Label: masa kecil, music, video, youtube
Klik sini buat yang penasaran lanjutannya...Label: death, funeral, kematian, pemakaman, playlist, youtube
Klik sini buat yang penasaran lanjutannya...Karena belakangan ini lagi musim orang nikahan, termasuk beberapa di antaranya orang-orang dekat, maka terpaksa saya sering datang kondangan. Dan mungkin baru beberapa tahun ini (karena ada masa di mana saya sekian tahun tidak pernah kondangan, yaitu masa kuliah dan masa belum dapat kerja), saya sadar kalau ada beberapa perubahan acara di kondangan. Salah satunya lagu. Dulu, lagu-lagu di kondangan seingat saya kurang begitu bervariasi. Yang ada, kondangan diisi dengan lagu-lagu Mandarin atau kemudian juga lagu-lagu gereja, yang juga cuma itu-itu saja. Menginjak awal tahun 2000an, memang sudah ada lagu-lagu pop Indonesia ataupun Barat dibawakan di kondangan. Tapi, itu juga biasanya yang membawakan penyanyi rumah makan atau bintang tamu, atau tamunya. Sekarang, entah dari meniru siapa suka ada pengantin yang menyanyi sendiri gitu. Kadang, ada juga yang dansa (kalo ini sih mungkin meniru di Barat yah?) .
Ini juga mirip dengan Truly. Meski zaman sekarang, pada banyak yang taunya ini lagunya Afghan. Tapi, menurut saya lagu ini lebih cocok dinyanyikan cewe.
Label: lagu, pernikahan, wedding, youtube
Klik sini buat yang penasaran lanjutannya...Siapa sangka ternyata film-film ini bisa lengkap ditemukan di Youtube!!!
Label: film, history, indonesia, jalan raya pos, PKI, pramoedya ananta toer, shadow play, youtube
Klik sini buat yang penasaran lanjutannya...
Di tengah tugas pekerjaan yang padat, Piala Dunia yang bikin ngantuk dan sering tidak fit, serta pikiran tentang masa depan yang kadang tidak menenangkan, aku bertemu hobi baru.. errrrrr.. sebenarnya bukan baru juga sih. Ini hobi lama, cuma sekarang nemu media yang beda saja. Last.fm sebenarnya sudah lama aku tahu keberadaannya. Hanya saja, baru belakangan saja aku menyadari keasyikannya.... errrrr... sebenarnya aku juga belum terlalu paham juga sih. Aku sadar masih ada beberapa fungsi yang belum aku pakai karena aku sendiri baru register 3-4 hari yang lalu.
Label: 4shared, last.fm, youtube
Klik sini buat yang penasaran lanjutannya...Juliette Lewis
Yang ini adalah penampilan live bandnya dengan lagunya Search and Destroy. Melihat video ini memang gila juga si Juliette Lewis. Tapi kok waktu vokalnya diambil alih sama gitarisnya, malah lebih bagus. Sepertinya Juliette ini salah milih genre musik kali ya? Terlalu maksain ngerock malah capek telinga ini dengarnya.
Nah, bagusan mana? Kalau saya, secara musikalitas saya pilih Julie Delpy. Kalau mantapnya saya pilih Milla Jovovich. Kalau penampilan orangnya saya pilih Scarlett Johansson. Kalau Julliete Lewis? Mungkin karena beberapa filmnya bagus atau karena energinya memang harus dihargai. Apakah Anda setuju? Silakan bandingkan sendiri.
Label: film, julie delpy, juliette lewis, milla jovovich, music, scarlett johansson, video, youtube
Klik sini buat yang penasaran lanjutannya...Belum sempat nulis. Nyanyi dulu aja deh..
