut memikirkan tentang kematian, mungkin Anda bisa ikut saya memikirkan kira-kira lagu apa yang pas mengiringi kematian diri Anda nanti. Kalau saya, sejauh ini, baru bisa memikirkan lagu-lagu berikut ini:
VNV Nation - From My Hands

Ini lagu tidak bisa dimungkiri sangat dahsyat dan sangat sangat pas untuk mengiringi kematian. Iramanya memang sangat sedih (apalagi fanvideo yang bisa kita liat di atas ini), tapi liriknya sebenarnya tidak juga. Isinya kalau menurut saya adalah tentang mengikhlaskan, terutama bagian, "And hush now, Let it go now, There's no need for sad goodbyes.."
Sarah McLachlan - I Will Remember You

Ada lagu Sarah McLachlan yang lain yang diilhami dari kematian, yaitu Angels, yang terilhami peristiwa kematian Jonathan Melvoin, touring keyboardis dari Smashing Pumpkins. Tapi, saya kok pilih lagu yang ini. Sejak awal lagu ini sudah berisi petuah supaya jangan terlalu menangisi yang sudah lalu (di sini adalah kematian). Tapi, meski demikian jangan lupakan orang yang sudah meninggalkan Anda itu. "I will remember you, will you remember me, dont let your life pass you by weep not for the memories" Begitulah bunyinya...
Johnny Cash - Hurt

Hurt adalah lagunya Nine Inch Nails yang kemudian dicover dengan sangat baik dan sangat berbeda oleh Johnny Cash beberapa waktu sebelum ia kemudian meninggal dunia. Saya akui, lagu ini jadi pilihan saya karena fakta-fakta tersebut (Johnny Cash menyanyikan di akhir masa hidupnya, istrinya juga tampil di video ini di akhir masa hidupnya, dan videonya memang keren sekali). Saya bermimpi kalau saja nanti kalau saya meninggal, maka bisa ada big screen dan kalau saja ada video yang bisa benar-benar menggambarkan diri dan kehidupan saya. Kan tidak cuma pernikahan saja yang pake video seperti itu. Lucu lagi kalau bisa seperti di ending film "Man on the Moon." Ya, lagu ini memang liriknya agak getir, tapi bukankah seindah-indahnya kematian itu tetap ada rasa getir, minimal bagi mereka yang ditinggalkan?
Bill Medley & Jennifer Warnes - I’ve Had the Time of My Life

Ini adalah soundtrack Dirty Dancing, yang di abad 21 ini agak dirusak Black Eyed Peas hehehe.... Belakangan, setelah Patrick Swayze meninggal, banyak yang di Youtube mengenang Swayze dengan lagu ini. Lagu ini iramanya ceria (iyalah, wong buat menari kotor). Ada yang memakai lagu ini buat lagu wedding (liriknya cocok sih, karena tentang orang bergembira setelah kini bertemu seseorang). Tapi, sebagai lagu funeral pun cocok, menurut saya. Ya, hanya supaya menghibur orang-orang yang ditinggalkan bahwa si mati sudah menemukan waktu terindah bersama Seseorang kini. Meskipun tidak ada orang hidup yang benar-benar tahu apakah waktu meninggal dunia itu menyenangkan atau tidak.
Lighthouse Family - High

Ini liriknya juga ceria. Tapi, dengan iramanya yang naik dan terus naik, ini adalah rekomendasi saya selanjutnya untuk menghibur mereka yang ditinggalkan. Apalagi lagu ini gampang dinyanyikan buat saya karena nadanya rendah dan easy listening, meski bandnya sebenarnya tidak terlalu suka. Ada yang memakai lagu ini untuk lagu waktu lulusan atau perpisahan setelah wisuda, tapi untuk pemakaman sih cocok juga. Alasannya antara lain liriknya ada yang berbunyi "When you're close to tears remember, some day it'll all be over, one day we're gonna get so high... "
Vangelis - Chariots of Fire

Chariots of fire yang merupakan soundtrack dari film berjudul sama, kerap dipakai untuk menggambarkan sebuah kemenangan. Ya, saya sendiri tidak mau kematian saya nanti dianggap kekalahan. Setidaknya, berdasarkan iman kepercayaan yang saya anut, saya dinasihatkan untuk menganggap demikian. Di pemakaman, khotbah pendeta biasanya berisikan ayat tentang "aku telah mengakhiri pertandingan dengan baik." Dan hal itu memang yang membuat saya memasukkan lagu ini dalam playlist funeral song ini. Sekali lagi dengan alasan hampir mirip-mirip dengan beberapa lagu sebelumnya. Dan makin ke sini saya memang inginnya kesedihan sebuah pemakaman lambat laun berganti dengan optimisme dan semangat buat hidup lebih baik lagi. Sukur-sukur kalau hidup mati saya bisa jadi inspirasi, motivasi, atau sebuah peringatan pun tak apa-apa.
Bonus: Robbie Williams - Angel

Menurut sebuah jajak pendapat yang kalau tidak salah ditulis Majalah "Time", lagu ini ada di nomor satu lagu yang akan dipilih para surveyor di Amerika sana. Maka, tak ada salahnya saya pasang juga, siapa tahu ada yang tertarik memilih. Tentunya lagu ini dipilih karena liriknya (jadi saya pasang video yang cuma berisi lirik, dan bukan video aslinya yang berisi muka Robbie Williams itu). Mungkin lirik yang ini nih: "And do they know, the places where we go, when we're grey and old..."
Demikian beberapa saja lagu yang bisa saya pikirkan hingga saat ini, terutama karena saya belum sempat mikir bener-bener dan meneliti satu-satu lagu yang saya tahu. Sempat saya mau masukkan Changes dari Ozzy Osbourne atau Once Upon A Time dari Smashing Pumpkins tapi kayaknya terlalu sedih. Atau juga I Can See Clearly Now dari Jimmy Cliff yang bagus juga, tapi nanti kok kayaknya terlalu gembira atau kepedean begitu yah hehehe... Ya, kalau ada yang punya lagu pop lain, boleh juga menambahi.

Label: , , , , ,

3 Responses to “Funeral Song”

  1. # Blogger ~ jessie ~

    Syukurlah dari 7 lagu, aku cuma nggak tahu 2. Berarti aku masih terhitung gaul geol... :D  

  2. # Anonymous Omega

    sip aku suka itu  

  3. # OpenID sarjoni

    Funeral song hanya sekedar untuk menghibur diri, mengandung doa atau untuk memberikan penguatan spritual  

Poskan Komentar


Web This Blog


XML

Powered by Blogger

make money online blogger templates




Free chat widget @ ShoutMix

Join the Blue Ribbon Online Free Speech Campaign
Join the Blue Ribbon Online Free Speech Campaign!



© 2006 perjalanan lalat hijau | Blogger Templates by GeckoandFly.
blog ini berisi catatan, kenangan, keluhan, caci maki, khayalan, pengakuan, tiruan, dan hasil kopi paste
blog ini tidak ada hubungannya dengan lalatx atau padepokan silat tertentu, pengelola sebenarnya tidak suka warna ijo!