0 Comments Published by ary on Kamis, 18 Februari 2010 at 10:27 PM.NEW ORDER - BLUE MONDAY
NEW ORDER - TRUE FAITH
BOY GEORGE - CRYING GAME
BLONDIE - CALL ME
RADIOHEAD - CEREMONY (JOY DIVISION COVER)
SAINT ETIENNE - ONLY LOVE CAN BREAK YOUR HEART
Label: blondie, boy george, debbie harry, depeche mode, garbage, joy division, kyle minogue, music, new order, nick cave, radiohead, saint etienne, sarah cracknell, shirley manson, video, youtube
Klik sini buat yang penasaran lanjutannya...Tentu saja aku memang tidak kenal Pram secara pribadi. Pertama kali aku mendengar namanya adalah saat ada berita di TV tentangnya. Itu terjadi pada masa Orba. Kalau tidak salah, berita itu adalah mengenai pembebasannya atau kalau tidak adalah berita pelarangan bukunya untuk kesekian kali. Karena pergaulanku di masa itu memang bukan dengan penyuka sastra apalagi aktivis, maka aku juga tidak pernah tahu buku apa yang ia tulis. Buku pertamanya yang kemudian aku lihat ada di toko buku adalah Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer. Kalau tidak salah ingat, aku melihatnya di toko buku Uranus, Surabaya. Tentu saja itu terjadi setelah aku kuliah dan Orde Baru tumbang. Kalau menilik terbitan buku itu adalah tahun 2001, barangkali pada tahun itu juga aku pertama kali melihat karyanya. Ya, sekali lagi aku memang waktu itu juga jarang ke toko buku.
Aku baru tahu lebih detail tentang Pram, entahlah, mungkin seiring masa kuliah dan makin bebasnya bukunya dipajang di toko buku, aku makin akrab dengan namanya. Awalnya aku memang lebih tahu tentang biografinya, ketimbang karyanya. Jadi, kalau ada orang yang ngobrol tentang Pram, aku pura-pura tahu meski belum pernah membaca karyanya. Baru setelah menjelang pengajuan proposal skripsi, aku membaca-baca skripsi Dwi. Beberapa teman juga mengatakan bahwa skripsi menelaah karya Pram itu keren. Hehehe.. Kebetulan waktu menjelang tanggal pengajuan buku, aku dan teman-teman main ke rumah Ayu dan dia memperlihatkan beberapa buku sastra berbahasa Inggris milik kakaknya. Saat itu, sebenarnya Ayu ingin memakai buku karya Pram yang berjudul Tales from Djakarta. Tapi, ia kemudian berubah pikiran dan memilih buku Frank McCourt, Angela Ashes. Aku kemudian memutuskan memakai buku kumpulan cerpen Pram itu sebagai bahan skripsiku. Pertama-tama aku meminjam buku milik kakaknya Ayu itu. Tapi aku janji akan membeli sendiri nanti.
Lalu datanglah saat yang tak terduga. Onie memberi tahu bahwa sang sastrawan besar itu akan datang ke Surabaya. Pram akan datang ke hotel Majapahit, atas undangan sebuah surat kabar berbahasa mandarin (lupa namanya). Saat itulah, aku bisa berkesempatan bertemu langsung dengan dia. Sempat bersalaman dan dia menanyai aku kuliah di mana. Sungguh mendebarkan, tapi akan lebih mendebarkan seumpama itu terjadi setelah aku lebih tahu karya dan perjalanan hidupnya. Sebelum berangkat, teman-teman sudah mengingatkanku untuk membaca buku Tales from Djakarta tadi. Aku juga tidak tahu mengapa hanya aku yang membawa buku sementara beberapa teman yang tentu saja punya buku Pram justru tidak bawa apa-apa. Namun, yang jelas, di situlah buku itu akhirnya mendapat goresan tanda tangannya. Oh ya, di situ aku juga melihat tetanggaku waktu aku masih tinggal di rumah kakakku di Rungkut dulu, Koh Carolus, dia membawa banyak sekali buku Pram. Bertahun-tahun bertetangga, aku sungguh tak tahu kalau ia penggemar sastra, apalagi penggemar karya Pram. Dan singkat kata, biarpun sebenarnya Tales from Djakarta yang ditandatangani itu bukunya kakaknya Ayu. Tentu saja buku itu tidak kukembalikan lagi. Meski Ayu bilang kakaknya membeli buku itu di Boston, tapi mungkin karena kasihan, maka Ayu menerima buku yang sama persis yang kemudian kubeli di Gramedia Tunjungan Plaza.
Itulah pertemuan pertama dan satu-satunya dengan Pram yang pernah kualami. Tapi, dari situ aku memang makin termotivasi dan makin kagum dengannya. Setelah lebih tenggelam dalam skripsi, aku mulai makin banyak membaca tentang dia dan tentu saja membaca buku-bukunya juga. Sebenarnya aku bisa saja punya kesempatan kedua bertemu dengannya jika saja universitas Kristen Petra mengizinkan diundangnya Pram ke kampus dalam rangka memperingati ulang tahun majalah kampus kami yang bernama Genta (masih ada nggak ya majalah itu sekarang?) dengan alasan yang tidak terlalu berbeda dengan alasan pemerintah Orba. Bodoh sekali kampus itu. Dengan ketertarikan yang mendalam dengan sosok penulisnya, aku tidak pernah merasa rugi pernah menulis skripsi itu. Bahkan boleh dikatakan skripsi itu mengubah beberapa pandanganku tentang dunia.
Selepas lulus, di pekerjaan pertamaku, aku pernah menulis sebuah artikel ringan tentang Pram. Artikel itu sebenarnya lebih mirip artikel tabloid gosip, hanya comot sana comot sini, tapi aku cukup puas dan tampaknya sekarang cukup banyak tersebar dan dicopas di mana-mana. Memang hanya kecil, tapi semoga bisa membuat orang lebih akrab dan tidak takut-takut lagi membaca karya Pram dan rekan seperjuangannya. Hal lain yang menginspirasiku adalah dalam hal kegiatan mengkliping yang dilakukan Pram. Aku sudah pernah menulis tentang ini di blogku bulan lalu. Waktu mendengar Pram meninggal, sangat sedih rasanya. Kesedihan pertama adalah aku ternyata hanya sempat bertemu dan mendengarkannya langsung (bukan lewat tulisan) hanya satu kali. Kesedihan kedua adalah karena ia memang sulit dicari duanya di negeri ini. Sebut saja tokoh-tokoh hebat di negeri ini, tapi sangat sedikit orang yang pernah punya pengalaman dan pengetahuan sebaru dan seunik dia. Aku gembira saat kemarin aku menemukan bahwa ada beberapa postingan videonya di youtube. Sebelum ini, aku hanya pernah melihat dia masuk di layar kaca saat menonton film New Rulers of the World. Yang aku suka dari mendengarkan Pram (dan membaca tulisannya juga) adalah nada yang sangat mantap. Penuh informasi, fresh, dan lugas, sangat bisa dikutip di sana-sini. Aku tahu kadang aku seperti mendewakannya. Tapi, menurutku oke saja sepanjang aku memang sadar. Oh, berapa banyak orang yang punya karakter seperti ini? How i miss you Bung!
Label: pemuda, pramoedya ananta toer, youtube
Klik sini buat yang penasaran lanjutannya...Menikmati Lagu, Menghayati Kehidupan
0 Comments Published by ary on Jumat, 09 Oktober 2009 at 8:43 PM.Saya memiliki beberapa lagu yang sering saya putar beberapa tahun yang lalu. Lagu-lagu itu beberapa masih saya simpan di komputer, walaupun agak jarang saya putar. Kemarin atau tepatnya dua hari lalu saya iseng memutar kembali lagu-lagu yang saya sukai ketika masih menjadi mahasiswa. Mestinya mahasiswa itu penuh gejolak, idealis, dsb. Tapi, ternyata waktu sekarang saya putar lagi, saya justru terharu dan ingin menangis. Teringat masa-masa susah, tidak punya apa-apa, tidak percaya diri, sering gagal, sering membayangkan akan kematian di masa muda, dan tentu saja kepura-puraan, emosi, dan sering kali juga penuh tawa dan canda. Terharu karena sedih atau bahagia atau malah kangen? Mungkin yang dua dan tiga. Berikut beberapa di antaranya (beberapa lagu memang tidak ada video klipnya, tapi saya cari seadanya di youtube):
Label: kenangan, melankoli, musik, youtube
Klik sini buat yang penasaran lanjutannya...